
"Alex" Spontan Larisa menutup mulutnya, ia ingat jika dirinya memanggil Alex dengan sebutan namanya, maka Alex akan segera menciumnya. Sedangkan Alex yang mendengar namanya disebut kembali oleh Larisa hanya tersenyum melihat istrinya yang langsung menutup mulutnya.
"Emm" Larisa sedang memikirkan panggilan apa yang akan ia berikan kepada Alex. "Ayah, aku mau nasi gorengnya sekarang, ini permintaan dari dede bayi" Ucap Larisa sambil mengelus perut buncitnya.
"Kenapa harus Ayah, kenapa bukan sayang atau honey?"
"Karena kita tak lama lagi akan memiliki seorang bayi, makanya aku akan memanggilmu dengan sebutan Ayah saja. Sekarang cepatlah buatkan aku nasi goreng, awas ya jika kau menyuruh pelayan yang membuatkan nasi goreng itu untukku, aku tidak akan memberikanmu jatah" Ancam Larisa, membuat Alex tidak berkutik, dan mau tidak mau menuruti perkataan wanitanya. Walaupun kini ia mulai bingung karena tak tau cara membuat nasi goreng, karena selama ini ia sama sekali tak pernah memasak apapun.
Alex kemudian bangkit dengan malas-malasan, membuat Larisa semakin senang karena berhasil mengerjai suaminya.
"Ingat ya, nasi gorengnya harus buatan mu sendiri"
"Baiklah Nyonya Alex" Jawab Alex lalu melangkah keluar menuju ke dapur.
Robi yang sedang berada diruang tamu melihat Tuannya menuruni tangga dengan wajah yang lesu, Robi lalu bangkit menghampiri Tuannya itu mungkin saja ada yang dia butuhkan.
"Tuan, apakah ada yang anda butuhkan?"
"Robi cepat kau bantu aku membuat nasi goreng"Jawab Alex berlalu meninggalkan Robi menuju ke dapur.
Robi kemudian mengikuti Alex menuju ke dapur. "Tapi kenapa harus Tuan yang membuatnya? bukankah disini ada pelayan yang akan membuatkan apapun yang Tuan inginkan" Tanya Robi merasa bingung dengan apa yang akan Tuannya lakukan.
"Ini permintaan dari nyonya Alex, dia ingin makan nasi goreng buatan ku, jadi cepatlah bantu aku membuatkan nasi goreng itu sekarang"
"Baiklah Tuan" Ucap Robi kemudian menggulung lengan kemejanya.
"Biar aku saja Tuan, Tuan tunggu saja aku akan membuat nasi goreng yang enak untuk Nyonya.
"Apakah kau yakin bisa membuatnya?" Tanya Alex merasa ragu dengan kemampuan Robi.
"Tentu saja Tuan, membuat nasi goreng bukanlah hal yang sulit buatku, apalagi pekerjaanku menuntut diriku harus bisa melakukan banyak hal" Ucap Robi kini mulai menyiapkan apa saja yang ia butuhkan untuk membuat nasi goreng.
"Baguslah kalo begitu, jadi aku tak perlu repot-repot bersusah payah membuat nasi goreng untuk istriku" Jawab Alex merasa senang akhirnya ia bisa membawakan nasi goreng seperti yang Larisa inginkan.
__ADS_1
Sekitar 15 menit kemudian Robi akhirnya selesai juga membuatkan nasi goreng yang Larisa minta. Alex lalu mengambil nasi goreng itu kemudian akan membawanya kekamar karena Larisa sedang menunggunya.
"Terima kasih Robi, seperti biasa kau yang selalu bisa diandalkan untuk segala masalahku"
"Sama-sama Tuan, sudah menjadi tugasku untuk membantu kesulitan Tuan"
"Baiklah, aku ke kamar dulu, Larisa sudah menunggu" Ucap Alex kemudian menuju kekamar sambil membawa nasi goreng yang Larisa inginkan.
Alex kemudian membuka pintu kamar lalu masuk kedalam, ia melihat Larisa yang kini nampak segar setelah selesai mandi.
Melihat Larisa yang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk membuat Alex menelan Saliva nya.
