
Xilung yang melihat shen berjalan menjauh bergegas mengikutinya dari belakang, walau masih merasa canggung xilung memberanikan diri memanggil shen sambil menghentikan langkahnya.
" Tunggu sebentar " ucap xilung.
" Ada apa?" tanya shen yang langsung memutar badannya menatap xilung.
" Kamu berjalan sangat cepat " sahut xilung.
" Maaf, aku sudah terbiasa berjalan seperti ini" ucap shen.
" Kalau kamu lelah kita akan beristirahat sebentar " sambung shen.
" Tidak perlu beristirahat di sini, aku takut pengawal bayangan hitam lainnya akan menyusul kita " sahut xilung.
" Kalau begitu naiklah " ucap shen yang langsung berjongkok di depan xilung.
" Maksudnya?" tanya xilung.
" Aku akan menggendongmu semakin cepat kita berjalan semakin cepat kita sampai " sahut shen.
Sepertinya ini kesempatan bagus untukku, aku belum mengetahui siapa dirinya dan dari mana asalnya " dalam hati xilung.
" Maaf, jika aku merepotkanmu lagi " ucap xilung.
" Tidak masalah " sahut shen yang langsung menggendong xilung di belakangnya dan memindahkan pedangnya di depannya.
" Terima kasih " ucap xilung.
" Apa kamu tidak lelah mengucapkan terima kasih terus " sahut shen.
" Aku berhutang budi padamu walaupun aku harus mengucapkan terima kasih sampai beberapa kali pun aku tidak masalah " ucap xilung.
" Kamu yang mengucapkannya tidak masalah tapi aku yang mendengarnya sangat berisik " sahut shen sambil terus berjalan.
" Kalau begitu maaf " ucap xilung lagi.
" Sudahlah kamu selalu mengucapkan dua kata itu terus, kamu tidak perlu segan aku kemari menolongmu hanya karena ada yang memintaku " sahut shen.
" Siapa yang memintamu?" tanya xilung.
" Nanti akan ku beritahu, jika kamu merasa ngantuk lebih baik kamu tidur saja dulu nanti jika kita sudah sampai di pelabuhan aku akan membangunkanmu " sahut shen.
" Baiklah " ucap xilung yang langsung menutup matanya.
" Kamu selalu saja begitu, jika gadis itu salah paham padamu bagaimana?" tanya mo.
__ADS_1
" Aku hanya berniat membantunya kamu tenang saja " sahut shen.
" Baiklah terserah padamu, lagipula kamu manusia aku tidak mengerti sebagian jalan pikiranmu " ucap mo lagi.
Dari awal hingga sekarang aku hanya mencintai seseorang yaitu xieyu mei, sedangkan kedua putri itu hanya berawal dari kesalahan. Bagiku cukup tiga wanita itu saja selebihnya aku akan menahan diri " dalam hati shen.
Shen yang sampai di pelabuhan tepat di pagi hari membuatnya merasa kelelahan, walau merasa sangat lelah shen tidak tega membangunkan xilung yang masih tertidur pulas.
Shen yang memperhatikan beberapa kapal di depannya tiba-tiba melihat tangan yang terus melambai dari kejauhan, walau tidak terlalu jelas shen merasa sangat yakin kalau yang melambaikan tangan ke arahnya adalah jin qu.
Shen yang terus menatap jin qu tanpa banyak berpikir langsung berjalan ke arahnya, kapal yang terus berbunyi menandakan bersiap berangkat membuat shen yang masih di bawah langsung melompat ke atas kapal dengan sangat cepat.
" Akhirnya, aku mengira kita tidak akan bertemu kembali " ucap jin qu.
" Nanti saja bicaranya " sahut shen yang perlahan menurunkan xilung dan langsung berbaring.
" Ini di mana " ucap xilung sambil mengucek matanya.
" Kita bertemu lagi, aku berhutang budi padamu " sahut jiang er.
" Oh ternayata kamu " ucap xilung sambil tersenyum.
" Ssssssssssssuuutssss, jangan ribut biarkan dia beristirahat " sahut jin qu yang langsung menaruh jarinya di bibir.
" Sepertinya dia sangat kelelahan " ucap jiang er dengan suara pelan.
" Ayo sedikit menjauh kita jangan sampai membangunkannya " ucap jin qu sambil menarik tangan jiang er.
