
Shen terus masuk ke dalam mencari asal suara auman hewan yang di dengarnya tadi.
" Haaah " Shen sangat kaget dan menghentikan langkahnya.
Serigala berekor sembilan dan berkaki enam terus menatap nya dengan tajam.
" Lebih baik menghindar dia jauh lebih kuat dari mu " Kata mo memperingati shen.
Shen mencoba mundur perlahan berharap serigala itu tidak mengejarnya.
" Dasar manusia, Apa kamu berfikir aku akan melepaskan mu begitu saja " serigala itu melompat dan berdiri di depan shen.
" Aku tidak bermaksud mengganggu mu, aku hanya... " belum selesai bicara.
" Manusia semua alasannya selalu sama. aku tidak mengganggu mu, aku bukan ini aku tidak itu. tapi kenyataannya semua manusia sama selalu mengambil keuntungan dari kami "
Brrrrruuuuaaakkk.... serigala itu langsung menyerang shen dan membuat shen terlempar kebelakang.
Shen mencoba kembali berdiri dan mengeluarkan pedang nya.
" Kamu yang memaksa ku melakukan ini "
Shen menggenggam pedangnya dan bersiap mengayunkan nya.
Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen.
Serigala itu terus menatap shen dan mengeluarkan jurus dari mata nya.
Brruuuuuuuuaaakkk... Shen dan serigala itu sama sama terlempar kebelakang.
" Sungguh menarik, tidak aku sangka jurus mu bisa menghalangi jurus mata serigala milik ku " serigala itu menjilati darah yang berada di kaki nya.
" Aku tidak ingin berkelahi dengan mu, aku juga memiliki teman serigala seperti mu " Shen memutar badannya dan meninggal kan serigala itu.
" Kamu menjadikan kaum ku sebagai budak mu " serigala itu terlihat sangat marah.
" Aku tidak menjadikan nya budak dan tidak akan pernah menganggap nya budak " Shen menghentikan langkahnya dan menatap serigala itu.
" Hahahahaha " Serigala itu tertawa sangat keras.
" Sudahlah apa saja yang ku katakan kamu tidak akan percaya " Shen memutar badannya dan kembali berjalan.
Whhhhheeeesss... Serigala itu melompat melangkahi shen dan menghalangi jalannya.
" Kamu mengira dengan ucapan mu itu aku akan melepaskan mu begitu saja.
karena manusia seperti mu aku harus berpisah dengan istri dan anak ku. Dan karena manusia seperti mu aku kini hidup sendirian di dalam goa ini "
__ADS_1
Shen menatap serigala itu yang terlihat sangat sedih dan sangat marah.
sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya hingga membuat nya membenci manusia.
" Tidak semua manusia sama, kamu tidak bisa menyalahkan manusia yang tidak berdosa "
" Hahahahaha, Siapa bilang manusia tidak berdosa. yang ku tahu semua manusia di dunia ini penuh dengan dosa, termasuk kamu"
" Baik, Karena kamu menganggap ku berdosa biar ku tunjukan pada mu dosa yang akan aku lakukan " Shen terlihat sangat marah.
Seluruh aliran darah nya terasa sangat panas dan perlahan Kedua api suci keluar di tangannya.
" Aku tidak menyangka masih bisa berhadapan dengan pengendali kedua api suci. Aku merasa sangat beruntung kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi "
Serigala itu menjilat ujung kuku nya yang tajam dan membuat lidah nya berdarah.
Darah dari lidah serigala itu perlahan membentuk sebuah api berwarna merah darah yang sangat besar.
" karena kamu pengendali api, aku akan lihat api siapa yang sangat kuat. Apakah api darah ku atau kedua api suci mu "
Shen semakin merasa sangat kesal di tantang seperti itu.
Tiba tiba kedua api suci milik nya masuk ke dalam tubuh dan menyatuh.
Arrrrrrrrkkkkkhhhhh teriak shen yang merasa badan nya seperti terbakar.
Ketiga api mengamuk menjadi satu dan langsung bertukar menyerang.
Api suci shen menyerang serigala itu dan api darah serigala itu menyerang shen.
Aaaaaarrrrrkkkkhhh.... teriak keduanya yang merasa terbakar.
Shen duduk bersila dan menutup mata nya.
Perlahan Seluruh tubuh nya menjadi sangat dingin bahkan tidak ada rasa sakit sedikit pun di tubuh nya.
Ternyata jurus embun salju sangat berguna baginya. hanya hitungan detik tubuh nya kembali seperti semula.
Shen masih melihat serigala itu terus meronta kepanasan. Shen yang tidak tega melihatnya berjalan menghampiri nya dan memegang api suci yang membakar serigala itu.
Perlahan api itu menghilang dan serigala itu kembali seperti semula tidak ada sedikit pun luka bakar di tubuh nya.
Hhhhhooooooeeeerrrr..... serigala itu langsung menyerang shen dan menindih nya.
" Apa kamu berfikir karena kamu sudah melepaskan api mu, aku jadi memaafkan mu.
kamu salah besar aku akan melepaskan mu setelah aku menghabisi mu dan mengambil kedua api suci itu dari mu " Serigala itu mengeluarkan kuku panjang nya dan bersiap mencakar shen.
__ADS_1
Shen tidak tahu apakah jurus sisik pelindung tubuh bisa melindungi nya dari cakaran serigala itu.
Arrrrrkkkkkhhhhhh... teriak shen.
Kuku serigala itu mencakar kulitnya secara perlahan.
Kenapa jurus sisik pelindung tubuh tidak berguna di saat seperti ini " dalam hati shen.
" Berhenti " Teriak seseorang yang berjalan kearah nya.
Shen tidak menyangka xieyu mei sudah menyelesaikan jurus kitab yang sudah di pelajarinya dan datang mencari dirinya.
" Heh ternyata masih ada satu lagi manusia " Serigala itu menatap xieyu mei dan mengeluarkan lidah nya.
" Kamu bisa saja menghabisi mereka berdua, tapi setelah melangkahi mayat ku " chiktan berjalan mendekati xieyu mei.
" Kamu " serigala itu melepaskan shen dan perlahan mendekati chiktan.
Serigala itu terduduk dan menangis di depan chiktan.
" Aku tidak menyangka masih bisa bertemu dengan mu. anak ku "
Chiktan terkejut dan tidak tahu harus berbicara apa.
" Ternyata kamu sudah sebesar ini, ibu mu pasti sangat Melindungi mu "
" Apa kamu mengenal ku dan ibu, siapa kamu sebenarnya " kata chiktan yang masih tidak percaya.
" mungkin aku tidak pantas menjadi ayah mu tapi ini kenyataannya.
Ayah meningalkan mu dan ibu mu di saat semua manusia sampah itu ingin menangkap kita semua, ayah bukan bermaksud ..." tidak menyelesaikan bicaranya dan terus menangis dengan sangat keras.
Chiktan mendekati serigala itu dan membungkukan kepalanya seperti memberi hormat.
" Aku tidak menyangka masih bisa bertemu dengan ayah, tapi sungguh di sayang kan kita tidak bisa kembali bersama seperti dulu lagi "
Tanpa di sadari chiktan meneteskan air matanya.
" Apa kamu sangat membenci ku " tanya serigala itu.
Chiktan menggelengkan kepalanya.
" kenapa kamu tidak ingin kita kembali lagi seperti dulu "
" Kita tidak bisa seperti dulu lagi karena ibu sudah tidak ada lagi " Chiktan menangis menatap ayah nya.
Setelah sekian lama akhirnya ada tempat bersandar untuk nya dan mengeluarkan semua isi hatinya.
__ADS_1