Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 203


__ADS_3

" Uhuk, uhuk... "


Shen yang baru saja terbangun langsung muntah darah, shen merasa di dalam tubuhnya masih tersisa sambaran petir yang terus menyambarnya tanpa henti.


" Akhirnya kamu bangun juga, aku mengira kamu sudah mati " ucap sheng yang duduk di belakang shen.


" Heeeeh, kematianku tidak mungkin datang secepat itu " sahut shen sambil mencoba duduk bersila.


" Sambaran petir itu masih terasa di dalam tubuhku, sepertinya aku harus memulihkan kondisi ku sekarang " sambung shen.


" Cepatlah, kamu sudah memakan banyak waktu saat tidak sadarkan diri, takutnya wanitamu sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi " sahut sheng.


" Kalau begitu aku mau memulainya sekarang, kamu diamlah dulu " ucap shen sambil menutup matanya.


Shen yang menutup matanya tiba-tiba merasa sambaran petir di dalam tubuhnya perlahan menghilang, setelah sambaran petir di dalam tubuhnya menghilang sepenuhnya shen merasa di dalam tubuhnya sesuatu berusaha menerobos alirannya.


Aaaaaaaaarrrrrrrkkkkkhhhh...


Teriak shen yang tiba-tiba melayang tinggi di udara.


" Heeeeeh, sepertinya dia berusaha menerobos tingkat " ucap sheng.


Shen yang terus berteriak perlahan membuka matanya, tubuhnya yang sepenuhnya kembali seperti semula bergegas turun ke bawah.


" Kamu berhasil menerobos tingkat " ucap sheng yang melihat shen berdiri di depannya.


" Menerobos tingkat bagaimana maksudmu, bukannya tingkat langit tahap semesta adalah tingkat tertinggi " sahut shen.


" Untuk sementara tingkat langit tahap semesta memang yang tertinggi, tapi itu semua karena tingkat tertinggi sebenarnya sudah lama tidak ada yang berhasil menembusnya " ucap sheng.


" Ku rasa hukuman langit itu membantumu menerobos tingkat Menantang Alam tahap dasar " sambung sheng.


" Lalu bagaimana caranya menyempurnakan tingkat menantang alam?" tanya shen.


" Aku sendiri tidak mengetahuinya, lagi pula kamu lebih baik jangan memikirkan itu dulu " sahut sheng.


" Kenapa?" tanya shen lagi.


" Karena wanitamu mungkin tidak bisa bertahan lebih lama lagi, dan satu lagi aku juga memiliki firasat kedua wanitamu lainnya sedang dalam bahaya sekarang " sahut sheng.


" Ambillah ini, bukannya ini yang kamu butuhkan " sambung sheng yang memberikan shen darah dan sisiknya.


" Terima kasih, kalau begitu ayo kita harus segera kembali " ucap shen yang langsung membuka kotak ruangnya.


" Naiklah, aku akan membutamu sampai lebih cepat "sahut sheng.


" Baiklah " ucap shen yang langsung menaiki sheng.


Wheeeeeeeessssssss...


Wheeeeeeeeeeesssssssss...

__ADS_1


Sheng yang mengepakan sayapnya langsung terbang tinggi, pemandangan yang di lihat shen dari atas membuatnya tiba-tiba teringat mo.


" Aku merasa ada yang berbeda tanpa mo " ucap shen.


" Heeeeh, aku tahu itu, tidak heran juga karena selama ini dia banyak membantumu " sahut sheng.


" Haaah, Sudahlah lagi pula dia sudah menjadi satu denganmu, kekuatanmu dan kekuatannya juga sudah menjadi satus sepenuhnya " ucap shen sambil menghela nafas.


Shen yang menunggangi sheng sesekali melihat ke bawah, shen bisa melihat dengan jelas para warga terkejut melihatnya dan sheng, mereka tidak menyangka masih bisa melihat naga yang seharusnya sudah lama menghilang.


Naga terbang tidak hanya mengejutkan para warga, beberapa pendekar bahkan penasaran bagaimana bisa naga yang sudah lama menghilang kembali muncul lagi.


Sheng yang sudah sampai di depan perguruan langit biru bergegas turun ke bawah, para murid yang sebelumnya melihat naga terbang dari kejauhan bergegas keluar gerbang perguruan.


" Ternyata benar-benar naga " ucap para murid yang terus melihat ke arah sheng.


" Coba lihat siapa yang turun dari naga itu " sahut seorang murid sambil menunjuk ke arah shen.


" Itu bukannya senior Shen " ucap seorang murid lainnya.


Ketua xu ling dan ketua xu long in yang mendengar keributan memutuskan pergi keluar melihat apa yang sebenarnya terjadi, semua muridnya yang berkumpul menghalangi jalan membuat ketua xu ling merasa kesal.


" Kalian semua bubar, kenapa tidak ada yang latihan hari ini " teriak ketua xu ling dari kejauhan.


