Pengorbanan Cinta 2

Pengorbanan Cinta 2
Bab 63


__ADS_3

Hari lamaran Apsara pun tiba. Semua pekerja di rumah keluarga Wijaya sedang bersiap sedemikian rupa. Menghias rumah dan menyiapkan makanan. Selain itu mereka juga membantu majikan-majikan mereka untuk berdandan. Tentu saja keluarga sultan ini memakai jasa EO, designer, MUA, dan hair do yang terbaik untuk acara ini.


Sementara itu, keluarga Sanjaya baru saja meninggalkan apartemen Sanjaya. Selain kedua orang tuanya, anggota keluarga Sanjaya lain yang datang kedua adik tiri dan pasangan mereka, dan saudara-saudara dari kedua orang tuanya. Mereka semua memasukkan satu persatu kotak seserahan ke dalam mobil.


"Sanjaya, kenapa kamu memberikan banyak seserahan yang mahal-mahal. Berlebihan sekali" protes Retno.


"Aku memang ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuk calon istriku" balas Sanjaya.


"Apa yang istimewa dari dia? Dia saja bukan keluarga bangsawan" ejek Retno.


"Retno, hentikan ucapanmu. Walau bagaimanapun dia itu calon menantu kita. Seharusnya kita membantu dia untuk beradaptasi dengan keluarga kita" seru Wisnu.


"Terserah kalian" tandas Retno.


Setelah persiapan selesai, Sanjaya beserta keluarganya pun pergi menuju kediaman Apsara. Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka memasuki area perumahan super duper elite yang menjadi tempat tinggal keluarga Wijaya. Retno sempat dibuat takjub dengan runah mewah yang berada di perumahan itu. Seperti istana. Bahkan halaman depan rumah sangatlah luas.


"Sanjaya, ini benar alamat rumah Apsara di sini?" tanya Wisnu.


"Benar ayah" jawab Sanjaya dengan santai.


"Masa sih calon istri kamu tinggal di perumahan elite begini" timpal Retno.


Sanjaya tak menjawab pertanyaan ibu tirinya. Dia tetap fokus menyetir. Hingga akhirnya dia menghentikan mobilnya setelah berhasil memasuki pekarangan rumah Apsara. Bangunan rumah yang tinggi, luas, dan mewah membuat keluarga Sanjaya terpukau dan takjub.


Dan di jalan menuju pintu rumah sudah berdiri para bodyguard yang berjumlah dua belas orang untuk menyambut mereka. Belum ada yang bersuara. Keluarga Sanjaya masih sibuk dengan kekaguman mereka. Sanjaya membawa keluarganya masuk ke dalam rumah. Dan saat Sanjaya masuk ke dalam rumah para pelayan juga menyambut dan menerima seserahan yang diberikan Sanjaya.


"Selamat datang semuanya" sambut Bara yang berjalan dengan Asmara. Dimana Bara sudah memakai batik dan Asmara mengenakan kebaya.


"Pak Bara, anda di sini?" tanya Wisnu.


"Kebetulan Apsara adalah adikku" ucap Bara datar.

__ADS_1


Wisnu terkejut saat Bara berkata kalau Apsara adiknya. Dan dia langsung berpikir kalau Apsara adalah salah satu anak dari keluarga Wijaya. Asmara mengajak keluarga Sanjaya menuju halaman belakang rumah. Dimana acara lamaran akan di laksanakan di sana dengan konsep garden party. Sudah tertata kursi-kursi yang terbuat dari kaca ada aksen warna emas. Ditambah ornamen-ornamen penuh bunga begitu mewah.


Dan di sana sudah ada Arya, Isyan, Dion, dan Rara. Wisnu merasa tak percaya jika dugaannya tadi benar. Melihat para pebisnis hebat itu.


"Selamat datang di kediaman sederhana kami Pak Wisnu" ujar Arya begitu ramah namun ada penekanan saat dia bicara.


"Jadi Apsara itu anak Pak Arya atau Pak dion?" tanya Wisnu memastikan.


"Apsara itu anak pertama Arya. Sementara Bara anak pertama saya. Dan masih ada tiga orang lagi anak kami" sela Dion.


"Jadi saya tidak bermimpi bahwa saya akan berbesan dengan Pak Arya Praditya?" ucap Wisnu meyakinkan.


"Tentu saja tidak. Apsara memang anak kandungku. Lahir dari istriku, Isyana" balas Arya sambil melirik Retno yang terlihat diam terpaku.


"Sanjaya, apa kamu tidak memberitahu kedua orang tua kamu, tentang identitas calon istrimu sendiri?" kata Isyan dengan nada menyindir.


"Tidak ada yang bertanya. Jadi aku diam saja" ujar Sanjaya santai. Dia tidak nampak terkejut dengan situasi ini. Karena sebelumnya dia sudah memperkirakan apa yang akan terjadi.


"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan sekarang. Yang pasti setelah penghinaanmu kepada Apsara, jangan harap hidup kita akan aman" bisik Wisnu pada Retno.


