Pengorbanan Cinta 2

Pengorbanan Cinta 2
Bab 18


__ADS_3

Hari ini, cuacanya cukup panas dan membuat siapapun berkeringat karena terkena terik matahari. Nanda tidak bisa bersemangat mengikuti mata kuliahnya. Karena dosen yang mengajar adalah Dafa. Kalau Nanda bisa memilih, dia ingin kabur ke kantin daripada harus menerima tatapan sinis dosen sok ganteng itu.


"Nanda, maju ke depan dan jelaskan pendapat kamu tentang kasus yang saya jelaskan tadi"perintah Dafa dengan wajah dingin.


"Saya Pak?"jawab Nanda.


"Iya kamu. Memang siapa lagi?"ketus Dafa.


Nanda bangkit dari kursi dan berjalan menuju depan kelas. Dia menjelaskan tentang materi yang diberikan Dafa tadi. Dafa berdiri tak jauh dari Nanda dan memerhatikan mahasiswinya begitu seksama. Dia begitu kagum melihat bagaimana pintarnya wanita itu.


"Bagus. Saya suka penjelasan dari kamu. Kamu bisa kembali duduk"ucap Dafa mempersilahkan Nanda kembali ke tempat duduknya.


Nanda pun melangkahkan kakinya namun tak sengaja dia tersandung kabel laptop Dafa, dan tubuh Nanda pun terhuyung ke depan. Dengan cepat Dafa meraih tubuh Nanda dan menarik pinggangnya hingga tubuh keduanya bersentuhan.


Mata Nanda membulat sempurna, bahkan jantungnya tiba-tiba berdegup dengan kencang saat matanya bertemu dengan mata tajam milik Dafa. Tangan kekar Dafa melingkar sempurna di pinggannya dan alhasil membuat dia harus menahan napas karena gugup. Dafa pun merasa gugup karena dia tidak pernah sedekat ini dengan perempuan.


"Cieee...."


Semua mahasiswa bersorak saat melihat adegan super romantis yang mereka lihat secara live streaming itu. Suara gaduh mahasiswa menyadarkan lamunan Nanda dan Dafa. Akhirnya Dafa melepaskan tubuh Nanda.


"Maaf Pak"ucap Nanda lalu berjalan kembali menuju bangkunya.


"Hush diam! Atau saya beri kalian semua nilai D!"teriak Dafa yang membuat suasana langsung hening.


Nanda tertunduk malu, saat tatapan meledek dari teman-temannya tertuju kepadanya. Dafa pun melanjutkan pelajarannya kembali.


Hingga akhirnya jam pembelajaran pun selesai. Sebelum teman-temannya mulai meledeknya, Nanda sudah keluar dari kelas bahkan sebelum Dafa keluar terlebih dahulu. Dafa mengernyitkan keningnya merasa heran dengan tingkah Nanda.


Almira baru saja selesai melakukan praktek pengamatan tumbuhan di green house yang ada di kampus. Dia sangat takjub saat melihat betapa besar dan lengkapnya koleksi tumbuhan yang ada di green house itu. Dia merasa sangat bersyukur dan bangga bisa berkuliah di kampus ini.


Tiba-tiba langkah Almira terhenti saat lagi-lagi Geng Miss menghadang dia.


"Cie anak miskin kelihatan banget kampungannya"sindir Jeje.


"Iya nih, nggak pernah ya lihat green house"sambung Ria.

__ADS_1


"Dasar kampungan. Iuhhh"lanjut Sindi dengan nada jijik.


"Kenapa sih kalian selalu mengganganggu aku? Apa salahku?"tanya Almira jengah.


"Salah kamu itu...karena kamu miskin dan kampungan"ejek Ria sambil menunjuk dada Almira.


"Dan kamu berani-beraninya deketin Langga. Kamu pikir kamu siapa? Ingat kamu itu miskin"sambung Sindi.


"Nggak pantas kamu kuliah di kampus elit kayak gini. Kamu pantesnya itu ke laut aja"lanjut Jeje.


Almira merasa sangat bosan dengan sikap dan perkataan mereka yang selalu menyakitinya. Dia berusaha tidak peduli dengan semua itu, tapi kali ini dia tidak mau harga dirinya semakin diinjak-injak.


Almira mendorong Sindi yang beraa tepat di depannya karena wanita satu itu menghalangi jalannya. Melihat temannya di dorong, Rindi dan Jeje langsung menarik tangan dan rambut Almira. Dan akhirnya Almira pun dikeroyok oleh mereka bertiga.


