Pengorbanan Cinta 2

Pengorbanan Cinta 2
Bab 53


__ADS_3

Tok...Tok...Tok


Nanda mengetuk pintu kamar Apsara. Dan tentu sang pemilik kamar memperbolehkan dia untuk masuk. Perlahan Nanda membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Dia melihat kakaknya sedang bersantai di sofa panjang sambil memegang HP miliknya.


"Kakak lagi apa?" tanya Nanda sambil berjalan menghampiri kakaknya.


"Cuma santai aja" jawab Apsara.


Kemudian dia duduk di sebelah kakaknya tak lupa menyenderkan kepala di bahu Apsara cukup manja. Diliriknya HP Apsra yang memperlihatkan wajah beberapa wanita yang cantik, seksi, dan anggun.


"Mereka siapa Kak?" ucap Nanda.


"Oh, mereka itu teman-teman kakak. Mereka ada yang berpofesi sebagai model, pebisnis, chef, dokter, anggota legislatif, dan atlet" ujar Apsara.


"Terus kenapa kakak ngelihatin foto-foto mereka terus?" lanjut Nanda penasaran.


Apsara menegakkan tubuhnya hingga membuat Nanda harus mengangat kepalanya yang bersandar di bahu Apsara. Ditatapnya wajah adik bungsunya dengan senyum misterius.


"Kakak mau mengenalkan Dafa dengan salah satu di antara mereka semua. Siapa tahu ada salah satu wanita yang cocok dengan Dafa. Nggak cuma sekedar cocok, tapi bisa menjadi pendamping Dafa. Mengingat, Dafa masih lajang sampai sekarang. Kakak kasihan aja dia sendirian terus" tandas Apsara.


"HAH?? APA??" teriak Nanda penuh kekagetan sampai langit ketujuh. Kedua matanya melotot dan mulutnya menganga.


"Kamu kenapa kelihatan kaget kayak gitu? Ada yang salah? Memang teman-teman kakak ini kurang cantik ya?" sela Apsara kembali melihat foto-foto wanita itu dengan seksama dan telitit.


"Ah nggak kok. Mereka semua bahkan mendekati kata sempurna. Cantik, baik, dan karir bagus. Cocoklah untuk Dafa" sambung Apsara melirik Nanda lagi.


"Memangnya Kak Dafa jelas mau sama mereka" protes Nanda.


"Memang cowok mana yang nggak mau sama perempuan cantik seperti mereka sih? Toh, kakak baru berencana mengenalkan Dafa dengan mereka. Itu pun satu per satu. Nggak langsung semua kayak acara take me out" timpal Apsara santai.


"Kakak emang udah tahu cewek-cewek itu lajang juga?" kata Nanda.


"Bahkan kakak sudah punya seluruh informasi detail, menyeluruh, dan akurat tentang latar belakang kehidupan perempuan-perempuan itu dari kecil hingga sekarang" seru Apsara dengan lagak seperti detektif.


Nanda memalingkan wajahnya. Dia merasa jengkel dengan ekspresi cemberut. Ditabah lagi ada perasaan insecure melihat penampilan fisik perempuan-perempuan yang ditunjukkan oleh kakaknya yang jauh di atas dia. Apsara tersenyum puas saat berhasil memercikkan api cemburu di hati adiknya.


"Nanda, menurut kamu Dafa itu gimana?" tanya Apsara iseng.


"Hah? Kok tanya aku? Dia kan sahabat kakak" timpal Nanda.


"Ya dia memang sahabat aku, tapi akhir-akhir ini aku sudah jarang bertemu dengan dia. Kamu kan mahasiswanya, jadi bagaimana dengan sifat Dafa?" balas Apsara.

__ADS_1


"Nyebelin, cuek, dingin, dan sok tahu. Tapi...." Nanda menggantungkan kata selanjutnya yang akan dia ucapkan.


"Tapi?" sela Apsara.


"Tapi harus aku akui kalau Kak Dafa itu ganteng, berkarisma, dan berwibawa" lanjut Nanda dengan wajah tersipu malu.


Apsara menahan tawanya dengan menutup bibirnya. Akhirnya dia tahu kalau adiknya ini menyukai Dafa. Dan menurut firasatnya, Nanda bisa membuat Dafa mengerti apa itu arti cinta yang sebenarnya.


"Kamu suka sama dia?" tanya Apsara.


Nanda melotot terlebih dahulu setelah Apsara mengatakan kalimat ini. Lalu dia menggaruk belakang telinganya yang tida gatal sama sekali.


"A...aku...,"Nanda terdiam beberapa saat lalu melanjutkan perkataannya lagi, "Emang nggak masalah kalau aku suka sama Kak Dafa?" tandas Nanda.


"Memang ada undang-undang yang mengatakan bahwa Nanda Praditya dilarang menyukai Dafa Atma Jaya?" timpal Apsara.


"Ya nggak ada lah. Mana ada anggota DPR yang mau bikin undang-undang kayak gitu" ketus Nanda.


"Kalau kamu suka sama Dafa, kakak batalin deh kenalin perempuan-perempuan ini ke dia" tukas Apsara.


