
Terlihat seorang wanita paruh baya turun dari Taxi. Dengan wajah yang takjub disertai dengan decak kagum karena melihat bangun kokoh yang ada di hadapannya.
Saat ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba Satpam sedang menjaga pintu gerbang datang menghampiri dirinya. "Anda cari siapa bu?" Ucap Satpam yang kini berada didepan wanita paruh baya itu. Lalu dengan sombongnya wanita itu kemudian menjawab pertanyaan satpam penjaga dengan mengaku dirinya adalah orang tua dari pemilik rumah tempat Pak Satpam itu bekerja.
Namun tak lantas membuat Satpam itu begitu mudah mempercayai apa yang wanita itu katakan.
Pak Satpam pun kemudian mengambil telepon yang berada disaku celananya, untuk menanyakan kepada majikannya mengenai kebenaran apa yang wanita paruh baya itu katakan.
karena pak satpam merasa selama satu bulan ini dia bekerja di rumah tersebut, ia sama sekali tak pernah melihat sosok dari wanita yang ada dihadapannya itu. Jika benar dia adalah Ibu dari majikannya.
"Maaf nyonya" Ucap Pak satpam saat telepon telah tersambung.
"Iya ada apa Pak" Sahut Larisa yang kini tengah sibuk mengganti popok Kenan.
"Didepan ada wanita yang mengaku ibu Nyonya" Sambung pak satpam. membuat Larisa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Satpamnya itu.
"Suruh masuk saja Pak" Ucap Larisa menyadari bahwa yang dimaksud oleh Satpam itu adalah Ibu Larisa.
Tapi Larisa bingung dari mana mamanya tau tempat tinggalnya sekarang. Padahal ia sama sekali tak pernah mengatakan jika ia kini tinggal dirumah barunya karena telah menikah dengan Alex.
Bukan karena Larisa tak ingin Mamanya tau mengenai pernikahannya itu, tetapi Larisa menyembunyikan semua itu karena sangat mengenali tabiat buruk mamanya yang begitu gila uang.
Larisa takut jika mamanya akan berpikiran sama seperti waktu dirinya akan menikah dengan Ardian. Jika Mamanya akan memanfaatkan Larisa yang memiliki suami kaya raya, untuk memenuhi kebutuhan Mama yang selalu ingin tampil sosialita.
__ADS_1
Terlebih lagi kini Larisa bahkan menikah dengan seorang Alex yang notabene lebih kaya dari Ardian. Dan bisa dipastikan jika Mama akan memanfaatkan kekayaan suaminya itu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Diwaktu yang bersamaan Alex masuk kedalam kamar menghampiri Larisa yang sedang bersama Kenan diatas tempat tidur.
Alex heran melihat wajah Istrinya yang nampak terlihat bingung. "Ada apa sayang, kenapa wajahmu seperti itu" Tanya Alex yang duduk tepat disamping Larisa.
Larisa yang tidak menyadari kehadiran suaminya terkaget melihat Alex yang kini duduk disampingnya sambil memeluk Larisa dari samping.
"Apakah kau sedang memikirkan mengenai mantanmu itu? sampai-sampai kau tak menyadari kedatanganku?" Tanya Alex membuat Larisa menatapnya dengan tatapan sinis.
"Aku sedang memikirkan bagaimana bisa Mama ada dirumah ini, sedangkan aku tak pernah memberitahu padanya mengenai tempat tinggal baruku" Ucap Larisa kebingungan.
"ohhh" Ucap Alex beroh ria. " Aku yang mengundangnya untuk datang kerumah ini" Sambung Alex membuat Larisa kembali terkejut dengan apa yang suaminya katakan.
Tak lama kemudian terdengan suara yang sangat Larisa kenali siapa pemilik dari suara itu. Terdengar jika suara itu semakin lama semakin dekat hingga terdengar berhenti tepat didepan pintu kamar Larisa dan Alex.
"Larisa sayang, anak mama yang cantik" Ucap mama Larisa kemudian memeluk tubuh anaknya yang masih terlihat sangat terkejut dengan kedatangannya.
