Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 28


__ADS_3

Shen berjalan tanpa henti sambil terus berharap bisa segera sampai ke pagoda kembar.


" Mo kita sudah berjalan begitu lama, kapan kita akan sampai " shen berhenti sejenak memegang lututnya.


" Kita sudah sampai, tepat di balik pohon silang yang menghadang itu " sahut mo.


Shen memperhatikan pohon besar yang berbentuk tanda silang berada tidak jauh di depannya.


" Kenapa ada pohon sebesar itu di sini " ucap shen yang merasa heran.


" Pohon itu pintu gerbang menuju pagoda kembar " sahut mo.


" Tuan " chiktan menatap shen dengan tatapan sedih.


" Kamu sudah tidak bisa masuk kedalam ya?" shen mengelus kepala chiktan.


" Tuan chiktan akan menunggu tuan disini, tuan harus kembali dengan selamat " sahut chiktan.


Shen hanya tersenyum sambil terus mengelus kepala chiktan.


" Chiktan harus jaga diri baik baik ya " ucap shen yang langsung berdiri dan perlahan berjalan memasuki gerbang pagoda kembar.


Shen memperhatikan kedua pagoda yang bersinar dan memancarkan aura tersendiri.


Shen melihat ke arah pagoda dewa yang memancarkan sinar cahaya putih berkilau, sedangkan pagoda iblis memancarkan sinar cahaya berwarna merah seperti api.


Shen yang masih ragu hanya berdiri di depan pintu masuk pagoda dewa sambil terus menatapnya.


" Tidak perlu ragu, masuklah kedalam " bisik mo.


Shen meyakinkan diri dan melangkah perlahan memasuki pagoda dewa, tepat di depan pintu masuk shen di hadang dua orang pria yang menatapnya dengan tajam.


" Tidak sembarang orang bisa masuk kedalam pagoda dewa " kata salah satu pria yang menghadangnya.


Shen yang merasa tidak terima langsung ingin menarik pedangnya.


"Jangan mencari masalah dengan penjaga pagoda dewa " bisik mo.


" Kenapa?" tanya shen.


" Mereka sudah berada di tingkat jendral, kamu bukan lawan tanding mereka " sahut mo.


Shen melepas tangannya dari pedangnya sambil terus menatap kedua pria yang berdiri di depannya.

__ADS_1


" Tinggalkan tanda pengenal atau pergi dari sini " kedua penjaga itu seperti tidak suka melihat shen dan memandang shen dengan rendah.


Tanda pengenal seperti apa yang di maksud shen masih tidak mengerti.


" Keluarkan saja token darah pemberian raja " bisik mo.


Shen langsung mengeluarkan token darah yang diberikan raja untuknya.


" Token ini tidak berlaku disini " kedua penjaga itu terlihat sangat marah.


Salah satu dari penjaga itu menjatuhkan token darah milik shen dan langsung menginjaknya, Shen yang melihatnya hanya bisa mengepalkan tangannya dan mencoba menahan emosi.


Shen membungkukan badannya mengambil kembali token yang di injak penjaga itu, kedua penjaga itu yang tidak sengaja melihat kalung shen merasa sangat terkejut.


" Siapa yang memberikan kalung itu pada mu"


" Bukan urusan kalian " shen berbalik dan melangkah keluar.


" Tunggu " kedua penjaga itu menghentikan shen.


" Silahkan masuk jangan mengecewakan orang yang memberikan kalung itu pada mu " ucap salah satu pria itu.


Shen hanya diam dan langsung masuk ke dalam pagoda dewa tanpa memperdulikan kedua penjaga itu.


" Tidak tahu, jangan bertanya pada ku "


Shen berdiri kebingungan dari mana dirinya harus memulainya terlebih dulu.


" Kenapa hanya berdiam disitu " seorang pria lebih tua dari shen menghampirinya.


" Aku baru masuk kesini, masih belum tahu dari mana harus memulainya " sahut shen.


