
" Akhirnya aku mendapatkan ke tiga bahan ini" shen terlihat sangat gembira.
" Apa yang kamu bangga kan, waktu mu hanya tinggal sedikit lagi " Kata sheng.
" Bukan nya kita sudah mendapatkan semua bahan nya dan tinggal mencari alchemist tingkat sembilan saja " jawab shen dengan santai.
" Apa kamu tidak ingat kalau waktu mu hanya enam bulan, sekarang sudah lima bulan berlalu dan waktu mu hanya tinggal satu bulan lagi "
" Kenapa aku bisa lupa kalau waktu nya tinggal satu bulan lagi " Shen kembali terlihat panik.
Sheng hanya menggelengkan kepalanya.
" Tuan sekarang kita pergi kemana " tanya chiktan.
" Ke perguruan alchemist yang berada di perbatasan tujuh samudra "
" Tuan itu sangat jauh, satu tahun saja belum tentu kita bisa sampai di sana " kata chiktan.
" kita tidak memiliki pilihan lain, kita harus menemukan alchemist tingkat sembilan.
waktu nya hanya satu bulan dari sekarang "
Chiktan hanya menghela nafas dan kembali berjalan.
Sepanjang perjalanan Shen tidak melihat mo dan tidak mendengar suara nya sama sekali.
Shen merasa sedikit aneh, shen berusaha memanggil mo tapi tetap tidak ada jawaban.
" Tidak perlu kamu memanggilnya terus seperti itu, dia tidak akan keluar untuk waktu yang sangat lama " kata sheng.
" Bagaimana kamu bisa tahu " Tanya shen.
" Dia terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalam nya untuk membuat mu tersadar "
" Sheng. bagaimana kamu bisa melihat nya bukannya dia hanya jiwa yang berada di dalam pedang " tanya shen penasaran.
" Apa dia tidak memberitahu mu, apa hubungan nya dia dengan ku "
" Hubungan seperti apa "
" Kamu tanya saja jika di sudah sadar nanti "
Hubungan seperti apa antara jiwa pedang dan hewan spiritual di dalam tubuh. kenapa mo tidak memberitahu ku " Shen bicara dalam hati.
Shen menaiki Chiktan dan berlari sangat cepat .
Walaupun sangat mustahil untuk nya bisa sampai di perbatasan tujuh samudra tapi shen tidak menyerah selagi ada usaha dia yakin pasti ada hasilnya.
__ADS_1
" Chiktan berhenti " Teriak shen dengan tiba tiba.
" Ada apa tuan " Tanya chiktan.
" Di sana ada seorang wanita yang sedang terbaring" shen menunjuk sebuah pohon yang tidak jauh darinya.
Chiktan memperhatikan sekilas dan berjalan mendekati nya.
" Obat , obat " Suara lirih dari wanita itu dan langsung tidak sadarkan diri.
" Obat apa yang dia maksud chiktan " shen kebingungan.
" Mungkin dia membawa obat , dia meminta tuan meminumkan obat padanya " jawab chiktan seadanya.
Shen mencari di dalam baju wanita itu dan menemukan satu botol kecil cairan seperti obat.
" Mungkin ini obat nya. Tapi bagaimana cara meminumkan nya "
" Tidak ada cara lain tuan, disini juga tidak ada benda yang bisa di pakai untuk meminumkan obat "
Shen menarik nafas dan langsung menuang obat itu ke mulut nya. Dengan cepat shen memasukan obat di mulutnya ke dalam mulut wanita itu.
" Pahit sekali obat itu " Shen meludah beberapa kali.
" Tapi untung saja tuan berhasil meminumkan obat padanya, mungkin tidak lama lagi wanita itu akan sadar" kata chiktan.
" Chiktan kita tidak punya banyak waktu lagi. kita harus melanjutkan perjalanan , tujuan kita masih sangat jauh "
" Tunggu " wanita itu tiba tiba tersadar dan menatap shen.