"Mama sudah datang? kenapa tidak bilang dulu jika akan berkunjung, biar aku mengirim supir untuk menjemput mama" Tanya Alex yang kini berdiri tepat dihadapan Ibu mertuanya kemudian meraih tangannya untuk ia cium, karena kini ia telah menjadi anak menantunya dan tentu saja Alex berpikir untuk bersikap baik didepan mertuanya itu.
"Apakah mama harus melapor dulu jika ingin mengunjungi Anak dan cucu mama yang gemes ini" Ucap Mama Larisa sambil mencubit pipi cucinya yang kini berada digendongan Larisa.
"Mama kenapa kesini?" Tanya Larisa kini terlihat raut wajah tak suka dengan kehadiran Mamanya.
__ADS_1
"Aku rindu sama kamu Larisa, mama sudah lama tidak ketemu sama kamu, giliran ketemu ternyata kamu sudah menikah dan punya anak" Ucap Mama Larisa terlihat sedih. "Itupun Mama tau karena suamimu yang memberi tahu Mama" Sambung Mama Larisa kemudian menoleh kearah Alex sambil tersenyum.
"Kenapa juga Alex harus mengundang Mama kesini" Keluh Larisa dalam hatinya.
"Wah cucu mama ganteng sekali" Ucap Mama yang memandang wajah bayi mungil yang sedang Larisa gendong. "Mirip sekali sama nak Alex" Ucap Mama Larisa memandang wajah Alex yang sangat mirip dengan wajah cucunya.
"Kabar Mama gimana?" Tanya Alex pada wanita yang kini telah menjadi Ibu mertuanya.
Mama Larisa lalu memasang wajah memelas demi mendapat simpati dari anak menatu kaya rayanya itu.
"Akhir-akhir ini darah tinggi Mama naik lagi karena mama pusing memikirkan nasib mama yang ditinggal meninggal oleh papah Larisa" Ucap Mama Larisa memasang wajah sedih. "Setelah Papah Larisa meninggal, dan Larisa berhenti menjadi bekerja sebagai model, Mama sekarang sudah tak punya pemasukan lagi. dan tabungan terakhir mama dipakai untuk menutupi kebutuhan Mama karena Larisa sudah berhenti bekerja menjadi model lagi" Sambung Mama Larisa, membuat Larisa memutar bola matanya malas karena ia tahu jika Mamanya itu kini mencoba meraih simpati suaminya.
"Kalo begitu Mama tinggal saja disini, pasti Larisa akan senang jika Mama juga tinggal dirumah ini" Ucap Alex membuat Larisa hanya diam 1000 bahasa mendengar percapakan dari suami dan juga mamanya.
Terlihat ekspresi senang di wajah Mama Larisa kini, karena berhasil mendapatkan simpati dari menantunya itu. Ditambah lagi Mama Larisa merasa semakin bahagia membayangkan impiannya yang tak lama lagi akan terwujud karena Alex yang begitu baik kepadanya.
Kini Mama Larisa semakin menyunggingkan senyumnya karena tak cukup sejam dirinya berada dirumah mewah anaknya, dirinya sudah berhasil untuk ikut tinggal bersama anak dan menantunya. Mama Larisa juga berpikir jika semakin lama ia tinggal maka semakin bisa dirinya merasakan kekayaan yang ia damba-dambakan selama ini.
Namun berbeda halnya dengan Larisa yang tampak murung sejak kedatangan Mamanya. Karena sejujurnya Larisa takut juga khawatir jika apa yang ia pikirkan tentang Mamanya akan menjadi kenyataan. Terlebih kini Mamanya itu berhasil membuat suaminya untuk menerima Mamanya untuk tinggal bersama mereka, membuat rasa khawatir Larisa menjadi bertambah.
"Mama mau istirahat atau kita makan dulu? Karena ini sudah waktunya jam makan siang" Ucap Alex sambil memandang arloji mewah yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Lebih baik aku makan saja dulu, pasti makanan dirumah ini enak-enak" Gumam Mama Larisa dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku mau makan dulu saja bersama kalian, baru setelah itu Mamah ingin istirahat karena tubuh Mama juga sudah merasa lemas karena belum makan dari tadi pagi.
Mendengar apa yang Mama mertuanya katakan, Alex hanya menganggukan kepala lalu mengajak Larisa dan juga mama mertuannya itu segera menuju kemeja makan.