PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 44 PERMINTAAN LARISA


__ADS_3

Akhirnya setelah berkendara selama 30 menit, Larisa tiba didepan pintu gerbang raksasa, Larisa tampak takjub melihat pintu gerbang yang begitu besar dan begitu megahnya. Dalam benaknya Larisa berpikir jika gerbangnya saja sudah sebesar ini, pasti rumah yang berada didalamnya tak jauh berbeda dengan gerbang raksasa yang ia lihat sekarang.


Namun Larisa tak heran mengingat suaminya ternyata adalah orang terkaya di negara ini, jadi wajar-wajar saja jika suaminya mampu memiliki rumah bak istana seperti yang ada di dalam cerita dongeng.


Tadi Robi juga sempat mengatakan yang sebenarnya, Karena Larisa penasaran sebab tadi ia mendengar Alex mengatakan jika rumah sakit tempat Aisyah dirawat adalah milik keluarganya. Itulah sebabnya Larisa terus saja mendesak Robi untuk mengatakan siapa dan apa sebenarnya pekerjaan dari suaminya itu. Karena selama Larisa mengenal Alex, ia sama sekali tak pernah bertanya mengenai kehidupan pribadi suaminya, yang ia tau Alex termasuk orang yang berada, karena Larisa melihat mobil sport yang selalu Alex pakai, termasuk dalam jajaran mobil-mobil mewah orang-orang kalangan elit.


Sepanjang jalan masuk menuju kerumah mewah yang akan Larisa tinggali, ia melihat setiap jalan berdiri patung-patung putih, dan juga ada taman bunga yang menambah indah pemandangan halaman yang mampu memanjakan setiap mata orang-orang yang akan melewati jalan itu.


Dari kejauhan Larisa bisa melihat jika apa yang ia pikirkan tadi memang benar, ternyata rumah yang berada didalam gerbang raksasa yang tadi Larisa lihat, bahkan berkali-kali lipat lebih besar. Rumah mewah itu bergaya modern klasik yang didepannya ada air mancur besar berwarna putih, senada dengan warna patung yang menghiasi jalan masuk ke rumah mewah itu.


Alex yang melihat Larisa yang terus tersenyum karena melihat pemandangan indah dari rumah yang akan mereka tempati juga ikut tersenyum, karena Alex ikut merasa bahagia melihat ekspresi bahagia dari orang yang ia cintai yang kini telah menjadi istrinya.


Mobil yang Larisa kendarai terus memasuki halaman rumah mewah itu, Larisa bisa melihat dari kejauhan tepat didepan pintu masuk sudah ada beberapa pelayan sedang berdiri menunggu kedatangannya mengenakan pakaian khusus untuk pekerja dirumah itu.


Akhirnya mobil pun berhenti, dengan sigap Robi kemudian turun lalu segera membukakan pintu untuk majikannya.


Alex lebih dulu turun, kemudian mempersilahkan Larisa untuk turun kemudian berjalan masuk kedalam rumah mewah itu.


Lagi lagi Larisa tampak takjub dengan pemandangan isi didalam rumah mewah tersebut. Ia berdecak kagum melihat perabotan rumah yang akan ia tinggali begitu indah dengan arsitektur bergaya modern dengan warna putih dan gold yang mendominasi setiap dinding ruangan.


"Kau suka?" Tanya Alex sambil memegang tangan Larisa. Lalu dijawab anggukan kepala olehnya.


"Ini hadiah untukmu" Ucap Alex yang membuat Larisa terkejut kemudian menoleh kearah Alex karena tak percaya dengan apa yang dia katakan.


"Rumah ini untukku?" Tanya Balik Larisa dengan ekspresi kaget yang masih terlihat diwajahnya.


"Bukan hanya rumah ini, aku dan seluruh jiwa ragaku hanya untukmu" Jawab Alex lalu memeluk Larisa.


Namun, tiba-tiba Larisa kembali kaget karena kini tubuhnya berada didalam gendongan Alex.


Robi dan para pelayan lain yang melihat tingkah dari kedua majikannya kemudian pergi meninggalkan mereka. Karena tak ingin mengganggu kemesraan majikannya, sehingga mereka memberikan sedikit ruang privasi untuk pengantin baru tersebut.


"Hentikan Alex, kau tidak malu dilihat orang-orang" Ucap Larisa yang kemudian menoleh kebelakang Alex untuk melihat para pelayan yang tadi ikut masuk bersamanya, Namun Larisa heran kemana perginya mereka semua, padahal semenit yang lalu mereka masih berdiri ditempat mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kemana mereka semua?" Tanya Larisa pada Alex yang tertawa melihat ekspresi bingung diwajah Larisa.


Namun Alex lalu memonyongkan bibirnya berharap jika Larisa akan menciumnya. Larisa tertawa melihat bibir monyong Alex, ia tau apa yang suaminya itu inginkan namun, membiarkan suaminya itu terus menunggu membuat Alex lalu menaikkan kedua alisnya karena tidak juga mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Turunkan aku Alex" Pinta Larisa sambil mulai berontak, namun Alex sepertinya tak memperdulikan apa yang yang ia katakan.


