
Hari yang dinanti pun tiba. Pagi-pagi sekali, semua orang sudah disibukan dengan persiapan acara akad nikah Apsara dan Sanjaya. Semua pekerja EO dan para pelayan di rumah Sanjaya saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan. Akad nikah akan dilaksanakan di rumah keluarga Sanjaya yang ditempati sementara oleh keluarga Apsara.
Lalu setelah akad nikah selesai, akan dilanjut prosesi adat sesuai ketentuan dalam keluarga keraton. Kemudian Sanjaya dan Apsara akan diarak dengan kereta kencana menuju ke keraton untuk bertemu dengan seluruh keluarga besar dan juga para abdi dalem. Sementara itu anggota keluarga Wijaya sedang bersiap di kamar masing-masing.
Apsara terlihat cantik ketika memakai paes jogja putri dengan kebaya hitam beludru dengan sulaman benang emas yang begitu mewah dan anggun. Dan tak hanya itu, aksesoris yang berada di kepala Apsara pun terbuat dari emas asli yang langsung dipesan oleh Kusuma khusus untuk Apsara.
"Kakak cantik banget" puji Nanda yang tak henti-hentinya menatap penuh kekaguman ke arah Apsara.
"Kamu juga cantik" balas Apsara dengan senyum indah merekah sambil mengelus tubuh Nanda yang berbalut kebaya brukat berwarna ungu muda seragaman dengan Zahra dan Almira.
"Aku baru pertama kali melihat Kak Apsara tersenyum sebahagia ini loh" sambung Zahra.
"Iya. Biasanya kan Kak Apsara wajahnya datar dan dingin. Sekarang udah nggak mirip manusia kutub lagi" ujar Almira.
"Kalian ini ada-ada aja. Bagus dong kalau Apsara itu sekarang sudah berubah menjadi pribadi yang lebih hangat. Itu artinya Sanjaya berhasil membuat Apsara menjadi wanita paling bahagia di dunia ini" sela Asmara yang juga berada di dalam kamar Apsara.
"By the way, Kak Apsara sama Kak Sanjaya mau honeymoon kemana? Paris? Italia? Kanada? Jepang? Korea Selatan? Swiss? Belanda? Atau Hawai?" kata Nanda sambil menggerakkan jarinya untuk menghitung negara apa saja yang dia sebutkan.
Tiba-tiba, Apsara menarik telinga Nanda cukup keras hingga membuat kepala Nanda miring dan berkata, "Heh anak kecil, udah berani ya tanya-tanya honeymoon," omel Apsara.
Nanda menjauhkan tangan Apsara dari telinganya lalu membalas, "Kak, aku udah 23 tahun ya, dan bukan anak kecil lagi. Lagi pula aku udah cukup tahu banyak hal yang harus diketahui wanita dewasa. Jadi aku udah nggak polos lagi."
"Kalau kamu udah dewasa jadi bisa dong, cepet nikah sama Kak Dafa" ledek Zahra.
"Aku setuju. Daripada Kak Dafa tiap hari ribut terus karena Kak Nanda dideketin banyak cowok. Lagian kenapa Kak Nanda nggak ngaku aja ke semua orang kalau Kak Nanda punya hubungan sama Kak Dafa" lanjut Almira.
"Emangnya Dafa udah bilang mau ngajak kamu nikah, Nan?" tanya Asmara.
"Tiap ribut dia selalu ngancem bakal mempercepat pernikahan kita kalau aku berani deket-deket sama cowok lain. Padahal kan aku nggak nanggapin sama sekali. Toh juga, banyak cewek-cewek yang caper ke dia, aku juga biasa aja" gerutu Nanda.
"Biasa aja tapi muka kamu kelihatan nggak suka banget kalau Dafa banyak fansnya" goda Apsara.
"Nanda, jangan gengsi ya kalau kamu mau cepet-cepet nikah juga" kata Asmara.
"Aku siap designin gaun buat kamu kok" sambung Zahra.
