
" Apa kamu yakin kamu bisa melakukannya " mo tiba tiba muncul di sampingnya.
" Aku tidak tahu tapi tidak ada salahnya mencoba "
" Kalau gitu kamu harus cepat, firasat ku tentang perguruan langit biru akan segera terjadi "
" Iya aku akan segera pergi setelah kesepakatan selesai "
Shen akhirnya tiba di depan perkemahan putri shie dan beberapa prajurit langsung menangkap nya.
"Kamu yang kemarin berada di pihak musuh, aku tidak menyangka kamu menyerahkan nyawa mu dengan sendirinya " kata prajurit itu.
" Aku kesini hanya ingin bertemu dengan tuan putri kalian, kalau aku tidak bisa bertemu dengan nya akan ku ratakan perkemahan ini dengan tanah " kata shen.
Beberapa prajurit itu langsung masuk dan memberi tahu putri shie.
" Tuan putri ada seorang pria yang ingin bertemu dengan tuan putri, tapi pria ini yang berada di pihak musuh kemarin " kata prajurit itu.
Pihak musuh, apa mungkin itu shen " dalam hati putri shie.
" Suruh saja dia masuk " kata putri shie.
" Baik tuan putri " jawab prajurit itu.
Beberapa prajurit membawa shen masuk ke dalam tenda putri shie dan menjaga nya sangat ketat.
" Kalian bisa pergi keluar dulu aku ingin berbicara pada nya " kata putri Shie yang masih memperhatikan shen.
" Salam yang mulia putri Shie " Shen menundukan kepalanya.
" Aku tidak mengira bisa bertemu lagi dengan mu secepat ini. tapi sangat di sayangkan kamu berada di pihak musuh ku " kata putri shie sambil menatap shen.
" Anda salah paham aku dari awal tidak pernah memihak kepada siapa pun " sahut shen.
__ADS_1
" Oh ya bagaimana kamu menjelaskan kenapa kamu bisa bersama mereka bahkan kamu menyelamatkan tuan putri itu" tanya putri shie.
" Kalau harus menjelaskannya terlalu panjang. sebenarnya aku ke sini hanya ingin memberikan pendapat ku saja tapi aku merasa tuan putri shie tidak akan setuju "
" Pendapat seperti apa, bagaimana aku bisa setuju atau tidak sebelum kamu berbicara pada ku "
" Baik kalau gitu aku mulai berbicara dari awal saja" kata shen.
Peperangan kedua kerajaan ini melibatkan puluhan ribu nyawa yang harus meninggal dengan sia sia.
Seorang istri Kehilangan suami nya, seorang anak Kehilangan ayah nya dan orang tua yang Kehilangan anak nya. kepergian mereka menjadi luka tersendiri bagi keluarganya.
Aku hanya berharap peperangan kedua kerajaan ini bisa berakhir. " Tanpa sadar shen meneteskan air mata nya.
" Jadi apa kamu memiliki cara agar bisa menyelesaikan peperangan ini " Putri shie merasa tersentuh mendengar penjelasan shen.
" Jalan terbaik dan tercepat hanya perdamaian, ku harap putri dapat menyetujuinya " kata shen
" Kalau tuan putri percaya kepada ku, aku pasti akan mengurus semua nya tanpa merugikan siapa pun" sahut shen.
" Aku pasti percaya padamu, kamu pemuda yang sangat berani. aku juga berhutang nyawa pada mu "
" Terima kasih banyak tuan putri shie "
" Bisakah kita berteman dan kamu memanggil nama ku "
" Tapi kamu adalah tuan putri ..." shen tidak melanjutkan bicaranya.
" Sudahlah lupakan saja.
aku berfikir kamu pasti penasaran kenapa aku menangis saat itu dan kenapa aku bisa berada di kapal itu "
Shen hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Waktu itu Ayah ku meminta beberapa pria untuk menikahi ku, tapi sayang nya tidak satu pun dari mereka yang ingin menikah dengan ku.
Aku meninggalkan istana hanya ingin mencari ketenangan dan menambah pengalaman ilmu bela diri ku.
Disaat aku sibuk berlatih berita peperangan kerajaan ku dengan kerajaan lain menyebar begitu luas dan aku memutuskan untuk kembali pulang dan memimpin pasukan ku.
Aku menangis hanya karena teringat kembali di saat saat yang menyedihkan itu.
mungkin semua pria tidak ingin menikahiku hanya karena aku seorang Jendral wanita yang kejam atau mungkin karena wajah ku yang sangat jelek " putri Shie tiba tiba menangis sambil menutup wajah nya.
" Ternyata seperti itu " shen berbicara sangat pelan.
" Menurut mu, apa aku begitu sangat jelek hingga tidak ada satu pun yang ingin menikahi ku "
" Tuan putri tidak baik berbicara seperti itu, jika sudah waktu nya tuan putri pasti akan mendapatkan suami dari kerajaan terbaik "
" Kalau kamu bilang begitu, bisakah kamu menjawab satu Permintaan ku "
" Tuan putri katakan saja "
" Apa kamu mau menikahi ku " tanya Putri Shie yang menatap mata shen.
" Maaf " Jawab shen sambil menundukan kepalanya.
" Aku sudah tahu jawaban mu, kamu sudah pasti menolak ku karena kamu memilih putri itu "
" Tuan putri shie salah paham, aku dan Putri yun lie hanya berteman saja. aku tidak ingin menikahi tuan putri shie karena aku masih harus melanjutkan perjalanan ku. ku mohon maafkan aku "
Putri shie tidak menjawab dan langsung memeluk shen dan perlahan mencium bibirnya.
" Aku sangat tenang sekarang, aku berharap kamu bisa menikahi ku suatu hari nanti "
Shen hanya tersenyum dan tidak menjawabnya.
__ADS_1