Retno tentu saja bukan orang yang kurang update informasi. Dia sangat tahu siapa itu keluarga ini. Bagaimana pengaruh mereka di negara ini. Bahkan keluarga ini bisa melakukan apapun yang mereka inginkan.


Dan acara lamaran pun dimulai. Keluarga Sanjaya berbicara terlebih dahulu untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Tak lupa Sanjaya menyampaikan prakata untuk meminta restu kepada orang tua Apsara.


Asmara terlihat begitu menikmati acara ini. Dia membayangkan seandainya orang tuanya masih ada, mungkin dia bisa melaksanakan acara lamaran walaupun sederhana. Bara yang tahu isi pikiran istrinya langsung merangkul mesra istrinya.


"Apa perlu aku melamarmu lagi?" bisik Bara.


"Tidak usah. Kamu ada-ada saja" tolak Asmara.


Setelah Sanjaya selesai melakukan pidatonya. Arya menyuruh pelayan memanggil Apsara. Dan tak menunggu lama, munculah Apsara yang begitu cantik memakai kebaya model sabrina dengan rambut dicepil modern dan digandeng oleh Nanda. Sementara Langga dan Nendra berjalan mengiringinya. Kemudian Apsara didudukkan tepat di seberang kursi yang diduduki Sanjaya.

__ADS_1


Sanjaya tak melepaskan pandangannya dari Apsara sama sekali. Wanita yang dingin itu, kini terlihat begitu sangat cantik dan anggun. Apsara diberi kesempatan untuk berbicara dan menyatakan persetujuannya menerima lamaran Sanjaya.


"Setelah mempertimbangkan banyak hal, aku sempat berpikir apakah calon ibu mertuaku mau menerima aku yang bukan dari kalangan bangsawan? Karena dalam pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang saja, tetapi dua keluarga harus bisa saling menerima. Tapi setelah melihat senyum calon ibu mertuaku, tentu saja aku menerima lamaran Sanjaya" jelas Apsara.


Kemudian kedua keluargapun menentukan tanggal pernikahan Apsara dan Sanjaya. Pernikahan mereka berdua akan dilaksanakan di Jogja dengan mengusung adat Jogja sesuai latar belakang keluarga Sanjaya. Dan Arya meminta adanya resepsi pernikahan untuk anak pertamanya itu. Awalnya Retno menolak, karena resepsi pernikahan itu agak berseberangan dengan tradisi keluarganya. Namun ketika Isyan mempertegas bahwa keluarganya yang akan menanggung semua biaya pernikahan, maka Retno langsung diam.


Acara lamaran pun selesai. Jika Sanjaya sudah memberikan seserahan kepada Apsara, begtu juga sebaliknya. Sanjaya pun diberikan seserahan juga. Dan saudara-saudara Sanjaya begitu melihat isi kotak seserahan untuk Sanjaya yang terdiri dari jam tangan, sepatu, parfume, satu set jas, perawatan wajah, dan kacamata dengan brand ternama. Tidak hanya itu keluarga Apsara juga memberikan cinderamata mewah untuk keluarga Sanjaya.


Dan keluarga Sanjaya pun meninggalkan kediaman keluarga Apsara. Di sepanjang perjalanan, keluarga Sanjaya tak henti-hentinya memuji kekayaan dan kemewahan keluarga Apsara. Mereka yang begitu royal, loyal, dan berpengaruh. Bahkan tak jarang ada yang mengatakan iri kepada Wisnu bisa berbesan dengan keluarga itu


"Tidak perlu terlalu memuji keluarga calon istriku. Mereka hanya keluarga kalangan biasa" ucap Sanjaya menyindir Retno.


"Tapi mereka sangat kaya, San" sela saudara tiri pertama.


"Aku tidak membayangkan berapa total kekayaan keluarga mereka. Mungkin jika mereka mau, mereka bisa membeli Jogja beserta isinya" sambung saudara tiri kedua.


"Mereka tidak perlu membeli Jogja dan seisinya, negara ini pun bisa mereka beli" tandas Wisnu.


*****


Dan setelah keluarga Sanjaya pulang, Apsara dan keluarganya pun berkumpul di gazebo taman belakang rumah. Mereka membicarakan bagaimana sikap setiap orang dari anggota keluarga Sanjaya.


"Si ibu tiri mukanya kayak kaget gitu" ucap Nanda.


"Iya, apalagi setelah tahu Kak Apsa anaknya mama sama papa" sambung Langga.


"Dalam hati ibu tiri itu berkata 'Ku menangis membayangkan betapa kayanya keluarga calon menantuku'" ucap Nendra sambil bernyanyi.


"Ini semua karena ide kamu juga Nen" ujar Arya.


"Sekarang kamu mulai tahu ya, bagaimana cara membalas orang yang menghina keluarga kamu" ucap Dion.

__ADS_1


"Ya siapa yang nggak kesel coba. Dia menghina kakakku. Untung cuma diperlihatkan kemewahan yang dirumah aja. Belum yang lainnya. Bisa jantungan itu ibu tiri" seru Nendra berapi-api.


__ADS_2