"Ih kenapa kalian semua ngeledekin aku terus sih" cicit Nanda dengan wajah cemberut yang membuat mereka smeua tertawa gemas melihatnya.
*****
Waktu akad nikah pun tiba. Keluarga Sanjaya beserta rombongannya sudah sampai di rumah mereka yang akan dijadikan tempat akad nikah. Mereka langsung disambut oleh anggota keluarga Wijaya. Isyan mengalungkan rangkaian ronce melati ke leher Sanjaya sebagai sambutan. Dan terlihat para orang dewasa dari keluarga inti memakai beskap berwarna emas berpasangan dengan kebaya warna merah maroon. Sementara kalangan muda kompak memakai kebaya warna ungu muda dan beskap abu-abu.
Kemudian acara akad pun berlangsung. Sanjaya sudah duduk di kursi berhadapan dengan Arya sebagai wali nikah, di sebelah Arya ada penghulu, dan di sisi kanan dan kiri ada Dion sebagai saksi dari pihak Apsara dan kakak tertua Wisnu sebagai saksi untuk Sanjaya.
“Ananda Sanjaya Yudhaningrat bin Wisnu Yudhaningrat. Saya nikahkan dan saya jodohkan kamu dengan putri kandung saya Apsara Arsya Praditya binti Arya Praditya dengan maskawinnya berupa berlian 15 karat, tunai.”
“Saya terima nikah dan jodohnya Apsara Arsya Praditya binti Arya Praditya dengan maskawinnya berupa berlian 15 karat, tunai.”
Dan setelah penghulu bertanya kepada saksi, serentak semua orang mengatakan kata "SAH" secara bersamaan dengan suka cita.
Kemudian, penghulu memerintahkan agar mempelai pengantin perempuan memasuki venue acara. Dan instrumen gamelan jawa pun terdengar mengalun begitu indah. Dan datanglah para prajurit laki-laki gagah yang terdiri dari Dafa, Langga, dan Nendra berjalan di depan. Dan di belakang Apsara berjalan di dampingi oleh Zahra, Almira, dan Zahra. Mereka semua pun sampai di depan Sanjaya yang sedang berdiri menatap wanita yang baru beberapa menit sah menjadi istrinya.
"Kak Sanjaya, kita titip Kak Apsara. Jaga dia dengan baik dan sayangi dengan sepenuh hati" ucap Langga.
"Kak Sanjaya, walaupun Kak Apsara galak dan judes tapi dia baik dan penyayang kok" celoteh Nendra.
Mendengar perkataan Nendra, Nanda langsunf reflek mencubit pinggang kembarannya hingga membuat Nendra merintih kesakitan. Sontak saja tingkah mereka membuat semua orang yang hadir tertawa.
Kemudian Dafa membersilahkan Apsara untuk berjalan menghampiri Sanjaya sambil berkata, "Apsara adalah sahabar yang sangat aku sayangi. Jangan sampai kamu menyakiti dia, atau aku akan bertindak," tegas Dafa.
Sanjaya tersenyum sambil menatap Apsara dan berkata, "Aku akan menjaga dia dengan jiwa ragaku dan selalu memberinya kebahagiaan yang berlimpah," balas Sanjaya.
Acara pun di lanjut dengan serangkaian acara tukar cincin, serangkaian acara adat yang langsung dipandu oleh tetuah dari keraton. Tak lupa setelahnya ada sesi foto bersama. Hingga akhirnya Sanjaya dan Apsara akan diarak menuju keraton. Dan ini adalah bagian dari acara yang bisa diliput oleh media yang sudah mendapat izin dari Arya untuk hadir.
*****
Walaupun banyaknya rangkaian acara adat sudah dilalui Apsara dan Sanjaya. Tidak mengurungkan niat bagi keluarga Wijaya untuk membuat pesta resepsi super mewah, megah, dan besar. Pada malam hari adalah bagian bagi pesta yang diatur oleh keluarga Wijaya langsung. Pesta resepsi diadakan di salah satu hotel mewah di kota Jogja yaitu Hotel Tentrem Yogyakarta.
