
Alex yang melihat tingkah Larisa menjadi heran. "Kenapa makanannya tidak dimakan?" Tanya Alex yang membuat Tiara semakin yakin jika Larisa benar-benar tak menyukai kehadirannya.
"Bagaimana dengan kandunganmu? Apakah ada keluhan yang kamu rasakan?" Tanya Tiara berusaha mengakrabkan diri dengan Larisa yang terlihat murung sejak kedatangannya tadi.
"Tidak ada dok" Ucap Larisa singkat yang dibalas senyuman olehnya.
"Apakah Larisa sudah mengetahui antara aku dan Alex?" Gumam Tiara dalam hati terus memperhatikan tingkah Larisa yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanan yang ada dihadapannya.
"Sayang apakah kita harus memesan makanan yang lain? Sepertinya kau tidak menyukai makanan ini?" Tanya Alex melihat Larisa tak juga memakan makanan yang ada dipiringnya.
"Aku ingin pulang saja" Ucap Larisa membuat Alex bingung kenapa Larisa tiba-tiba ingin pulang. Padahal tadi waktu Alex menelfonnya, Larisa terdengar sangat antusias ingin makan malam berdua dengan dirinya.
"Apa kau baik-baik saja, apa ada yang sakit?" Tanya Alex sambil menyentuh kening Larisa dengan punggung tangannya. "Sepertinya kau baik-baik saja, suhu tubuhmu juga normal menurutku" Ucap Alex lagi kini semakin bingung dengan keadaan wanitanya.
"Apakah wanita hamil memang seperti ini?" Tanya Alex beralih pada Tiara yang tetap fokus memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Tiara menghentikan aktivitas makannya kemudian menoleh kearah Alex dan Larisa "Tentu saja, mugkin karena faktor hormon ibu hamil yang meningkat sehingga membuat mood mereka sering berubah-ubah"
"Jadi aku harus bagaimana? Pengetahuanku sangat minim tentang Ibu hamil. Dan kau tau sendiri kan, selama ini aku bahkan tak pernah mendampingi Larisa sejak di awal kehamilannya. Jadi aku sama sekali tak tau apa-apa"
"Kita pulang saja, aku ngantuk" Ucap Larisa memotong pembicaraan antara Alex dan Tiara.
"Tapi kamu belum makan?" Tanya Alex lagi membuat Larisa semakin sebal karena Alex sepertinya ingin berlama-lama dengan mantan pacarnya itu.
"Aku pulang sendiri saja" Ucap Larisa lalu bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah meninggalkan Alex dan Tiara.
"Tiara maafkan aku, sepertinya kau benar. Mood Larisa sedang tidak baik, aku harus pergi" Ucap Alex kemudian berlalu mengejar Larisa yang lebih dulu meninggalkannya.
Melihat tingkah Larisa, Tiara yakin jika wanita itu sepertinya cemburu dengan kehadirannya. Itu berarti Larisa sudah mengetahui jika dirinya adalah mantan pacar suaminya.
"Tapi siapa yang memberi tahu Larisa tentang diriku dan Alex?" Gumam Tiara dalam hati, namun dirinya tak mempedulikan lagi masalah Larisa yang kini mengetahui jika dirinya pernah menjalin hubungan dengan suaminya.
*
__ADS_1
*
*
*
Suasana menjadi tegang antara Alex dan Larisa yang kini sudah berada didalam mobil. Larisa sejak tadi hanya diam meskipun Alex beberapa kali mengajak dirinya untuk berbicara.
Pak Kosim yang sedang fokus menyetir juga mulai merasakan hawa dingin dan mencekam yang muncul karena Istri majikannya yang terus diam, sangat berbeda ketika Pak Kosim mengantar sahabat majikannya itu kebandara.
Terlihat tadi jika istri majikannya itu sangat ceria, berbicara sambil tertawa bersama para sahabatnya. Sangat berbeda jauh dengan apa yang Pak Kosim lihat saat ini, istri majikannya itu hanya diam bahkan tak memperdulikan ketika majikannya berbicara kepadanya. Membuat Pak Kosim menyadari jika sedang terjadi masalah antara kedua majikannya itu.
"Pak berhenti didepan" Ucap Alex menyuruh Pak Kosim berhenti tepat didepan sebuah taman yang ramai dengan pengunjung. Larisa hanya menatap keluar jendela tak mempedulikan apa yang akan suaminya itu lakukan karena dirinya merasa masih sangat marah kepadanya.
Alex turun dari mobil kemudian memutar kearah tempat Larisa sedang duduk, lalu membuka pintu mobil kemudian menyuruh Larisa turun untuk ikut bersamanya.
Sejujurnya Larisa sangat tak ingin melakukan apa pun, karena hatinya yang kini sedang tak baik. Dipikiran Larisa hanya ingin segera pulang lalu berbaring ditempat tidur. Tapi Alex terus saja memaksanya untuk turun dari mobil, membuat Larisa dengan terpaksa mau tidak mau menuruti keinginan suaminya itu.