"Tidak, aku tidak akan menurunkanmu. Dan bisakah kau berhenti memanggilku dengan namaku, itu sangat mengganggu pendengaran ku" Jawab Alex sambil menunjuk ketelinganya.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?"


Alex lalu menurunkan tubuh Larisa karena kini ia mulai merasa pegal sebab, berat badan Larisa yang kini mulai naik semenjak ia hamil.


"Terserah, yang penting jangan panggil namaku lagi, jika kau terus memanggilku dengan namaku, aku tidak akan segan-segan mencium mu walaupun didepan orang banyak, kau mengerti istriku yang cantik" Ucap Alex sambil memegang dagu Larisa lalu menaikkan kedua alisnya.


Alex lalu membawa Larisa kesebuah kamar yang akan mereka tempati, Larisa yang merasa lelah kemudian berbaring diatas tempat tidur sedangkan Alex segera menuju kekamar mandi untuk membersihkan terlebih dulu dirinya.


Setelah selesai dengan ritualnya didalam kamar mandi, Alex lalu keluar, namun ia tersenyum melihat Larisa yang tertidur pulas diatas tempat tidur masih lengkap dengan gaun pengantinnya.


"Alex" Ucap Larisa yang masih terpejam membuat Alex terkejut, karena ia mengira jika Larisa masih tertidur.


"Ya" Kemudian Alex mencium bibir Larisa, membuat mata Larisa seketika itu juga langsung terbuka karena serangan mendadak dari Alex.


"Aku sudah bilang kan, jangan memanggilku dengan namaku, jika kau tak ingin aku mencium mu didepan orang, tapi kau masih lupa, untung saja kita sedang berada di--"


Cup.


Belum selesai Alex berbicara, Larisa kemudian bangkit lalu mencium bibir Alex, membuat Alex terkejut namun merasa senang dengan apa yang Larisa lakukan.


Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan satu sama lain, menatap penuh cinta karena segera ingin menyalurkan hasrat yang sejak lama tertahankan.


"Aku menginginkanmu istriku" Ucap Alex yang membuat Larisa merinding karena tatapan tajam Alex yang seakan ingin menerkamnya saat itu juga. "Bolehkan aku melakukannya saat ini juga?" Tanya Alex membuat wajah Larisa memerah karena tersipu malu.


"Tidak boleh" Jawab Larisa spontan membuat Alex kecewa mendengar penolakan dari wanitanya.

__ADS_1


"Tapi kenapa? Bukankah aku telah menikahi mu, kau sendiri yang bilang jika kita telah menikah, maka aku bisa melakukan apa saja"


"Ayolah sayang" Bujuk Alex pada Larisa yang kini mulai mengerjai Alex dengan membuatnya marah dengan menolak keinginannya.


"Aku bilang tidak ya tidak"


"Apakah kau tak kasihan melihatnya, ia sangat rindu kepada temannya itu" Ucap Alex sambil menunjuk bagian kejantanannya yang kini mulai menegang, membuat Larisa tertawa melihat tingkah suaminya itu.


"Tapi temannya itu sama sekali tidak merindukannya" Balas Larisa terus saja mengerjai Alex.


"Ayolah sayang, apakah kau tak menginginkannya juga. Bukankah kita sudah sangat lama tidak melakukannya lagi"


"Baiklah tapi ada syaratnya" Ucap Larisa dan seketika itu juga membuat wajah Alex berbinar mendengar apa yang Larisa katakan.


"Katakanlah sayang, syaratnya apa?" Tanya Alex begitu bersemangat ingin mengetahui syarat apa yang akan Larisa katakan.


"Aku ingin makan nasi goreng buatan mu"


Alex mengerutkan keningnya mendengar syarat yang dikatakan oleh Larisa, Alex berpikir jika istrinya mungkin akan meminta sesuatu seperti perhiasan atau kendaraan atau mungkin sesuatu yang akan sangat sulit untuk ia lakukan, namun ternyata istrinya itu hanya meminta nasi goreng yang Alex pikir sangat mudah sekali untuk mendapatkannya.


"Nasi goreng?" Tanya Alex lagi dengan ekspresi bingung diwajahnya.


"Iya nasi goreng"


"Baiklah aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan mu" Jawab Alex segera beranjak dari tempat tidur untuk memanggil pelayan, namun Larisa lalu menahannya.


"Tunggu dulu" Jawab Larisa sambil memegang tangan Alex.


"Aku bilang aku ingin makan nasi goreng yang kamu buat bukan orang lain yang membuatnya"


Alex kini mulai bingung karena ternyata permintaan istrinya tidak semudah yang ia pikirkan tadi.


"Sayang bisakah kita melakukannya dulu baru setelah itu aku akan membuatkan mu nasi goreng, aku janji akan membuatkan mu nasi goreng yang enak" Pinta Alex dengan ekspresi memohon kepada Larisa yang kini sedang menahan tawanya karena merasa lucu dengan wajah suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2