Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 92


__ADS_3

Shen yang merasa badan nya jauh lebih baik berusaha berdiri, perlahan shen berjalan ke pintu keluar. Shen memperhatikan jan li yang sedang melatih kemampuan nya shen merasa sangat bangga pada dirinya sendiri ternyata dia bisa menolong orang lain.


" Mau sampai kapan kamu berada di sini " kata mo yang tiba tiba berdiri di samping nya.


" Aku akan memulihkan tenaga dalam ku terlebih dulu " Sahut shen yang langsung berjalan masuk ke dalam.


" Lebih cepat lebih baik, Karena kamu sudah membantu keluarga ketua desa. aku takut sudah banyak yang akan datang mencari mu " kata mo.


" Mencari ku untuk apa " tanya shen.


" Mereka pasti berfikir kamu bukan manusia biasa, dengan menyerap seluruh kekuatan mu mereka akan bisa menjadi yang terkuat " jawab mo.


" Ternyata seperti itu, kalau begitu kita harus segera pergi dari sini "sahut shen.


" Semua tergantung pada mu, kalau kamu mengikuti ku aku berani menjamin kamu akan aman " kata mo yang terus mengikuti shen.


" Aku akan mengikuti mu, apa yang harus aku lakukan " sahut shen.


" Kamu harus tinggalkan rumah ketua desa ini sebelum matahari terbit besok " Sahut mo yang tiba tiba kembali menghilang.


Masih ada kesempatan untuk ku memulihkan tenaga dalam ku " dalam hati shen.


Shen masuk ke dalam kamar dan langsung mengunci nya, bagaimana pun juga memulihkan tenaga dalam tidak boleh ada gangguan sekecil apa pun.


Shen duduk bersila memulai memulihkan tenaga dalam nya, perlahan sesuatu mengalir ke dalam tubuh nya berbeda dari biasa nya.

__ADS_1


Hawa dingin yang mengalir di dalam tubuh nya seperti bercampur dengan hawa panas yang membakar sekujur tubuh nya.


Shen berusaha menahan sekuat tenaga nya bagaimana pun juga dia harus berhasil memulihkan tenaga dalam nya dalam waktu semalam. Semakin lama panas dalam tubuh shen seperti membakar seluruh permukaan kulit hingga daging nya, sedangkan aliran dingin terus mengalir bahkan meresap ke dalam tulang nya.


Shen mencoba mengeluarkan kedua api suci nya shen berharap kedua api suci nya mampu mengontrol panas dan dingin di dalam tubuh nya. Cara shen ternyata benar api suci hitam mampu mengontrol hawa panas yang seperti membakarnya sedangkan api suci putih nya mengontrol hawa dingin yang menyerap ke dalam tulang nya.


Shen masih terus mengendalikan kedua api nya tanpa sadar matahari akan segera terbit, shen yang teringat akan pesan mo bergegas pergi sayang sekali dia tidak sempat berpamitan kepada jan li dan ketua desa yang sudah merawat nya.


Sesuai perkiraan mo tidak lama setelah shen meninggalkan rumah ketua desa, beberapa orang mengepung rumah ketua desa itu sambil terus berteriak.


" Serahkan dia pada kami " teriak pemimpin yang mengepung rumah ketua desa.


Suara keributan membuat ketua desa dan putri nya bergegas keluar.


" Pemimpin Anjara dari bagian utara untuk apa pagi pagi sekali sudah mengepung rumah ku " kata ketua desa yang berdiri di depan pintu rumahnya.


Jan li merasa terkejut dia tidak menyangka shen akan dalam bahaya, jan li bergegas berlari ke kamar shen betapa terkejutnya jan li yang melihat kamar shen yang sudah kosong.


" Kalau kamu tidak ingin memberikan nya pada kami aku akan menganggap kamu memulai permusuhan dengan kami bagian utara Pesisir pantai moreta " sambung pemimpin itu yang merasa sangat marah.


" Tunggu dulu pemimpin utara, pria itu sudah melarikan diri " sahut jan li yang berdiri di samping ayah nya.


" Kalian hanya ingin membohongi ku, aku tidak percaya " kata pemimpin itu.


" Baik kalau pemimpin tidak percaya silahkan periksa saja rumah kami " sahut jan li dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Pemimpin itu tanpa ragu meminta beberapa anggota yang di bawa nya memeriksa rumah ketua desa itu.


" Tidak ada pria itu di dalam rumah ini " kata beberapa anggota nya yang sudah memeriksa rumah ketua desa.


" Sial, kalian sembunyikan di mana dia " teriak pemimpin itu.


" Kami tidak menyembunyikan nya, bahkan dia pergi kami saja tidak tahu " sahut jan li.


" Ku harap kalian tidak membohongi ku kalau tidak kalian akan tanggung akibat nya " kata pemimpin itu yang langsung berjalan pergi.


Jan li menghela nafas untung saja shen sudah tidak ada di rumah nya kalau tidak pemimpin bagian utara tidak akan melepaskan seluruh penduduk desa mangali.


" Apa dia benar sudah pergi " tanya ketua desa.


" Iya aku tidak tahu kapan dia pergi sekarang dia sudah tidak ada di rumah kita, mungkin dia sudah keluar dari desa kita " jawab jan li sambil tersenyum.


Jan li merasa sedikit menyesal dia belum sempat berterima kasih pada shen yang sudah menolong nya dua kali.


Di satu sisi shen terus berjalan tanpa tujuan ternyata jalan keluar dari desa itu tidak begitu sulit, hampir setiap jalan di beri tanda shen merasa senang tanda itu sungguh memudah kan nya untuk meninggalkan desa mangali.


Setelah keluar dari desa mangali shen masih belum tahu harus kemana, tanpa shen sadar dia sudah berada di sebuah kota yang dia sendiri tidak tahu nama kota itu.


Shen memperhatikan setiap penduduk sekitar yang lewat dan berjualan, shen merasa ada yang aneh dengan kota itu wajah dari penduduk itu terlihat sangat suram tidak ada sedikit pun keceriaan di wajah mereka.


" Kota akan di tutup " teriak beberapa prajurit berkuda.

__ADS_1


Seluruh warga yang mendengar teriakan itu menjadi sangat panik, shen yang tidak tahu apa yang terjadi kembali terus melanjutkan perjalanan nya.


__ADS_2