
Shen yang melihat kedua pengawal bayangan hitam berusaha memadamkan api sucinya hanya tersenyum, shen tidak habis pikir bagaimana bisa mereka mengira api sucinya sama dengan api biasa.
" Pandanganmu melihat ke mana, lawanmu ada di sini lebih baik fokus saja padaku " ucap seorang pengawal bayangan hitam yang terus menatap shen.
" Melihat ke mana itu terserah ku, jika kamu ingin menyerang sekarang aku tidak perduli " sahut shen santai.
" Kamu menyebalkan aku sangat tidak menyukaimu, hari ini jika kamu tidak mati namaku bukan lagi Gi gel "ucap pengawal bayangan hitam sambil menepuk dadanya.
" Nama yang aneh sama seperti orangnya, mana ada pengawal wanita yang ada wanita itu menjadi pelayan " sahut shen sambil tersenyum.
" Bagaimana kamu tahu jika aku wanita?" tanya gi gel sambil menatap shen.
" Aku tidak buta tentu saja aku mengetahuinya " sahut shen lagi.
" Sepertinya kamu meremehkanku, kalau begitu terima ini " teriak gi gel yang kembali melempar batu ke arah shen.
Duuuuuuuuuaaaaaaaarrrrr...
Duuuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrr...
Suara ledakan tepat di mana shen berdiri membuat xilung merasa sangat terkejut.
" Shen " teriak xilung.
" Menggunakan cara yang sama kedua kali apa kamu tidak malu, lemparanmu yang pertama saja tidak mengenaiku bagaimana bisa kamu berpikir serangan kedua mampu membunuhku " ucap shen sambil berjalan ke arah gi gel.
" Heh, aku hanya ingin memastikan saja serangan yang sebenarnya baru saja di mulai" sahut gi gel.
Wheeeeeeeeeessssssss...
Pedang terbang yang tidak tahu dari mana asalnya langsung menyerang ke arah shen.
" Awas " teriak suara mo yang membuat shen langsung menghindari serangan pedang yang mengarah padanya.
" Lagi-lagi cara licik " ucap shen yang langsung melompat dari atas pohon.
" Bukan licik tapi cerdik, melawan orang sepertimu tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan " sahut gi gel.
Boooooooooommmmmmmm...
Booooooooooooommmmmmmmm...
Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrrrr...
Suara hentakan yang di sambut dengan ledakan membuat tanah bergetar hebat, shen yang baru saja menghentakan kakinya sambil menatap gi gel langsung menghindar menjauh.
" Huuuuuh, kamu bilang aku menggunakan cara licik bukannya seranganmu ini sama saja " ucap gi gel yang langsung terbang ke arah shen.
" Sama seperti katamu tadi berhadapan dengan mu menggunakan cara cerdik sedikit tidak masalah tapi sayang kamu bisa menghindarinya dengan mudah " sahut shen dengan santai.
" Aku sudah tidak ingin bermain-main denganmu, terima ini "
__ADS_1
" JURUS LANGKAH SERIBU KEGELAPAN " teriak gi gel sambil berlari ke arah shen.
Wheeeeeeeesssssssss...
Wheeeeeeeeeesssssssss...
Wheeeeeeeeeeeesssssssss...
Putaran langkah gi gel yang mengelilingi shen dengan sangat cepat membuat shen tidak bisa melihat dengan jelas, gi gel yang melihat musuh kesulitan melihat langkahnya langsung mengambil kesempatan menyerang shen.
Buuuug, buuuuuuug, buuuuuug...
Bruuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaakkk...
Pukulan yang bertubi-tubi di arahkan ke shen membuat shen terlempar ke belakang.
" Heeeeh, lumayan " ucap shen yang langsung kembali berdiri sambil tersenyum.
Perpaduan jurus kecepatan dengan kekuatannya tidak seimbang, bisa di pastikan kekuatannya berada di atasku sedikit " dalam hati shen.
" Padahal kamu bisa menghindar, kenapa kamu tidak memilih menghindarinya saja " sahut sheng.
" Jika terus menghindar kita tidak akan bisa mengerti seberapa kuat dia " ucap shen.
" Lalu apa yang sudah kamu pelajari sekarang" sahut sheng.
" Dia menggunakan jurus kecepatan karena mungkin dia tidak pandai bertarung jarak dekat, aku bisa memastikannya karena dari sebelumnya dia tidak pernah menyerangku secara langsung dan tadi dia berani menyerangku hanya karena perpaduan menggunakan jurus kecepatannya " ucap shen menjelaskan.
