Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 91


__ADS_3

" Terimakasih sudah membantu ku " ucap jan li sambil tersenyum.


" Tidak masalah " jawab shen.


Jan li langsung berjalan keluar kamar tanpa berbicara wajah nya terlihat sangat sedih, shen yang sedari tadi memperhatikan nya menjadi sangat penasaran apa yang terjadi pada nya.


" Ada apa dengan nya " tanya shen pada ketua desa yang masih duduk di samping nya.


" Dia merasa sangat sedih dia merasa hidup nya tidak berguna jika tidak memiliki kekuatan seperti sebelumnya " jawab ketua desa itu yang hanya bisa menghela nafas.


Shen terdiam menurut nya memang benar hidup tanpa memiliki kekuatan tidak ada beda nya dengan orang bodoh yang tidak berguna, tujuan nya sendiri ke dunia magaraj juga karena dia tidak ingin kehilangan seluruh kekuatan yang di miliki nya.


Andai saja aku bisa membantu " dalam hati shen.


Ketua desa itu berdiri dan berjalan keluar meninggalkan shen sendirian agar bisa beristirahat.


" Payah apa kamu ingin membantu nya " tanya sheng.


" Walaupun aku ingin aku tidak memiliki kemampuan itu " sahut shen.


" Kamu bisa melakukan nya, hanya saja aku tidak tahu berhasil atau tidak nya " kata sheng .


" Benarkah apa yang harus ku lakukan " tanya shen.


" Di dalam kotak ruang mu ada satu permata yang kamu ambil dari ruang senjata perguruan laut darah, permata itu bernama pemulih kekuatan cara menggunakan nya juga sangat mudah semua tergantung dari kalian berdua bisa bertahan atau tidak " jawab sheng.


" Bagaimana cara menggunakan nya " sahut shen.


" Kamu harus memasukan energi mu ke dalam permata itu, Setelah itu kamu suruh saja putri ketua desa itu untuk menyerap kekuatan mu yang berada di dalam permata itu " kata sheng.


" Hanya itu saja " tanya shen.


" Tidak semudah itu, karena wanita itu tidak memiliki kekuatan kamu harus membantu nya menyerap kekuatan dari permata itu. kamu jangan berpikir untuk melakukan itu sangat beresiko " sahut mo.


" Tapi aku ingin membantu nya, siapa tahu nanti nya dia akan membantu ku di lain hari " kata shen.

__ADS_1


" Haaaah, terserah saja kamu memang tidak pernah mendengar apa yang ku katakan " sahut mo.


Suara mo dan sheng menghilang secara bersamaan membuat susana kembali menjadi sunyi kembali. Shen berjalan keluar kamar entah sudah berapa lama dia berada di rumah ketua desa itu.


" Kamu masih belum sembuh jangan banyak bergerak " kata jan li sambil berjalan menghampiri shen.


" Tidak apa aku hanya ingin menghirup udara segar saja " sahut shen.


" Oh ya kamu berasal dari mana " tanya jan li.


" Jauh tidak bisa di lihat dari sini, ini sebenarnya di mana " tanya shen balik.


" Pesisir pantai moreta, lebih tepat nya desa mangali kamu bagaimana bisa sampai di sini kenapa kamu sampai tidak tahu di mana kamu berdiri sekarang " jawab jan li.


" Aku bukan berasal dari dunia ini, dunia ku berbeda dengan di sini yang ku tahu dunia tempat kita berdiri sekarang ini bernama dunia magaraj " sahut shen.


" Lalu untuk apa kamu kemari " tanya jan li lagi.


" Kitab dua dunia yang membawa ku, aku sendiri juga tidak ingin pergi tapi mau bagaimana lagi jika aku tidak pergi kekuatan ku akan di serap kitab itu. aku tidak ingin menjadi kembali lemah " jawab shen.


" Sebenarnya aku bisa membantu mu walau tidak banyak, itu tergantung kamu bisa melakukannya atau tidak " sahut shen sambil menatap jan li.


