Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 197


__ADS_3

Shen yang terus berjalan akhirnya tiba di sebuah kota, kota yang tebilang sangat ramai membuat shen harus melewati sebuah pasar sebelum memasuki kawasan perguruan Darah.


Shen yang terus berjalan tidak sengaja melihat seseorang bersembunyi di atas pohon, tangannya yang bersiap melepaskan anak panah membuat shen langsung mencari sasaran orang itu.


" Wanita itu dalam bahaya " ucap shen yang langsung berlari.


Anak panah yang sudah di lepas membuat shen langsung menarik pedangnya.


Wheeeeeeeessssssssssss...


Treeeeeeeeeeng...


Anak panah yang tertangkis pedang shen terlempar jauh, seseorang yang melihat shen sudah mengetahui keberadaan dirinya bergegas melarikan diri.


" Kamu " ucap wanita yang memperhatikan shen dari belakang.


" Seseorang ingin membunuhmu " sahut shen.


" Aku tahu, tapi aku tidak butuh bantuanmu untuk menangkis anak panah tadi " ucap wanita itu.


" Baguslah kalau ternyata kamu tahu, aku juga tidak berharap kamu mengucapkan terima kasih " sahut shen yang langsung menaruh kembali pedangnya dan berjalan pergi.


" Tunggu, karena kamu sudah terlanjur menolongku aku tidak memiliki pilihan selain memintamu untuk terus mengikutiku " ucap wanita itu.


" Untuk apa aku mengikutimu " sahut shen.


" Intinya kamu harus mengikutiku atau kamu akan tahu sendiri akibatnya " ucap wanita itu sambil berjalan.


" Sudah ikuti saja dia, semua salahmu sendiri karena kamu menolongnya " bisik mo.


" Tapi kenapa aku harus mengikutinya " sahut shen.


" Dia anak ketua perguruan darah yang sebelumnya harus kamu hindari, karena dia sudah memintamu mengikutinya lebih baik kamu ikuti saja dia " bisik mo lagi.


" Apa... Ternyata dia anak ketua perguruan yang harusnya ku hindari, betapa sialnya aku sekarang " sahut shen yang hanya bisa menghela nafas.


" Kenapa hanya diam " teriak wanita itu sambil menghentikan langkahnya.


Sudahlah, karena aku terlanjur bertemu dengannya lebih baik mengikutinya siapa tahu aku bisa mendapatkan darah itu " dalam hati shen.


Shen yang berjalan di belakang wanita itu membuat wanita itu tersenyum puas, dia selama ini belum pernah melihat pria seperti shen yang menurutinya tanpa banyak perlawanan.


Wanita itu yang berdiri di depan pintu gerbang perguruan membuat shen menghentikan langkahnya, shen yang tidak itu ada yang mencurigainya langsung berpura-pura bertanya.


" Perguruan apa ini?" tanya shen.


" Perguruan Darah, ku rasa kamu pasti sangat terkejut sekarang " sahut wanita itu.

__ADS_1


" Aku pernah mendengar tentang perguruan Darah, kamu murid perguruan ini?" tanya shen lagi.


" Tentu saja bukan, aku anak ketua besar perguruan Darah bisa di bilang perguruan ini akan menjadi milikku suatu hari nanti " sahut wanita itu sambil tersenyum.


" Tetap ikuti aku jangan berpikir untuk pergi, selangkah kamu menjauh dariku semua orang yang berada di sini akan menjadikanmu buruan " sambung wanita itu.


" Iya " sahut shen sambil memperhatikan sekelilingnya.


Di mana pancuran Darah itu " dalam hati shen.


Pancuran itu ada di sebuah tempat, kamu jangan berpikir untuk pergi ke sana sekarang. Lihatlah mereka semua sedang menatapmu " sahut mo.


" Putriku akhirnya kamu kembali, Ayah sangat merindukanmu " ucap sei pria tua yang membuat shen merasa sangat terkejut.


" Ayah jangan membuatku malu seperti itu " sahut wanita itu.


" Baiklah, baiklah... sekarang kamu bisa beritahu Ayah siapa pria di belakangmu itu " ucap pria tua itu.


" Aku tidak tahu namanya, dia tadi menyelamatkanku dari anak panah mangkanya aku membawanya pulang " sahut wanita itu.


" Apa kamu akan menjadikannya budakmu?" tanya pria tua itu.


" Khusus yang ini berbeda " sahut wanita itu sambil berbisik.


