
Ketua xu ling yang menghentikan langkahnya langsung berbalik dan berjalan menghampiri shen.
" Apa yang ingin kamu beritahukan?" tanya ketua xu ling.
" Kita sedang di awasi " ucap shen.
" Di awasi bagaimana maksudmu?" tanya ketua xu ling lagi.
" Kita sedang di awasi seseorang, walau aku tidak tahu dia dari mana tapi kekuatannya jauh di atasku " sahut shen.
" Kenapa aku tidak menyadarinya " ucap ketua xu ling.
" Dari perkiraanku dia mengawasi kita siang dan malam, hanya saja jika siang dia menggunakan satu jurus yang membuatnya tidak terlihat " sahut shen.
" Bagaimana ciri-caranya?" tanya ketua xu ling.
" Pria tua berjubah hitam " sahut shen.
" Sepertinya aku tahu siapa dia, ya sudah kamu kembali saja ke kamarmu istirahat nanti jangan lupa menemuiku untuk berlatih " ucap ketua xu ling.
" Baik ketua " sahut shen yang langsung berjalan pergi meninggalkan ketua xu ling.
Sepertinya ada yang sudah tidak sabar, lebih baik tidak meminta shen dan xieyu mei berlatih di luar" dalam hati ketua xu ling.
Shen yang sudah sampai di kamarnya langsung membaringkan tubuhnya.
" Hem, kenapa aku jadi kepikiran orang itu terus " ucap shen.
Shen yang terus berpikir tanpa sadar menutup matanya dan tertidur pulas, suara dobrakan pintu yang sangat keras membuat shen langsung terbangun.
" Cepat bangun, tidur terus saja kerjaannya " teriak xieyu mei.
" Sial aku baru saja tertidur untuk apa kamu ke sini, nanti ketua xu ling mengira aku sengaja ingin berbuat sesuatu lagi padamu " sahut shen.
" Sudahlah tidak perlu di ingat, cepat berdiri ketua xu ling meminta kita datang ke ruangannya " ucap xieyu mei yang perlahan berjalan keluar kamar shen.
Shen yang tidak memiliki pilihan langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan mengikuti xieyu mei dari belakang.
Ketua xu ling yang mengetahui shen dan xieyu mei berdiri di depan pintu langsung meminta keduanya masuk ke dalam.
" Aku tidak menyangka kamu bangun terlalu cepat " ucap ketua xu ling menatap shen.
" Ini juga karena dia yang mendobrak pintu kamarku " sahut shen dengan suara pelan.
Xieyu mei yang mendengar perkataan shen langsung menatapnya dan mencubit tangannya.
" Baiklah karena kalian berdua sudah datang maka ku jelaskan saja sekarang " ucap ketua xu ling.
Shen dan xieyu mei yang melihat ketua xu ling berbicara dengan nada serius langsung terdiam dan mencoba mendengarkan.
__ADS_1
" Shen pria yang kamu bilang itu mungkin saja ingin mengetahui seberapa kuatnya kalian, karena dia terus mengawasi dari luar lebih baik kalau kalian berlatih tertutup di dalam ruangan, sebagai pengalih perhatian aku akan minta dua murid berlatih khusus di luar " ucap ketua xu ling yang berdiri di depan shen dan xieyu mei.
" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei serentak.
" Ambillah ini, batu permata ini mampu menambah kekuatan kalian. Setelah menyerap batu itu aku sendiri yang akan melatih kalian " ucap ketua xu ling sambil melempar dua batu permata ke shen dan xieyu mei.
" Terima kasih ketua " ucap shen dan xieyu mei serentak.
Shen dan xieyu mei yang melihat ketua xu ling pergi meninggalkan ruangannya bergegas mengikutinya dari belakang.
Walau shen dan xieyu mei tahu ruangan yang di maksud ketua xu ling mereka tetap membutuhkan ketua xu ling untuk membuka ruangan itu.
Shen dan xieyu mei yang melihat ketua xu ling menghentikan langkahnya di depan sebuah ruangan memutuskan untuk melihatnya dari kejauhan, shen memperhatikan dengan serius ketika ketua xu ling membaca sebuah mantra dan mengarahkannya ke pintu ruangan di depannya.
Duuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrr...
Suara ledakan yang disambut dengan getaran hebat membuat shen dan xieyu mei merasa bersyukur tidak berada di samping ketua xu ling, mereka yang berdiri di kejauhan saja masih merasakan getaran yang dahsyat itu apalagi jika mereka berada di samping ketua xu ling.
" Kalian mau berdiri disitu sampai kapan " ucap ketua xu ling.
Shen dan xieyu mei hanya tersenyum dan berjalan kearah ketua xu ling yang langsung memasuki ruangan itu.
" Cepat kalian serap batu permata itu apapun yang terjadi kalian jangan sampai terganggu" ucap ketua xu ling.
" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei yang langsung mengambil posisi.
