Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 105


__ADS_3

Shen yang sudah menyimpan kedua kitabnya langsung membuka kitab pemecah diri yang berada di pangkuannya, Shen mulai menarik nafas dan membuangnya lalu perlahan menutup kedua matanya.


Hembusan angin yang sangat kencang dan percikan air yang menyentuh kakinya membuat shen langsung membuka mata, Shen memperhatikan dirinya yang sedang duduk di sebuah batu di tepi sungai.


" Ini di mana " ucap shen sambil memperhatikan sekelilingnya.


Shen yang tidak sengaja melihat hutan bambu berada tidak jauh dari sungai bergegas berjalan ke arah hutan bambu itu, Tidak tahu kenapa hutan bambu itu seolah terus memanggil nya.


Shen yang sudah sampai di depan hutan bambu bergegas masuk menyusuri hutan bambu yang sangat tinggi itu, Jalan yang di buat di dalam hutan bambu itu seperti labirin yang mampu membuatnya tersesat.


Shen yang sudah berkeliling berjam jam mulai kelelahan dan memutuskan untuk berhenti sejenak, Shen menarik nafas dan membuangnya perlahan sambil meluruskan kakinya yang merasa kelelahan.


" Ini aneh, kenapa aku tidak menemukan petunjuk apapun untuk menguasai jurus pemecah diri. Tapi yang lebih aneh lagi aku hanya berjalan beberapa jam kenapa sudah merasa kelelahan, sebelum aku sampai di perguruan Diyu zi aku bahkan berjalan beberapa hari tanpa berhenti tapi tidak juga merasakan lelah " ucap shen yang berbicara sendiri.


" hehehehe " suara tawa dari belakang shen membuat shen terkejut dan langsung berdiri.


" Siapa anda nenek tua " tanya shen sambil menatap seorang nenek tua yang berdiri di depannya.


" Bukan siapa siapa, aku hanya ingin memberitahu hutan bambu ku ini terbuat dari ilusi. semakin kamu memiliki tekad yang kuat hutan bambu ku akan semakin menyesatkan mu " ucap nenek itu sambil tersenyum.


" Ikutlah dengan ku anak muda " sambung nenek itu sambil memutar badannya dan berjalan pergi meninggalkan shen.


Shen hanya diam tidak menjawab perkataan nenek itu dan langsung mengikuti nenek itu dari belakang.


Nenek itu menghentikan langkahnya di depan sebuah gubuk tua yang tidak memiliki pintu sambil menatap shen.


" Mari masuk anak muda, gubuk ku ini mungkin tidak sesuai dengan selera anak muda seperti mu " ucap nenek tua itu sambil kembali berjalan memasuki gubuk tuanya.


Shen tidak menjawab dan langsung melangkah memasuki gubuk nenek itu.


" Duduklah anak muda, katakan tujuan mu " ucap nenek tua itu.


" Kalau boleh tahu memangnya ada berapa tujuan yang bisa ku dapatkan di sini " ucap shen.


" Hehehe, pertanyaan yang menjebak.


Aku tidak akan memberitahu mu, sekarang langsung saja katakan tujuan mu " sahut nenek tua itu sambil tertawa.


" Aku ingin menguasai jurus pemecah diri, apa nenek bisa memberitahu kemana aku harus mencari pemilik jurus itu " ucap shen.

__ADS_1


" Apa maksudmu pemecah diri seperti ini " sahut nenek tua itu.


Nenek tua yang duduk di depan shen mulai menutup matanya, Shen yang memperhatikan apa yang di lakukan nenek tua itu merasa sangat terkejut.


Shen terdiam seolah tidak percaya apa yang di lihatnya, nenek tua yang duduk di depannya langsung memecah dirinya menjadi tujuh dan mengelilinginya.


" Apa yang kamu maksud seperti ini anak muda " ucap pecahan diri nenek tua itu yang berada di belakang shen.


" Apa kamu yakin ingin menguasai jurus ini " ucap pecahan diri nenek tua itu yang berada di sebelah shen.


" Ya aku ingin menguasainya "sahut shen.


Shen masih menatap nenek tua itu yang perlahan kembali menjadi satu, Nenek itu berdiri dan berjalan ke arah shen.


" Anak muda jurus pemecah diri tidak bisa di kuasai sembarang orang, jika kamu ingin menguasainya tunjukan pada ku bahwa kamu pantas untuk menguasai jurus itu " ucap nenek tua itu yang berdiri di depan shen.


" Bagaimana cara ku menunjukkan nya pada nenek " sahut shen lagi.


" Sangat mudah, perlihatkan pada ku seberapa kuat tekad mu dengan mencari jalan keluar dari sini ke tepi sungai " ucap nenek tua itu.


" Baik aku akan melakukannya tapi tolong nenek tidak mengingkari nya " sahut shen sambil berdiri dan berjalan pergi meninggalkan gubuk nenek tua itu.


Shen yang baru beberapa langkah meninggalkan gubuk nenek tua itu langsung di sambut dengan hutan bambu yang menjulang tinggi, tanpa banyak berpikir shen kembali berjalan tidak tentu arah sambil berharap bisa keluar dari hutan bambu itu secepatnya.


