PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN


__ADS_3

Larisa lebih dulu masuk kemudian mempersilahkan kedua mertuanya untuk masuk kedalam rumah mewah miliknya.


Terlihat Bu Ayu yang terpukau melihat hunian tempat anak, menantu, serta cucunya yang begitu menakjubkan. Beberapa kali ia terlihat berdecak kagum melihat keindahan bagian dalam rumah anaknya itu. Bahkan rumah itu mengalahkan kemewahan serta keindahan rumah yang ia tinggali di singapura


"Rumah kamu bagus nak" Ucap Ibu yang kini berjalan masuk menuju keruang keluarga.


yang hanya dibalas senyuman oleh Larisa.


Ibu mengangumi bagian lorong masuk rumah anaknya yang banyak terpajang foto-foto anak, menantu, serta cucunya yang akan menginjak umur sebulan. Tentunya itu semua merupakan permintaan dari Larisa. Karena ia ingin orang yang datang kerumah ini melihat sosok yang pemilik rumah.


Saat sampai diruang keluarga, Larisa melihat Mamanya masih tetap berada disana sambil meniup-niup kutek ditangannya agar cepat mengering.


Bu Ayu yang melihat Mama Larisa dengan tatapan yang berbeda, ia merasa heran dengan wanita paruh baya itu. Penampilannya sangat berbanding terbalik dengan usianya. Bu Ayu merasa ilfeel melihat Mama Larisa yang mencat kuku-kuku panjangnya dengan warna-warna yang mencolok.


"Dia siapa nak?" Tanya Bu Ayu, menunjuk kearah Mama Larisa menggunakan bibirnya.


Larisa memandang kearah yang Bu Ayu maksud dan mengerti siapa yang mertuanya itu tanyakan.


"Oh itu, dia Mama Larisa Bu" Ucap Larisa ragu-ragu, membuat Bu Ayu memicingkan mata ke arah Larisa.


"Dia Mamaku Bu" Ucap Larisa lagi, membuat Bu Ayu yakin dengan apa yang menantunya itu katakan.


Hampir saja Bu Ayu ingin mengoreksi habis-habisan penampilan wanita yang sedang duduk di sofa sambil memainkan jari-jarinya. Tapi untung saja hal itu tak terjadi karena ia lebih dulu menanyakan siapa wanita itu. Jika tidak pasti menantunya akan sedih karena ia yang meledek penampilan Mamanya. Walaupun sebenarnya bibirnya sangat gatal untuk mengoreksi penampilan Mama menantunya itu.


"Kalo begitu, aku kenalkan Ibu sama Mama ku dulu" Ucap Larisa sambil memegang bahu Ibu mertuanya. Namun secepat kilat Bu Ayu mengangkat satu tangannya mengisyaratkan jika nanti saja.


"Mamamu seperti sibuk nak, dia bahkan tidak menyadari kehadiran kita. Aku mau ketemu sama cucuku saja dulu. Cepat bawa aku ke kamar kalian" Jawab Bu Ayu, membuat Larisa tak enak hati, namun tetap membawa kedua mertuanya menuju ke kamarnya untuk segera bertemu dengan cucu kesayangannya itu.


Mama Larisa kini menyadari kedatangan besannya, namun kedua matanya tiba-tiba saja terbelalak melihat penampilan mertua Larisa yang begitu elegan ditambah lagi dengan tas mahal yang sedang ia tenteng membuatnya menelan ludah karena menginginkan tas yang sama seperti punya besannya itu.


Namun terbesit dipikiran liciknya untuk meminta kepada anak menantu kesayangannya yaitu Alex. Dalam benaknya ia berkhayal jika Alex akan menuruti keinginannya itu, karena Alex yang sangat mencintai anaknya. Dan tentu saja pasti akan mengabulkan keinginan dari orang tua wanita yang ia cintai.


Ahhh... Mama Larisa sampai bahagia membayangkan tas keluaran merk ternama dengan kualitas super itu menggantung ditangannya. Setelah itu ia akan memamerkan pada teman-teman sosialitanya dan membuat mereka semua akan iri.


