Pengorbanan Cinta 2

Pengorbanan Cinta 2
Bab 45


__ADS_3

"Satu."


"Dua."


"Tiga."


Tak...Tak...Tak


Di tengah keheningan ruangan itu, tiba-tiba terdengar suara hentakan sepatu. Suara itu semakin jelas ketika sang pemilik mulai memasuki panggung. Dan terlihatlah sosok Nanda yang berdiri anggun dengan senyum merekah sudah memakai gaun barunya yang merupakan gaun milik Isyan dulu.


Dafa terpana melihat pesonan Nanda yang terlihat seperti seorang putri kerajaan. Tubuh rampingnya dibalut oleh gaun merah maroon yang indah penuh dengan butiran kristal kecil dengan ekor panjang. Semua ini semakin lengkap dengan tatanan rambut, make up, dan perhiasan yang dikenakan Nanda.


Nanda melangkahkah kakinya menuju tengah panggung untuk melakukan catwalk saat musik pengiring baru saja diputar. Dia berpose begitu apik dan luwes. Memberikan sorot mata yang tajam dan senyum menggoda layaknya model profesional.


Tepuk tangan penonton mengiringi setiap langkah Nanda. Siapa yang tak terpesona dengan penampilan dia yang seperti ini. Nanda yang telah melakukan catwalk langsung kembali ke sisi panggung untuk bergabung dengan dua finalis lain.


Sindi menatap Nanda dengan tatapan tidak suka. Bahkan dia sudah meremas gaunnya karena merasa rencananya gagal total. Dia tidak percaya bagaimana bisa Nanda mendapatkan gaun sebagus itu dalam waktu yang singkat.


"Kenapa melihatku seperti itu? Apa kamu iri dengan gaunku?" lirih Nanda dengan nada mengejek.


"Aku iri dengan kamu? Tidak! Gaun itu pasti gaun murahan. Tidak mungkin kamu bisa mendapatkan gaun yang mahal seperti yang aku pakai" ketus Sindi begitu sombong.


Nanda hanya tersenyum menanggapi ucapan Sindi. Dia merasa sangat bersyukur karena Langga datang didetik-detik terakhir. Nanda tidak menyangka bahwa dia akan mengenakan gaun milik mamanya yang begitu indah.


"Baiklah. Sudah bersama kita tiga finalis. Ini adalah babak terakhir. Ini adlaah sesi tanya jawab. Di mana setiap finalis akan mendapatkan pertanyaan yang sama. Tapi untuk menghindari jawaban yang sama, finalis yang menunggu giliran untuk menjawab pertanyaan harus mengenakan headphone" jelas MC.


Lalu datanglah dua orang mahasiswi yang memakai jas almamater membawa headphone di tangan masing-masing. Hanya Anisa yang tidak memakai headphone karena dia yang mendapat giliran pertama untuk maju. MC memanggil Anisa untuk maju ke tengah panggung.


"Pertanyaannya adalah apa kualitas yang ada pada diri anda, untuk menjawab sebagai seorang campuss princess ?" ucap MC.

__ADS_1


Anisa menjawab cukup lancar. Dia mengatakan yang intinya bahwa dia orang yang displin dan akan melakukan semua hal sesuai aturan yang berlaku. Anisa kembali ke tempatnya. Headphone dilepas dari telinga Sindi.


Sindi maju ke tengah panggung dan mendapat pertanyaan yang sama dari MC. Sindi menjawab cukup lantang dan cukup ambisius. Dia mengatakan bahwa kualitas dia adalah memiliki peranan sehingga bisa memberikan pengaruh kepada semua orang.


MC meminta Sindi kembali ke tempatnya. Lalu MC menyebut nama Nanda. Nanda maju ke tengah panggung. Dia pun mendapatkan pertanyaan yang sama seperti kedua temannya.


"Seorang campus princess, anda harus memiliki rasa percaya diri sebagai individu. Campus Princess adalah pribadi yang mengalahkan rasa takut. Dengan cara itu saya bisa menolong perempuan lain untuk melawan rasa takut mereka. Dia yang mampu menaklukan semua tugas. Dan saya rasa itulah diriku" ucap Nanda.


Semua orang memberi tepuk tangan kepada Nanda seusai dia menjawab pertanyaan itu. Nanda kembali ke tempatnya lagi. MC mempersilahkan juri umtuk berunding menentukan urutan pemenang.


