Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 181


__ADS_3

Shen menghela nafas panjang sambil berjalan mengelilingi hutan terlarang untuk yang terakhir kalinya, suasana hutan yang kembali sunyi membuatnya merasa tenang.


" Aku sudah membalaskan dendammu, maafkan aku " ucap shen yang memutar badannya bersiap pergi.


Derrrrrrttttt...


Derrrrrrrrtttttttt...


Suara getaran yang terdengar sangat dekat membuat shen menghentikan langkahnya, shen sempat terdiam sesaat sambil menatap pintu goa yang tiba-tiba terbuka dengan sendirinya.


" Ambillah semua batu jiwa yang ada di dalam, dia percaya kamu bisa menggunakannya dengan baik " ucap suara dari dalam goa.


" Kenapa harus aku?" tanya shen sambil berjalan mendekati goa.


" Tidak ada yang tahu kenapa dia memilihmu, hanya saja karena kamu sudah datang ambillah semua batu jiwa ini " sahut suara dari dalam goa yang langsung menghilang.


" Apa yang kamu tunggu " bisik mo.


" Apa aku harus mengambilnya?" tanya shen.


" Dia percaya padamu apa kamu tidak mengharginya, lagipula jika kamu tidak mengambilnya orang lain akan segera datang dan mengambil semua batu jiwa itu " ucap mo.


" Haaaah, aku semakin merasa bersalah walau begitu aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilnya " sahut shen yang langsung masuk ke dalam goa.


" Walau batu jiwa ini tidak berguna bagimu sekarang setidaknya masih banyak yang membutuhkannya, kamu bisa memberikannya kepada mereka yang membutuhkannya " ucap mo.


" Siapa yang membutuhkannya?" tanya shen sambil membuka kotak ruangnya.


" Bukannya kamu ingin menikahi ketiga gadis itu, kamu bisa memberikan batu jiwa itu pada kedua kerajaan itu dan juga ketuamu sisanya bisa kamu simpan untuk anak-anakmu nantinya " sahut mo.


" Apa kamu berpikir akan menikahi ketiga gadis itu tanpa memberikan apapun pada keluarganya?" tanya mo.


" Ya kamu benar, hanya saja aku memang tidak terpikirkan sampai kesitu " sahut shen yang langsung menyimpan kembali kotak ruangnya.


" Kamu tidak perlu khawatir karena hewan spiritual itu percaya padamu mau kamu apakan dan berikan pada siapapun dia tidak akan menyalahkanmu " ucap mo.


" Bukan seperti itu, sudahlah mari kita pergi " sahut shen yang langsung berjalan keluar goa.


" Apa kamu ingin pulang dengan berjalan kaki seperti ini?" tanya mo.


" Tidak juga, aku ingin menenangkan pikiran sambil berjalan setelah itu aku akan langsung ke perguruan langit biru menggunakan jurus dua dunia " sahut shen.


" Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu" ucap mo yang kembali masuk ke dalam pedangnya.


Haaaaah, aku masih tidak mengerti kenapa niat baik harus berakhir tragis " dalam hati shen sambil terus berjalan.


" Kamu manusia tidak akan mengerti perasaaan hewan spiritual, bagi mereka bisa berteman dengan manusia adalah kebanggaan tersendiri sayang sekali kebanyakan usaha mereka akan selalu berakhir dengan kematian " sahut sheng.


" Kenapa bisa begitu?" tanya shen.


" Karena hewan spiritual biasanya ingin berteman dengan manusia sangat tulus tapi ketulusan mereka selalu berakhir dengan penghianatan. Manusia selalu memiliki seribu satu alasan untuk menghabisi hewan spiritual tanpa memikirkan bagaimana perasaan hewan spiritual itu sendiri " sahut sheng.


" Apa karena itu juga kamu dulu membenciku?" tanya shen.

__ADS_1


" Itu alasanku salah satunya dan alasan terbesarnya kamu masih belum pantas mengetahuinya " sahut sheng.


" Kamu juga termasuk hewan spiritual di saat membantuku membunuh hewan spiritual lainnya bagaimana perasaanmu " ucap shen.


" Tidak ada perasaan, bagi kami yang telah menyatu dengan tubuh manusia perasaan kami sudah terkunci " sahut sheng.


" Haaaaah, aku mengerti sudah " ucap shen.


" Mengerti apa? " tanya sheng.


" Tidak ada, aku sekarang lebih baik segera kembali ke perguruan bagaimanapun juga yang sudah mati tidak bisa kembali lagi " sahut shen yang merasa jauh lebih tenang.


Shen berharap bunglon itu bisa beringkernasi dan menjalani kehidupan barunya jauh lebih baik nantinya, jika dewa mengizinkan suatu saat nanti mereka akan bertemu lagi.


Saatnya kembali " dalam hati shen sambil menutup matanya.


Shen yang berada tepat di depan perguruan langit biru perlahan berjalan memasuki gerbang, banyaknya murid baru perguruan langit biru yang melihat shen berjalan dengan santai langsung berbisik satu sama lain.


" Siapa dia, kenapa dia bisa langsung masuk begitu saja?" tanya seorang murid baru pada temannya.


