
Abah sampai lupa menanyakan mengenai perihal keluarga Azam sangking senangnya akhirnya Tiana menerima Azam untuk menjadi suaminya.
"Nak Azam, bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka akan hadir untuk acara khitbah Tiana nanti?"
Azam tersenyum kearah Abah untuk menyembunyikan kesedihannya jika ia sama sekali tak memiliki siapa pun karena kedua orang tuanya yang telah meninggal. Awalnya Ayahnya yang lebih dulu meninggal, satu tahun kemudian Ibu Azam menyusul Ayahnya kembali ke Sang Maha Pencipta.
Azam sebenarnya memiliki satu orang saudara laki-laki, namun ia tak tau dimana keberadaan saudaranya itu setelah ia memutuskan pergi dari kampung halamannya.
"Saya sudah tidak memiliki siapa-siapa Abah, saya anak yatim piatu" Ucap Azam membuat Abah ikut terharu mendengar jawaban dari calon anak menantunya itu.
Abah menepuk bahu Azam untuk memberikan dukungan agar Azam bisa lebih kuat walaupun sudah tidak memiliki orang tua lagi.
"Jangan bersedih nak, bukankah Abah juga orang tuamu" Balas Abah membuat Azam ikut terharu mendengar perkataan calon mertuanya itu.
Tiana yang sedari tadi hanya diam namun sesekali mencuri-curi pandang kearah Azam itu kini mulai menitikan air mata, karena ikut merasakan kesedihan calon suaminya yang hidup tanpa keluarga yang menemaninya. Tiana ikut bersedih membayangkan jika dirinya yang berada diposisi Azam.
"Terima kasih, karena kau memberikan kesempatan kepadaku" Ucap Azam kini menatap manik mata Tiana, karena pandangan mereka saling bertubrukan membuat wajah Tiana terasa panas karena mulai memerah sebab mendapat tatapan dari calon suaminya.
"Jangan berterima kasih. Seharusnya saya yang mengucapkan itu kepadamu. Karena sudi menerima saya menjadi istrimu yang tentu saja akan membawaku lebih dekat dengan surgaNya" Ucap Tiana membuat Azam terpana mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut calon istrinya itu.
"Baiklah, Abah berpikir jika acara pernikahan kalian akan kita adakan seminggu lagi, dan besok Azam akan segera mengkhitbahmu nak. Persiapkan dirimu" Ucap Abah yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Tiana.
"Dan kau nak Azam. Abah titip mutiara terindah milik Abah yaitu Tiana. Jangan pernah menyakiti dan menyia-nyiakan anak Abah" Abah kini mulai menitikan air mata, sedangkan Tiana mulai menghapus air mata yang jatuh diwajah Abah yang terlihat mulai keriput termakan usia.
"Jika Tiana melakukan kesalahan tegurlah dia dengan cara yang baik, sayangi anak Abah sama seperti Abah yang sangat menyayanginya"
"Semoga Ibadah ini yang akan membawa kalian ke surgaNya. Dan ingat apa yang Abah selalu ajarkan kepadamu nak. Jadilah istri yang sholeha, istri yang taat kepada suamimu, karena tanggung jawab Abah akan lepas saat Azam mengucapkan ijab kabul nanti. Semua beban akan ditanggung oleh suamimu nak, jadi berusahalah untuk meringankan beban itu dengan menjadi istri yang baik, sholeha, taat pada suami dan tentunya pada agama kita. Semoga kalian bahagia. Hanya itu harapan Abah" Ucap Abah membuat Tiana kini ikut menitikan air mata, bahkan kini Tiana mulai terisak sambil memeluk Abah yang tak kuasa menahan tangisnya karena harus merelakan putri yang begitu ia sayangi untuk hidup bersama suaminya yaitu Azam.
"InsyaAllah Azam janji Abah, akan menyayangi Tiana dengan segenap jiwa dan raga ini. Azam akan berusaha menjadi suami yang sesuai dengan ajaran agama kita"
"Hiruplah masa depan, dan hembuskan masa lalumu" Ucap Abah membuat Azam kini menatap lekat-lekat kearahnya.
"Jadikan kegagalan dimasa lalu, menjadi kemenangan dimasa depan nak" Ucap Abah membuat Azam mengerti maksud dari perkataan calon mertuanya itu.
*
*
*
*
*
Tiana yang sedang berada diruang tamu kini mulai mengabari para sahabatnya mengenai pernikahannya dengan Azam yang akan dilangsungkan satu minggu lagi.
๐GROUP WANITA TANGGUH๐
Tiana : Assalamu'alaikum. Kalian apa kabar?
__ADS_1
Tut...
Larisa yang sedang sibuk memberi ASI kepada Kenan mendengar suara pesan group yang masuk kedalam Hpnya. Larisa sengaja melakukan itu agar dia bisa membedakan pesan pribadi atau pesan group yang masuk ke Hpnya.
Mendengar dari suara pesan yang masuk Larisa tau jika itu adalah pesan dari groupnya. Namun ia tak mempedulikan dulu pwsan itu karena ia ingin fokus memberi ASI dulu pada Kenan.
Aisyah : Waalaikumsalam. Aku baik, kamu bagaimana? Udah ada kabar baik ya?๐๐๐
Siti : Waalaikumsalam. Baik juga akunya. Kamu gimana?