" apa kamu sudah baikan " tanya shen yang kembali menghampiri wanita itu.
" sudah jauh lebih baik, kamu mau kemana " tanya wanita itu.
" Aku harus secepatnya sampai di perguruan alchemist yang berada di perbatasan tujuh samudra "
" Tempat itu sangat jauh, untuk apa kamu pergi ke sana "
" Aku ingin mencari alchemist tingkat sembilan yang bisa membuat obat penawar racun pencabut nyawa "
" racun pencabut nyawa salah satu racun yang paling berbahaya harus segera di berikan penawar nya " Sahut wanita itu.
" Iya aku sudah memiliki ke tiga bahan inti dan tinggal mencari alchemist tingkat sembilan untuk membuat nya " kata shen.
" Walaupun aku bukan alchemist tingkat sembilan, tapi aku bisa mencoba nya. anggap saja sebagai balas budi kamu sudah menolong ku"
" Kalau begitu kita pergi sekarang, ketua perguruan ku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. "
__ADS_1
Shen membantu wanita itu berdiri dan menaiki chiktan. Chiktan berlari sangat cepat mengingat waktu nya hanya tinggal beberapa hari saja.
Hari demi hari telah berlalu.
shen akhirnya bisa kembali ke perguruan nya tepat waktu dan membawa semua bahan penawar racun pencabut nyawa.
Shen mendatangi ruang pengobatan tempat ketua xu ling dan ketua xu long in di rawat.
Shen memandangi kedua ketua yang masih terbaring lemah di depannya.
Wanita itu memeriksa denyut nadi kedua ketua dan menarik tangan shen keluar.
" Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, racun nya sudah menyebar. kamu tunggu di luar dan jangan ada yang boleh masuk ke dalam " kata wanita sambil menutup kembali pintu ruangan.
Shen menunggu di depan pintu sangat lama tapi masih belum ada tanda tanda ke dua ketua perguruan langit biru tersadar.
Shen tidak melihat Ketua chu qin dan ketua len dangxi. shen berfikir ketua chu qin dan ketua len dangxi sudah kembali keperguruan nya masing masing.
Shen Hanya berdiri di depan pintu dan berharap wanita itu bisa membuat obat penawar racun pencabut nyawa.
Uhuk uhuk... Suara batuk terdengar dari dalam ruangan.
Shen tanpa berfikir panjang langsung masuk dan melihat wanita itu sudah terbaring lemah.
" kamu kenapa " Shen terlihat sangat panik.
" Mungkin ini sudah waktu ku untuk pergi. berikan penawar ini kepada kedua orang itu secepatnya " Wanita itu memberikan Sebuah botol kecil ke tangan shen.
Shen langsung berdiri dan meminumkan penawar racun itu ke ketua xu ling dan ketua xu long in. Shen ingin bertanya ke wanita itu berapa lama lagi kedua ketua nya akan tersadar.
Betapa terkejutnya shen melihat wanita itu sudah terbaring dan tidak bernyawa.
Di tangan wanita itu menggenggam sebuah kitab yang shen sendiri tidak mengetahui kitab apa itu.
" Shen " Suara seseorang memanggilnya dari belakang.
Shen melihat kebelakang dan betapa terkejutnya dia. ketua xu ling terduduk dan terus menatap nya.
ketua xu long in berusaha berdiri dan berjalan menghampirinya.
" Xu ling tidak salah memilih murid, aku bangga pada mu " ketua xu long in menepuk pundak shen.
" Terimakasih ketua " Shen menundukan kepalanya.
Ketua xu long in berjalan mendekati wanita yang terbaring di belakang shen.
" Siapa dia " Tanya ketua xu long in.
__ADS_1
" yang ku tahu dia alchemist, tapi aku tidak tahu dia dari mana. dia yang membantu membuat penawar racun pencabut nyawa "
Ketua xu long in memeriksanya dan mengambil kitab yang berada di tangan wanita itu.