" Aku di sini saja menjaganya " sahut xilung.
" Tidak perlu menjaganya, jika kelelahan dia tidak akan terbangun dengan cepat lebih baik ikut saja dengan kami " ucap jin qu.
" Bagaimana kamu tahu " sahut xilung.
" Aku sebelumnya sudah satu kapal dengannya, dia tidak hanya kuat dia juga bahkan sangat baik " ucap jin qu.
" Baiklah, kalau begitu aku akan ikut kalian " sahut xilung sambil menatap shen.
" Kamu sudah mengenalnya berapa lama?" tanya xilung yang duduk berhadapan dengan jin qu.
" Aku mengenalnya saat di kapal, karena tujuan kita sama aku memutuskan mengikutinya " sahut jin qu.
" Tapi sebelum dia membantumu dia membantuku melindungi jiang er yang kamu selamatkan sebelumnya " sambung jin qu.
" Jujur saja aku masih penasaran dengan dirinya, sampai sekarang aku masih belum mengetahui namanya " ucap xilung.
__ADS_1
" Kalau tidak salah namanya shen " sahut jin qu.
" Shen kenapa aku merasa tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya lalu bagaimana bisa dia rela membantuku " ucap xilung.
" Dia bercerita jika seseorang meminta bantuan padanya, waktu itu aku malah mengira dia sedang mencari kekasihnya yang di culik " sahut jin qu.
" Sudah sudah kalau masih penasaran juga lebih baik bertanya langsung padanya, dia menyelamatkanmu sama seperti kamu menyelamatkanku " ucap jiang er.
" Aku menyelamatkanmu itu tidak sulit tapi dia bahkan sampai harus melawan bayangan penguasa kegelapan, apa kamu tidak tahu seberapa kuat penguasa kegelapan itu " sahut xilung.
" Aku memang belum pernah bertemu dengan penguasa kegelapan, tapi yang ku tahu penguasa kegelapan sangat kuat dan kekuatannya hampir tidak bisa di bandingkan dengan manusia " ucap jin qu.
" Memang benar seperti itu, jujur saja aku merasa sangat berhutang budi padanya " sahut xilung.
" Sudahlah aku terlalu lama di sini aku akan pergi menemuinya " sambung xilung yang langsung pergi meninggalkan jin qu dan jianh er.
" Apa menurutmu pria itu sangat kuat kak?" tanya jiang er.
" Menurutku dia memang kuat, apa kamu tidak ingat saat di gubuk tua waktu itu dia menerangi gubuk tua itu namun tidak ada satupun yang bisa melihatnya " sahut jin qu.
" Sekuat apapun dia aku akan tetap memilih kakak karena kakak yang menyelamatkanku " ucap jiang er sambil tersenyum.
" Kamu menggodaku lagi " sahut jin qu sambil menatap jiang er.
Xilung yang sudah sampai di samping shen tanpa banyak berpikir langsung berbaring, xilung sesekali menatap ke arah shen sambil mengelus pipinya.
" Walau umurnya terbilang lebih tua dariku namun wajahnya masih sangat menggemaskan ingin rasanya aku mencubitnya " ucap xilung sambil tersenyum sendiri.
Setelah tertidur beberapa hari shen yang terbangun merasa sangat terkejut, shen menatap xilung yang tertidur di dadanya dengan tangan kanan yang masih memegang pipinya.
" Bisakah kamu bangun " ucap shen dengan suara sedikit pelan.
" Eh, kamu akhirnya bangun juga " sahut xilung.
" Iya sekarang bisakah kamu bangun " ucap shen lagi.
" Maaf maaf, aku tidak sengaja " sahut xilung yang langsung bangkit berdiri.
Aduh malunya, bagaimana bisa dia melihatku yang tertidur di dadanya " dalam hati xilung yang langsung membuat pipinya memerah.
" Apa zaman sekarang para gadis berinisiatif duluan " bisik mo.
" Mungkin saja " sahut shen.
" Kamu pasti merasa sangat senang bukan " ucap mo.
__ADS_1
" Apanya yang senang aku malah merasa biasa saja, berbeda ceritanya jika yang tidur tadi adalah xieyu mei " sahut shen sambil tersenyum sendiri.
Eh, Ada apa dengannya dia tidak mungkin merasa sangat senang saat aku tidur di dadanya tadi ka " dalam hati xilung sambil terus menatap shen.