"Loh kenapa, Kak?"


"Nah itu masalah yang aku hadapi juga. Kak Dafa kalau ketemu sama aku itu bawaannya kayak ngajak perang dunia ketiga" cicit Nanda.


"Karena kamu belum tahu triknya bagaimana membuat Dafa tertarik sama kamu" ucap Apsara.


"Memang triknya apa Kak?" tanya Nanda antusias.


"Buat dia penasaran" tegas Apsara.


"Caranya?"


Apsara mendekatkan mulutnya ke telinga Nanda dan membisikkan sesuatu yang berhasil membuat Nanda senyum-senyum sendiri dibuatnya.


*****


Pria itu memberhentikan mobilnya di sebuah tempat yang cukup sepi. Tidak ada satu orang maupun kendaraan lain yang melintas. Pria itu mempersilahkan Asmara untuk turun.


"Mari ikuti saya!" ajak si pria.


Dengan sedikit rasa ragu, Asmara mengikuti langkah pria itu. Hingga pria itu membawa Asmara ke sebuah taman yang sepi dan hanya terdengar suara binatang malam. Dan tibalah mereka di tengah taman yang cukup gelap. Dan tiba-tiba pria tadi menghilang dan meninggalkan Asmara sendiri.

__ADS_1


"Hei kenapa aku ditinggalkan sendiri? Tolong! Aku takut sendiri!!" jerit Asmara dengan ketakutan.


Tiba-tiba lampu taman menyala serentak dan membuat Asmara harus menutup matanya karena merasa silau. Dan terlihat taman itu sudah dihias oleh lampu gantung berwarna-warni. Ada sebuah meja bundar dengan dua kursi yang saling berhadapan. Di sekelilingnya ditaburi kelopak mawar berbentuk love.


Lalu munculah Bara dari sisi lain taman dengan masih memakai kemeja biru tadi pagi. Dia berjalan dengan membawa buket bunga. Tentu saja hal ini membuat Asnara terkejut tak menyangka sekaligus merasa bahagia.


Saat sudah berada di hadapan Asmara, Bara langsung memberikan buket bunga itu. Asmara pun menerimanya dengan senang hati.


"Terima kasih" ucap Asmara.


Kemudian Bara berlutut di hadapan Asmaa sambil mengeluarkan sebuah cincin berlian dari dalam kantong celananya.


"Mungkin aku terlambat melakukan ini, tapi daripada tidak sama sekali. Malam ini, izinkan aku melamarmu. Memang bukan untuk menjadi istriku tapi sebagai ibu dari anak-anakku nanti. Yang akan selalu menemaniku hingga maut memisahkan kita berdua. Mau kah kamu menjadi pendamping hidupku selamanya?" kata Bara setulus dan selembut mungkin.


Asmara sudah meneteskan air mata haru dan bahagia. Setelah beberapa detik terdiam, akhirnya Asmara menganggukkan kepala. Bara memasangkan cincin berlian itu di jari manis istrimya. Kemudian dia berdiri dan memeluk erat wanita yang amat dia cintai.


"I love you" bisik Bara lalu mencium kening Asmara.


"I love you too" balas Asmara


Setelah acara melamar selesai, Bara mengajak istrinya untuk makan malam romantis di taman itu. Dia sudah memeprsiapkan segalanya seharian. Bahkan dia sengaja menyuruh Apsara untuk mendandani istrinya secantik mungkin. Dan ide makan malam romantis ini adalah ide dari Arya.


"Jadi papa yang memberi kamu ide ini, Mas?" tanya Asmara.


"Huum. Kamu tahu kan aku bukan pria yang romantis. Bahkan kamu adalah wanita pertama yang aku cintai. Jadi aku belum memiliki pengalaman apapun. Akhirnya papa yang memberiku saran ini. Tapi aku yang mengatur semuanya kok" jelas Bara.


"Iya aku percaya. Terima aksih ya untuk kejutan romantis ini. Aku merasa sangat bahagia sekali" tandas Asmara.


"Boleh aku cerita sesuatu?" sela Bara.


"Ceritalah. Aku akan dengarkan" balas Asmara.


Bara menceritakan perihal rencana Herdian yang ingin menjodhkan Nanda dengan Dafa. Lalu dia juga memberitahu istrinya tentang kisah Dafa yang mencintai Apsara. Bara merasa cemas jika Dafa hanya menjadikan Nanda sebagai jalan untuk melupakan Apsara yang sudah memiliki Sanjaya.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Bukankah Dafa orang yang cukup bijak dan berprinsip dalam memutuskan sesuatu? Aku yakin jika dia tidak yakin dengan Nanda maka dia tidak akan pernah setuju dengam rencana ini. Tapi saranku, agar Dafa bisa mengikhlaskan Apsara, kenapa kita tidak mendekatkan dia dengan Nanda saja" ujar Asmara.


"Kenapa begitu?"


"Agar mereka dekat dengan sendirinya dan saling jatuh cinta satu sama lain" lanjut Asmara.


"Pintar juga istri aku ini" puji Bara mengelus pipi Asmara.

__ADS_1


__ADS_2