
" Kalau kamu berjalan kaki seperti ini walau dua tahun juga belum tentu bisa mendapatkan semua jenis bahan itu " Kata mo yang berada di sampingnya.
" Mau bagaimana lagi " Shen hanya pasrah.
" Kamu lihat di depan sana siapa yang mendekat kesini "
Shen memperhatikan dengan sangat serius siapa yang di maksud mo yang sedang mendekat ke arahnya.
Hewan berwarna putih dengan mata merah menyala berlari ke arahnya dan berhenti tepat di depannya.
" Tuan maaf Chiktan terlambat menyelamatkan tuan " Chiktan masih terus menatap shen.
" Chiktan aku sangat senang bisa melihat mu lagi " Shen mengelus kepala chiktan.
" Tuan mau pergi kemana "
" Mencari beberapa bahan untuk membuat obat penawar racun Pencabut nyawa "
" Tuan kalau berjalan kaki terlalu lama tuan bisa menaiki Chiktan. Chiktan akan berlari sangat cepat. "
" Tapi ... " belum selesai bicara.
" Kalau kamu mau kedua ketua itu Kehilangan nyawanya, maka kamu jalan kaki saja " kata mo.
" Baiklah chiktan aku bergantung pada mu.
sekarang kita harus mencari Rumput tiga hati tapi kemana kita harus mencarinya "
" Chiktan pernah mendengar tentang rumput itu dan chiktan tau di mana rumput itu tumbuh " kata chiktan.
" Benarkah kalau begitu bawa aku ke sana " Sahut shen.
" Tapi tuan "
" Sudahlah kita pergi saja dulu ke sana " kata shen.
Satu hari satu malam chiktan terus berlari melewati lebat nya hutan dan akhirnya sampai di tempat tujuan nya.
Shen langsung turun dan mencari dimana rumput tiga hati itu berada.
Hawa di tempat itu sangat sejuk dan membuatnya merasa mengantuk, shen melihat chiktan sudah tertidur lelap .
__ADS_1
Perlahan shen menutup matanya dan tertidur.
Shen terbangun dan langsung berdiri. Dia berada di tempat yang berbeda dari yang tadi bahkan chiktan juga tidak ada di sana.
Shen memperhatikan rumah yang berada di depannya. Suara tertawa beberapa anak kecil terdengar sangat keras dari dalam rumah itu.
Shen berjalan perlahan mendekati pintu rumah itu dan mengetuk pintu nya.
" Tunggu sebentar " Suara dari dalam rumah itu.
Seorang anak perempuan dengan rambut terurai berdiri di depan shen dan terus menatap nya.
" Ayah akhirnya kamu pulang " anak itu memeluk kaki shen.
Shen tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan siapa anak perempuan itu.
Dari dalam keluar satu anak perempuan dan satu anak laki laki.
" Ye ye. ayah akhirnya pulang " Kedua anak itu terlihat sangat bahagia .
" Sayang siapa yang berada di luar " Seorang wanita yang tidak asing bagi shen keluar dari dalam rumah itu.
Xieyu mei yang di depannya lebih tua dari xieyu mei yang baru beberapa hari bertemu dengan nya.
" Ada apa, kenapa di luar sangat ramai sekali " seorang wanita keluar dan berada di belakang xieyu mei.
" Putri yun lie " Shen semakin tidak mengerti apa yang terjadi.
Ketiga anak kecil itu menarik tangan shen masuk ke dalam rumah itu.
" Mama coba lihat siapa yang datang " Teriak anak laki laki yang menarik tangan shen.
Lagi lagi keluar seorang wanita yang tidak asing bagi nya.
" Putri shie "
Ketiga anak itu duduk di pangkuan ibu nya masing masing.
Satu satunya anak laki laki di pangku Putri Shie. anak perempuan yang membukakan nya pintu di pangku putri yun lie dan seorang anak perempuan berambut pendek di pangku Xieyu mei.
" Ini apa yang terjadi, kalian sebenarnya siapa" Tanya shen yang masih merasa kebingungan.
__ADS_1
Ketiga anak itu berlari dan memeluk shen.
" Ayah kenapa tidak mengingat kami dan ibu " Ketiga anak itu menangis sambil memeluk shen.
" Kami istri mu, kenapa kamu bertanya seperti itu " Kata xieyu mei.
" Tidak, aku masih belum memililki istri. ku tanya satu kali lagi kalian semua siapa " Shen terlihat sangat marah.
" Kami bertiga istri mu, apa kamu tidak merindukan kami " Putri yun lie berjalan ke arah shen dan memeluk nya.
" Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang. kalau kalian tidak ingin membertahu ku kembalikan aku ke tempat ku semula. masih ada hal yang penting dari pada aku tetap berada di sini. "
" Ayah tidak sayang kita " Ketiga anak itu menangis semakin keras.
" Kamu tidak perlu lagi kemana mana tetap lah di sini bersama kami. kita akan berkumpul menjadi satu dan kita akan menjadi keluarga yang sangat bahagia " Putri Shie menatap mata shen dengan tatapan penuh cinta.
" Ini bukan dunia ku, aku tidak menginginkan kalian semua. aku hanya menginginkan Rumput Tiga hati untuk menyembuhkan ketua perguruan ku "
Shen berdiri dan berjalan ke pintu keluar.
Shen sangat terkejut dia sudah kembali ke tempatnya semula.
Cahaya hijau pekat perlahan keluar dari dalam semak semak. Shen berjalan mendekati cahaya itu.
Di depannya Sebuah rumput bercabang tiga dengan satu rumput kecil menempel di setiap cabang nya bersinar sangat terang.
tiba tiba suara misterius terdengar dengan sangat keras.
" Anak muda kamu sangat berjodoh dengan rumput tiga hati. Bawalah rumput tiga hati itu tapi perlu kamu ingat... " Belum selesai bicara.
" Siapa pun kamu aku mengucapkan terimakasih. aku harus segera pergi " Shen membangunkan chiktan dan berjalan pergi meningalkan tempat itu.
" Anak muda kenapa kamu tidak mendengarkan terlebih dulu.
Karena kamu sudah memasuki alam rumput tiga hati dan sudah mencabut nya, maka seumur hidupmu tidak akan bisa melepaskan ketiga hati itu atau pun meninggalkan nya kecuali kematian yang memisahkan.
kamu juga tidak bisa hanya memilih salah satu dari hati mereka, karena hati mereka bertiga sudah menjadi satu untuk mu.
semua sudah menjadi resiko siapa saja yang mencabut rumput tiga hati." Suara itu tiba tiba menghilang.
Shen tidak mendengar apa yang dikatakan suara misterius itu. shen terus melanjutkan perjalanan nya.
__ADS_1