PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA


__ADS_3

Sejak terakhir kali Tiana, Larisa, dan juga Aisyah bertemu dengan Siti saat acara akad nikah Tiana waktu itu. Mereka tak lagi mendengar kabar dari Siti, ia seperti hilang ditelan bumi.


Bahkan Siti keluar dari group wa yang dulu sempat Tiana buat agar mereka bisa lebih asyik mengobrol. Membuat ketiga sahabat Siti itu mulai mengkhawatirkan mengenai keadaan Siti yang hilang begitu saja.


Para sahabat Siti hampir setiap hari mencoba untuk menghubungi hpnya. Namun nihil, karena Siti yang memblokir para sahabatnya, sehingga mereka tak bisa lagi menghubungi dirinya. Dan karena hal itulah kini mereka semakin yakin, jika ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Kamu sudah ada kabar dari Siti?" Tanya Tiana pada Larisa yang kini sedang asyik menyuapi cake ke mulutnya karena mereka bertiga yaitu Tiana, Larisa, dan Aisyah sedang berada disebuah cafe yang terletak didekat rumah sakit milik suami Larisa.


Semenjak Larisa hamil lagi, nafsu makannya kembali sama seperti waktu ia hamil pertama kali. Tubuh Larisa mulai kembali sama seperti saat ia dulu sedang hamil Kenan, tubuh yang mulai berisi serta pipinya yang terlihat cubby, namun sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.


Aisyah sendiri sejak tadi sibuk menghubungi Siti dengan nomor baru yang ia punya. Karena Siti yang telah memblokir nomor mereka semua. Sehingga Aisyah memutuskan untuk mencoba menghubungi Siti menggunakan nomor barunya. Namun nihil, karena walaupun telfon dari Aisyah tersambung, sama sekali tidak pernah Siti ingin mengangkat nomor baru dari Aisyah.


Aisyah berpikir sepertinya Siti mengetahui jika nomor baru yang terus menghubunginya adalah nomor dari para sahabatnya. Sehingga ia tidak pernah sekalipun mau mengangkat telfon dari nomor baru Aisyah.


"Gak diangkat" Jawab Aisyah lesu. Aisyah mulai sangat lelah karena sejak tadi terus menghubungi nomor Siti tapi tak ada jawaban darinya. Bahkan pesan yang Aisyah kirim sama sekali tak diada balasan. Jangankan dibalas, Siti bahkan tak membuka pesan yang Aisyah kirimkan kepadanya.


"Siti ada masalah apa ya, kenapa dia seperti menjauhi kita?" Terlihat jika Tiana yang seperti sedih karena belum ada kabar semenjak Siti yang menghilang begitu saja saat acara pernikahannya.


"Gak tau" Jawab Aisyah ketus. Bukan karena ia marah pada Tiana, namun karena ia kesal pada sikap Siti yang penuh akan misteri.


"Tapi biarin aja, mulai hari ini aku gak akan cari dia lagi. Tega banget dia pergi gak bilang-bilang sama kita dulu. Apalagi nomor kita di blokir gitu aja. kesel jadinya gara-gara anak itu" Sambung Aisyah lagi begitu kesalnya.


"Aku suruh suamiku aja ya buat mencari keberadaan Siti, dia pasti punya orang dalam yang bisa membantu kita mencari tau tentang Siti" Usul Tiana. Namun dibalas dengan gelengan kepala oleh Aisyah tandanya ia tidak setuju dengan saran dari sahabatnya itu.


Larisa hanya menoleh ketika mendengar Tiana atau pun Aisyah berbicara, namun Larisa memilih tidak berkomentar karena ia juga tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Siti dan lebih memilih menikmati strawberry cake yang ia pesan untuk ketiga kalinya.


"Tapi aku penasaran kenapa Siti malah memblokir nomor kita, dan kenapa dia seperti menjauhi kita ya?" Tanya Tiana lagi, namun Aisyah dan Larisa kini hanya diam dan tak ingin lagi membahas mengenai Siti.

__ADS_1


Uuweekk...


"Kamu kenapa?" Tanya Aisyah sambil memegang lengan Tiana yang terlihat akan memuntahkan isi perutnya lalu memberikan sebotol air mineral kepada Tiana agar ia merasa lebih baik setelah meminum air itu.


Uuwwekk...


Lagi-lagi Tiana merasa ingin muntah setelah meminum air putih. Bahkan ia merasa penciumannya mulai terasa terganggu dengan bau makanan yang sedang ada dihadapannya.


"Gak tau, kok aku rasanya gak suka sama bau makan yang kamu pesan itu" Jawab Tiana menunjuk kearah makanan yang tadi Aisyah pesan.


"Kak Tiana mungkin hamil" Jawab Larisa.


"Kamu udah dapet tamu bulanmu untuk bulan ini? Tanya Aisyah. Ia ingin memastikan jika memang benar sahabatnya itu memang hamil.


"Belum" Jawab Tiana singkat. Bahkan kini ia merasa kepalanya mulai merasa pusing.