" Benarkah aku pasti berusaha sebisa ku " kata jan li.


" Kalau begitu kita sepakat, nanti malam aku akan membantu mu " kata shen.


Jan li yang tadi nya merasa sangat sedih akhirnya kembali tersenyum, shen merasa senyuman jan li cukup manis hingga membuat nya teringat xieyu mei dan kedua putri yang merepotkan.


Malam hari pun telah tiba jan li sengaja tidak memberitahu ayah nya, takut nya jika nanti diri nya gagal ayah nya akan menyalahkan shen.


Jan li masuk ke dalam kamar shen dia tidak mengira kalau shen ternyata menunggu nya dan sudah bersiap, permata kecil yang sudah di isi shen dengan energi nya langsung di berikan nya ke jan li.


" Bersiap lah " ucap shen yang sudah berdiri di belakang jan li.


Jan li menutup kedua mata nya perlahan sedikit demi sedikit sesuatu mulai mengalir ke dalam tubuh nya, Semakin lama sesuatu yang mengalir itu semakin cepat mengalir ke seluruh tubuh nya. Awal yang tidak terasa ada yang aneh tiba tiba semakin lama semakin membuat tubuh nya seperti terbakar rasa sakit seperti sayatan pisau terus berjalan di dalam tubuh nya.

__ADS_1


" Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh " teriak jan li yang sudah tidak sanggup menahan rasa sakit itu.


Shen masih berusaha membantu jan li menyerap seluruh energi yang di masukan nya ke dalam permata itu ke tubuh jan li, walau sudah merasa tidak sanggup lagi shen masih terus memaksakan diri nya.


Bruuuuuuuuuuaaaaakkkk...


Di dobrak nya pintu kamar shen bersamaan dengan shen yang langsung tidak sadarkan diri.


Sang ayah yang mendengar teriakan putri nya berasal dari ruangan shen langsung mendobrak pintu nya, betapa terkejutnya dia melihat putri nya berada di samping shen yang sedang tidak sadarkan diri.


" Ayah untung saja ayah datang, ayah cepat tolong dia " kata jan li yang merasa sangat khawatir.


" Kenapa aku harus menolong nya bukan nya dia baru saja menyakiti mu " sahut ayah nya.


" Ayah ini tidak seperti yang ayah fikirkan, dia hanya membantu ku cepat ayah tolong dia " kata jan li yang mencoba meyakinkan ayah nya.


Jan li yang melihat shen semakin lemah menjadi sangat khawatir, karena dirinya sekarang nyawa seseorang dalam bahaya apa yang harus dia lakukan.


Sang ayah yang melihat putri nya sangat mengkhawatir kan shen mencoba memeriksa keadaan shen.


Apa yang di lakukan anak ini hingga energi nya hampir habis, tidak mungkin dia melakukan itu pada putri ku memakai seluruh energi nya " dalam hati ketua desa itu.


Shen yang masih tidak sadarkan diri perlahan merasa sesuatu yang menyejukan tubuh nya kembali mengalir, rasa yang sangat nyaman perlahan dia menikmati nya. shen tanpa sadar langsung membuka mata nya.


Shen melihat jan li tertidur di samping nya sambil menggenggam erat tangan nya.


" Apa aku gagal membantu nya " ucap nya bergumam sendirian.


" Luar biasa demi menolong orang kamu hampir membahayakan nyawamu sendiri, aku sungguh sangat kagum pada mu " sahut mo yang tiba tiba berdiri di samping nya.


" Sudah lah mo lagian aku masih selamat " kata shen sambil tersenyum.


" Demi wanita semua rela di korban kan dasar payah " ucap mo yang langsung kembali menghilang.


Terserah saja lah niat ku baik, aku bukan tidak ingin mendengarkan mu " sahut shen dengan suara pelan.

__ADS_1


__ADS_2