PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 37 ALEX VS ARDIAN


__ADS_3

Keduanya lalu melepaskan pelukan yang beberapa saat tadi sangat menghanyutkan.


Wajah Larisa tiba-tiba saja menjadi merah karena merasa malu akan perbuatannya.


Sedangkan Alex sendiri tertawa dibuat oleh tingkah konyol Larisa, Alex berpikir bisa-bisanya Larisa merasa malu hanya dengan pelukan yang Alex lakukan kepadanya, sedangkan dulu mereka bahkan sering melakukan hal yang lebih dari pada itu.


"Apa yang ingin kau kata..."


"Mari kita menikah"


Belum sempat Larisa menyelesaikan perkataannya, Alex dengan cepat memotongnya, membuat Larisa yang mendengar kata yang keluar dari mulut Alex sontak saja menjadi kaget karena tak menyangka jika Alex akan mengatakan hal yang tak terduga.


Jauh dilubuk hati Larisa yang terdalam, ia sebenarnya ingin mengatakan jika ia juga sangat menginginkan sebuah pernikahan bersama orang seperti Alex yang selama ini terlihat sangat mencintainya.


Dilain sisi, Larisa bingung bagaimana cara utuk mengatakannya kepada Alex sebab ia kini menjadi calon istri Ardian.


Pikiran Larisa dipenuhi dengan hal apa yang akan ia katakan pada Alex, dan apa yang akan ia katakan kepada Ardian jika kini hatinya tak lagi untuknya.


"Kenapa diam saja"


Ucap Alex sambil membelai pipi gembul milik Larisa.


"Sudah jangan lakukan itu, kita bukanlah suami istri"


Pinta Larisa agar Alex berhenti untuk tidak menyentuhnya lagi.


"Maka dari itu, mari kita menikah, agar aku bisa melakukan yang lebih dari itu"


Ucap Alex memasang wajah menggoda didepan Larisa, kemudian menaikkan kedua alisnya.


"Aku harus pergi, kak Tiana pasti khawatir karena aku pergi terlalu lama, jadi kumohon lepaskan aku"


"Tapi kau belum menjawab pertanyaan dariku, apakah kau ingin menjadi istriku?"


Jawab Alex menahan Larisa yang ingin pergi.


"Apakah ada pilihan lain yang kau ucapkan selain itu? Jika tidak ada, maka kau tau sendiri apa jawabanku"


Alex tampak tak mengerti dengan apa yang dikatan oleh Larisa.


"Maksudku jawabannya iya aku mau atau..."


Ucap Alex menggantungkan perkataannya.


"Atau apa?"


Tanya Larisa, namun ia tahu apa kelanjutan dari perkataan Alex itu.


"Tunggu, pilihannya hanya satu kau harus menikah denganku"


"Seperti yang tadi kubilang, apakah ada pilihan lain selain itu, jika tidak kau pasti tau sendiri jawaban dariku"


Ucap Larisa sambil melipat kedua tangan didadanya.


Mendengar apa yang Larisa katakan ia sangat senang sampai mencium seluruh wajah Larisa, dan membuatnya memberontak karena hal itu.


Alex memeluk Larisa begitu erat sangking senangnya, ia tak menyangka jika Larisa akhirnya mau menikah dengan dia, mengingat wanita itu selalu menghindar dan seakan menjaga jarak diantara mereka berdua.


Namun Alex tak mempedulikan hal itu lagi, yang terpenting sekarang Larisa akan segera menjadi istrinya.


Setelah puas menciumi Larisa, kini Alex turun kebagian perut Larisa yang kini semakin membesar karena tak lama lagi ia akan melahirkan.

__ADS_1


Alex terus saja menciumi perut Larisa, membuatnya merasa geli dan tertawa karena Alex juga menggelitikinya.


Dibalik pintu Tiara berusaha menahan amarahnya yang mendengar jika akhirnya Larisa menerima untuk menikah dengan Alex, dan hal itu sangat membuat hati Tiara sangat sakit.


Ia yang awalnya datang keruangan Alex untuk mendekatinya kembali dengan cara memberi perhatian dengan membawakan pria itu makan siang, namun yang ia dapati kenyataannya sangat berbeda dengan apa yang ia rencanakan.


Luka dihatinya bagai tersiram air cuka saat melihat orang yang ia cinta sedang bersama wanita yang membuat impiannya terhalang untuk mendapatkan kembali Alex.


Kedua tangan Tiara terkepal sangking marahnya, sampai ia tak menyadari menjatuhkan kotak makan sidang yang ia bawa untuk Alex.


Darahnya seakan mendidih ingin segera menghancurkan wanita yang menjadi penghalangnya untuk mendapatkan Alex, namun itu tak mungkin ia lakukan.


Akhirnya ia memutuskan kembali keruangannya dengan langkah yang dipercepat agar tak ada yang melihat tangisnya.


"Aku harus pergi sekarang"


Ucap Larisa memegang wajah Alex dengan kedua tangannya.


"Aku akan mengantarmu"


"Emm"


***


Sesampainya didepan ruangan tempat Aisyah dirawat, Larisa lalu membuka pintu dan mulai masuk kedalam.


