
Shen berjalan santai menuju ruang pengobatan dan langsung membuka pintu ruangan yang berada tepat di depannya.
Semua murid yang berada di dalam ruangan itu terkejut melihat shen yang tidak terluka sedikit pun, karena penasaran dan ragu akan kemampuan shen salah satu murid yang berada di dalam ruangan pengobatan itu bertanya pada shen.
" Apa perangnya sudah berakhir?" tanya seorang murid pria sambil menatap shen dengan senyum sinis.
" Menurutmu bagaimana?" tanya shen balik.
Murid itu langsung terdiam dan memalingkan wajahnya, shen yang tidak melihat kakek dan ayah yi lieng berada di ruangan itu bergegas keluar mencarinya.
Shen yang mendengar suara dari dalam ruang nirwana langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
" Ini kitab perubah wujud yang aku janjikan " ucap kakek yi lieng yang berjalan dengan sangat pelan ke arah shen.
Tanpa menjawab shen langsung mengambil kitab yang berada di tangan kakek yi lieng dan memperhatikannya dengan sangat teliti.
" Terima kasih " ucap shen sambil menyimpan kitab yang di pegangnya ke kotak ruangnya.
" Apa kamu akan pergi sekarang?" tanya kakek yi lieng.
" Ya aku akan pergi, sudah sangat lama aku berada di dunia magaraj ini " sahut shen.
" Kalau begitu berhati hatilah " ucap kakek yi lieng sambil tersenyum.
" Sampaikan terima kasih ku pada yi lieng karena aku dia berani melawan ayahnya " ucap shen.
Shen yang sudah bersiap langsung menutup matanya dan membayangkan sebuah tempat yang pernah dia lalui, dalam sekejap shen langsung menghilang dari pandangan kakek yi lieng dan berpindah ke tempat tujuannya.
Yi lieng yang melihat shen menghilang hanya bisa menangis dari kejauhan, karena yin murni yang berada di dalam tubuhnya yi lieng tidak bisa berlatih ilmu bela diri seperti yang lain dan merasa dirinya tidak sebanding dengan shen.
Shen yang berpindah ke sebuah tempat perlahan kembali membuka matanya, shen memperhatikan sekeliling tempat yang pernah dia lalui dan bergegas melanjutkan perjalanannya.
Shen kembali melanjutkan perjalanannya menuju pesisir pantai moreta di mana tempat awal dia sampai ke dunia magaraj.
Suara kuda yang beriringan membuat shen merasa sangat terkejut, di tempat sepi yang di laluinya bagaimana bisa ada rombongan yang menunggangi kuda.
Shen yang melihat puluhan kuda mengelilinginya merasa sangat kaget dan bingung, satu persatu yang menunggangi kuda mulai turun dan perlahan menghampirinya.
" Kalian kenapa bisa berada di sini?" tanya shen yang terkejut melihat siapa yang berada di depannya.
" Heh, bukannya aku sudah bilang ke mana kamu pergi aku akan mencari mu " ucap seorang pria tua sambil tersenyum.
" Haaaaah " shen langsung menghela nafas.
" Sei xiu biarkan dia yang membawa kuda mu " ucap pria tua itu.
" Baik ayah " sahut sei xiu.
Sial waktuku untuk pulang harus tertunda lagi " dalam hati shen.
" Nanti kita pikirkan caranya jika sudah sampai di sana " bisik mo.
__ADS_1
Shen yang tidak tahu apa yang harus di lakukannya terpaksa hanya bisa mengikuti pria tua itu, shen langsung menunggangi kuda itu menuju markas yang pernah dia datangi sambil membawa sei xiu di belakangnya.
" Kamu sudah pergi hampir satu tahun aku penasaran apa yang sudah kamu dapatkan " ucap sei xiu.
" Yang pasti aku jauh lebih kuat dari kamu " sahut shen sambil terus memacu kudanya.
" Cih sombong, aku jadi ingin mencoba apa yang kamu katakan itu benar atau tidak " ucap sei xiu.
" Kalau begitu mari kita coba, jika aku gagal aku akan tetap menikah dengan mu tapi jika aku menang aku harus segera kembali ke dunia ku " sahut shen.
" Baiklah " ucap sei xiu dengan penuh percaya diri.
Jin xiu yang sampai terlebih dulu langsung membuka pintu gerbangnya, jin xiu menatap shen yang paling terakhir masuk ke dalam markas dan perlahan berjalan menghampirinya.
" Master sudah lama kita tidak bertemu akhirnya sekarang master akan menjadi bagian dari keluarga xiu " ucap jin xiu sambil menepuk pundak shen.
" Siapa yang berkata kita akan menjadi keluarga " sahut shen.
Pria tua yang mendengar perkataan shen merasa sangat terkejut dan langsung menghampirinya.
" Apa maksudmu anak muda, apa kamu berpikir akan mengingkari janji yang sudah kita sepakati " ucap pria tua itu.
