Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 150


__ADS_3

Setelah mendegar perkataan chi pria yang bernama guy ji terlihat marah besar, tangannya yang di kepalkannya langsung di pukulkan ke pohon di sampingnya.


Buuuuuuuuuuuuuuuuug...


Satu pukulan yang sangat keras terdengar, chi yang melihat pria di depannya sangat marah merasa sangat senang dan tanpa sadar tersenyum sendiri.


" Aku akan membawa anggotaku untuk melawannya, sekuat apapun dia tidak mungkin bisa menang melawan sembilan puluh anggotaku " ucap guy ji.


" Tunggu, aku tidak yakin kamu dan anggotamu bisa menang melawannya " sahut chi.


" Jangan samakan anggotaku dengan anggotamu yang sudah mati itu, anggotaku yang sangat banyak tidak mungkin kalah melawannya " ucap guy ji lagi.


Cih, kamu masih belum bertemu dengannya aku sangat yakin semua anggotamu pasti kalah " dalam hati chi.


" Sudahlah aku tidak ingin banyak bicara lagi padamu, aku harus membalaskan dendam adik sepeguruanku " sambung guy ji.


Feeeeeewiiiiieeeeddd...


Guy ji yang sudah tidak sabar langsung bersiul memanggil anggotanya, tidak butuh waktu lama sembilan puluh sembilan orang anggotanya telah berkumpul dan bersiap pergi ke arah shen.


Tap, tap, tap...


Suara langkah kaki yang sangat banyak dan terdengar sangat cepat membuat sheng yang bersandar di bawah pohon bergegas berdiri untuk menyambut musuhnya.


" Keluar kamu, aku tidak perduli siapa kamu hari ini kamu harus mati " teriak guy ji yang di sahut suara teriakan dari belakangnya.


" Aku tidak bersembunyi untuk apa aku keluar, tapi karena kalian sudah datang maka akan ku sambut dengan senang hati " sahut sheng sambil tersenyum.


Guy ji yang mendengar suara tidak jauh darinya langsung memutar badannya mencari asal suara itu, guy ji menatap ke arah timur sambil memundurkan beberapa langkahnya.


" Bukannya tadi kamu mencariku kenapa sekarang kamu ketakutan seperti itu " ucap sheng.


Badannya yang di penuhi sisik dan kuku yang panjang, sebenarnya dia manusia atau bukan " dalam hati guy ji.


" Kamu yang sudah membunuh adik sepeguruanku, jangan pernah berpikir untuk tetap hidup " ucap guy ji.


" Kalau begitu majulah " sahut sheng dengan santai.


" Kurang ajar apa yang kalian tunggu cepat bunuh dia " teriak guy ji memerintah anggotanya.


Lima belas anggotanya yang berdiri di barisan depan tanpa banyak bicara langsung berlari ke arah sheng.


Wheeeeeeessssssss...


Wheeeeeeeeeesssssss....

__ADS_1


Cakar sheng yang tajam dan panjang langsung mencakar belasan orang yang berlari ke arahnya, tidak hanya mencakar sheng juga bahkan menancapkan kukunya itu sedalam-dalamnya di leher atau di bagian dada belasan orang yang menyerangnya.


Chi yang melihat dari kejauhan merasa cukup ngeri sendiri, berbeda dari saat bertarung sebelumnya pria yang sama bahkan lebih sadis dari iblis saat melawan anggota guy ji.


" Dia sebenarnya masih manusia atau bukan " ucap chi dengan suara pelan.


Belasan orang anggotanya yang mati dengan cepat membuat guy ji terihat sangat marah.


" Kalian apa masih akan tinggal diam menunggu kematian kalian sendiri " teriak guy ji.


" Jika kita melawannya bukannya kita akan mati lebih cepat " sahut seorang pria yang berdiri di samping guy ji.


" Oh jadi kamu takut mati, baguslah kalau begitu " ucap guy ji yang langsung mengambil sebuah pisau dan menancapkannya ke leher pria di sampingnya.


" Siapa yang ingin bernasib sama dengannya maka aku akan langsung membunuhnya, sekarang kalian harus menyerangnya atau dia yang akan menyerang kita " teriak guy ji.


" Sudahlah kalian terlalu lama kalau begitu aku saja yang menyerang " sahut sheng yang langsung berjalan ke arah guy ji.


" Lindungi aku, kalian semua harus berada di depanku " teriak guy ji.


Puluhan anggota guy ji yang awalnya berdiri di barisan belakang langsung maju ke depan menghalangi sheng agar tidak membunuh ketua anggota mereka.