" Benarkah bagus kalau begitu, semoga ayah bisa segera memiliki Cucu laki-laki sebagai penerus " ucap pria tua sambil menatap shen.


" Siapa namamu?" tanya pria tua itu.


" Putriku sepertinya sangat menyukaimu, jadi anggaplah sebagai rumah sendiri. Hahahaha " bisik pria tua itu yang langsung tertawa.


Hahahaha " sheng yang mendengar perkataan ketua perguruan Darah langsung tertawa.


" Ada apa, apa yang lucu " sahut shen.


" Lucu saja, aku tidak menyangka pria tua itu bisa sekonyol itu memintamu menganggap perguruan ini sebagai rumahmu " ucap sheng.


" Yang ku tahu pria itu tidak menyukai orang luar memasuki perguruannya " sambung sheng.


" Kamu kenapa berdiam di situ, cepat ikuti aku" ucap wanita itu sambil berjalan.


Shen yang mendengar perkataan wanita itu langsung mengikutinya dari belakang, wanita itu yang berbelok memasuki ruangan membuat shen sedikit ragu mengikutinya masuk ke dalam.


" Masuklah " ucap wanita itu dari dalam ruangan.


Shen yang memasuki ruangan merasa sangat terkejut melihat wanita tadi berbaring dengan santai sambil, shen menggelengkan kepalanya melihat wanita itu yang terus menatapnya.


" Namamu shen, Kamu bisa menanggilku Gladi mulai sekarang" ucap wanita itu.

__ADS_1


" Gladi kenapa kamu membawaku masuk ruangan " sahut shen.


" Menurutmu apa yang akan di lakukan pria dan wanita di dalam satu ruangan " ucap wanita itu sambil mengeluarkan lidahnya.


" Tidak " teriak shen.


" Untuk apa berteriak seperti itu, biasanya pria selalu mengambil kesempatan dan tidak pernah melewatkannya sedikitpun " sahut wanita itu.


" Tapi aku berbeda " ucap shen.


" Berbeda apa, ku lihat kamu sama saja sama pria yang pernah ku bawa pulang " sahut wanita itu.


" Aku bukan pria seperti itu, lagipula jika aku menginginkannya aku tidak akan mengambil kesempatan tanpa memperhitungkan semuanya " ucap shen.


" Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya wanita itu.


" Aku mau kita hanya berteman untuk sementara, jika aku menyukaimu aku akan mempertimbangkan untuk tidur denganmu " sahut shen.


" Tapi itu terlalu lama, aku sudah tidak sabar ingin melakukannya denganmu " ucap wanita itu.


" Kalau mau ya seperti itu dulu, kalau tidak mau aku bisa keluar dari sini menggunakan seribu satu cara " sahut shen.


" Baiklah, aku akan menghargai permintaanmu tapi aku hanya memberi waktu tiga hari untukmu menyukaiku dan setelah itu mau tidak mau kamu harus tetap tidur denganku " ucap wanita itu.


" Tenang saja " sahut shen.


" Kalau begitu kamu pergilah ke kamar sebelah, dengan begitu aku bisa memantau apa saja yang kamu lakukan " ucap wanita itu.


" Baiklah " sahut shen yang langsung berjalan keluar.


Shen yang baru sampai di kamarnya langsung menghela nafas, dia tidak menyangka ada wanita yang sangat agresif seperti itu.


" Hahahaha " Sheng lagi-lagi tertawa.


" Kamu terus saja tertawa " ucap shen.


" Itu lucu sangat lucu, aku merasa wajahmu pasti memerah sekarang " sahut sheng.


" Siapa yang memerah karena dia, aku hanya kepanasan " ucap shen.


" Sudahlah lagipula ada untungnya kamu bisa dekat dengannya " sahut mo.


" Keuntungan apa?" tanya shen.


" Kamu bisa berkeliling perguruan darah tanpa ada yang mencurigaimu, kamu juga bisa memancing wanita itu agar memberitahu di mana letak pancuran darah itu " sahut mo.


" Tapi saat ini aku malas bertemu dengannya, jujur saja wanita seperti itu membuatku tidak nyaman " ucap shen.

__ADS_1


" Kamu pasti ingat apa tujuanmu, jangan hanya karena wanita itu kamu gagal menyelamatkan wanitamu " sahut mo.


" Haaaaah, kamu benar aku akan menemuinya besok pagi " ucap shen.


__ADS_2