Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 89


__ADS_3

Shen terus berjalan tanpa sadar seseorang terus mengikuti nya dan bersiap menyerang nya.


" Makanan " teriak seorang wanita yang berlari ke arah shen.


Shen yang tidak tahu mengira wanita itu kelaparan, shen langsung mengeluarkan bekal yang sudah di siapkan ketua xu ling untuk nya dan di berikan pada wanita itu.


Wanita itu merampas makanan yang berada di tangan shen dan membuang nya, maksud dari wanita itu bukan dia ingin meminta makan tapi dia ingin memakan shen.


Shen yang melihat makanan yang di berikan ketua xu ling di buang merasa sangat marah, dia berlari mengambil kembali makanan itu dan langsung menyimpan nya.


" Kalau tidak mau tidak perlu di buang " teriak shen sangat keras.


Wanita itu seolah tidak mendengarkan shen dan langsung berlari ke arah nya.


" Chi mau makan kamu " teriak wanita itu sambil melompat ke badan shen.


Shen yang tidak sempat menghindar langsung tertindih tubuh wanita itu, bibir shen pun tidak sengaja bersentuhan dengan bibir wanita itu.


" Huuuuuaaaaaa " teriak wanita itu yang langsung berlari sambil menangis.


Shen yang tidak tahu kenapa wanita itu langsung menangis bergegas berdiri dan berjalan pergi.


Wanita yang menangis itu berlari masuk ke sebuah rumah sambil terus berteriak, sang ayah yang mendengar teriakan anak gadis nya langsung menghampiri anak nya itu.


" Mengapa kamu menangis " tanya sang ayah sambil menatap anak nya.


Wanita itu tidak menjawab dia terus memegangi bibir nya sambil berulang kali memajukan bibir nya, sang ayah seakan tidak percaya apa yang berusaha di jelaskan anak nya. Anak nya yang seperti itu siapa yang ingin mencium nya.


Tidak jauh dari pantai itu terdapat desa yang di huni salah satu manusia yang hidup di dunia magaraj, dulu nya ketua desa itu memiliki putri tunggal yang sangat cantik dan juga kuat.


Ambisi nya untuk menjadi semakin kuat malah membuat nya kehilangan kekuatan, tidak hanya kekuatan nya yang hilang bahkan putri ketua desa itu pun menjadi sedikit bodoh.


Wanita yang di temui shen adalah putri tunggal ketua desa itu, walau tidak percaya akan penjelasan putri nya sebagai sang ayah ketua desa itu langsung berjalan keluar.

__ADS_1


" Apa benar ada yang mencium nya, itu seperti tidak mungkin seluruh pria di desa saja menjauhinya " dalam hati ketua desa itu.


Ketua desa itu merasa anak nya hanya menghayal ketua desa itu pun bergegas kembali ke rumah nya.


Suara rumput yang di tebas membuat ketua desa itu merasa sangat kaget dan langsung menghentikan langkahnya. tidak lama shen keluar dari lebat nya rumput dan berjalan ke arah ketua desa itu.


" Sepertinya dia bukan dari daerah sini, tingkat pelatihan nya juga lumayan kalau aku bisa menyerap nya aku pasti akan menjadi sangat kuat " dalam hati ketua desa itu sambil terus menatap shen.


" Anak muda kamu mau pergi ke mana " tanya ketua desa itu sambil tersenyum.


" Tidak tahu " jawab shen sambil berjalan pergi.


Shen teringat apa yang di katakan ketua xu long in jangan percaya pada siapa saja yang tidak di kenal dunia magaraj berbeda dari dunia asli nya.


Shen tidak menghiraukan ketua desa itu dan terus berjalan pergi, ketua desa itu mengepalkan tangan nya dia tidak boleh membiarkan shen menjauh dari desa nya. Di luar sana juga banyak yang menunggu kesempatan seperti ini, dia tidak boleh melepaskan nya.


" Di luar sana berbahaya kamu seperti nya baru di sini " teriak ketua desa itu.


Shen menghentikan langkah nya dan kembali menghampiri ketua desa itu.


" Ikutlah dengan ku nanti akan ku jelaskan pada mu " jawab pria itu sambil tersenyum penuh arti.


" Jangan itu hanya jebakan " bisik mo mencoba memperingati shen.


" Biar saja aku juga tidak akan mungkin terjebak dengan mudah " sahut shen.


" Keras kepala " suara sheng tiba tiba terdengar.


Shen tidak menghiraukan mo dia terus mengikuti ketua desa itu.


" Masuklah dulu, kita akan bicarakan setelah kamu beristirahat " kata ketua desa itu sambil menunjuk satu ruangan untuk shen.


Shen tidak bertanya dia langsung berjalan ke arah ruangan yang di tunjuk ketua desa itu, belum sampai shen masuk ke dalam ruangan itu dia tidak sengaja melihat wanita yang di temui nya tadi. Wanita itu merasa sangat terkejut melihat shen berada di dalam rumah nya.

__ADS_1


Shen tidak mau berpikir yang bukan bukan dia langsung masuk ke dalam ruangan itu dan berbaring dengan santai.


" Dasar payah dengan mudah masuk jebakan yang sudah jelas " ucap sheng.


" Aku masih tidak mengerti, jebakan apa yang kalian maksud " tanya shen.


Baginya tidak ada yang aneh tentang ketua desa itu, sangat wajar jika seseorang bertamu ke desa mereka dan memberikan nya tempat untuk beristirahat.


" Dia sengaja tidak membiarkan mu pergi, seharusnya kamu menyadari " bisik mo.


" Dia ingin menjebak ku tujuan nya apa " tanya shen yang masih tidak mengerti.


" Sudah jelas tujuan nya demi menyerap semua kekuatan mu " sahut mo.


Shen langsung berdiri kalau betul apa yang di bilang mo dirinya sekarang dalam bahaya besar. Shen mencoba membuka pintu ruangan itu berulang kali, sangat aneh pintu itu tidak bisa di buka walau dia sudah mencoba membuka nya pakai kekuatan.


" Sial sepertinya pintu ini di segel " ucap shen bergumam sendiri.


" Kamu sudah di beri tahu tidak percaya " sahut mo.


" Terus sekarang bagaimana " tanya shen yang merasa kebingungan.


" Tidak tahu " jawab mo.


Suara mo kembali menghilang bahkan spiritual nya juga tidak berbicara, shen merasa sangat bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.


" Pintunya kenapa di kunci, aku ingin buang air " teriak shen sambil menggedor pintu.


Shen mengulangi ucapan nya sambil terus berteriak dan menggedor pintu ruangan di depan nya.


Wanita itu berlari keluar dia ingin memberitahu ayah nya kalau orang yang mencium nya ingin keluar, sampai di luar wanita itu tidak menemukan ayah nya di mana pun.


Cara membuka segel yang di pasang ketua desa itu sebenarnya sangat muda, hanya dengan memegang pintu itu dari luar segel akan langsung menghilang.

__ADS_1


Wanita itu yang tidak menemukan ayah nya kembali masuk ke dalam rumah dan berdiri di depan pintu ruangan shen, tanpa sengaja wanita itu memegang pintu kamar shen dan segel pun akhirnya terbuka.


Shen yang tahu segel nya sudah terbuka langsung keluar, dia melihat wanita yang di temuinya tadi berdiri tidak jauh dari pintu kamar nya shen berusaha tidak menghiraukan wanita itu dan pergi meninggalkan nya.


__ADS_2