PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA


__ADS_3

Sidan ikut tersenyum melihat akhirnya Aisyah kembali tersenyum kepadanya, menandakan jika Aisyah kini telah memaafkan kesalahan yang telah ia perbuat.


"Apakah kau sudah memaafkanku?" Tanya Sidan sambil memegang tangan Aisyah kemudian menciumnya berkali-kali.


Sidan menghentikan aktivitasnya mencium tangan Aisyah kemudian kembali menatap wajah pucat Aisyah berharap mendapatkan jawaban jika Aisyah benar-benar sudah memaafkannya.


"Aku belum bisa memaafkanmu" Ucap Aisyah datar, namun Sidan hanya membalas dengan senyuman diwajahnya. Sidan berpikir wajar saja jika Aisyah belum bisa memaafkan kesalahannya, mengingat kesalahannya karena telah berbuat kasar kepada Aisyah.


"Aku akan memaafkanmu jika nanti kau sudah membuktikan dirimu sudah benar-benar berubah" Sambung Aisyah sambil tersenyum melihat wajah Sidan yang terlihat sedih mendengar jawaban darinya, dan seketika itu juga membuat wajah Sidan kembali tersenyum dengan jawaban Aisyah.


"Setelah pulang dari sini, aku akan secepatnya menikahimu kembali" Ucap Sidan dan dijawab anggukan kepala oleh Aisyah.


"Aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat membuatmu segera kembali hamil" Ucap Sidan sambil memegang perut Aisyah yang spontan membulatkan kedua matanya karena perkataan dari suaminya itu.


Sidan hanya tertawa melihat ekspresi wajah Aisyah yang menurutnya lucu, kemudian Sidan memeluk Aisyah dan dibalas kembali oleh Aisyah yang memeluknya juga bahkan dengan sangat eratnya.


Sedangkan Tiana yang mendengar percakapan antara 2 orang yang kini sedang dimabuk asmara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, namun Tiana bersyukur karena sahabatnya akhirnya mau kembali rujuk dengan suaminya, sehingga sahabatnya itu tidak perlu merasakan sakitnya perpisahan atau perceraian.


"Yakinlah Aisyah setelah badai, akan ada pelangi indah yang akan menghiasi hidupmu" Gumam Tiana dalam hatinya yang melihat sahabatnya kembali tersenyum karena bisa kembali memperbaiki rumah tangganya bersama suaminya.


Kembali Tiana mengingat tentang pernikahan Larisa yang begitu mendadak, dan Aisyah yang kini kembali rujuk dengan suaminya, dalam hati Tiana ia merasa bahagia karena orang-orang yang ia sayangi kini menemukan kembali kebahagiaan mereka masing-masing.


Hingga tak sadar Tiana sampai meneteskan air mata karena begitu terharu dengan apa yang dialami oleh Larisa maupun Aisyah, ntah berapa banyak air mata yang telah habis karena kejadian yang telah berlalu, namun Tiana berpikir intinya mereka berdua kini bahagia dengan jalan yang telah mereka pilih.


Tak lupa pula Tiana mendoakan agar rumah tangga Larisa dan Aisyah bisa bahagia sampai maut memisahkan mereka. Aamiin. Tutup Tiana diakhir doanya, berharap semoga doanya dikabulkan oleh sang maha pencipta.


***


Dikediaman Larisa, dia yang baru bangun tidur menatap wajah tampan suaminya kemudian menghujaninya dengan ciuman yang bertubi-tubi membuat tidur Alex terganggu dan akhirnya terbangun karena perbuatan dari istrinya itu.


"Sayang aku masih ngantuk, jika kau menginginkannya lagi tunggu aku tertidur beberapa menit saja, setelah itu kita akan melakukannya lagi" Ucap Alex yang masih memejamkan kedua matanya kemudian memeluk tubuh polos Larisa


"Ish kau ini, memangnya kau tidak lelah" Ucap Larisa sambil mendorong tubuh Alex.


"Tentu saja tidak, bahkan aku ingin seharian melakukannya denganmu, bukankah itu baik untuk kandungamu sayang?" Tanya Alex sambil mencium kembali bibir Larisa. Membuat Larisa kaget kemudian tertawa mendengar jawaban konyol dari suaminya.


"Boy apakah kau mendengar Ayah?" Ucap Alex kemudian menempelkan wajahnya pada perut buncit Larisa kemudian menciuminya sampai Larisa merasa geli.

__ADS_1


"Hentikan Ayah, kau membuat Ibu geli" Jawab Larisa dengan suara seperti bayi.


Kemudian Alex kembali menarik selimut lalu menutup tubuhnya dan tubuh Larisa, membuat mereka berdua kini berada didalam selimut karena Alex akan kembali melakukannya lagi.


Larisa melepaskan ciuman dari Alex saat mendengar hpnya berbunyi. Larisa yang akan bangkit ditahan oleh Alex namun Larisa berhasil melepaskan diri darinya, kemudian mengambil hpnya yang berada diatas nakas.


