Pengorbanan Cinta 2

Pengorbanan Cinta 2
Bab 69


__ADS_3

Setelah melakukan persiapan selama dua bulan lamanya, akhirnya hari pernikahan Apsara dan Sanjaya pun tiba. Semua anggota keluarga besar Wijaya dan Praditya sudah tiba di Jogja. Termasuk Kusuma, Rama, dan Sinta yang sudah jauh-jauh terbang dari Amerika ke Jogja demi pernikahan cucu kesayangan mereka.


Empat hari menjelang hari pernikahan, semua keluarga Apsara sudah berada di Jogja. Mereka menempati rumah milik Wisnu. Sementara keluarga Wisnu menempati rumah milik kakeknya Sanjaya. Karena Apsara akan menikah dengan keluarga keraton maka dia harus mengikuti segala prosesi adat Jawa, yang dimulai hari ini.


Dan tentu saja acara pernikahan ini sudah menjadi perbicangan ditengah masyarakat. Masyarakat dibuat penasaran dengan sosok anak pertama pemilik PT. Surya Kontraktor dan sang istri. Karena sama sekali anak-anak keluarga pebisnis itu menampakkan diri kepada awak media. Hingga terdengar desas-desus pernikahan putra Wisnu Yudhaningrat dengan putri pertama Arya Praditya. Dan akhirnya Arya pun mengkonfirmasi kebenaran berita itu. Sekaligus meminta para media turut hadir pada acara pernikahan anaknya nanti.


Dan malam ini adalah malam midodareni. Apsara dan keluarganya sedang bersiap di kamar masing-masing. Dan terjadi sebuah kerusuhan antara adik-adik Apsara di kamar mereka.


"Aku nggak mau dandan kayak pengantin" protes Nanda.


"Kenapa? Kan sekalian loh Nan. Belajar jadi pengantin sebelum jadi pengantin beneran" ujar Nendra tak mau kalah.


"Apaan sih, Nen. Nggak lucu tahu" elak Nanda.


"Kan kamu bentar lagi mau nikah sama Kak Dafa. Jadi sekalian manasik nikahan gitu" timpal Langga yang mulai bisa melucu akibat keakrabannya dengan Sanjaya.


"Kak Langga, di mana-mana itu manasik haji. Nggak ada manasik nikahan" sela Almira dengan wajah polos.


Zahra menepuk jidatnya setelah melihat wajah polos Almira kemudian dia berkata, "Betapa polosnya dirimu adik kecil," timpal Zahra.


"Udah sih terima aja bentar lagi kamu mau nikah" tandas Langga.


"Iya bener. Toh juga Kak Dafa nggak akan pernah ngebiarin cowok-cowok di kampus ngedeketin kamu. Kamu tahu kan sekarang, sebucin apa Kak Dafa sama kamu? Aku aja sampai heran. Bisa-bisanya kamu ngilang di kampus sepuluh menit dia udah ketar-ketir kayak mau perang dunia" jelas Zahra mebeberkan segala kebucinan Dafa.


"Ah aku juga inget waktu itu. Kak Dafa bisa-bisa marah-marah sama aku waktu nggak sengaja ngelihat Nanda di cafe bareng sama cowok lain. Padahal cowok itu kan aku" imbuh Nendra dengan jiwa tukang meledeknya.


Semua yang ada di kamar itu pun tertawa dengan begitu puas. Entah bagaimana sifat dingin dan datar Dafa berubah menjadi sosok yang cukup protekfit dan menyebalkan setelah bersama Nanda.


"Ngeledek aja terus" omel Nanda dengan wajah cemberutnya.


Kemudian mereka semua keluar dari kamar. Berkumpul dengan yang lainnya di ruang tengah yang cukup besar di rumah itu. Dafa dan Herdian pun turut hadir dalam acara pernikahan Apsara. Semua anggota keluarga sudah memakai seragam beskap dan kebaya yang berwarna coklat muda.


Kemudian datanglah rombongan keluarga Sanjaya. Wisnu memperkenalkan satu persatu orang yang dia bawa. Dan hampir seluruh anggota keluarga besarnya beserta abdi dalem ikut bersamanya. Keluarga Apsara sampai geleng-geleng kepala melihat pasukan yang Sanjaya bawa.

__ADS_1


Ada salah satu keponakan Sanjaya yang seumuran dengan adik-adik Apsara yang diam-diam mencuri-curi pandang kepada Nanda yang berdiri tepat di seberangnya. Dafa yang melihat kelancangan keponakan Sanjaya langsung tersulut emosi dan rasa cemburunya terbakar. Hal itu membuat Dafa tiba-tiba memegang tangan Nanda dengan mesra.


"Tatap aku sekarang!" bisik Dafa kepada Nanda.


"Hah apa?" lirih Nanda yang belum mengerti maksud ucapan Dafa.


Karena otak Nanda masih loading, akhirnya Dafa menyentuh wajah Nanda dan menghadapkan wajah wanita muda itu ke arahnya.


"Dafa mulai bucin deh" ucap Herdian yang sejak tadi memperhatikan tingkah cucunya itu.


"Hahaha, sepertinya tiga manusia es sudah menjadi manusia bucin" sambung Kusuma yang duduk di sebelah Herdian.


"Nggak nyangka kita bakal jadi calon besan, Her" sela Rama.


"Jodoh memang nggak kemana" balas Herdian sambil terkekeh.


Dan acara midodareni pun dimulai. Hingga acara tersebut berlangsung lancar dan khidmat. Retno meminta izin kepada Isyan untuk bertemu dengan Apsara untuk memberikan kebaya pernikahan warisan turun temurun keluarga mereka secara langsung.