Shen merasa perlahan sesuatu berusah menerobos masuk ke dalam tubuhnya, shen juga merasa dirinya yang awalnya hanya duduk tiba-tiba merasa seperti sesuatu membawanya terbang.
Shen yang merasa batu permatanya telah terserap sepenuhnya perlahan membuka matanya.
" Heh anak muda, bantu aku satu hal aku akan membantumu menjadi yang terkuat " ucap suara yang tiba-tiba terdengar di telinga shen.
" Aku sudah kuat tidak butuh bantuanmu " sahut shen yang kembali menutup matanya.
" Hahaha, kekuatanmu sangat kecil bahkan jika di bandingkan dengan ujung jariku masih besar ujung jariku " ucap suara yang berada di telinga shen.
" Tidak perduli apa yang kamu bilang aku tidak akan membantumu, jika kamu terus memaksa jangan salahkan aku memberitahukannya pada ketua xu ling dan memintanya untuk menyegelmu di sebuah ruangan yang sangat kecil " sahut shen lagi.
Suara yang terdengar di telinga shen tiba-tiba menghilang dan tidak lagi terdengar, shen yang merasa suara itu tidak akan lagi mengganggunya langsung membuka matanya.
" Kamu lambat sekali " ucap xieyu mei yang berdiri di depan shen.
" Kamu pasti di ganggu dengannya " sahut ketua xu ling.
" Dia meminta bantuan aku menolaknya, aku bilang saja jika dia masih mengganggu aku akan meminta ketua xu ling untuk menyegelnya di ruangan yang lebih kecil " ucap shen.
" Sudah lupakan tentang itu, kalian berdua ikut denganku " sahut ketua xu ling yang langsung membuka jalan rahasia.
" Jalan rahasia " ucap shen dan xieyu mei serentak.
__ADS_1
" Ikuti saja aku jangan banyak bertanya " sahut ketua xu ling sambil menuruni tangga di depannya.
Shen dan xieyu mei hanya bisa diam sambil mengikuti ketua xu ling yang terus menuruni tangga.
" Kita sudah sampai, di sini kalian berdua akan berlatih hingga hari pertandingan berlangsung " ucap ketua xu ling.
" Apa berarti kita tidak boleh keluar ketua?" tanya xieyu mei.
" Ya kalian tetap disini dan tidak boleh keluar, aku akan sering datang kemari untuk melihat kalian berdua ingat jangan melakukan sesuatu yang akan merugikan diri kalian sendiri " sahut ketua xu ling.
" Baik ketua " ucap shen dan xieyu mei.
" Sebelum aku pergi aku ingin melihat sejauh mana kalian bisa bertahan, xieyu mei keluarkan seluruh kekuatamu serang shen tiga kali " sahut ketua xu ling.
" Baik ketua " ucap xieyu mei.
Shen yang mendengar perkataan ketua xu ling hanya tersenyum, shen sangat yakin xieyu mei bahkan tidak bisa menyentuhnya.
Shen dan xieyu mei yang sudah mengatur jarak sama-sama bersiap, xieyu mei yang dari awal ingin menguji kekuatan shen langsung mengepalkan tangannya dan berlari ke arah shen.
Wheeeeeeeessssssss...
Xieyu mei yang berlari secepat kilat langsung mengarahkan serangan pertamanya.
Shen yang dari awal terus memperhatikan pergerakan xieyu mei langsung menghindari serangan pertama xieyu mei dengan mudah.
" Dua serangan lagi, xieyu mei keluarkan semua kekuatanmu tidak perlu takut jika dia terluka kamu tahu dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri " teriak ketua xu ling.
Xieyu mei yang mendengar ketua xu ling berteriak untuknya langsung mengeluarkan serangan keduanya.
Buuuuug, buuuuuuug, buuuuuug...
Xieyu mei tidak lagi sungkan mengarahkan pukulannya bertubi-tubi ke arah shen.
Shen yang terus di pukul xieyu mei langsung menyilangkan tangannya menangkis pukulan xieyu mei.
" Baiklah sudah cukup, sepertinya pertahanan shen sangat bagus terus pertahankan. Xieyu mei kembangkan lagi seranganmu musuhmu nantinya bisa saja memiliki pertahanan yang melebihi shen " teriak ketua xu ling.
" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei.
" Kalau begitu lanjutkan latihan kalian masing-masing, shen kamu yang lebih kuat dari xieyu mei bantu dia mengembangkan cara menyerangnya " ucap ketua xu ling yang langsung berjalan menjauh meninggalkan shen dan xieyu mei.
" Kenapa serangan tanganku tidak ada yang mengenai tubuhmu " ucap shen.
" Karena aku hebat " sahut shen.
" Lagipula menyerang yang di butuhkan tidak hanya asal menyerang, pergerakan kaki dan tangan musuh juga harus kita perhatikan saat menyerang" sambung shen.
Aku tidak menyangka kekuatan dan pemahamanku jauh di bawahnya " dalam hati xieyu mei.
__ADS_1