Pengorbanan Cinta 2

Pengorbanan Cinta 2
Bab 39


__ADS_3

Setelah obrolan mereka di kantin tadi, Nanda langsung mengambil formulir pendaftaran pemilihan campus princess. Dia langsung membuat essay sesuai tema yang ditentukan dan menyiapkan beberapa persyaratan lainnya.


Sementara Zahra dan Almira sibuk mengamati jadwal kegiatan yang harus diikuti selama pemilihan campus princess dilaksanakan. Zahra pun sudah mulai mendesign baju dan gaun untuk Nanda kenakan. Dan Almira memilihkan model baju dengan jenis make up dan hair do yang cocok.


"Nan, aku udah siapin beberapa design baju buat kamu. Tapi, aku nggak tahu ngejahit bajunya di butik mana" kata Zahra.


"Tenang aja. Aku punya kenalan designer langganan keluargaku. Nanti pulang kuliah kita ke sana ya" ujar Nanda.


"Sekalian kita cari high heels buat Kak Nanda" sambung Almira.


"Memang Kak Apsara nggak ada heels gitu?" tanya Zahra.


"Ya jelas punyalah. Koleksi baju, tas, dan sepatu dia udah kayak toko. Cuma kan ukuran kaki aku sama dia beda" jelas Nanda.


"Oh gitu. Kelihatan sih. Postur badan kalian juga beda. Tapi cantiknya sama" puji Zahra.


"Ah kamu bisa aja. Coba aku lihat design baju kamu. Biar aku bisa pilih" kata Nanda.


Zahra menyerahkan kertas designnya kepada Nanda. Ada beberapa design cocktail dress, gown, dan jumpsuit yang dibuat oleh Zahra dan semuanya cukup bagus.


*****


Jam kuliah telah selesai. Mata kuliah terakhir adalah mata kuliah Dafa. Tidak seperti biasanya, Nanda keluar kelas terlebih dahulu. Padahal Dafa sebagai dosen belum keluar dari kelas. Dafa mengerutkan keningnya saat melihat sikap acuh yang ditunjukkan oleh Nanda kepadanya.


Apa dia masih marah karena masalah tadi, batin Dafa.


Nanda berjalan hampir setengah lari, menuju parkiran mobil. Di sana, Almira dan Zahra sudah menunggunya. Karena mereka akan langsung pergi ke butik.


"Udah nunggu dari tadi?" ucap Nanda.


"Baru lima menit yang lalu" balas Zahra.


Baru saja Nanda dan kedua sahabatnya akan masuk ke mobil, ketiganya mendengar suara panggilan Nendra.


"Hey kalian mau ke mana?" tanya Nendra.


"Kita mau ke bu..."


"Jalan-jalan. Kenapa?" potong Nanda.


Nanda memberi kode kepada Zahra untuk tidak mengatakan kepada Nendra tujuan mereka yang sebenarnya.


"Aku ikut dong. Zahra satu mobil sama aku ya" ujar Nendra.

__ADS_1


Nanda tersenyum licik mengingat ban mobil Nendra yang dia kempeskan, "Ya udah, kamu sama Zahra aja," ujar Nanda tersenyum.


Nendra menarik tangan Zahra menuju mobilnya. Tiba-tiba raut wajah Nendra berubah saat melihat ban mobilnya kempes.


"Kok ban mobilku kempes sih? Tadi pagi kayaknya baik-baik aja deh" ujar Nendra kebingungan.


"Ya ampun, Nen. Terus gimana dong?" kata Nanda pura-pura khawatir padahal dalam hatinya dia sedang tertawa puas.


"Mending Kak Nendra bawa mobilnya ke bengkel dulu. Soalnya kita buru-buru" sela Almira.


"Nah bener tuh Al. Ya udah ya kita duluan. Kamu pulang sama Langga aja. Nungguin Langga selesai kuliah. Bye Nendra" tandas Nanda lalu menarik Zahra masuk ke mobilnya.


Mereka pun pergi meninggalkan Nendra yang masih terlihat bingung dengan keadaan ban mobilnya.


*****


"Assalamu'alaikum!" tegur Bara saat memasuki rumah.


"Wa'alaikum salam" balas Asmara sambil berjalan menghampiri suaminya meraih tas kerja dan menyalaminya.


"Duh senangnya punya istri. Pulang kerja ada yang nyambut. Dimasakin pula hmmm" ujar Bara sambil mengenduskan hidungnya karena mencium aroma sedap makanan.


