PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 76 MENUJU HALAL


__ADS_3

Para tamu undangan satu per satu mulai datang memenuhi seluruh bagian masjid yang menjadi tempat ijab kabul yang menjadi ikrar janji suci pernikahan akan diucapkan. Yang akan mengikat dua insan berbeda jenis dalam satu ikatan yaitu ikatan suci pernikahan.


Semua yang memiliki tanggung jawab dalam acara sakral ini terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tak terkecuali dengan MUA yang sudah disewa untuk menyulap calon pengantin menjadi ratu sehari. Terlihat tangan lincah MUA yang kini sibuk mendandani Tiana dan juga para keluarga besar.


"Baru kali ini saya merias pengantin wajahnya luar biasa cantik" Ucap MUA yang terpesona dengan hasil karyanya yang terlihat sangat sempurna diwajah Tiana.


"Kakakku memang udah cantik dari orok. Dipoles lagi yah makin cantik" Oceh Fatimah yang kini tengah sibuk memakai hijabnya, dibantu dengan beberapa orang asisten dari MUA yang Tiana pakai jasanya.


Tiana hanya tersenyum mendengar ocehan dari adiknya.


Larisa dan juga Alex kini berada dihotel tempat Azam menginap. Azam dan para rombongan akan star dari hotel menuju ke pondok pesantren.


Karena Ardian dan juga Rara akan menjadi bagian dari iringan keluarga mempelai pria. Sehingga membuat mereka berdua juga ikut hadir bersama Larisa dan juga Alex yang kini berada di dalam kamar presiden suite yang telah Azam booking.


Kedua wanita itu sama-sama hanya diam tak ingin bertegur sapa. Sedangkan para suami hanya diam saja melihat sikap istri mereka masing-masing karena mereka berdua sangat mengetahui apa yang menyebabkan mereka berdua seperti itu.


Mata Rara berbinar-binar dengan mulut yang ikut menganga karena bagian ruang tamu kamar Azam sudah dipenuhi dengan berbagai macam seserahan yang memanjakan matanya.


Tas dan sepatu dengan merk yang bukan kaleng-kaleng, dan beberapa baju gamis dari desainer ternama, perhiasan bertahtakan berlian, dan yang tak kalah mengejutkan Rara, karena matanya kini tertuju pada bongkahan berwarna gold yang menyilaukan matanya.


Bongkahan itu tak lain adalah emas batangan. Semakin membuat Rara berdecak kagum karena masing-masing dari emas batangan itu memiliki berat satu kilogram dan total emas batangan yang akan Azam berikan kepada Tiana adalah tiga batang. Berarti Tiana akan menerima tiga kilogram emas dari calon suaminya.


Rara tiba-tiba insecure memandang perhiasan emas seberat 15 gram yang melingkar ditangannya, bahkan seluruh perhiasan yang ia pakai hari ini tidak ada apa-apanya dengan emas batangan berkilogram yang akan menjadi seserahan Azam pada Tiana.


"Tiga kilogram? Ini emas atau beras yang dijual kiloan dipasar ya? Ckckck. Membuatku jadi iri saja" Gumam Rara dalam hatinya.


Larisa hanya memandang Rara yang terus terpana melihat seserahan yang akan Azam berikan kepada Tiana.


Mereka semua sudah bersiap-siap, tak lupa Larisa dan juga Rara yang memakai baju persatuan yang Tiana berikan kepadanya.


Baju persatuan kali ini berwarna hijau, Tiana sengaja memilih warna itu karena merupakan warna kebanggaan dalam agama kepercayaan Tiana.

__ADS_1


Acara akan dimulai pukul 10.00 pagi. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 08.30, sehingga mereka semua mempercepat pergerakan, agar tidak membuat pihak dari mempelai wanita menunggu terlalu lama.


Tepat pukul 09.15, mereka semua tiba dikediaman mempelai wanita.


Mereka disambut dengan begitu meriahnya. Terlihat juga para santri yang mulai memenuhi masjid dan juga halaman masjid. Mereka ikut meramaikan acara pernikahan Tiana dan juga Azam yang merupakan pengajar dipesantren Abah, sekaligus anak dari pimpinan pesantren tempat mereka menuntut ilmu.


Abah dan Umi yang lebih dulu siap kini menyambut kedatangan mempelai pria dan juga iring-iringannya.


Umi dan Larisa mulai menata dimeja seserahan yang Azam bawa untuk calon pengantinnya.


Semua tamu berdecak kagum melihat seserahan yang Azam berikan kepada Tiana, tak terkecuali para pengajar yang menjadi partner kerjanya, kini juga mulai berbisik-bisik karena tidak menyangka jika Azam yang selama ini mereka kenal, yang selalu berpenampilan sederhana ternyata adalah orang yang kaya raya.