Hari sudah mulai gelap, saat terang saja aku tidak bisa keluar dari hutan bambu ini sekarang aku harus bagaimana " dalam hati shen.


Shen yang merasa kebingungan mulai duduk dan mencoba menenangkan pikiran nya.


" Anak muda, aku sudah mengatakan pada mu semakin kuat tekad mu maka akan semakin sulit untuk mu keluar dari hutan bambu ini " ucap nenek tua yang berdiri di belakang shen sambil memegang pundak pundak shen.


Shen yang merasa terkejut langsung melompat lalu menatap nenek tua itu.


" Aku sudah tahu kamu tidak mungkin bisa keluar dari hutan bambu ini, menyerahlah " ucap nenek tua itu sambil memutar badannya dan berjalan meninggalkan shen.


" Nenek tua tunggu dulu " teriak shen sambil berlari mengejar nenek tua itu.


Shen yang mengikuti nenek tua itu dari belakang akhirnya keluar dari hutan bambu dan sampai di tepi sungai sebelumnya.


" Anak muda ku beri satu kesempatan terakhir jika kamu berhasil aku akan memberikan jurus pemecah diri itu pada mu " ucap nenek tua itu yang berdiri tepat di depan shen.

__ADS_1


" Baik nek, katakan untuk kali ini aku pasti bisa melakukan apapun yang kau minta " sahut shen.


" Hehehe, kalau begitu bergegas lah aku ingin kamu berendam di sungai ini hingga matahari terbit " ucap nenek tua itu sambil tertawa.


" Baik " ucap shen tanpa berpikir.


Nenek tua itu menatap shen sambil tersenyum sebelum pergi meninggalkan shen sendirian.


Tanpa banyak berpikir shen langsung menceburkan dirinya ke sungai, dingin air sungai di malam hari tidak membuat shen menyerah.


" Aku pasti bisa, bagaimana pun juga aku harus berhasil menguasai jurus pemecah diri itu " ucap shen yang berbicara sendiri.


Shen perlahan duduk berendam di sungai sambil mencoba meningkatkan aura nadinya.


Shen yang menutup matanya tiba tiba merasa air di dalam sungai itu semakin dingin, shen juga merasa ada yang aneh dengan badannya seolah olah ada sesuatu yang menariknya keluar dari dalam air.


Walau shen merasa sangat kedinginan hingga tubuhnya seperti membeku shen mencoba bertahan berendam di dalam sungai itu.


Shen yang masih terus berendam tiba tiba merasa sesuatu mencoba keluar masuk ke dalam tubuhnya, shen yang tidak bisa menahannya tanpa sadar langsung tidak sadarkan diri.


" Hehehe, anak muda ini berpikir sangat mudah menahan dingin nya air sungai. anak muda ini tidak tahu sungai tempatnya berendam adalah tempat untuk menguasai jurus pemecah diri " ucap nenek tua itu sambil mengeluarkan shen dari dalam air.


" Karena aku sudah menguji tekad mu yang kuat, aku terpaksa membantu mu anak muda " sambung nenek tua itu.


Nenek tua itu mengambil tusuk rambutnya dan menusukannya ke jari shen hingga berdarah, nenek tua itu juga mengambil air sungai dan meneteskan darah shen ke air sungai yang sudah di ambilnya.


Air sungai yang sudah di campur dengan darah perlahan di siramkan ke seluruh tubuh shen, Nenek tua itu yang merasa sudah menyelesaikan tugasnya bergegas pergi meninggalkan shen.


" Anak muda aku telah membantu mu bangunlah, aku berharap tekad mu tidak akan pudar karena aku membantu mu hanya karena tekad mu yang kuat. Aku berharap kamu menggunakan jurus itu dengan sangat baik " ucap nenek tua itu yang terdengar di telinga shen.


Shen yang mendengar suara nenek tua di telinganya perlahan membuka mata, Shen melihat sekelilingnya ternyata dia sudah kembali berada di dalam ruang nirwana.


" Aku sudah kembali, apa aku sudah berhasil menguasainya " ucap shen yang berbicara sendiri.


Kalau begitu lebih baik aku mencobanya " dalam hati shen.


Shen mengikuti cara nenek tua itu yang perlahan menutup matanya dan mencoba memecah dirinya.


Shen kembali membuka matanya dan betapa terkejutnya dia yang berhasil menguasai jurus pemecah diri walau hanya bisa memecah dirinya menjadi dua.

__ADS_1


" Aku sudah menguasainya, ternyata perkiraan ku tidak salah sebenarnya nenek tua itu sengaja menyuruhku keluar dari hutan bambu karena ingin mengetes tekad ku. tapi nenek tua itu tidak tahu sekali aku bertekad aku tidak akan memudarkan tekad ku " ucap shen yang berbicara sendiri.


Walau aku tidak tahu bagaimana caranya aku bisa menguasai jurus pemecah diri, tapi aku sangat yakin nenek tua itu pasti yang membantu ku. aku berharap bisa berterima kasih padanya " dalam hati shen.


__ADS_2