Para murid yang mendengar teriakan ketua xu ling bergegas pergi, ketua xu ling dan ketua xu long in yang melihat shen berdiri membelakangi naganya langsung menghampirinya.


" Akhirnya kamu datang juga " ucap ketua xu long in.


" Bagaimana keadaan xieyu mei ketua " sahut shen.


" Oh ya, lima hari yang lalu kedua putri itu kembali pulang, sepertinya ada hal yang sangat mendesak tapi mereka tidak memberitahukan apapun padaku " sambung ketua xu long in.


" Lebih baik kamu pergi saja, firasatku mengatakan mereka sedang mengalami sesuatu yang buruk " sahut ketua xu ling.


" Baik ketua, xieyu mei aku titipkan pada kalian ini darah dan sisiknya " ucap shen.


" Apapun yang terjadi nanti jangan kamu simpan sendiri, jika benar mereka dalam masalah besar segera beri kabar ke perguruan aku akan mengirim bantuan " sahut ketua xu long in.


" Baik ketua, kalau begitu aku pergi dulu " ucap shen yang langsung menaiki sheng.


" Dia bahkan belum melihat keadaan xieyu mei dan sekarang dia sudah pergi lagi " ucap ketua xu ling.


" Tanggung jawabnya tidak hanya pada xieyu mei, kedua putri kerajaan itu juga istrinya sudah menjadi kewajibannya membantu keluarga istrinya, kamu tidak menikah jadi tidak mengetahui itu " sahut ketua xu long in yang langsung berjalan masuk kembali.


Sheng yang kembali terbang membuat seisi perguruan kembali ramai, para murid saling berbisik semua mengagumi shen bahkan iri melihat shen bisa menaiki naga terbang.


" Siapa orang itu, aku sepertinya harus berteman dengannya " ucap seorang pria yang melihat shen dari bawah.


Shen yang terbang di ketinggian merasa sangat terkejut, belum sampai dia di istana peperangan hebat terjadi mengelilingi penjuru kerajaan hingga membuat gerbang kerajaan di tutup.


" Lihatlah, itu bukannya wanitamu " ucap sheng.

__ADS_1


" Putri Yun lie " sahut shen yang melihat putri yun lie menunggangi kuda sambil mengayunkan pedang di tangannya.


" Sheng cepatlah turun " ucap shen.


Wheeeeeeeeeeesssssssss...


Sheng yang langsung turun ke bawah membuat peperangan terhenti seketika.


" Akhirnya datang juga " ucap pangeran wang lie yang melihat shen turun dari naganya.


" Kenapa dia datang, aku bahkan sengaja tidak memberitahukan apapun pada ketua perguruan langit biru " ucap putri yun lie.


" Pantas saja mereka tidak mengirim bantuan, ternyata kamu tidak memberitahukannya pada mereka " sahut pangeran Jang lie.


" Menurtuku ini urusan kita, tidak ada urusannya dengan mereka " ucap putri yun lie sambil kembali mengayunkan pedang di tangannya.


Cheeeeetttttaaak...


Shen yang sudah turun dari naganya langsung menjentikan jarinya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaakkk...


Puluhan prajurit musuh yang menghalangi jalannya langsung terlempar jauh ke belakang.


" Kali ini aku tidak meminta penjelasan, aku akan membantu kalian " ucap shen.


" Suruh prajurit kalian untuk mundur " teriak shen.


" Kalian tunggu apa lagi, mundur " teriak pangeran wang lie memerintah.


Shen yang melihat prajurit mundur bergegas memberi kode ke sheng, Sheng yang mengerti maksud shen langsung terbang dan menyemburkan apinya ke prajurit musuh.


Whuuuuusssssssssss...


Whuuuuuuuussssssssss...


Tidak memakan banyak waktu, ribuan prajurit musuh berhasil di kalahkan bahkan sampai membuat sebagian prajurit musuh mundur.


" Aku tidak tahu lagi harus bagaimana, untung saja kamu datang " ucap pangeran wang lie.


" Kalian sudah menjadi keluargaku, bagaimana bisa kalian menghadapi kesulitan seorang diri, dan kamu kenapa tidak memberitahukannya pada ketua xu long in " sahut shen sambil menatap putri yun lie.


" Aku hanya tidak ingin merepotkan kalian, lagi pula di sana tidak ada kamu " ucap putri yun lie.


" Sudahlah biarkan saja berlalu " sahut shen.


" Putri shie juga kembali ke kerajaannya, ku dengar kerajaannya juga di serang " ucap putri yun lie.


" Apa " teriak shen yang merasa sangat terkejut.

__ADS_1


" Haaaah, sheng ayo kita pergi " ucap shen yang langsung menaiki sheng.


" Apapun yang terjadi jangan mencariku " teriak shen yang langsung terbang.


__ADS_2