Larisa melangkah dengan sedikit malas mengikuti Alex yang terus berjalan. Larisa hanya mengikuti Alex tanpa bertanya dirinya akan kemana.
"Kenapa mataku ditutup?" Tanya Larisa kini mulai bersuara merasa aneh dengan apa yang suaminya lakukan.
"Tenang saja, kau hanya perlu mengikutiku" Ucap Alex sambil menarik tangan Larisa untuk mengikutinya.
"Tapi kita akan kemana?" Tanya Larisa lagi sambil terus mengikuti langkah Alex yang memegangi tangannya.
"Sudah ikut saja nanti kau akan tau sendiri" Ucap Alex membuat Larisa kini hanya diam dan mengikuti saja kemana suaminya itu akan membawanya.
Alex menghentikan langkahnya membuat Larisa menabrak tubuh kekarnya yang tiba-tiba berhenti didepan Larisa.
"Aduh, lagian kenapa harus tutup mata segala sih" Omel Larisa karena menabrak tubuh Alex membuatnya kini berada dalam pelukan Alex. "Lepaskan aku" Ucap Larisa lagi membuat Alex yang menatap samar-samar wajah wanitanya itu dalam kegelapan lalu melepaskan pelukannya dari Larisa.
"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Alex sambil memegang tangan Larisa namun pegangan tangan dari Alex malah Larisa lepaskan lagi, karena dia yang merasa masih marah karena perbuatan suaminya yang membuatnya naik pitam, karena melihat suaminya dan wanita lain sedang tertawa tanpa mempedulikan Larisa yang berada disampingnya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai sayang" Ucap Alex kemudian membuka penutup mata Larisa.
Perlahan-lahan Larisa membuka kedua matanya lalu melihat ke sekelilingnya, terlihat ekspresi wajah Larisa yang bingung karena Alex yang membawanya ke tempat yang dimana menurut Larisa biasa saja. Bahkan beberapa kali Larisa pernah ketempat dimana ia sekarang berada.
"Apa bagusnya ketempat ini?" Tanya Larisa melihat pemandangan lampu-lampu kota yang sedang menyala dimalam hari.
Alex tersenyum mendengar apa yang Larisa katakan. "Sekarang kau hitung 1 sampai 10" Ucap Alex membuat Larisa semakin bertambah bingung dengan apa yang suaminya katakan.
"Untuk apa?" Tanya Larisa kini mulai penasaran sebenarnya apa yang akan suaminya itu tunjukkan pada dirinya.
"Lakukan saja jika kau ingin tau"
Dengan sedikit malas akhirnya Larisa menuruti apa yang suaminya itu katakan.
Kini Larisa mulai mengikuti perintah dari Alex. "1, 2, 3, .... 10" Tepat diangka 10 semua lampu yang tadi menyala seketika padam. Hanya menyisakan suara jangkring yang sedang berdendang begitu merdu ditelinga mereka berdua.
Larisa terkejut sekaligus kaget karena melihat semua lampu yang tadinya menyala kini padam, namun beberapa saat kemudian ekspresi diwajahnya berubah menjadi takjub hingga membuat dirinya berdecak kagum melihat lampu yang tadi padam kini mulai menyala kembali dan terlihat jika lampu-lampu itu membentuk tulisan 'I LOVE YOU LARISA' yang semakin membuat Larisa semakin terpesona sambil menutup mulut dengan kedua tangannya sangking tak percayanya dengan apa yang ia lihat.
Larisa terus saja melihat pemandangan yang ada didepan matanya, namun hanya persekian detik lampu-lampu tadi tak terlihat lagi bentuk tulisannya.
Alex tersenyum bahagia melihat ekspresi Larisa yang kini terlihat senang karena kejutan yang ia berikan.
"Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti itu" Tanya Larisa pada Alex yang kini memeluk tubuh Larisa dari belakang. Membuat Larisa melupakan sejenak kemarahannya pada Alex.
"Tentu saja bisa, aku akan melakukan apapun agar bisa melihat senyum diwajah cantikmu itu" Ucap Alex kemudian mencium pipi Larisa. Membuat Larisa tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya itu mengingat apa yang tadi Alex lakukan.
"Lepaskan" Ucap Larisa mulai berontak ingin melepaskan pelukan dari Alex tapi Alex terus
saja mengeratkan pelukannya pada Larisa.
"Kenapa dari tadi kau marah-marah terus?" Tanya Alex membuat Larisa berhenti memberontak.
"Kau tanya kenapa aku marah?" Tanya balik Larisa yang dibalas anggukan kepala oleh Alex.
__ADS_1
"Jika aku yang berduaan dengan pria lain apakah kau juga akan marah?" Ucap Larisa membuat Alex diam kini mulai mencerna kata yang keluar dari mulut istrinya.