Arya pun mengundang semua rekan bisnis perusahaan Wijaya Group dan PT. Surya Kontraktor yang berasal dari berbagai negara. Dan bisa dibilang pesta ini menjadi pesta yang sangat megah dan mewah. Jika kalian ingat betapa megah dan mewahnya pernikahan Arya dan Isyan dulu, maka pernikahan anak mereka bisa dikatakan tiga kali lipat mewahnya.
*****
Para anggota keluarga dan juga kedua mempelai sedang mengatur barisan di depan pintu masuk ballroom. Dan tiba-tiba Dafa datang menghampiri Apsara dan Sanjaya. Terlihat pria itu membisikkan sesuatu kepada keduanya.
"Bagaimana?" kata Dafa.
"Aku setuju. Bagaimana dengan kamu, sayang?" balas Sanjaya menoleh ke arah Apsara.
__ADS_1
"Tidak ada yang gratis Dafa. Aku butuh imbalan" tandas Apsara.
"Astaga perempuan satu ini! Apa tidak bisa semenit saja hilangkan pemikiran pebisnis dari otakmu. Bantu aku sebagai calon adik iparmu" gerutu Dafa.
"Baiklah. Aku akan membantumu cerewet. Sudah sana kembali ke barisanmu" usir Apsara dengan mode judes yang membuat Dafa kembali ke tempat semula yang dipasangkan dengan Nanda.
Lalu terdengarlah seruan dari MC dari dalam ballroom, "Selamat malam kepada para hadirin. Malam ini adalah malam yang spesial. Karena kita akan menyaksikan sebuah pesta pernikahan mewah salah satu dari keluarga paling berpengaruh di negara ini. Mari kita sambut keluarga besar Arya Praditya dan Wisnu Yudhaningrat "teriak MC disambut tepuk tangan dari tamu.
Yang pertama memasuki adalah Arya-Isyana, Wisnu-Retno, Dion-Rara, lalu para kakek dan nenek yang menyusul mereka. Disambung dengan kemunculan para groomsmaid dan bridesmaid yang terdiri dari Bara-Asmara, Dafa-Nanda, Langga-Almira, Nendra-Zahra. Para pria memakai setelan jas berwarna abu-abu sementara para wanita memakai gaun berwarna powder blue satin yang mengkilap.
"Dan inilah pasangan pengantin kita yang paling berbahagia pada malam hari ini, Sanjaya Yudhaningrat dan Apsara Arsya Praditya"teriak MC.
Band pengiring pun mulai melantunkan intrumen lagu klasik yang mengiringi langkah Sanjaya dan Apsara memasuki ballrom saling bergandengan melempar senyum bahagia dengan mata yang berbinar.
"Wah apa itu anak perempuan Arya Praditya? Dia cantik seperti bidadari."
"Apakah ini namanya royal wedding Indonesia? Anak keluarga pebisnis menikah dengan anak dari keluarga bangsawan."
"Aku tidak tahu jika Tuan Arya memiliki seorang putri yang sangat cantik."
"Lihatlah betapa bahagianya mereka berdua."
"Wah sepertinya kita kalah cepat dari suami wanita itu."
Begitulah perkataan yang diucapkan para tamu undangan saat melihat Apsara yang begitu anggung mengenakan gaun berwarna dark hot pink metalik yang memamerkan bahu dan sebagian punggungnya. Serta Sanjaya yang tampan mengenakan tuxedo berwarna abu-abu gelap.
Setelah Apsara dan Sanjaya berdiri di tengah dance floor bersama anggota keluarga. Arya mengambil alih acara untuk menyampaikan pidato singkatnya.
"Selamat malam dan terima kasih untuk para tamu undangan yang sudah bersedia hadir pada pesta malam ini. Kalian semua pasti merasa bingung dengan pesta ini karena selama ini saya tidak pernah memperkenalkan anak-anak saya" ucap Arya sebagai pembuka.
