
Tok, tok, tok...
Shen yang berdiri di depan pintu kamar Gladi memberanikan diri mengetuk pintu, shen merasa dia tidak memiliki pilihan selain meminta gladi mengantarnya keliling perguruan darah.
" Masuklah " ucap gladi.
Shen yang mendengar gladi menyuruhnya masuk dengan berat hati langsung membuka pintu, shen melihat ke arah gladi yang terus tersenyum menatapnya.
" Apa kamu sudah berubah pikiran " ucap gladi yang membuat shen terkejut.
" Tidak " sahut shen.
" Lalu kenapa kamu datang kemari?" tanya gladi.
" Aku pernah mendengar tentang perguruan darah, kalau kamu tidak keberatan bisakah kamu mengajakku berkeliling " sahut shen.
" Tentu saja aku tidak keberatan, semua demi kamu apapun akan ku lakukan " ucap gladi.
Ya ampun, aku tidak bisa mempercayainya bagaimana bisa wanita ini mengucapkan kata-kata seperti itu" dalam hati shen.
" Apa yang kamu tunggu " ucap gladi yang berdiri tepat didepan shen.
" Tidak ada " sahut shen yang langsung berjalan keluar.
Gladi yang berjalan di samping shen menjadi perhatian banyak murid, sebagian dari murid itu merasa iri melihat shen berjalan bersama gladi seperti pasangan.
" Lihatlah mereka memperhatikan kita " ucap gladi.
" Biarkan saja " sahut shen tanpa menatap gladi di sampingnya.
" Tempat apa ini?" tanya shen yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
" Ini pohon keinginan " sahut gladi.
" Apa maksudnya?" tanya shen yang masih tidak mengerti.
" Pohon yang berada di tempat ini di sebut pohon keinginan, jika seseorang menginginkan sesuatu cukup memberikan rambut dan darahnya sebagai tanda persembahan " sahut gladi.
Shen hanya diam menatap beberapa pohon yang menurutnya tidak ada bedanya dengan pohon biasa, walau merasa ragu shen memilih tidak bertanya karena sebenarnya bukan itu tujuan utamanya.
" Seperti ini " ucap gladi yang membuat shen terkejut.
Shen menatap gladi yang memotong rambutnya dan mencampurkannya dengan darahnya, tidak sampai di situ gladi yang sudah mencampurkan darah dan rambutnya langsung melaburkannya ke pohon di depannya.
" Aku ingin memilikinya " ucap gladi yang semakin membuat shen merasa sangat terkejut.
" Memiliki siapa?" tanya shen.
" Tentu saja memilikimu " sahut gladi sambil memegang pipi shen.
" Seperti yang sudah kamu lihat sebenarnya tidak ada yang istimewa dari perguruan ini, aku sudah mengajakmu berkeliling aku merasa lelah ingin beristirahat " sambung gladi yang berjalan meninggalkan shen.
" Tunggu " ucap shen.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya galdi yang langsung menghentikan langkahnya.
" Aku pernah mendengar perguruan darah memiliki pancuran darah apa itu benar " ucap shen.
" Hemmm, sebenarnya memang benar hanya saja tempat pancuran darah tidak bisa di masuki sembarang orang, aku tidak bisa membawamu melihatnya " sahut gladi.
" Ya sudahlah, kalau begitu " ucap shen.
" Putriku kenapa kamu membuatnya kecewa seperti itu, ayah melihatmu benar-benar menyukainya besok bawa saja dia menghadiri ritual " sahut ayah gladi yang tiba-tiba berdiri di belakang shen.
" Karena ayah sudah mengizinkannya aku tidak mungkin menolak keinginannya " ucap gladi sambil berjalan pergi.
" Kamu jangan senang dulu " bisik mo.
" Kenapa?" tanya shen.
" Sepertinya pria tua itu merencanakan sesuatu " sahut mo.
" Sebenarnya aku juga merasa ada yang aneh, sudahlah kita lihat saja apa yang akan di lakukannya besok " ucap shen.
Shen yang berjalan pergi mengikuti gladi dari belakang membuat ayah gladi tersenyum, Ayah gladi yang merasa putrinya sangat menyukai shen memutuskan untuk menyatukan keduanya saat ritual pancuran darah berlangsung.
Shen yang tidak bisa tidur memikirkan apa yang akan di lakukan ketua perguruan darah membuatnya gelisah, perasaannya yang menjadi tidak tenang membuat shen akan berhati-hati besok.
" Bangunlah " teriak gladi.
" Kenapa lambat sekali " ucap gladi yang melihat shen baru membuka pintu.
" Ini masih belum pagi " sahut shen.