Lima menit berlalu. Ketua dewan juri, yaitu salah satu dosen pria senior, bangkit dari kursinya. Dia membawa sebuah amplop lalu naik ke atas panggung. Diberikannya amplop itu kepada MC. Di pinggir panggung sudah siap beberapa mahasiswa yang membawa buket bunga, selempang, dan piala untuk masing-masing juara.


"Di tangan saya sudah ada amplop yang berisi nama pemenang. Dan saya akan memanggil juara ketiga campus princess of the year, jatuh kepada..."


Instrumen musik terdengar mendukung suasana tegang ditambah lighting yang lebih fokus kepada tiga wanita cantik yang berdiri di atas panggung.


"Anisa" seru MC disambut tepuk tangan penonton.


"Pasti aku yang menang" lirih Sindi.


"Kamu bukan juri" balas Nanda.


"Tapi, aku yakin kalau aku adalah pemenangnya. Kamu nggak pantas jadi pemenang bahkan berada di atas panggung ini, dasar miskin" ejek Sindi sambil meremas telapak tangan Nanda yang dia pegang.


Nanda menahan suara rintihannya dan membalas remasan tangan Sindi lalu berkata, "Tidak usah macam-macam," gertak Nanda.


MC berdiri di belakang Nanda dan Sindi tepat di tengah-tengah kedua perempuan itu. MC melirik mereka berdua secara bergantian.


"Dan the new campus princess of the year diberikan kepada...."

__ADS_1


Nanda nampak tegang tapi dia tetap memasang senyum termanisnya. Dafa melihat apa yang ada di panggung sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di atas meja.


"Syainanda!!!" teriak MC dengan lantangnya.


Nanda menganga dan tubuhnya langsung membeku saat namanya disebut sebagai juara. Para penonton, khususnya mahasiswa S2 Hukum langsung berdiri dan bersorak gembira saat teman sejawat mereka menjadi juara.


Sindi begitu terkejut dan tidak terima saat Nanda yang menjadi juara. Harapannya mendapatkan title sebagai campus princess harus kandas. Seorang mahasiswa menghampiri Sindi dan memberikannya selempang, buket bunga, dan piala terlebih dahulu.


Mahasiswa itu menyuruh Sindi untuk menyingkir dari tengah panggung agar dia berdiri di tempat Anisa berdiri. Tapi Sindi bersikukuh untuk berdiri di tempat dia berpijak.


Lalu naiklah juara campus princess tahun lalu bersama seorang mahasiswa yang berada di belakangnya. Wanita cantik itu mengalungkan selempang dan memberikan buket bunga kepada Nanda. Lalu tibalah saat wanita itu memahkotai penerusnya yaitu Nanda.


Suara teriakan para penonton menyeru di seluruh sudut ruangan. Bahkan semua orang hingga para juri sudah berdiri dan bertepuk tangan begitu meriah.


"Selamat ya" ucap wanita itu sambil memeluk Nanda.


Nanda masih tersenyum kaku karena dia tidak menyangka kalau dia akan menjadi pemenang. Dia pun melakukan first walk sambil melambaikan tangan kepada seluruh hadirin yang hadir.


Dafa untuk pertama kalinya tersenyum melihat betapa anggunnya dan berwibawanya sosok Nanda hari ini. Dia merasa sangat bangga karena gadis itu melakukan pembuktian diri.


Nanda kembali ke tengah panggung setelah melakukan first walk. Tiba-tiba Sindi mendekat lalu menyerobot mengambil secara paksa mahkota yang melingkar di kepala Nanda.


"Awww!!!" teriak Nanda terkejut saat rambutnya terasa sakit ketika Sindi menarik mahkota itu secara paksa dari atas kepalanya.


Suasana langsung hening seketika. Tidak ada yang bersuara sama sekali. Semua orang langsung memandang ke arah panggung.


"Kamu nggak pantas jadi pemenang. Harusnya aku yang menang. Bukan kamu. Aku ngga bisa terima ini" teriak Sindi sambil mengangkat mahkota yang dia pegang tinggi-tinggi.


"Tolong kembalikan mahkota itu kepada pemiliknya" pinta pemenang campus princess tahun lalu.

__ADS_1


"TIDAK!!!" tegas Sindi.


__ADS_2