" Hahahahaha, pengorbanan yang tidak ada artinya " teriak sheng sambil terus tertawa.


" Kalau begitu aku tidak akan segan dan tidak akan membuang waktu lagi " sambung sheng yang bersiap mengeluarkan api dari mulutnya.


Whuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss...


Whuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss...


Api yang keluar dari mulut sheng langsung membakar puluhan orang yang berdiri di depannya.


Suara teriakan dan jeritan yang terdengar sangat keras perlahan menghilang, senyap sepi tanpa adanya suara membuat puluhan yang tersisa menjadi ketakutan.


" Hanya tinggal tiga puluh orang, cakarku dan apiku sudah ku gunakan apa aku harus menggunakannya untuk kedua kalinya " ucap sheng sambil tersenyum.


Sheng menatap puluhan orang yang gemetar sambil terus menatapnya, rasa takut mereka membuat sebagian dari mereka lemas tidak mampu lagi berdiri.


" Aku tahu kalian ketakutan saat ini, begini saja aku akan memberi kalian kesempatan untuk tidak mati tapi dengan dua syarat " ucap sheng.


" Benarkah, apa syaratnya " jawab sebagian orang yang menatap sheng.


" Berjanjilah kalian tidak lagi menginjakan kaki di wilayah ini " sahut sheng.


" Kami, kami berjanji tidak akan mendekati wilayah suku suci lagi " ucap sebagian orang dengan suara keras.

__ADS_1


" Baiklah, syarat yang kedua tangkap kedua orang itu lalu segera pergilah dari sini " ucap sheng lagi.


Tiga puluh orang saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya berpencar, lima belas berlari mengelilingi guy ji dan lima belas lainnya berlari menangkap chi yang bersiap melarikan diri.


" Kalian semua penghianat aku akan membunuh kalian " teriak guy ji sambil berusaha melepaskan diri.


" Lepaskan aku " teriak chi yang di tarik paksa ke arah sheng.


" Kerja bagus, cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran dan ingat satu hal kalian jangan pernah menginjakan kaki lagi di sekitar wilayah suku suci " Ucap sheng.


" Terima kasih, kami berjanji " sahut ketiga puluh orang bersamaan sambil berjalan pergi meninggalkan sheng.


Sheng yang melihat guy ji dan chi di depannya langsung bersiap membunuhnya.


" Sudahlah sheng serahkan mereka padaku " ucap shen.


" Kamu sungguh menyebalkan padahal hanya tersisa dua orang saja " sahut sheng yang langsung keluar dari tubuh shen dan kembali ke tempat alam bawah sadar shen.


Shen yang baru masuk ke dalam tubuhnya langsung membuka mata dan menatap guy ji dan chi yang berada di depannya.


" Ku rasa semua memang harus di akhiri " ucap shen.


Chi yang mendengar suara pria di depannya kembali seperti semula langsung bersujud di kaki shen, chi berulang kali membenturkan kepalanya ke tanah lalu berdiri menatap shen.


" Aku mengaku salah tolong lepaskan aku, aku berjanji tidak akan mendekati wilayah suku suci dan aku juga tidak akan menceritakan apapun pada orang lain " ucap chi.


" Heeeeh, sebenarnya aku sudah menyuruhmu sebelumnya tapi kamu menolak bukan " sahut shen.


Wanita bodoh, Walaupun kamu bersujud dia juga tidak akan mengampunimu " dalam hati guy ji yang langsung menatap shen.


Guy ji yang sudah tidak tahan langsung menyiapkan pisaunya dan berlari ke arah shen.


" Mati kau " teriak guy ji sambil mengarahkan pisaunya ke leher shen.


Wheeeeeeeeessssssssss...


Shen yang mengetahui pergerakan guy ji langsung menarik pedangnya dan mengayunkannya ke arah guy ji.


" A ku ti dak te rima " ucap guy ji dengan suara terputus-putus.


" Beginilah kalau kalian tetap memutuskan salah jalan, kematian yang menggenaskan bisa terjadi kapanpun " ucap shen.


" Jika kamu ingin membunuhku, bisakah kamu memberitahuku kamu berguru di mana?" tanya chi.


" Aku tidak akan memberitahukannya, tapi kamu beruntung aku mengizinkanmu untuk pergi ku harap kamu tidak melakukan sesuatu yang salah lagi " sahut shen.

__ADS_1


" Terima kasih " ucap chi sambil menundukan kepalanya.


__ADS_2