PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 50 MENIKAH KEMBALI


__ADS_3

Karena sudah mulai merasa bosan menonton, Larisa kemudian kekamar untuk menemui Alex yang tadi pergi begitu saja.


Larisa membuka pintu kamarnya kemudian melihat kedalam kamar namun tak menemukan keberadaan Alex di dalam kamar. Larisa mulai bigung kemana perginya suaminya itu.


Namun tak jauh dari kamarnya Larisa bisa melihat pintu ruangan yang sedikit terbuka lalu memutuskan untuk keruangan itu karena mungkin saja Alex berada disana.


Setelah sampai didepan pintu ruangan, Larisa lalu mengintip berusaha melihat kedalam ruangan namun nihil ia tak bisa melihat apa-apa karena didalam ruangan itu terlihat sangat gelap karena lampu ruangan yang dimatikan.


Akhirnya Larisa memutuskan untuk masuk dan ia melihat jika Alex yang sedang sibuk bekerja didepan laptop miliknya.


"Kenapa lampunya dimatikan?" Ucap Larisa berjalan menghampiri suaminya, Alex lalu menoleh kearah Larisa kemudian kembali fokus ke layar laptopnya.


"Sayang, kenapa diam saja apakah kau marah karena aku akhirnya tau tentang kau dan dokter Tiara?" Ucap Larisa sambil memeluk suaminya dari belakang kemudian menyandarkan wajahnya dibahu Alex.


"Tidak sayang, kenapa aku harus marah" Ucap Alex kemudian menoleh kearah Larisa yang sedang bersandar dibahunya, lalu mencium kening Larisa.


"Tadi kau tiba-tiba saja langsung pergi meninggalkanku saat aku mengatakan nama dokter Tiara"


"Aku hanya tak ingin membahas masalah dia lagi, hubunganku dan dia sudah lama sekali berakhir dan sekarang hanya ada kamu dihatiku" Ucap Alex sambil mencubit gemas pipi gembul milik Larisa.


"Benarkah?" Tanya Larisa dengan suara yang ditekan.


"Tentu saja, jika aku menyukai dokter Tiara untuk apa aku menikah denganmu" Jawab Alex membuat Larisa yang mendengarkan apa yang suaminya katakan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya membenarkan apa yang suaminya itu katakan.


"Menurutmu bagaimana jika suami memiliki istri lebih dari satu?" Tanya Larisa kini memperbaiki posisi duduknya yang sekarang berada disamping Alex.


Alex memgerutkan dahinya mendengar pertanyaan dari wanitanya. "Kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang hal itu?" Ucap Alex yang menoleh kearah Larisa.


"Pernikahan 2 Cincin, kak Tiana menamainya seperti itu. Dia bilang poligami terdengar sangat jahat ditelinganya, makanya dia menamainya pernikahan 2 cincin agar terdengar lebih enak didengar" Ucap Larisa sambil memegang kedua telinganya.


"Jadi 1 orang suami memiliki istri lebih dari satu, memangnya kenapa Tiana menamainya seperti itu? Tanya Alex kini sedikit mulai penasaran dengan pembahasan antara dirinya dan Larisa.


"Iya benar, karena waktu itu kak Tiana rela menerimaku menjadi adik madunya jika saja Mas Ardian dan Tiana benar-benar akan menikah"


"Apa? Kamu serius, dia mau menikahkan suaminya dengan wanita lain?" Tanya Alex terkejut.


"Ish kau ini. Belum sayang, belum menjadi suami. Waktu itu mereka dijodohkan, namun Abah membatalkan perjodohan itu karena Abah menolak anaknya dipoligami" Ucap Larisa mengatakan yang sebenarnya pada Alex yang fokus mendengar cerita dari Larisa.


"Tentu saja semua orang tua akan menolak jika anaknya akan dipoligami, tidak ada orang tua yang rela anaknya berbagi suami dengan wanita lain"

__ADS_1


"Tapi aku heran disaat perempuan lain menolak jika suaminya meminta untuk menikah lagi, tapi kak Tiana malah dengan senang hati menerimaku, dia bilang tak ingin jika aku dan mas Ardian terus melakukan dosa"


"Benar-benar wanita yang di rindukan surga" Ucap Alex terpana dengan cerita Larisa.


"Iya benar, aku juga ingin menjadi wanita yang di rindukan surga sayang" Ucap Larisa sambil menyandarkan tangannya di atas meja.


"Benarkah, jadi kau ingin jika aku menikah lagi. Begitu?" Ucap Alex yang yang spontan membuat Larisa membulatkan kedua matanya mendengar pertanyaan dari suaminya.


"Apa kau bilang ingin menikah lagi? Kita saja baru menikah kemarin dan sekarang kau ingin menikah lagi, kau ingin nasibku berakhir sama seperti Aisyah" Ucap Larisa mulai marah karena perkataan dari Alex.


"Bukankah kau sendiri yang tadi bilang jika ingin menjadi wanita yang di rindukan surga" Balas Alex sengit.


"Tapi kan aku tidak pernah bilang jika aku mengizinkan kamu untuk menikah lagi" Jawab Larisa tak mau kalah.


"Benarkah? aku pikir kau tadi bilang jika aku boleh menikah lagi" Ucap Alex tersenyum dipaksakan kearah Larisa.


"Jika kau ingin melihat anak dan istrimu mati, silahkan saja" Ucap Larisa kini mulai berbicara serius.


"Jangan mati sayang, nanti aku akan menikah lagi bagaimana?"