"Itu kan sudah menjadi kewajiban istri" kata Asmara.


"Dia tadi telepon kalau mau nemenin Nanda ke mall dulu. Kemungkinan Almira akan menginap di sana lagi" jawab Asmara.


"Ya udah nggak papa. Kasian Nanda dari kecil nggak punya teman. Aku mau mandi dulu ya. Tapi cium dulu dong" kata Bara begitu manja sambil menunjuk pipinya.


"Ngapain coba, Mas?" tandas Asmara.


"Biar semangat mandinya" seru Bara.


"Nggak ada hubungannya" balas Asmara.


"Ada. Kalau nggak mau cium, aku nggak mau mandi" sela Bara dengan wajah pura-pura merajuk.


Asmara menghela napas dan geleng-geleng kepala melihat kemanjaan suaminya itu. Asmara sedikit menjinjit lalu mencium pipi suaminya. Namun tiba-tiba Bara menarik pinggangnya dan langsung mencium bibirnya. Dan Asmara langsung melotot karena kaget.


"Terima kasih" ucap Bara lalu ngacir pergi.


Asmara masih diam membeku lalu mengusap bibirnya yang basah. Dia belum terbiasa dengan perlakuan Bara yang selalu membuat jantungnya berdegup kencang.


*****

__ADS_1


Keluarga Isyan sedang makan malam bersama. Sesekali para orang tua menanyakan bagaimana hari yang dijalani anak-anak mereka.


"Apsa, bagaimana masalah antara Sanjaya dan ayahnya?" tanya Isyan.


"Mereka sudah menyelesaikan masalah di antara mereka berdua" jawab Apsara.


"Jadi Pak Wisnu sudah tahu kalau kamu anak Isyana Wijaya?" ujar Dion.


"Belum, Pi" tandas Apsara.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kamu dengan Sanjaya? Papa harap dia segera melamar kamu" sambung Arya.


Seketika wajah Apsara langsung berubah merah karena merasa malu mendapat pertanyaan seperti itu dari ayahnya.


"Cie Kak Apsa malu-malu nih ditanya sama papa. Uwuwu banget sih" goda Nendra.


"Kamu kayak nggak tahu aja. Kakak kamu kan baru pertama kali pacaran jadi masih malu-malu" lanjut Rara.


"Tuh dengerin, Nan. Nggak usah genit sama cowok di kampus" timpal Langga melirik Nanda yang sedang makan.


Nanda menghentikan gerakan sendok yang sudah hampir masuk ke dalam mulutnya. Lalu memelototi Langga dengan mata tajamnya.


"Mohon maaf, sebaiknya Saudara Airlangga berkaca ya. Siapa yang suka caper di kampus. Kamu kan jadi rebutan cewek di fakultas kamu" sergap Nanda tak mau kalah.


"Oh ya Langga? Mami kasih tahu Almira ya" ancam Rara dengan ekspresi terkejut yang dibuat-buat.


"Mami please deh, jangan percaya sama Nanda. Dia kan mulutnya ember" balas Langga tak terima.


"Kalian ini ya walaupun udah punya pacar sendiri-sendiri, jangan pernah lupain saudara sendiri. Apalagi Nanda masih jomblo" sela Dion melirik Nanda.


"Iya iya, aku tahu aku jomblo. Nggak usah dipertegas juga, Pi. Yaelah" ketus Nanda dengan wajah sebal.


"Nanda bentar lagi nggak jomblo kok, Pi" ujar Nendra.


"Hah? Maksudnya?" potong Isyan terkejut.


"Bukannya Nanda deket sama Kak Dafa ya? Dia kan mahasiswa kesayangannya Kak Dafa" celetuk Nendra sambil terkekeh.


Tiba-tiba Nanda menjitak kepala Nendra cukup keras hingga dia meringis kesakitan, "Ngawur kamu. Jangan bikin gosip yang nggak jelas ya" balas Nanda.


"Nggak boleh gitu Nan. Walaupun kamu sering berantem sama Kak Dafa, nanti jadi cinta gimana? Kita nggak ikut-ikutan loh" sela Langga.


Apsara menatap Nanda dengan seksama setelah dia mendengar penuturan adik laki-lakinya tentang bagaimana hubungan Dafa dengan Nanda. Ada banyak hal yang terlintas dipikiran Apsara saat ini. Tapi dia tidak mau berasumsi apapun terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2