" Sebenarnya dari awal aku tidak ingin berjanji untuk menikahi putri mu, tapi semua karena kamu yang memaksa dan aku juga terpaksa menyetujuinya " sahut shen.
" Lancang kamu berbicara seperti itu di depan ku " ucap pria tua itu yang terlihat sangat marah.
" Ayah tenang dulu aku sudah membuat perjanjian baru dengannya, aku akan mencoba kemampuannya jika dia kalah dia akan menikahi ku tapi jika aku yang kalah dia tidak akan menikahi ku dan kita juga tidak bisa menghalanginya untuk pergi " sahut sei xiu.
" Hahahahaha, sungguh menarik aku sangat yakin kamu akan menang. Baiklah karena itu perjanjian yang kalian buat berdua aku tidak akan mencampurinya tapi aku ada satu syarat untukmu" ucap pria tua itu sambil menunjuk shen.
" Aku tidak ingin kamu menggunakan spiritual mu, kamu harus menang melawan putri ku dengan tenaga dalam mu sendiri " ucap pria tua itu.
" Tidak masalah, lagi pula melawan wanita tidak perlu dengan spritual " sahut shen sambil tersenyum.
" Kalau begitu langsung saja aku sudah tidak sabar " ucap sei xiu yang langsung mengeluarkan panah miliknya.
Shen hanya tersenyum sambil menarik pedangnya dan menancapkan nya ke tanah.
" Aku melawan mu bahkan tidak butuh pedang ku " ucap shen sambil mengayunkan sarung pedangnya.
" Hahahahaha " jin xiu dan saudara lainnya tertawa sangat keras.
" Baiklah kalau begitu aku akan memulainya " ucap sei xiu yang langsung menarik busur panahnya.
Whhhhheeeeeeeeeeeessssss...
Whhhhhhheeeeeeeeeeeessssss...
Dua anak panah melesat dengan sangat cepat ke arah shen.
Traaaaaaaaannnnnk...
__ADS_1
Traaaaaaaaaaannnnnk...
Shen yang melihat dua anak panah mengarah padanya langsung menangkis kedua anak panah itu dengan sarung pedangnya, sei xiu yang melihat anak panahnya di tangkis dengan sangat mudah merasa mulai kesal.
" Jangan senang dulu, terima ini " ucap sei xiu yang langsung mengarahkan tiga anak panahnya berturut turut.
Wheeeeeeeesssssssssssss....
Trrrrrrrraaaannnnnnk.
Trrrrrrrrraaaaannnnnnk.
Trrrrrrrrrraaaaaannnnnnk.
Shen menangkis kembali anak panah sei xiu dengan sangat mudah, sei xiu yang merasa semakin kesal langsung berlari menyerang shen.
" Mati kau " teriak sei xiu yang langsung menendang ke arah kaki shen.
" Itu tidak mungkin " sahut shen yang langsung menghindar dari tendangan sei xiu.
Shen yang masih ingin bermain main dengan sei xiu hanya terus menghindari serangan tanpa membalas, sei xiu yang merasa di permainkan merasa sangat kesal tanpa sepengetahuan shen sei xiu kembali menarik anak panahnya dan mengarahkannya kembali ke shen.
Wheeeeeeeessssssss...
Anak panah sei xiu melesat dengan sangat cepat dan menancap di pundak shen.
Arrrrrrrrkkkkkhhhhhh...
Jerit shen sambil menarik anak panah yang menancap di pundaknya.
Sudah cukup bermainnya sepertinya aku memang harus lebih serius " dalam hati shen.
Shen memperhatikan darah yang mengalir di ujung anak panah yang baru saja di tariknya.
Shen menutup matanya dan mencoba memecah dirinya menjadi tiga, dalam sekejap mata pecahan diri shen langsung menyebar dan mulai mengelilingi sei xiu.
" Cih ini tidak adil " ucap sei xiu denga suara pelan.
Pecahan diri shen yang mengelilingi sei xiu semakin mempercepat langkahnya, shen yang melihat sei xiu mulai kebingungan langsung berlari menerobos pecahan dirinya dan mengarahkan sarung pedangnya ke leher sei xiu.
" Karena aku tidak ingin melukai mu ku harap kamu sudah mengaku kalah " ucap shen.
" Baiklah kamu menang " sahut sei xiu.
Shen yang mendengar perkataan sei xiu langsung menyatukan kembali pecahan dirinya.
Braaaaaaaaaaaaaaaakkkk...
Shen yang kehilangan banyak darah langsung terjatuh tidak sadarkan diri.
Sei xiu yang melihat shen tidak sadarkan diri bergegas memanggil saudaranya dan meminta saudaranya langsung membawa shen ke kamarnya.
__ADS_1
" Putri ku karena dia menang sesuai perjanjian dia tidak akan menikahi mu, tapi jika kamu tidak keberatan kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk membuat dia memberikan ayah cucu " bisik pria tua itu pada sei xiu.
" Baiklah karena ayah yang meminta aku akan melakukannya " sahut sei xiu yang langsung berjalan ke kamarnya.