Ridho yang menjadi teman seprofesi Azam juga tak kalah kagetnya. Ia tidak menyangka jika temannya itu ternyata adalah seorang duda kaya raya.


Abah dan Azam kini sudah berhadapan dimeja yang telah disiapkan.


Keringat dingin mulai membasahi kening Azam. Ini bukanlah pernikahan pertama bagi Azam, namun rasanya pernikahan ini jauh lebih mendebarkan untuknya karena ia yang akan menikahi wanita yang ia cintai selama ini.


Dari pintu masuk masjid Tiana berjalan dengan diikuti para sahabatnya yaitu Larisa, Aisyah, dan juga Siti.


Aisyah memutuskan untuk tetap menghadiri acara pernikahan sahabatnya. Walauoun sudah berkali-kali sidan melarangnya karena ia yang sedang hamil muda membuat Sidan semakin protektif karena takut jika terjadi apa-apa pada kehamilan Aisyah. Sidan sangat trauma jika harus kehilangan calon bayinya untuk yang kedua kalinya.


Namun Aisyah tak menyerah, ia terus saja meyakinkan suaminya jika kandungannya kuat dan didukung dengan dokter yang menjelaskan jika dirinya boleh bepergian jauh serta vitamin yang setiap hari rutin Aisyah konsumsi membuat Sidan akhirnya luluh dan mengijinkan istrinya untuk menghadiri pernikahan sahabatnya dengan syarat Sidan pun akan ikut juga dengannya.


Tentu saja syarat itu langsung disetujui oleh Aisyah, ia sama sekali tak merasa terganggu jika Sidan juga ikut menghadiri pernikahan Tiana. Yang terpenting ia bisa menepati janjinya pada sahabatnya Tiana untuk hadir diacara pernikahannya.


Tiana berjalan dengan balutan kebaya putih dengan selendang panjang yang menjuntai kebelakang.


Umi kemudian mendudukkan Tiana disamping mempelai pria yang semakin gugup melihat calon pengantinnya.


"Bisa kita mulai sekarang nak Azam" Tanya Abah yang menjadi wali Tiana sekaligus yang akan menikahkan mereka berdua.

__ADS_1


"Tunggu sebentar Abah" Jawab Azam, sangking gugupnya suaranya terdengar sedikit bergetar.


"Ada apa lagi?" Tanya Ardian pada Alex yang mendengar pembicaraan antara Abah dan Azam.


"Aku juga gak tau" Jawab Alex sambil mengendikkan bahunya.


"Kita lihat saja apa yang Azam akan lakukan" Ucap Alex lagi dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Ardian.


Azam lalu memanggil orang kepercayaannya, terlihat jika orang itu membawa sebuah berkas.


Azam meraih benda pipih itu lalu memberikannya pada Tiana.


"Ini hadiah untukmu" Azam lalu memberikan benda itu pada Tiana yang terkejut karena benda yang Azam berikan adalah sebuah sertifikat tanah.


"Aku sengaja membeli tanah disamping pondok pesantren Abah agar kau merasa selalu dekat dengan kedua orang tuamu. Kita akan membangun rumah dan menghabiskan seluruh umur kita dirumah itu" Ucap Azam. Membuat semua orang yang akan ikut menyaksikan pernikahan Tiana dan juga Azam ikut berdecak kagum.


Namun terlihat salah satu orang yang menghadiri pesta pernikahan Tiana dan juga Azam seperti kaget mendapati jika mempelai pria tak lain adalah mantan suaminya.


Wanita itu menatap wajah mantan suaminya dengan tatapan tajam. Ia tidak menyangka jika akan bertemu dengan orang yang telah menghancurkan hati dan perasaannya.


Kedua mata wanita itu mulai berkaca-kaca karena orang yang selama ini ia cari berada tepat dihadapannya.


Perasaannya bercampur aduk karena bahagia akhirnya bisa bertemu kembali, namun ia juga merasa sedih karena mantan suaminya akan kembali menikah. Itu artinya ia benar-benar akan kehilangan orang yang sangat ia cintai.


"Kenapa harus kamu yang menjadi suami sahabatku" Ucap wanita itu.


Ia lalu bangkit ingin segera pergi karena tak sanggup menyaksikan orang yang ia cintai akan menikah kembali.


Aisyah yang berada disamping wanita itu merasa heran, mengapa sahabatnya itu hanya diam tak menjawab setiap kali ia berbicara atau pun bertanya.


Aisyah menoleh kearah wanita itu dan melihat benar saja sahabatnya itu sedang melamun, dan tak berselang lama ia bangkit namun Aisyah menahannya.

__ADS_1


__ADS_2