Tiana : Alhamdulillaah aku juga baik disini๐๐๐ Aku ada kabar baik. Minggu depan aku akan menikah dengan Azam.
Siti yang sedang berada diruangan kerjanya mulai penasaran dengan sosok calon suami Tiana.
Aisyah, Siti is typing...
Siti : Lihat dong calonmu itu.
Aisyah : Wah aku senang banget dengarnya. InsyaAllah aku bakalan usahakan untuk datang kepernikahanmu Tiana.
Aisyah : Aku juga ada kabar baik buat kalian.
Tiana, Siti, Larisa is typing...
Larisa : Yee senangnya. Gak lama lagi Kenan bakalan punya temen main deh.
Siti : Cepetan bilangnya. Kabar baik apa lagi nih. Bikin penasaran aja.
Aisyah is typing...
Aisyah : Surprise... Aku hamil lagi.
Aisyah send a picture...
Kemudian Aisyah mengirim tespeck yang terlihat 2 garis merah yang menandakan jika dirinya benar sedang hamil.
Tiana, Larisa, Siti is typing...
Tiana : MasyaAllah. Syukur Alhamdulillah. Aku ikut bahagia dengar kabar baik ini. Selamat ya Aisyah.
Siti : ckckck... gerak cepat juga si Aisyah. Tapi selamat lohhh ya. Aku juga senang dengar kamu hamil lagi.
Larisa : Alhamdulillah selamat kak, nanti reuninya bawa anak ya๐๐๐
Tiana : Besok acara aku dikhitbah sama Azam, kamu datang ya Larisa. Jangan lupa bawa si gemoy itu. Umi katanya rindu banget.
Aisyah : Akhirnya gerak cepat juga si Azam. Syukur deh kalo gitu.
Siti : Mana nih, aku pengen lihat foto calonmu itu Tiana.
__ADS_1
Larisa : Ok deh aunty. Besok Kenan pasti datang kok.
Tiana : Maaf Siti, aku gak punya fotonya. Nanti acara nikahan aja kamu lihatnya. Awas ya kalo sampe gak datang.
Aisyah, Siti is typing...
Aisyah : Pokoknya dudanya Tiana itu jangan diragukan lagi kalo masalah ketampanan, walaupun duda tapi segelnya kelihatan masih perjaka. Hahahaha๐๐๐
Siti : Masa sih jadi penasaran akunya.
Tiana : Nanti aja lihatnya pas sekalian acara. Jangan sampe gak datang loh ya. Aku tunggu kedatangan kalian semua.
Tiana : Kamu gak usah datang Aisyah. Kamu kan lagi hamil.
Larisa : Beneran kak, calonnya kak Tiana bahkan lebih ganteng dari yang dulu loh. Hehehe๐๐๐
Aisyah : Kita lihat nanti ya, semoga saja Sidan mengizinkan jadi aku bisa datang keacara pernikahanmu. Lagian kandunganku juga masih awal kok.
Aisyah : Ehem, gitu gitu mantan kamu juga dulu. Ingat lohhh @Larisa
Larisa : hehehe.
*
*
*
*
*
Setelah puas berbelanja Mama akhirnya pulang dengan membawa begitu banyak tentengan ditangannya.
Larisa yang sedang berada diruang keluarha bersama Kenan melihat Mamanya yang akhirnya pulang hanya menatap Mamanya sekilas kemudian kembali meneruskan aktivitasnya memberi ASI pada Kenan.
Mama lalu menghampiri Larisa yang sedang duduk memberi ASI pada Kenan. "Lihat nih belanjaan Mama, senangnya bisa jadi orang kaya" Ucap Mama memperlihatkan barang bawaannya pada Larisa.
"Ma, cukup ya. Larisa gak suka Mama itu manfaatin Alex demi kesengan Mama itu" Ucap Larisa membuat Mama menatap tajam kearah anaknya itu.
"Emangnya kenapa? Lagian harta suami kamu juga gak bakalan Abis walaupun Mama shopingnya tiap hari" Ucap Mama yang kesal pada Larisa.
"Tapi Ma, Mama itu udah keterlaluan, Larisa malu kalo Alex nanti berpikir Mama itu matrealistis banget" Balas Larisa kini dengan suara yang sedikit lebih keras. Membuat Mama terkejut karena Larisa yang sudah berani marah kepadanya.
"Tutup mulutmu itu. Bukannya kamu itu harusnya membalas jasa Mama yang sudah melahirkan kamu dengan cara membahagiakan Mama. Bahkan air susu Mama tidak akan pernah bisa kamu balas walaupun kamu memberikan seluruh harta kekayaan suamimu" Balas Mama yang kini mulai marah karena Larisa yang sangat lancang mengatainya matrealistis.
"Percuma bicara sama Mama, yang Mama pikirkan hanya uang, uang, dan uang" Balas Larisa yang kini mulai menitikan air mata karena Mama yang sudah menyakiti perasaannya dengan mengungkit-ngungkit tentang jasanya yang telah melahirkan dirinya.
"Eh anak bodoh, kamu lupa ya selama ini Mama sama Papa banting tulang cari uang buat hidup kamu enak. Emangnya kamu pikir apa yang bisa buat kita bahagia selain uang. Cinta? Makan itu cinta" Ucap Mama kemudian berlalu meninggalkan Larisa yang memeluk Kenan sambil menangis.
__ADS_1