PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 82 DUA KUBU


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Setelah pernikahan Tiana dan juga Azam, mereka akhirnya memutuskan untuk membangun rumah mereka ditanah yang telah Azam beli untuk Tiana tepat disamping pondok pesantren milik Abah.


Sejak kejadian yang membuat malam pertama mereka gagal, baik Tiana maupun Azam selalu terbuka mengenai apa pun yang menjadi masalah dalam rumah tangga mereka. Agar keduanya bisa mencari solusinya secara bersama-sama.


Mereka berdua berusaha untuk menjadi pasangan yang saling mengerti, dan tidak saling menuntut satu sama lainnya.


Azam dan Tiana menjalani hubungan pernikahannya dengan menumbuhkan rasa percaya diantara pasangan. Dan selalu menjalankan kewajiban masing-masing dan berusaha melakukan yang terbaik agar rumah tangga mereka langgeng sampai maut memisahkan. Dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah agar mendapatkan rahmat dan ridho dari Allah SWT.


*


*


*


*


*


Larisa keluar dari kamarnya menghampiri Alex yang sedang duduk dimeja makan.


Pagi itu wajah Larisa terlihat begitu bahagia, sangking bahagianya pipi Alex terus saja dihujani kecupan darinya, membuat Alex menjadi bingung karena tingkah dari istrinya itu.


"Pasti ada maunya?" Tanya Alex sambil memandang wajah Larisa yang terlihat begitu bahagia.


"Kali ini aku yang akan memberikan hadiah untukmu" Jawab Larisa dengan senyum yang terus mengembang dikedua sudut bibirnya.


Alex terlihat heran dengan perkataan istrinya. Tumben sekali istrinya itu ingin memberikan hadiah kepadanya, Batin Alex kala itu.

__ADS_1


Larisa kini duduk dipangkuan suaminya. Membuat para pelayan yang sedang berada diantara mereka berdua, seperti biasanya memutuskan untuk meninggalkan kedua majikannya itu untuk memberi ruang privasi kepada mereka.


Larisa melingkarkan kedua tangannya dileher Alex. "Pasti kau akan sangat menyukai hadiah dariku" Ucapnya lagi. Wajah Alex terlihat semakin penasaran dengan hadiah yang istrinya akan berikan kepadanya.


"Baiklah, cepat berikan hadiahnya kepadaku" Balas Alex, kini gilirannya yang melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping istrinya. Membuat jarak mereka begitu dekat.


Namun sebelum Larisa memberikan hadiah yang akan ia berikan kepada suaminya. Bibir Larisa lebih dulu mendarat tepat dibibir Alex, membuat mereka berdua untuk beberapa saat saling menikmati c****n mereka satu sama lainnya.


Larisa lalu memperlihatkan benda pipih yang ada ditangannya namun dengan tautan mereka yang belum terlepas. Spontan saja mata Alex membulat dengan sempurna melihat benda yang berada ditangan istrinya. Benda pipih berwarna putih dan terlihat ada garis dua merah disana.


Benda pipih itu tak lain adalah sebuah tespack dan hadiah dari Larisa adalah mengenai jika ia akhirnya hamil lagi. Wajah Alex begitu sangat bahagia setelah melihat hadiah dari Larisa.


Mata Alex bahkan kini mulai berkaca-kaca karena tidak menyangka jika hadiah yang istrinya maksud adalah jika ia akhirnya hamil lagi.


"Kamu beneran hamil lagi sayang?" Tanya Alex memastikan jika istrinya itu sedang tidak bercanda.


"Terima kasih istriku. Akhirnya kita berhasil membuat adik untuk Kenan" Teriak Alex begitu senangnya. Sampai-sampai Bu Ayu dan juga Ayah Bram yang sedang berada dikamar segera berlari ketika mendengar suara teriakan Alex yang begitu keras sampai terdengar kedalam kamarnya.


"Ada apa ini?" Tanya Ayah Bram yang baru saja datang menghampiri Larisa dan juga Alex diikuti Bu Ayu yang berada dibelakangnya.


"Ayah, Ibu, tidak lama lagi kalian akan mendapatkan cucu lagi" Jawab Alex terlihat begitu antusiasnya. Sedangkan Ayah Bram dan juga Bu Ayu ikut senang mendengar kabar jika menantunya hamil lagi.