Diantarkannya Retno ke kamar dimana Apsara berada. Sesampainya di kamar, Apsara menyuruh para pelayan untuk meninggalkan kamar. Hanya tinggal dia bersama calon ibu mertuanya.


Apsara menerima kotak itu sambil tersenyum dan berkata, "Terima kasih ibu," balas Apsara.


"Apsara, ibu mau meminta maaf jika ibu pernah menghinamu. Ya memang ibu orang yang angkuh, namun itu semata-mata karena ibu besar di keluarga yang memiliki pola pikir seperti itu" ujar Retno dengan suara serendah mungkin.


"Ibu, aku besar di keluarga yang selalu mendidikku untuk memaafkan orang jika orang itu mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Dan aku sudah memaafkan ibu. Tapi bisakah aku meminta satu permintaan?" ucap Apsara.


"Apa itu?" tanya Retno.


"Bisakah ibu jelaskan kepada seluruh anggota keluarga ayah mertuaku tentang kebenaran tuduhan perselingkuhan mendiang Ibu Ningsih?" tandas Apsara.


Dan seketika wajah Retno terlihat terkejut kemudian dia berkata, "Kamu..."


"Ibu Ningsih tidak pernah berselingkuh. Tapi saudara laki-lakimu yang menyukai Ibu Ningsih dan selalu berusaha menemuinya. Hingga akhirnya kedatangan saudaramu menimbulkan berita perselingkuhan itu. Karena, saudaramu adalah keluarga bangsawan maka pembelaan Ibu Ningsih tidak dipercaya. Justru dia harus diusir dan diceraikan oleh ayah mertuaku. Benarkan, Bu?" sela Apsara berbicara begitu yakin.

__ADS_1


Retno terlihat menunduk malu mengetahui bahwa calon menantunya mengetahui rahasia terbesar keluarganya yang disimpan begitu rapat.


"Aku tahu, ibu terkejut kan? Bukan hal sulit untukku mengetahui ini. Ibu hanya perlu membersihkan nama baik Ibu Ningsih. walaupun dia sudah tiada, setidaknya dia bisa tenang di sana ketika semua orang berhenti menyumpahinya" tegas Apsara.


"Tapi keluargaku..."


"Atau aku yang akan memberitahu keluargamu? Karena aku sudah bertemu dengan orang yang keluargamu bayar untuk menyebar fitnah terhadap Ibu Ningsih. Dan selain itu aku bisa sekaligus membeberkan skandal tentang saudara laki-laki ibu, yang bisa dengan mudah menghancurkan reputasi keluarga kalian" lawan Apsara dengan tatapan tajam.


Mendapat ancaman dari Apsara membuat Retno pergi meninggalkan kamar Apsara. Wanita ini memperlihatkan senyum sinis penuh kemenangan. Apsara memang ahli dalam mempermainkan ego seseorang. Dan dia akan mencabik-cabik emosi lawan bicaranya dengan mudah.


Sekembalinya Retno ke tempat acara, dia terlihat diam. Wisnu pun menanyakan keadaan Retno. Istrinya hanya diam tak memberi jawaban apapun. Hingga akhirnya dia buka suara dan memberitahu soal perselingkuhan Ningsih, istri pertama Wisnu.


Semua orang terkejut terutama Wisnu dan Sanjaya. Dan perhatian semua orang yang hadir, tertuju pada saudara laki-laki Retno. LakI-laki itu langsung merasa takut dan malu. Dan saat itu juga Wisnu memukul saudara iparnya itu. Namun Arya dan Dion melerai keduanya. Dan malam ini tidak hanya menjdi acara midodareni Apsara tapi juga menjadi acara penyelasaian masalah yang sudah bertahun-tahun disembunyikan.


Kusuma, Rama, dan Herdian sebagai orang yang bukan bagian dari anggota keluarga Sanjaya pun mengajukan diri untuk menjadi penengah.


"Wisnu, Sanjaya, saya tahu kalian pasti merasa amat sangat marah karena tindakan saudara kalian. Tapi, jika kalian meluapkan amarah kalian itu bisa menimbulkan perpecahan antara keluarga. Apakah pertengkaran kalian bisa membuat Ningsih hidup lagi?" ujar Kusuma.


"Ingat, kalian itu keluarga. Masalah ini memang menjadi aib bagi keluarga kalian, tapi untuk apa kalian membahas lagi. Seharusnya kalian pikirkan, jika kalian bermusuhan maka hal itu akan mempengaruhi kehidupan keraton kan?" lanjut Rama.


"Besok hari pernikahan Apsara dan Sanjaya, sebaiknya kita lupakan masalah ini sebentar untuk kelancaran acara besok. Jangan ada keributan" tutur Herdian.


"Kalian semua bisa menyelesaikan kesalah pahaman ini nanti. Karena kami tidak mau hari bahagia cucu kami hancur karena kalian" protes Kusuma dengan nada bicara cukup garang.


Dan akhirnya keluarga itu pun berdamai. Setelah masalah terselesaikan, keluarga Sanjaya pun berpamitan untuk kembali ke rumah.


"Apsara melakukan tugasnya dengan baik" ujar Isyan.


"Kamu benar, Syan. Anak kamu persis seperti kamu. Selalu tahu cara menyelesaikan masalah" tandas Sinta.


"Tapi kayaknya seru loh kalau keluarga mereka musuhan" celetuk Dion.


Rama tiba-tiba menoyor kepala putranya itu dan berkata, "Bocah gendeng. Tidur sana, jangan macem-macem, inget umur," tegas Rama yang membuat semua orang tertawa dengan ocehannya.

__ADS_1


"Papa juga inget umur, Pa. Jangan cuma aku doang" balas Dion dengan wajah kesal.


__ADS_2