"Pertama-tama saya memiliki seorang putri dan sepasang anak kembar. Sementara Dion memiliki dua orang putra. Kami memang sengaja menyembunyikan identitas anak-anak kami dengan tujuan keselamatan mereka. Mengingat kejamnya persaingan bisnis yang kami hadapi. Karena kami sedang mempersiapkan mereka untuk bisa mengambil alin perusahaan kami suatu saat nanti" lanjut Arya.
"Saya akan memperkenalkan putra pertama saya yaitu Bara Ranggana Wijaya. Putra sulung saya sudah menikah lima bulan yang lalu. Dan menantu pertama kami adalah Asmara. Putra kedua saya, Airlangga Raksa Wijaya. Dia adalah seorang dokter muda" sambung Dion.
"Dan dengan bangga saya akan memberitahu kalian bahwa Apsara Arsya Praditya adalah penerus Wijaya Group. Dan kemungkinan kedua adik kembarnya Syailendra Wira Praditya dan Syainanda Citra Praditya akan mengikuti jejaknya. Dan pesta ini tidak hanya kami buat untuk Apsara dan Sanjaya. Tapi untuk Bara dan Asmara. Karena pada saat mereka menikah terjadi peristiwa tidak tertuga terhadap Apsara" sela Isyan.
Dan semua tamu undangan pun bertepuk tangan setelahnya. Mereka mengamati dengan jelas wajah-wajah dari anak-anak keluarga pebisnis ini. Mereka bahkan sampai begitu terpukau melihat betapa tampan dan cantiknya visual yang mereka miliki.
Setelah pidato selesai, pasangan pengantin itu berjalan menuju sebuah kue pernikahan setinggi lima tingkat dengan warna putih gold dengan hiasan berbagai bentuk bunga mawar yang mewah. Sanjaya dan Apsara pun memotong kue bersama sama lalu saling menyuapi satu sama lain. Dan beberapa rangkaian acara seperti berdansa, bersulang, dan wedding kiss pun sudah mereka selesaikan, kini tiba saatnya pelemparan bunga.
Dan berbondong-bondong tamu undangan mendekati dance floor. Sementara Sanjaya dan Apsara sudah turun dari pelaminan dan menuju dance floor. Terlihat adik-adik Apsara pun ikut berkerumun juga.
"Sebelumnya, saya ingin mengatakan sesuatu untuk istri saya tercinta ini" ucap Sanjaya sambil merangkul Apsara dengan mesra.
"Akhirnya aku berhasil menemukanmu. Kau memang benar. Rinduku tak sepenuhnya pudar. Hatiku belumlah mati. Selayak putri tidur dalam hikayat dongeng bertutur. Yang menunggu kecup lembut pangeran impian. Hadir bebaskan sejuta sihir dan kutukan.
Jika kini ku menemukanmu. Kuharap ini yang terakhir kali. Karena senja tlah mengaku lelah. Temani hati yang selalu kalah. Dan gaun merah warisan bulan. Terkoyak tepinya tak lagi layak tuk dikenakan."
Semua bersorak kegirangan mendengar puisi romantis yang diucapkan Sanjaya dibarengi kecupan lembut di kening Apsara yang berhasil membuat wanita dingin itu tersipu malu.
Dan pasangan itu pun bersiap berdiri membelakangi tamu undangan. Dan dalam hitungan ketiga dari MC, Apsara dan Sanjaya melemparkan bunga ke belakang. Namun saat hitungan ketiga, Apsara tidak melemparkan buket bunganya. Dia justru berjalan menghampiri Nanda untuk memberikan buket bunga yang dia pegang.
"Kok dikasih ke aku sih?" protes Nanda dengan wajah kebingungan.
"Lihat di belakang kamu" perintah Apsara.
Nanda memutar tubuhnya ke belakang dan dia melihat Dafa sudah berlutut sambil memegang kotak cincin yang memperlihatkan cincin berlian yang begitu indah. Nanda langsung menganga melihat apa yang Dafa lakukan di hadapan semua orang.