"Kalian gercep juga ya" Terdengar suara Mama Larisa yang baru datang saat mendengar keributan yang ia dengar tadi.


"Benar Bu Besan, mereka gercep banget. Baru tiga bulan abis melahirkan udah isi lagi" Balas Bu Ayu terkekeh. Terlihat jika wajah Larisa yang seperti malu-malu mendengar perkataan Ibu mertuanya.


"Ya bagus dong Bu, kan rumah jadi rame kalo Larisa dan Alex punya anak lagi" Sela Ayah Bram.

__ADS_1


"Iya besan, nanti kita sama-sama urus cucu kita" Balas Mama Larisa terlihat ia yang juga begitu senang mendengar kabar kehamilan anaknya.


"Kalo bisa Ibu mau punya cucu sebelas, biar bisa buat tim keseblasan. Jadi nanti setelah Larisa melahirkan, cepat-cepat kalian berdua buat cucu lagi yang banyak buat Ibu" Ucap Bu Ayu dengan santainya. Sedangkan Larisa dan juga Alex saling menatap satu sama lainnya. Mereka nampak terkejut mendengar ucapan dari Bu Ayu.


Alex menoleh kearah Ibunya. "Kalo aku sih iya aja Bu, gak tau Larisa mampu atau gimana" Balas Alex.


Larisa hanya tersenyum memandang secara bergantian kearah ketiga orang tua mereka, yang kini juga sedang menatap secara bersamaan padanya. "Aku sih dikasinya Allah aja. Berapa pun banyaknya akan aku terima" Ucap Larisa ragu-ragu.


"Tapi Mama setuju sama Bu Besan. Mama maunya cucu yang banyak. Soalnya punya cucu satu gak seru. Iya kan Bu?" Tanya Mama Larisa pada Bu Ayu. Dan dibalas dengan anggukan kepala olehnya yang setuju dengan perkataan Besannya itu.


"Iya benar Bu. Kalo banyak kan kita mainnya juga lebih seru. Ngapain buat rumah sebesar ini, kalo yang tinggal cuma dikit. Kan Ayah?" Jawab Bu Ayu lalu berusaha mencari dukungan pada Ayah Bram jika apa yang ia katakan adalah benar.


"Terserah anaknya aja Bu. Lagian ini kan rumah mereka. Kita disini cuma numpang, kenapa jadinya kita yang harus ngatur mereka" Jawab Ayah Bram yang sepertinya netral dan tidak memihak kepada siapa pun.


Alex dan Larisa terkekeh mendengar ucapan dari Ayah Bram. Sedangkan Bu Ayu sendiri merasa kesal karena suaminya yang tidak sependapat dengannya.


"Denger tuh Bu apa kata Ayah" Ledek Alex membuat Bu Ayu semakin kesal karena kedua pria yang ia sayangi tak satu pun yang setuju dengan pendapatnya.


"Jangan ngambek Bu, nanti cantiknya ilang loh" Ayah Bram mulai menggoda istrinya sambil mencubit lembut dagu Bu Ayu.


"Tenang Bu Besan, aku ada di pihakmu" Sela Mama Larisa, membuat wajah Bu Ayu mulai tersenyum kearah besannya itu karena kini memiliki partner yang ada dipihaknya.


Hati Larisa menghangat melihat kedua kubu itu masih saling berdebat karena sama-sama merasa berhak, atas apa yang akan mereka lakukan untuk keluarga anaknya. Terlebih itu Bu Ayu dan Mama Larisa yang terus saja berdebat mengenai perihal cucu mereka. Membuat Larisa menyunggingkan senyum melihat Mamanya yang kini sudah mulai berubah. Larisa senang melihat Mamanya yang menjadi lebih akrab dengan Ibu mertuanya.


Semenjak Larisa yang waktu itu mengancam Mamanya. Jika dirinya tidak berubah, maka Larisa tidak segan-segan akan memberinya hukuman dengan memasukkan Mamanya kedalam penjara. Sehingga karena hal itulah yang membuat Mama Larisa takut sehingga ia mau berubah. Walaupun terkadang Larisa masih sering kesal karena Mamanya yang bersikap terlalu kekanak-kanakan.


Namun, Larisa bahagia bisa hidup dan berkumpul dengan orang-orang yang ia sayangi dan ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2