Larisa melihat ada panggilan video masuk dari Tiana. "Sttt, jangan ribut, dan tetaplah didalam disitu" Ucap Larisa pada Alex yang masih berada didalam selimut.


Larisa kemudian mengangkat panggilan video dari Tiana dan tak beberapa lama terlihat wajah Tiana lengkap dengan cadar yang menutup wajahnya.


"Assalamualaikum kak" Ucap Larisa memberi salam pada Tiana.


"Waalaikumsalam, kau baik-baik saja?"


"Iya kak aku baik-baik saja, ada apa kakak menghubungiku?" Tanya Balik Larisa.


Alex yang berada dalam selimut memiliki ide untuk mengerjai kembali Larisa yang kemarin berhasil mengerjai dirinya. Alex lalu menyentuh bagian intim Larisa membuatnya spontan memukul tangan Alex karena mengganggunya.


"Aku ingin memberi tahu, jika Aisyah akhirnya akan rujuk dengan suaminya"


"Jika ada waktu kau berkunjunglah ke pesantren besok, karena Aisyah dan suaminya akan menikah kembali, jadi Aku ingin membuat acara kecil-kecilan"


"Baiklah kak, aku akan ke pesantren besok" Ucap Larisa sambil mencubit tangan nakal suaminya yang sejak tadi terus saja mengganggunya.


"Baiklah, aku menunggumu, aku tutup telfonnya ya, kau jaga diri baik-baik"


"Iya kak, salam sama Abah dan Umi"


"Iya, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Larisa kemudian meletakkan hpnya kembali diatas nakas, kemudian mencubit tubuh suaminya karena kesal terus diganggu saat dirinya tengah asyik bertelepon dengan Tiana.


"Auuu sakit sayang" Rintih Alex karena mendapat cubitan keras di perutnya.


"Biarin, kamu sih usil banget, aku jadi tidak fokus bicara sama kak Tiana, untung saja dia tidak curiga" Ucap Larisa sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

__ADS_1


"Tapi kamu suka kan?" Tanya Alex sambil mengedipkan matanya kearah Larisa.


"Aku mau mandi dulu" Ucap Larisa beranjak dari tempat tidur.


"Ikut" Ucap Alex segera menyusul Larisa. Tapi secepat kilat Larisa lalu menutup pintu kamar mandi, tak membiarkan Alex masuk karena hanya akan memperlambat acara mandi Larisa jika suaminya itu ikut masuk.


Setelah 30 menit berlalu akhirnya Larisa keluar, terlihat wajah segar dari Larisa setelah ia mandi. Alex menghampirinya kemudian menghirup aroma strawberry yang menguar dari tubuh Larisa, membuat Alex menjadi rileks dan merasa nyaman.


"Cepatlah mandi setelah itu kita sarapan" Ucap Larisa sambil memberikan handuk kepada Alex.


"Sarapan? Ini sudah jam 12 siang istriku" Ucap Alex sambil mencubit pipi gembul Larisa.


"Benarkah? Astaga aku sampai lupa waktu, ini semua gara-gara kau" Ucap Larisa menunjuk kearah Alex yang berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Larisa tertawa mengingat dirinya kini telah berstatus sebagai istri Alex. Larisa bertekad akan menjadi istri yang berbakti untuk Alex, dan akan menjadi Ibu yang baik untuk anaknya kelak jika ia sudah melahirkan.


Setelah lama berpikir Larisa memutuskan akan memulai tugasnya sebagai seorang istri dengan menyiapkan pakaian untuk suaminya. Larisa kemudian berjalan menuju lemari pakaian yang berjejer memenuhi ruangan wardrope yang ada di kamarnya itu, lalu memilih-milih kemudian mengambil pakaian yang akan dipakai untuk suaminya.


Selesai mandi akhirnya Alex keluar, ia senang melihat Larisa yang telah menyiapkan pakaian untuknya.


Alex lalu berpikir, jika memiliki istri benar-benar sangat membantu hidupnya, karena dengan adanya Larisa ia tak perlu susah-susah lagi menyiapkan pakaian karena sudah ada istrinya yang akan menyiapkan segala kebutuhannya.


"Terima kasih istriku, aku mencintaimu" Ucap Alex sambil mencium kening Larisa.


"Aku lebih mencintaimu" Balas Larisa sambil memeluk tubuh suaminya.


"Oh benarkah? Jika kau lebih mencintaiku, mengapa dulu kau malah lebih memilih Ardian dari pada diriku? Tanya Alex membuat raut wajah Larisa berubah seketika itu juga.


"Sudahlah, jangan bahas masalah itu lagi"


"Tapi aku ingin tau apa alasanmu itu sayang"


"Baiklah aku akan memberitahu alasanku, tapi setelah kita makan, aku sudan lapar sayang" Ucap Larisa sambil mengelus perut buncitnya.


"Baiklah. Tapi aku ingin mendengarnya setelah kita makan"


"Iya oke, aku janji setelah kita makan aku akan menceritakan alasanku, puas" Ucap Larisa kemudian berjalan meninggalkan Alex dibelakangnya.

__ADS_1


__ADS_2