
Sebentar lagi kamu akan memasuki lembah surinah, kamu harus ingat apapun yang terjadi jangan pernah memanggil kami " bisik mo.
" Aku akan mengingatnya " sahut shen sambil terus berjalan.
Shen yang sudah sampai di lembah langsung di sambut dengan kesunyian, kesunyian yang tidak seperti biasanya membuat shen menjadi waspada.
" Siapa kamu?" tanya suara yang tiba-tiba terdengar.
" Kamu yang siapa?" tanya shen balik.
" Aku penunggu lembah ini, sudah sangat lama tidak ada yang pernah datang kemari, katakan dengan jujur apa tujuanmu kemari " sahut suara tanpa wujud.
" Baiklah aku akan jujur, aku kemari ingin mencari tulang naga " ucap shen.
" Hahaha, untuk apa kamu mencarinya beritahu aku alasannya " sahut suara tanpa wujud yang terus tertawa.
" Aku membutuhkannya untuk penyembuhan istriku " ucap shen yang sengaja asal bicara.
" Heh, sejak kapan tulang naga bisa menjadi obat penawar" sahut suara yang tiba-tiba terdengar di belakang shen.
" Itu hakmu, mau percaya atau tidak yang terpenting aku sudah memberitahukan " ucap shen yang langsung memutar badannya.
Shen yang melihat naga terbang tepat di depannya merasa sangat terkejut, sheng dan mo tidak memberitahu jika penunggu lembah surinah adalah naga.
" Untuk apa kamu menginginkan tulangku " ucap sang naga sambil menatap shen.
" Aku sudah memberitahukanmu tadi, aku tidak akan mengulangi jawabanku " sahut shen.
" Bagus, ternyata besar juga nyalimu " ucap sang naga yang bersiap menyemburkan apinya.
Shen yang melihat naga di depannya ingin menyemburkan api langsung menggunakan api sucinya untuk melindunginya, shen menatap naga itu yang berulang kali menyemburkan api ke arahnya.
" Kenapa aku tidak merasakan hawa panas dari api naga itu " ucap shen dengan suara pelan.
Sepertinya ada yang aneh dengan naga itu, biasanya walau aku sudah menggunakan api suci sebagai pelindung aku tetap merasakan hawa panasnya" dalam hati shen.
Shen yang merasa ada keanehan dengan naga di depannya langsung melepaskan api suci pelindungnya, shen kembali menatap naga yang bersiap mengeluarkan semburan api ke arah.
" Heeeh, kenapa kamu melepaskan api pelindugmu " ucap sang naga.
__ADS_1
" Tidak ada alasan untuk aku menggunakannya terus " sahut shen.
" Sombong, terima ini " ucap sang naga yang langsung menyemburkan apinya.
Shen yang sengaja tidak memakai api pelindung terlihat sangat santai menerima semburan api sang naga, semburan api yang terlihat transparan membuat shen akhirnya mengerti bahwa naga di depannya bukanlah naga sebenarnya.
" Aku tahu kamu mungkin penjaga lembah ini, tapi bukankah tidak baik menggunakan samaran seperti itu lagipula semburan apimu tidak bisa mengenaiku " ucap shen.
" Heh, ternyata kamu sudah mengetahuinya baiklah kalau begitu aku akan menggunakan wujudku yang sebenarnya " sahut sang naga yang tiba-tiba berubah wujud.
" Kamu lagi " ucap shen yang melihat wu gi berdiri di depannya.
" Sepertinya semua sudah kamu rencanakan " sambung shen.
" Aku tidak merencanakan apapun, tapi semua bisa jauh lebih baik jika kamu mengurungkan niat dan tujuanmu itu " sahut wu gi.
" Memangnya apa niat dan tujuanku " ucap shen yang sengaja ingin memancing wu gi.
" Kamu ingin mendapatkan tulang naga karena kamu sebenarnya ingin membangkitkannya, jika kamu masih bersikeras ingin membangkitkannya aku yang akan membunuhmu di sini " sahut wu gi.
Ternyata dari awal dia sudah mengetahuinya " dalam hati shen.
Shen yang masih berpikir bagaimana bisa wu gi mengetahui semuanya tiba-tiba teringat mantra yang sebelumnya terus berputar di pikirannya, shen yang membaca di dalam hati tiba-tiba mengeraskan suaranya.