"Uhhh bahagianya menjadi orang kaya" Ucap Mama Larisa kemudian menuju ke kamar Larisa ingin menyapa kedua besannya yang tak sempat ia sambut kedatangannya tadi.


Sedangkan didalam kamar Larisa dan Alex, terlihat Bu Ayu yang sedang menggendong Kenan dan sesekali menciumi pipi Kenan yang masih terlelap.


"Cucu kita tampan sekali ya Ayah. Sama kayak Ayahnya. Ihhh gak ada bedanya. Ckckck" Ucap Bu Ayu sambil memandang wajah bayi mungil yang wajahnya sangat mirip dengan Ayahnya yaitu anaknya sendiri.

__ADS_1


Larisa tersenyum senang melihat kebahagiaan kedua mertuanya yang begitu sedang mendapatkan seorang cucu. Begitu juga Alex yang ikut tersenyum kearah Larisa dengan tatapan genitnya sambil menaikkan kedua Alisnya dan tak malu melemparkan ciuman kearah Larisa, membuatnya langsung melototkan mata karena tingkah konyol suaminya itu.


"Siapa dulu dong Ayahnya?" Tanya Alex dengan begitu bangganya. Membuat Ayah Alex yang sedang berdiri tepat di samping merangkul bahu anaknya itu.


"Siapa dulu dong Omanya?" Tanya Bu Ayu balik membuat mereka semua tertawa.


"Iya... iya... kan Ibuku ini adalah wanita yang paling cantik" Ucap Alex sambil memeluk tubuh Ibunya membuat Larisa ikut tersenyum melihat anak dan Ibu itu.


"Jangan cemburu ya sayang" Ucap Alex pada Larisa. Membuat Larisa geleng-geleng kepala.


Tak berselang lama Mama Larisa masuk kemudian berdiri tepat disamping Larisa.


"Kamu kok gak ngasih tau Mama kalo kedua mertuamu sudah datang. Mama kan juga ingin menyambut mereka" Ucap Mama Larisa sambil menyenggol bahu lalu berbisik ditelinga Larisa.


"Eh ada Mama Larisa juga disini ternyata" Ucap Ayah Bram yang melihat keberadaan Mama Larisa.


Mendengar perkataan dari Ayah Alex, Mama Larisa kemudian membenarkan cara berdirinya kemudian melempar senyuman kearah kedua besannya yang dibalas juga dengan senyuman oleh mereka berdua.


"Maaf ya Besan, tadi saya tidak menyambut kedatangan kalian karena lagi sibuk" Ucap Mama Larisa memberi alasan membuat Bu Ayu memutar bola mata malas karena mendengar alasan dari Mama Larisa yang sok sibuk padahal mereka tadi melihat jika dirinya hanya sedang mencat kuku-kukunya.


Membuat Ibu Alex semakin tak suka melihat warna kuku besannya itu yang terlihat sangat ngejreng seperti anak ABG saja.


"Wah Mama Larisa terlihat masih awet muda banget ya" Ucap Bu Ayu lagi ingin menyindir besannya itu. Namun Mama Larisa malah terlihat senang mendapat pujian seperti itu dari besannya.


"Iya benar, Mama Larisa terlihat masih seperti anak muda saja" Ucap Ayah Bram membenarkan apa yang Bu Ayu katakan.


"Masa sih Pak, kayaknya saya merasa biasa saja" Balas Mama Larisa membuat Bu Ayu mencebikkan bibirnya karena kesal suaminya yang ikut membenarkan apa yang tadi ia katakan. Padahal niatnya tadi ingin menyindir Mama Larisa tapi malah suaminya juga ikut-ikutan memujinya"


"Kita makan dulu yuk, sudah waktunya makan siang" Ucap Larisa mencoba mengalihkan pembicaraan karena melihat ekspresi wajah Bu Ayu yang seperti tak suka melihat Mamanya.