" Ingatlah untuk lebih berhati-hati " bisik mo.
" Akan ku usahakan " sahut shen yang langsung mengikuti gladi dari belakang.
Gladi yang berdiri di depan sebuah gerbang bergegas membukanya, shen yang mengikuti dari belakang merasa cukup terkejut melihat banyaknya orang yang berkumpul di depan pancuran darah.
" Kemarilah " ucap ayah gladi sambil menatap shen.
Shen yang melihat dirinya di panggil bergegas menghampiri ayah gladi, seluruh orang yang terus membaca mantra sambil menatap shen membuat shen semakin tidak tenang.
" Gladi kemarilah, teteskan darahmu di atas kepalanya saat ayah menyiramnya dengan darah dari pancuran " ucap ayah gladi.
" Apa ayah yakin " sahut gladi yang berjalan menghampiri ayahnya.
" Demi kamu " ucap ayah gladi sambil tersenyum.
" Sepertinya aku tahu apa yang akan mereka lakukan " ucap sheng.
" Apa?" tanya shen.
" Mereka ingin menikahkanmu sekarang, kalau sampai wanita itu berhasil menteskan darahnya di kepalamu dan pria tua itu juga berhasil menyirammu kamu akan resmi menjadi suaminya " sahut sheng.
" Baiklah aku mengerti " ucap shen.
__ADS_1
Gladi yang sudah bersiap meneteskan darahnya di atas kepala shen membuat shen langsung mengambil langkah cepat, shen yang berhasil mengambil darah dari pancuran di depannya bergegas pergi menggunakan jurus dua dunianya.
" Tidak, kemana dia pergi " teriak gladi.
" Cari pria itu bagaimanapun juga dia tetap harus menikahi putriku " ucap ayah gladi.
Semua orang yang membaca mantra di depan pancuran darah langsung berpencar mencari shen, perintah dan keinginan putri ketua perguruan darah harus bisa terpenuhi atau mereka yang akan menjadi sasaran kemarahan.
" Aku sudah bisa menduganya tapi aku tidak percaya dia bahkan tidak ingin menikahiku " ucap gladi sambil mengepalkan tangannya.
" Ini kesalahan ayah yang tidak bisa menahannya, kamu harus percaya ayah akan membawanya kembali " sahut ketua perguruan darah.
" Tidak ada gunanya, aku sudah tidak menginginkannya lagi " ucap gladi.
" Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya ayah gladi.
" Aku ingin membunuhnya, aku ingin meminum darah segarnya " sahut gladi.
" Kalau begitu ayah akan mencarinya sampai dapat, kamu tenanglah jangan sampai semua orang tahu kalau kamu bukan sepenuhnya manusia " ucap ayah gladi.
" Aku akan tenang, tapi jika kamu tetap juga tidak bisa membawanya hidup-hidup padaku aku akan menjadikan semua orang di perguruan ini tidak lagi memiliki darah " sahut gladi.
" Baiklah " ucap ayah gladi.
Di sisi lain shen yang berhasil mendapatkan darah dari pancuran merasa sangat lega, Shen benar-benar tidak menyangka pernikahan aliran sesat hanya menggunakan darah.
" Aku sudah bilang wanita itu sangat berbahaya " ucap mo.
" Aku masih tidak mengerti maksudmu " sahut shen.
" Selama ini wanita itu mencari pria untuk di jadikan budak nafsunya jika dia bosan dia akan menghisap habis darahnya " ucap mo.
" Kalau begitu untung saja aku tidak tergoda " sahut shen.
" Kamu memang tidak tergoda dengan tubuhnya, sekarang dia juga sudah tidak ingin memiliki tubuhmu lagi " ucap mo.
" Itu sangat bagus, akhirnya aku terbebas tanpa penyesalan " sahut shen.
" Dia memang tidak ingin memiliki tubuhmu, yang di inginkan sekarang adalah darah segarmu " ucap mo yang membuat shen terkejut.
" Itu terlihat sangat sadis tapi bukan berarti aku tidak bisa melawannya, saat ini yang harus ku lakukan mengumpulkan semua agar sheng dan kamu bisa kembali menjadi naga sebenarnya " sahut shen.
" Tenang saja, hanya tinggal satu lagi " ucap sheng.
" Apa itu?" tanya shen.
" Api suci " sahut sheng.
" Aku sudah memilikinya " ucap shen.
" Kita membutuhkan satu api suci lagi, dan api suci itu bernama api sucinya keabadian " sahut sheng.
" Di mana lagi kita mencarinya " ucap shen.
__ADS_1
" Di sebuah tempat, tapi yang terpenting saat ini kamu harus segera pergi dari sini " sahut sheng.