"Nanda, mungkin tidak banyak hal yang kita lalui bersama. Namun ada satu hal yang akhirnya menyadarkan betapa pentingnya kamu dalam hidupku. Yaitu saat kamu memutuskan akan pergi meninggalkanku. Detik itu juga aku merasa seperti akan mati. Aku tidak peduli orang menyebutku gila. Tapi yang jelas aku tidak mau kehilangan sedetikpun waktu bersamamu. Memang tidak setiap moment bisa bahagia, tapi maukah kamu berbagai denganku? Maksudku maukah kamu menikah denganku untuk menjadi Nyonya Dafa Atma Jaya?" ucap Dafa dengan senyum berseri dan penuh harap.
Nanda sudah terlanjur meneteskan air mata dalam rasa penuh haru. Dia tidak menyangka sosok Dafa yang dingin dan cuek bisa rela melakukan hal seperti ini apalagi di depan banyak orang. Dan tentu saja semua bersorak agar Nanda menerima lamaran dari Dafa.
"Telah lama aku menunggumu didalam sabar dan penantian. Telah lama aku menantimu dengan cinta karena Allah. Kini telah tiba saat-saat yang indah. Saat-saat berakhirnya penantianku padamu. Hingga akhirnya aku berkata kalau aku mau berbahagia denganmu selamanya" balas Nanda dengan rasa bahagia.
Dafa tersenyum puas dan langsung memakaikan cincin berlian itu di jari manis Nanda. Kemudian dia berdiri dan langsung memeluk Nanda begitu erat. Semua orang bertepuk tangan melihat pasangan ini. Dan sontak saja saudara-saudara Dafa dan Nanda mengerumuni keduanya karena ikut merasa bahagia.
"Akhirnya kita resmi berbesan, Kusuma" ucap Herdian.
"Hahaha, aku tidak menyangka persahabatan kita dikuatkan dengan pernikahan cucu-cucu kita" balas Kusuma.
"Akhirnya aku bisa melihat Dafa yang aku impikan. Sosok yang bisa merelakan masa lalu, mau menerima kenyataan, dan berani untuk membuka lembaran baru" kata Herdian.
"Sepertinya kamu harus berterima kasih kepada Isyan karena sudah melahirkan putri berjiwa iklim tropis seperti Nanda yang bisa mencairkan manusia dingin seperti Dafa" sela Rama.
"Pasti" celetuk Herdian sambil tertawa bersama dengan kedua sahabatnya.
END
__ADS_1
*****
Aku yang semula tak pernah percaya akan adanya cinta
Cinta yang selalu orang-orang bicarakan
Betapa indahnya cinta yang selalu dapat memabukkan
Betapa saktinya cinta yang sering menjadi pengukir luka
Aku tak percaya
Tak akan pernah percaya
Itu keyakinanku dahulu
Namun seketika
Aku rasakan denyut yang terasa asing menggelitik dijantungku
Detakan yang tak mau tenang
Terasa mengusik dadaku
Ketika kulihat ada sosok bagai malaikat dihadapanku
Sosok yang memancarkan keindahan jiwa
Raga yang mencerminkan keanggunan
Aku yang tak kuasa menyangkal
Aku kini terjatuh dalam linangan keindahan
Rasanya tak sanggup aku keluar darinya
Dan aku pun tak ingin berpaling darinya
Aku yang dahulu selalu tegak kokoh ingin sendiri
Kini mengharapnya menjadi kawan pengiring langkah
Harus ku akui
Aku yang kini jatuh
Aku yang kini terlena
Kedalam indahnya kubangan cinta pertama
*****
TERIMA KASIH UNTUK PARA READERS YANG SUDAH SETIA MEMBACA CERITA PENGORBANAN CINTA KEDUA. TERIMA KASIH UNTUK DUKUNGAN KALIAN SEMUA. SELALU DUKUNG KARYA-KARYAKU YANG LAIN ❤
*****
GAMBARAN PAKAIAN DAN VENUE PERNIKAHAN SANJAYA DAN APSARA
GAUN APSARA DAN TUXEDO SANJAYA
GAUN DAN JAS ANGGOTA KELUARGA
VENUE PESTA RESEPSI
__ADS_1