"Aku rasa juga seperti itu deh. Jangan-jangan kamu hamil" Tambah Aisyah.


"Aku pengen pulang aja deh. Kepalaku pusing banget" Ucap Tiana terdengar lemah sambil sebelah tangannya memegang kepalanya yang kini terasa sedikit pusing.


"Ya udah kita antar kamu sampai ke mobil" Ucap Aisyah lalu bangkit diikuti dengan Larisa yang juga ikut bangkit sambil memegang tubuh Tiana karena khawatir jika ia akan terjatuh.


Tiana tak menjawab apa-apa lagi. Ia segera menuju keparkiran mobil dimana supir yang merupakan orang suruhan Azam sudah menunggunya. Setelah Tiana dan juga Azam resmi menikah, kemana-mana Tiana selalu diantar oleh supir yang merupakan orang kepercayaan dari suaminya untuk menemani kemana pun istri tercintanya itu akan pergi.


Tiana kini masuk kedalam mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada sahabatnya karena ia yang benar-benar merasa tidak enak badan. Bahkan saat masuk kedalam mobil tadi, kedua sahabatnya melihat Yiana hanya berbaring dikursi bagian belakang karena tak sanggup lagi untuk duduk. Sehingga Tiana memutuskan untuk berbaring saja.


Larisa dan Aisyah melihat kepergian mobil Tiana sampai tak nampak lagi dipenglihatan mereka. Setelah itu kedua wanita yang sedang dalam keadaan hamil itu lalu bergegas untuk masuk kembali kedalam cafe. Namun langkah mereka berdua tertahan ketika melihat sosok Siti yang berada tak jauh dari mereka

__ADS_1


"Kak, itu kan Kak Siti" Tunjuk Larisa dengan satu tangannya sambil tangan satunya lagi memukul-mukul lengan Aisyah berharap agar ia juga melihat keberadaan Siti.


"Iya bener. Itu Siti" Balas Aisyah yang juga melihat keberadaan Siti yang tak jauh dari tempat mereka sedang berdiri.


Tanpa basa basi lagi, kedua wanita yang sedang hamil itu segera menghampiri Siti yang sedang berdiri dipinggir jalan.


Walaupun mereka sedang hamil, namun tak mengurangi kecepatan berjalan mereka yang ingin segera menghampiri orang yang selama dua bulan ini mereka cari. Keduanya semakin mempercepat langkahnya karena takut jika akan kehilangan Siti yang selama dua bulan ini menghilang tanpa kabar sama sekali.


"Siti" Teriak Aisyah membuat orang yang dipanggil menoleh kearah suara yang memanggilnya.


Siti melihat jika orang yang memanggilnya adalah Aisyah sahabatnya. Siti kaget karena tidak menyangka akan bertemu dengan sahabatnya yang selama dua bulan ini sangat ia hindari.


"Kamu kemana aja?" Tanya Aisyah lagi. Kini kedua tangan Siti masing-masing dipegang oleh Larisa dan juga Aisyah. Mereka khawatir jika Siti akan kabur sehingga mereka berdua melakukan cara itu. Walaupun terkesan seperti Siti adalah seorang maling yang baru saja tertangkap basah sedang mencuri.


"Ka, kalian disini?" Tanya balik Siti terbata-bata. Siti sangat kaget karena tiba-tiba saja dihadang oleh kedua sahabatnya seperti seorang pencuri.


"Ditanya malah balik nanya" Balas Aisyah sinis.


"Kenapa waktu acara Tiana kamu menghilang begitu saja?" Kini Aisyah mulai menginterogasi Siti dengan ekspresi wajahnya yang terlihat begitu sangar. Membuat Siti tidak percaya jika Aisyah adalah sahabatnya yang selama bertahun-tahun bersahabat dengannya.


"Kakak kemana, kita telfon gak pernah dijawab. Chat kita juga gak pernah kakak baca. Emang salah kita apa sama kakak?" Kini giliran Larisa yang mulai mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi ingin ia tanyakan saat melihat keberadaan Siti.


Siti bergantian menatap wajah para sahabatnya. Namun tatapan mata Siti malah terfokus pada perut kedua wanita yang ada dihadapannya itu yang terlihat membuncit menandakan mereka sedang hamil tapi nampak begitu kuat karena Siti sempat melihat Larisa yang berlari menghampiri dirinya.


"Ayo kak kita bawa Kak Siti kedalam, jangan disini panas" Ucap Larisa sambil mengibas-ngibaskan tangannya karena mulai merasa kepanasan.


"Ya udah ayok" Balas Aisyah menyetujui saran dari Larisa lalu menarik paksa Siti untuk ikut bersama mereka.

__ADS_1


Dengan terpaksa Siti mengikuti saja keinginan kedua sahabatnya itu. Jika memberontak juga percuma saja, karena kedua tangannya kini sudah dipegang dengan sangat kuat oleh kedua sahabatnya.


__ADS_2