Saat masuk ia melihat Sidan dan Tiana yang duduk disamping Aisyah yang belum sadarkan diri.


Namun tatapannya terhenti saat melihat ternyata ada Ardian yang sedang duduk disofa, menatap kearahnya dengan penuh selidik karena ia datang bersama dengan Alex.


"Mas Ardian"


Ucap Larisa dengan ekspresi kaget.


Tanya Alex melihat kearah Ardian lalu melempar senyuman dan dibalas dengan senyuman yang dipaksakan oleh Ardian.


Larisa diam, tak tau harus menjawab apa dengan pertanyaan Alex, ia tak menyangka akan bertemu dengan Ardian disini.


Haruskah ia mengatakan jika benar ia mengenal Ardian, dan mengatakan jika dirinya calon istrinya.


Tapi itu dulu, saat Larisa belum mengetahui kebohongan Ardian, itulah sebabnya Larisa mau untuk menikah dengan Ardian.


Namun sekarang ceritanya berbeda, Larisa sama sekali tak memiliki perasaan apapun lagi kepadanya.


Sekarang yang tersisa hanya amarah dan kekecewaan atas apa yang telah Ardian lakukan dibelakangnya.


Ia telah membohonginya dan berselingkuh dibelakangnya membuat hati Larisa sangat sakit dan terluka.


Tapi Larisa merasa bersyukur karena ia mengetahui semuanya lebih awal, sehingga ia merasa walaupun sakit seiring dengan berjalannya waktu ia mungkin akan melupakannya.


Namun jika Larisa mengetahuinya setelah mereka menikah, ia tak bisa membayangkan bagaimana dirinya dan anaknya, dan apa yang akan ia lakukan setelah mengetahui perselingkuhan suaminya.


"Hey kenapa diam saja, apa kau mengenalnya?"


Tanya Alex mulai curiga dengan diamnya Larisa.


"Iy... iya, aku mengenalnya"


Jawab Larisa sangat bingung apa yang harus ia katakan.


Melihat Alex dan Larisa yang berbicara mengenai dirinya, Ardian lalu bangkit menuju kearah mereka.

__ADS_1


"Tuan Alex, anda disini?"


Tanya Ardian lalu mendekat dan merangkul pinggang Larisa dengan satu tangannya dari belakang.


Spontan saja Alex mengerutkan dahinya, tak mengerti apa maksud dari Ardian berbuat seperti itu pada Larisa.


Namun tatapan Alex terfokus pada Larisa yang mulai salah tingkah, dan berusaha melepaskan rangkulan dari Ardian, namun sia-sia karena Ardian memgeratkankan rangkulannya membuat Larisa susah untuk melepaskannya.


"Ada apa ini Larisa?"


Tanya Alex menuntut penjelasan dengan apa yang ia lihat.


"Kau sudah mengenal Tuan Alex sayang?"


Tanya Ardian pada Larisa namun yang ditanya hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun.


"Perkenalkan Tuan, dia calon istriku"


Ucap Ardian penuh percaya diri.


Duarr...


Mata Alex melotot memandang Larisa setelah mendengarkan apa yang Ardian katakan.


"Lepaskan aku mas"


Ucap Larisa sambil melepaskan rangkulan dari Ardian.


"Apa ini Larisa, aku tak mengerti"


Jawab Alex mulai frustasi, Larisa lalu menoleh kearahnya, ia kini melonggarkan ikatan dasi yang melingkar dilehernya, merasa udara diruangan itu seketika panas.


"Ada apa ini Larisa, kenapa Tuan Alex bertanya seperti itu kepadamu, sejak kapan kau mengenalnya?


Tanya Ardian penuh selidik, membuat pandangan Larisa kini tertuju kepadanya.


Larisa merasa pusing, penglihatannya kini mulai kabur, dan beberapa saat kemudian jatuh tak sadarkan diri.


Alex dan Ardian kemudian dengan sigap menangkap tubuh Larisa yang akan jatuh kelantai.


Kedua tatapan pria ini beberapa saat saling bertubrukan, mereka saling menatap seperti mata elang yang akan siap menerkam mangsanya.


Melihat Larisa yang pingsan, Tiana bangkit dari duduknya kemudian menghampiri mereka bertiga.


"Ya Allah, ada apa ini, kenapa Larisa bisa seperti ini?


Tanya Tiana pada dua pria yang saling menatap dengan tatapan yang sangat tidak menyukai satu sama lain.


"Kenapa kalian berdua hanya diam saja, ayo angkat Larisa sekarang kesofa, kasian dia"


Pinta Tiana.


"Lepaskan tanganmu itu dari tubuh calon istriku"


Ucap Ardian dengan sedikit berteriak.


"Lepaskan tanganmu dari tubuh ibu dari anakku"


Ucap Alex tak mau kalah.


"Hentikannnnn, sudah cukup, sekarang kalian bawa dulu Larisa kesofa, kasian dia, kalian tidak melihat jika ia sedang hamil, ini semua karena kalian"

__ADS_1


Ucap Tiana mulai emosi karena Alex ataupun Ardian sama sekali tak memperdulikan apa yang ia katakan.


__ADS_2