" Tentu saja menyerangnya dari jarak dekat, itupun jika kamu berhenti bertanya terus " sahut shen.
" Heeeeeh, apa hanya karena terkena satu seranganku dia sudah menjadi gila " ucap gi gel yang terus menatap shen.
" Menyerahlah, aku tidak ingin berhadapan lagi dengan orang gila sepertimu. Serahkan gadis itu maka aku akan membiarkanmu pergi " teriak gi gel.
" Jangan bermimpi " sahut shen yang langsung berlari ke arah gi gel.
Wheeeeeeeeeeeeeeeeeeees....
Shen mengarahkan pukulannya dengan cepat ke arah gi gel yang masih menatapnya.
Buuuuuug, buuuuug, buuuuuug...
Shen bertubi-tubi memukul gi gel yang terus berusaha menangkis serangannya.
" TINJU SEMBILAN DEWA " teriak shen sambil mengarahkan tinjunya ke perut gi gel.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaakk...
Gi gel yang terlempar jauh ke belakang membuat kedua pengawal bayangan hitam lainnya menghampiri dirinya.
" Kak bagaimana keadaanmu, kamu tidak bisa melawannya sendiri izinkan kami membantumu " ucap salah satu pengawal bayangan hitam lainnya sambil menatap gi gel.
__ADS_1
" Kalian benar dia bukan orang sembarangan, kalau begitu kita tunjukan padanya apa arti persaudaraan " sahut gi gel sambil mencoba kembali berdiri.
" Bersiaplah kalian kita akan mengeluarkannya, walau nyawa kita akan menjadi taruhannya " sambung gi gel.
" Baik kak " sahut kedua pengawal bayangan hitam lainnya.
Gi gel yang sudah berdiri langsung membuat bentuk segitiga, gi gel yang berada di puncak segitiga di sambung kedua pengawal lainnnya yang berada di kedua kaki segitiga langsung mengangkat tangan serentak.
" Keluarlah sang kegelapan kami pengawal bayangan hitam memanggilmu " teriak gi gel dan kedua pengawal bayangan hitam lainnya.
Suara Halilintar yang bergemuruh membuat shen langsung menatap langit, gelapnya malam yang di terangi cahaya bulan dan bintang seketika langsung menjadi gelap gulita
" Apa mereka ingin mengeluarkan spiritual " ucap shen.
" Itu bukan spiritual, lebih tepatnya mereka sedang memanggil sang penguasa kegelapan " sahut sheng.
" Apa dia setara denganmu?" tanya shen.
" Yang ku tahu penguasa kegelapan sangat kuat, aku tidak tahu apakah aku bisa melawannya " sahut sheng.
" Kemungkinan besar kekuatan penguasa kegelapan jauh lebih kuat darinya, tapi bukan berarti tidak ada cara mengalahkannya " ucap mo.
" Bagaimana caranya mo cepat katakan " sahut shen.
" Suruh saja spiritualmu yang maju melawannya, sedangkan dirimu harus secepatnya mengalahkan ketiga pengawal bayangan hitam itu " ucap mo lagi.
" Baiklah kalau begitu, sudah di putuskan kamu akan melawannya dan aku akan berusaha mengalahkan ketiga pengawal bayangan hitam itu. Bagaimana sheng apa kamu setuju " sahut shen.
" Terserah, aku mengikutimu saja " ucap sheng.
" Wuahahaha, wuhahaha. Kalian pengawal bayangan hitam ada apa memanggil ku?" tanya penguasa kegelapan yang berdiri tepat di atas ketiga pengawal bayangan hitam.
" Maaf kami mengganggumu, kami hanya ingin minta bantuanmu untuk menghabisinya" sahut gi gel.
" Apa kamu bercanda?" tanya penguasa kegelapan.
" Kami tidak sedang bercanda, tolong yang mulia membantu kami " sahut gi gel.
" Apa kalian tahu, permintaan kalian harus ada bayarannya. Sebelum aku membantu kalian katakan apa bayarannya " ucap penguasa kegelapan.
" Aku bersedia menyerahkan jiwaku "sahut gi gel.
" Tidak, kami berdua yang akan menyerahkan jiwa kami " sahut kedua pengawal hitam hitam lainnya.
" Dua jiwa menarik aku setuju, tapi jiwanya juga akan menjadi milikku " ucap penguasa kegelapan sambil menatap ke arah shen.
" Silahkan saja " sahut gi gel dengan cepat.
Sheng bersiaplah keluar, aku merasa mereka sudah selesai mencapai kesepakatan " dalam hati shen.
" Tenang saja, aku sudah bersiap dari tadi " sahut sheng.
__ADS_1