" Tidak tahu, aku sudah satu tahun lebih dan baru melihatnya sekarang " sahut seseorang lainnnya.


" Ada apa?" tanya seorang anak muda sambil menatap kedua murid yang saling berbisik.


" Itu " sahut kedua murid sambil menunjuk shen.


" Dia bukannya " ucap pria muda itu sambil terus menatap shen.


" Shen " panggil pria muda itu sambil berjalan menghampiri shen.


" Benar, ku kira kamu sudah melupakanku " sahut duan.


" Di mana kedua temanmu?" tanya shen.


" Mereka juga berada di sini, kamu tunggulah di sini aku akan memanggil mereka " ucap duan yang langsung berlari pergi meninggalkan shen.


Shen yang melihat duan sepertinya tidak mengetahui bahwa dirinya juga murid perguruan langit biru hanya tersenyum, shen bersandar di bawah pohon sambil menunggu duan dan kedua temannya datang menemuinya.


" Yui molpi dia datang mengunjungi kita " teriak duan sambil berjalan menghampiri kedua temannya yang sedang bersama ketua xu ling.


" Duan, kenapa harus berteriak seperti itu " ucap ketua xu ling yang langsung menatap duan.


" Maaf ketua, teman lama kami sedang mengunjungi kami sekali lagi duan minta maaf " sahut duan sambil menundukan kepalanya.


" Siapa?" tanya yui yang langsung menghampiri duan.


" Shen " sahut duan sambil berbisik.


" Benarkah, bagaimana dia tahu kita berada di sini. Kalau begitu mari kita kesana " ucap molpi.


" Ketua kami izin menemui teman lama kami " ucap duan yui dan molpi serentak.


" Pergilah " sahut ketua xu ling.

__ADS_1


Apa aku tidak salah dengar, apa benar shen teman mereka dan sudah kembali " dalam hati ketua xu ling sambil berjalan mengikuti duan dan temannya dari belakang.


Yui dan molpi yang melihat shen duduk bersandar di bawah pohon langsung berjalan menghampirinya.


" Ternyata itu benar kamu " ucap molpi.


" Bagaimana kamu tahu kami bertiga berguru di sini " sahut yui.


" Aku hanya lewat tidak sengaja mencium aura kalian " ucap shen sambil tersenyum.


" Benarkah, apa kamu sebenarnya tidak berniat kembali ke perguruan ini " sahut ketua xu ling yang tiba-tiba berdiri di belakang duan.


" Ketua xu ling " ucap shen yang langsung berdiri.


" Kalian nanti saja berbicara dengannya aku masih ada perlu yang harus di selesaikan. Shen ikut denganku " sahut ketua xu ling sambil berjalan menjauh.


" Aku pergi dulu " ucap shen sambil berjalan mengikuti ketua xu ling dari belakang.


" Ada apa dengan ketua xu ling, apa ketua juga mengenalnya atau jangan-jangan shen sebelumnya sudah menyinggung ketua " ucap yui yang merasa kebingungan.


" Aku juga tidak tahu lebih baik kita tunggu saja hasil akhirnya " sahut duan.


" Semoga saja dia tidak benar-benar menyinggung ketua atau mungkin kita juga akan di keluarkan dari perguruan " ucap molpi.


Ketua xu ling yang berjalan di depan shen langsung memasuki sebuah ruangan, shen yang mengetahui ruangan itu milik ketua xu long in tanpa banyak berbicara langsung masuk ke dalamnya.


" Ayah dia sudah kembali " ucap ketua xu ling.


" Aku sudah mengetahuinya " sahut ketua xu long in yang langsung bediri dan berjalan menghampiri shen.


" Buka saja, aku ingin melihat apa kamu sudah berhasil " ucap ketua xu long in sambil menatap shen.


" Mo, buka saja penghalangnya " ucap shen dengan suara pelan.


" Sudah " bisik mo.


" Hahahahaha, bagus-bagus aku tidak menyangka kamu berhasil sampai di tingkat langit tahap semesta bahkan xu ling saja di bawahmu " ucap ketua xu long in sambil terus tertawa.


" Ayah bukannya juga sudah berada di tingkat langit tahap semesta " sahut ketua xu ling.


" Walau aku sudah berada di tingkat langit tahap semesta kekuatanku masih belum menyatu, itu sama saja aku masih berada di tingkat langit tahap lima " ucap ketua xu long in.


" Selamat, kamu sudah berhasil kekuatanmu sekarang jauh di atasku. Aku sangat bangga " sahut ketua xu long in yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


" Ketua ada apa?" tanya shen sambil menatap ketua xu long in.


" Tidak ada, aku hanya merasa iri padamu di usiamu yang masih terbilang muda kamu sudah berada di tingkat langit tahap semesta " sahut ketua xu long in.


" Walau begitu aku tanpa ketua xu long in dan ketua xu ling tidak bisa sampai di tingkat sekarang " ucap shen.


" Jangan menghiburku, kembalilah kamu pasti sangat lelah " sahut ketua xu long in.


" Ya sudah kamu beristirahat saja dulu " ucap ketua xu ling.

__ADS_1


" Baik ketua " sahut shen sambil berjalan keluar.


__ADS_2