Baaaaaaaaaammmmmmmm...
Shen yang baru selesai membaca mantra tiba-tiba melihat Wu gi terikat kakinya yang tidak menginjak tanah membuat shen sedikit kebingungan.
" Tunggu saja, aku tidak akan membiarkanmu berhasil membangkitkannya " teriak wu gi yang menghilang tanpa jejak.
Tepat setelah wu gi menghilang dari dalam tanah keluar tulang yang terbilang cukup besar, shen yang berpikir itu sudah pasti tulang naga yang di carinya langsung mengambilnya dan menyimpannya ke dalam kotak ruangnya.
" Sepertinya di sini tidak aman " ucap shen yang merasa tanah bergetar hebat.
Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung menggunakan jurus dua dunianya untuk keluar dari dalam lembah surinah.
" Haaaah, akhirnya " ucap shen sambil menghela nafas.
" Ternyata dia penunggu lembah itu " sahut mo yang berdiri di samping shen.
__ADS_1
" Tidak sesederhana itu, jika dia memang hanya penunggu lembah dia tidak akan membuat shen berada di hutan berkabut dan dia juga tidak mungkin menampakan diri seperti beberapa hari yang lalu" ucap sheng.
" Lalu apa menurutmu dia orang suruhan pria itu?" tanya mo.
" Kemungkinan besar iya " sahut sheng.
" Pria siapa maksud kalian " ucap shen.
" Nanti juga kamu akan mengetahuinya, karena sekarang kamu sudah berhasil mendapatkan tulangku yang harus kamu cari adalah seribu satu macam darah " sahut sheng.
" Apa itu seribu satu macam darah?" tanya shen.
" Seribu satu macam darah adalah nama air pancuran, darah yang keluar dari pancuran itu bisa mengeluarkan darah apa saja yang kamu butuhkan " ucap sheng.
" Lalu di mana aku harus mencarinya?" tanya shen.
" Hanya perguruan darah yang memiliki pancuran itu, tapi " ucap sheng yang tidak melanjutkan perkataannya.
" Tapi apa?" tanya shen lagi.
" Perguruan darah adalah perguruan aliran hitam, untuk mendapatkan darah dari pancuran tidak semudah yang kamu pikirkan " sahut mo.
" Yang lebih parah lagi ketua perguruan darah biasanya memanjakan putrinya, jika kamu bertemu dengan putrinya dan putrinya menginginkanmu menjadi budaknya habislah kamu " sambung mo.
" Kalau begitu kita harus mengambilnya secara diam-diam " ucap shen.
" Tidak semudah itu, setahuku jika ingin mengambil darah dari pancuran itu harus melakukan sebuah ritual " sahut mo.
" Sial, kenapa harus menggunakan ritual kalau begitu apa yang harus ku lakukan " ucap shen.
" Sudahlah lebih baik kita pergi kesana saja dulu, setelah sampai di sana aku akan memikirkan caranya untuk mengambilnya " sambung shen.
" Terserah kamu, ku harap kamu tidak salah melangkah karena satu saja kesalahan kamu tidak mungkin bisa mendapatkan darah dari pancuran itu " sahut mo.
" Tenang saja aku akan berusaha yang terbaik, berapa lama perjalanan ke perguruan darah?" tanya shen sambil terus berjalan.
" Dari sini sekitar tiga hari, tapi jika kamu bergerak cepat mungkin hanya membutuhkan waktu satu hari satu malam untuk sampai di sana " sahut mo.
" Kalau begitu lebih baik aku bergerak cepat, karena semakin cepat aku mendapatkan semua yang di perlukan semakin cepat xieyu mei bisa di selamatkan " ucap shen yang langsung berlari.
__ADS_1
" Bagus, karena semakin cepat semua di kumpulkan semakin cepat juga aku kembali memiliki wujud yang sempurna " sahut sheng.
Shen yang kembali melanjutkan perjalanannya memutuskan untuk tidak berhenti sama sekali, shen berpikir jika dia bisa mempersingkat waktu xieyu mei bisa di selamatkan dengan sangat cepat dan dia tidak lagi merasa bersalah padanya.