"Iya sayang, aku juga sudah lapar yuk kita makan sekarang" Jawab Alex yang menyetujui ide dari istrinya.


"Ya sudah kita makan dulu, Bu, ayo kita makan, kamu juga pasti laparkan? tadi dipesawat cuma makan roti aja" Ucap Ayah Bram sambil merangkul bahu istrinya. Membuat Mama Larisa iri melihat kemesraan kedua Besannya itu.


Mereka semua akhirnya turun kelantai bawah untuk segera menuju kemeja makan, untuk mengisi perut mereka karena memang sudah waktunya juga untuk makan siang.


Mereka semua makan dalam diam tanpa satu kata pun keluar dari mulut mereka. Yang terdengar kala itu hanya denting suara sendok yang mengenai piring.


Karena acara akan diadakan sore hari, sehingga setelah makan mereka memutuskan untuk istirahat dulu dikamar mereka masing-masing.

__ADS_1


*


*


*


*


*


Semua orang sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Mereka bertugas untuk menyulap rumah mewah Larisa dan Alex menjadi bak istana untuk acara akikahan Kenan.


Semuanya sudah bersiap-siap. Terlihat Larisa, Alex, dan Juga Kenan yang mengenakan pakaian yang berwarna senada membuat mereka menjadi keluarga yang kompak. Lagi-lagi Alex harus menelan ludahnya tatkala melihat wajah istrinya yang begitu cantik, membuat naluri kejantanannya ingin segera mengeksekusi keindahan tubuh istrinya. Namun hal itu tak bisa ia lakukan, mengingat istrinya masih belum selesai dengan masa nifasnya membuat Alex hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena hasratnya yang tak bisa ia salurkan.


"Kamu cantik sekali sayangku" Ucap Alex kemudian mengecup bibir seksi istrinya.


"Aku tau maksudmu itu sayang" Balas Larisa membuat Alex menunjukkan wajah imutnya didepan Larisa yang sama sekali tak terpengaruh olehnya.


"Tapi sabarlah dulu. Masih ada waktu tiga minggu lagi baru kau bisa membuat adik untuk Kenan" Ucapnya lagi sambil mendorong dada bidang milik Alex.


"Sayang waktu tiga minggu itu bukanlah waktu yang singkat. Apakah kau tak kasian dengannya?" Tanya Alex sambil menunjuk kearah kejantanannya yang kini sudah mulai menegang. Membuat Larisa membulatkan kedua matanya.


"Emm. Mungkin kita bisa melakukan cara lain sayang" Ucap Larisa sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Alex.


Alex terlihat bingung. "Maksudmu cara lain bagaimana sayang?" Tanya Alex penasaran. Membuat kejantanannya semakin menegang karena menyentuh dada istrinya yang terlihat semakin membesar setelah melahirkan.


Larisa kemudian membalas ciuman suaminya begitu dalam. Tak bisa ia pungkiri jika ia juga sebenarnya sangat menginginkan sentuhan dari suaminya. Namun ia kembali mengingat jika mereka belum bisa melakukannya jika masa nifasnya belum selesai.


"Bersabarlah, aku akan memanjakanmu malam ini" Ucap Larisa setelah melepaskan tautan mereka, kemudian mengedipkan matanya sebelah ingin menggoda suaminya yang lagi ***** sangenya.


Alex hanya menghela nafas kasar, selain itu ia juga tak sabar menunggu waktu malam karena ingin segera mengetahui apa yang istrinya itu akan lakukan kepadanya.


"Ayo kita turun, semuanya pasti sudah menunggu kita" Ucap Larisa yang kini sedang menggendong Kenan.


"Emm.. Baiklah" Ucap Alex melangkah dengan malas-malasan.


"Semangat dong Ayah" Ucap Larisa lagi kemudian mencium pipi suaminya. Membuatnya kini tersenyum senang.


"Nah gitu dong" Larisa lalu merangkul lengan suaminya kemudian bergegas turun kebawah karena para tamu undangan kini sudah mulai berdatangan.

__ADS_1


__ADS_2