Dan dari arah kantin, Zahra dan Nanda melihat keributan yang mereka lihat di area taman dekat green house ketika keduanya berjalan meninggalkan kantin.


"Nan, bukannya itu adik tingkat yang pernah kita tolong ya?"ucap Zahra menunjuk ke arah Almira.


"Oh iya benar. Eh dia dibully lagi sama geng uler kutukupret itu"seru Nanda.


"Tolongin yuk." Nanda pun menarik tangan Zahra dan keduanya berlari menuju taman itu.


"Hei hei...lepasin nggak!"tegur Nanda menarik paksa cengkeraman ketiga wanita itu dari Almira.


"Kalian mau kita laporin ke rektor? Ini udah termasuk kasus bullying"sambung Zahra yang ikut terbawa emosi.


"Kalian nggak usah ikut campur ya. Nggak usah sok jadi pahlawan kesiangan"balas Sindi sengit.


"Heh sorry ya, aku bangun tidur itu selalu pagi nggak pernah kesiangan"ucap Nanda dengan santainya.


Perkataan Nanda memancing amarah Sindi hingga akhirnya terjadi adu jambak antara mereka berdua. Zahra berusaha melerai keduanya namun kedua teman Sindi justru membantu Sindi.


Dan entah bagaimana Langga dan Nendra yang akan menuju ke kantin dikejutan dengan keributan. Mereka berdua terkejut saat melihat Nanda bertengkar dengan Geng Miss.


"Lang, itu Nanda kan?"ujar Nendra menujuk ke arah taman.

__ADS_1


"Gila, dia lagi berantem Nen"kata Langga.


Karena darahnya sudah mendidih, Sindi mengeluarkan tenaganya dan mendorong Nanda dengan kuat hingga akhirnya dia terjatuh ke tanah dan kepalanya membentur sebuah batu yang ada di taman itu.


BUGHH


"NANDA!!!" Langga dan Nendra berteriak keras bersamaan saat melihat Nanda celaka. Dan suara keduanya mengalihkan perhatian para wanita yang ada di taman.


Kedua pria itu berlari ke taman dan langsung menghampiri Nanda yang sudah tak sadarkan diri. Zahra dan Almira terkejut saat melihat dua pria yang sedang dekat dengan mereka begitu khawatir pada Nanda.


"Nan...bangun!"ujar Nendra menepuk pipi Nanda.


Langga menyentuh dahi Nanda yang sudah berdarah, "Nan buka mata kamu."


Dan tanpa mereka sadari sejak tadi Dafa sudah memerhatikan mereka dan dia langsung berlari saat melihat Nanda terluka, "Apa yang terjadi?"


Dafa langsung menarik tubuh Nanda dari dekapan Nendra, "Nanda bangun." Nanda mengatakan itu sambil mengelus kepala Nanda.


Dan hal itu membuat semuanya menatap bingung ke arah Dafa hingga dia berteriak, "Kenapa kalian diam saja? Kita bawa Nanda ke rumah sakit."


Dafa langsung membopong Nanda dan sebelum pergi dia berkata, "Kalian bertiga harus bertanggung jawab untuk ini," tegas Dafa lalu dia berjalan secepat mungkin menuju mobilnya.


"Kalau sampai Nanda kenapa-napa, kalian akan tanggung akibatnya"ancam Langga dengan tatapan setan yang ditujukan kepada Geng Miss yang sudah ketakutan sejak tadi.


Langga dan Nendra pun mengikuti Daa begitu juga dengan Zahra dan Almira yang mengikuti langkah kedua pria itu. Mereka berempat berada di satu mobil yang sama. Zahra dan Almira saling memandang saat melihat Langga dan Nendra terlihat begitu ketakutan setelah kejadian tadi.


Mereka berdua tidak tahu kenapa kedua pria itu sangat mencemaskan keadaan Nanda. Bahkan terlihat jelas kemarahan mereka terhadap Sindi dan teman-temannya. Ditambah lagi, kedua pria itu tidak bisa tenang selama perjalanan menuju rumah sakit.


"Kalau terjadi sesuatu kepada Nanda, aku akan membalas perbuatan mereka"ucap Nendra begitu marah.


"Mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal"lanjut Langga.


Kenapa Kak Langga begitu marah? Apa Kak Langga suka sama Kak Nanda, batin Almira.


Nendra begitu mencemaskan Nanda, apa mereka berdua mempunyai hubungan khusus, pikir Zahra.

__ADS_1


__ADS_2