" Ternyata kamu belum ada persiapan, kalau begitu kamu ikut aku akan ku tunjukan sebuah ruangan untuk mu " ucap pria itu.


Tanpa berpikir panjang shen mengikuti pria yang tidak di kenalnya itu, tiba tiba pria itu be


menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu berwarna hitam gelap.


" Ini tingkat pertama, ruangan ini bernama sisi gelap. Siapa yang masuk kedalam ruangan ini harus bisa bertahan dari sisi gelapnya dan mencoba memurnikan sisi gelapnya itu sendiri " ucap pria itu mencoba menjelaskan.


Shen yang mengerti perkataan pria itu langsung membuka pintu berwarna hitam itu dan masuk kedalamnya.


Shen yang berada di dalam sebuah ruangan baru menyadari ternyata di dalam ruangan itu tidak hanya ada dirinya, masih ada puluhan orang yang mencoba memurnikan sisi gelapnya masing masing.

__ADS_1


Shen duduk bersila dan mencoba menenangkan pikirannya, perlahan shen merasa terlepas dari tubuhnya.


Shen berjalan tanpa tujuan mengikuti langkah kakinya yang tidak dapat dikendalikannya, shen tiba tiba terhenti di sebuah danau yang sangat jernih dengan pemandangan yang sangat indah.


Dari kejauhan shen melihat seorang anak perempuan memasukan kakinya kedalam air dan tertawa riang gembira, dalam penglihatan shen dirinya berubah kembali menjadi anak kecil dan menghampiri anak perempuan itu. Shen berdiri tepat di belakang anak perempuan itu lalu mendorongnya hingga tercebur ke danau.


" Kakak tolong aku, aku tidak bisa berenang " ucap anak perempuan itu yang hampir tenggelam.


Dari jauh shen mendengar suara langkah kaki sesorang, tanpa berpikir panjang shen langsung berlari dan bersembunyi di balik pohon besar yang tidak jauh darinya.


" Putri ku " teriak seseorang yang langsung melompat menyelamatkan anak perempuan itu.


Shen mengelus dadanya merasa sangat bersyukur melihat anak perempuan itu yang berhasil diselamatkan.


Kakak kamu jahat pada ku, aku sangat membenci mu.


Aku sangat membenci mu kakak.


Aku membenci mu, aku membenci mu...


Shen mendengar suara teriakan di telinganya berulang kali, shen hanya diam sambil menggelengkan kepalanya.


Aku tidak bermaksud ingin membunuh mu adik ku... Shen mencoba mengingat kembali waktu itu.


Disaat adiknya tertawa riang gembira dan asik memainkan kakinya didalam air.


Shen melihat Seekor ular mendekati adik nya, tanpa berfikir panjang shen mendorong adik nya dan adik nya tercebur kedalam danau.


Waktu itu shen ingin segera menyelamatkan nya tapi shen mendengar suara langkah kaki seseorang. shen tidak ingin dia dihukum, shen terpaksa memutuskan untuk bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh darinya.


Shen bersyukur adik nya masih bisa di selamatkan. Tapi dari kejadian itu adik nya menyimpan dendam kepada nya.


adik nya sangat membenci shen adik nya mencari seribu cara agar shen di benci di keluarganya, bahkan adik nya membayar ahli untuk menyegel tenaga dalam dan spiritual nya.


Itu bukan salah ku, itu bukan salah ku... Shen terus berteriak.


Perlahan shen kembali masuk kedalam tubuh nya dan perlahan membuka mata nya.


Semua yang terjadi tadi kenyataan beberapa tahun yang lalu dari pemilik asli tubuh Shen, Shen akhirnya menyadari semua hanya salah paham saja.


Kalau begitu aku tidak perlu membalas dendam keluarga Liu, aku hanya perlu menjelaskan ke liu yen kalau semua hanya salah paham saja.


Shen berdiri dan melangkah keluar pintu, betapa terkejut nya shen ketika dia keluar pintu yang di masuki tadi sudah berubah menjadi warna putih.

__ADS_1


__ADS_2