"Aku akan datang menghantui mu, mengganggu hidupmu dan istri barumu itu" Ucap Larisa kesal kemudian melipat kedua tangannya didepan dada.


"Jangan ngambek sayangku, aku hanya bercanda, kita akan masuk surga sama-sama. Itu kan yang kau inginkan" Ucap Alex kemudian menarik tubuh Larisa membawanya kedalam pelukannya.


"Aku mencintaimu"


"Sudah jangan bilang cinta terus, tanpa kau bilang pun aku juga tau" Ucap Larisa menutup mulut Alex dengan tangannya.


"Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu" Ucap Alex kemudian menghujani Larisa dengan ciuman bertubi-tubi di wajahnya membuat Larisa tertawa karena merasa geli dengan perbuatan suaminya itu.


*


*


*


"Bagaimana para hadirin dan saksi sah?" Tanya Abah para semua yang hadir menyaksikan pernikahan Aisyah dan Sidan.


"Sahhhhhh" Jawab semuanya serentak.

__ADS_1


Terlihat raut wajah cantik Aisyah yang begitu bahagia karena, akhirnya kembali bisa memperbaiki rumah tangganya dengan Sidan. Aisyah tak henti-hentinya melempar senyuman kepada semua orang yang hadir diruagan itu, tak terkecuali Tiana dan Larisa yang juga ikut tersenyum melihat sahabatnya itu bisa bersatu kembali dengan suaminya.


Tiana akan melakukan panggilan video bersama Siti karena dia yang tak sempat hadir, karena waktu itu harus kembali ke kampung sebab ada urusan mendadak yang harus dia selesaikan.


"Aisyahhhhhh" Pekik Siti diseberang sana yang melihat Aisyah akhirnya rujuk kembali dengan Sidan.


Tiana mengarahkan kamera hpnya kearah Aisyah yang sedang duduk bersama Sidan yang disamping mereka juga sudah ada Abah yang tadi menikahkan mereka berdua.


Setelah Tiana kemudian mengganti kamera hpnya menjadi kamera depan sehingga memperlihatkan Larisa, Tiana, dan dibelakangnya ada Aisyah yang melambai kearah kamera.


"Larisaaaa, aku tidak menyangka kau juga sudah mendahuluiku. Selamat ya, aku ikut bahagia mendengar kabar pernikahanmu" Ucap Siti pada Larisa. Terlihat dari wajah Siti yang mulai terharu karena kebahagian para sahabatnya.


"Terima kasih kak, Larisa doakan semoga kakak dan kak Tiana juga cepat menyusul" Ucap Larisa sambil tersenyum kearah Tiana.


"Iya aamiin, senangnya yang malam pertama lagi" Ucap Siti meledek Aisyah yang tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya kearah Siti. Membuat Tiana dan Larisa ikut tertawa karena perkataan Siti.


"Malam pertama apaan, belum bisa. Lagian kita ini pengantin basi, gak kayak Larisa tuh" Jawab Aisyah menunjuk kearah Larisa, membuat dirinya merasa malu karena perkataan Aisyah.


"Tapi syukur deh Larisa kamu gak jadi nikah sama kadal buntung itu, kalo saja waktu itu aku ada dihari pernikahanmu sudah ku bejek-bejek mulut tanaman bibit pelakornya itu" Ucap Aisyah sambil mempraktekkan adegan sedang mengulek sambal. Membuat Larisa tertawa melihat tingkah konyol Siti.


"Iya kak untung aja kakak gak ada, kalo kakak waktu itu ada bisa-bisa perang dunia ke tiga" Jawab Larisa membuat Tiana dan Aisyah kembali tertawa.


"Siti, udah dulu ya, nanti kita lanjut lagi ceritanya, kalo bisa kita ngumpul terus reunian bareng nanti. Oke?" Ucap Tiana sambil mengangkat jempol tangannya.


"Oke deh. Dah aku merindukanmu" Ucap Siti lalu melambaikan tangannya.


"Aku juga merindukanmu" Ucap Tiana dan Larisa bersamaan sambil mengangkat jari jempol dan telunjuknya kemudian menyilangkannya sehingga terlihat tanda love kecil.


"Aku lebih rindu Siti" Teriak Aisyah sambil melambaikan tangan, lalu Tiana kemudian mematikan panggilan videonya.


"Kak sekalian buat group biar kita bisa ngobrol bareng walaupun kita berjauhan, kan Aisyah juga sebentar lagi bakalan kembali ke Mesir bersama suaminya" Ucap Larisa sambil


terus menatap Aisyah dan Sidan yang terus saja tersenyum.


"Iya kamu benar tunggu biar aku buat dulu groupnya terus aku akan undang kalian semua" Ucap Tiana sambil melihat kelayar hpnya.


Karena terlalu fokus melihat hpnya, Tiana tidak menyadari seseorang yang berjalan dihadapannya kemudian tak sengaja menyenggol lengan Tiana hingga Hpnya terjatuh kelantai.


Sontak saja karena hal itu Tiana menjadi kaget, begitu juga dengan Larisa yang spontan berteriak membuat semua orang yang ada di ruangan itu memandang kearahnya.

__ADS_1


Tiana kemudian menunduk lalu memungut Hpnya yang kini berada di lantai, kemudian bangkit melihat siapa orang yang telah menyenggol dirinya.


"Ustad Azam?" Ucap Tiana yang melihat orang yang ada dihadapannya, orang itu memakai baju koko lengkap dengan sarung serta peci dikepalanya.


__ADS_2