Mata Alex terus saja mengikuti kemana Larisa bergerak, membuat pikiran Alex mulai membayangkan jika saja handuk yang menutupi tubuh Larisa terjatuh dan memperlihatkan tubuh polos Larisa.
"Kenapa diam saja, nasi gorengnya simpan saja dimeja, aku akan memakai baju dulu, setelah itu kita makan sama-sama" Ucap Larisa, namun Alex tetap diam hanya memperhatikan tiap inci dari tubuh wanitanya.
Larisa kemudian berbalik melihat kearah Alex yang terus saja berdiri tak bergerak sedikitpun.
Alex menjadi salah tingkah hingga hampir menjatuhkan nasi goreng yang tadi ia bawa, untung saja ia dengan sigap memegang piring nasi goreng itu sehingga tak sampai jatuh kelantai.
Larisa menggeleng-gelengkan
kepala melihat tingkah konyol suaminya.
Larisa akhirnya selesai memakai baju lingerie tipis berwarna merah menyala yang memperlihatkan setiap inci dari lekuk tubuhnya.
Alex yang sedang duduk di sofa merasa takjub dengan penampilan istrinya, untuk kesekian kalinya ia terus saja menelan salivanya, bahkan kini kepalanya mulai terasa pusing karena hasrat yang begitu menggebu-gebu belum juga bisa ia salurkan.
Larisa kemudian berjalan kearah suaminya yang sejak tadi terus memperhatikan dirinya tanpa berkedip. Larisa mencium aroma nasi goreng yang membangkitkan selera makannya, padahal tadi ia hanya ingin mengerjai Alex tapi kini Larisa benar-benar lapar karena mencium bau sedap yang keluar dari nasi goreng yang dibawa oleh Alex.
"Kau cepat juga membuatnya, padahal aku pikir kau akan kesulitan untuk membuatkan ku nasi goreng" Ucap Larisa sambil memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya. "Emm rasanya juga enak, ternyata kau jago juga membuat nasi gorengnya" Ucap Larisa lagi merasa takjub dengan nasi goreng buatan suaminya.
"Kau tak makan?" Tanya Larisa pada Alex yang sejak tadi hanya diam memperhatikannya. Kemudian Alex menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin makan kamu" Jawab Alex, membuat Larisa membulatkan mata karena jawaban dari suaminya.
"Kau ini, didalam otakmu mungkin hanya itu yang terus kau pikirkan" Ucap Larisa sambil menoyor kepala Alex.
Akhirnya Larisa selesai juga menghabiskan nasi gorengnya, kini ia merasa sangat kenyang.
Larisa kemudian bangkit lalu menuju ketempat tidur karena merasa sangat ngantuk dan ingin segera memejamkan mata sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Alex yang melihat tingkah dari istrinya itu hanya menghela nafas kasar, dalam benak Alex ia sepertinya masih akan menunggu untuk menyalurkan hasratnya.
Sedangkan Larisa yang berada dalam selimut tertawa mendengar Alex yang menghembuskan nafasnya. Larisa tau jika suaminya itu sekarang pasti sangat jengkel karena ia terus saja menghindar.
Setelah lama menunggu akhirnya Larisa keluar dari dalam selimut karena Alex tak kunjung juga menghampiri dirinya. Larisa tertawa terbahak-bahak melihat wajah suaminya yang ditekuk karena begitu kesal sejak tadi dikerjai olehnya.
"Kenapa kau tertawa, jadi kau sengaja mengerjai ku?" Tanya Alex dengan ekspresi jengkel diwajahnya. Membuat Larisa terus saja tertawa karena berhasil mengerjai suaminya yang ***** itu.
"Rasain, dari tadi sangean terus sih" Jawab Larisa sambil terus tertawa.
Alex lalu bangkit kemudian masuk kedalam selimut lalu memeluk istrinya dari belakang. Larisa kini hanya pasrah apa yang akan suaminya itu lakukan kepada dirinya. Larisa berpikir dia juga sudah merasa puas karena sejak tadi sudah mengerjai suaminya.
Alex memeluk Larisa sangat erat seakan ia tak ingin kehilangan wanitanya itu. Alex menghirup dalam-dalam aroma vanila yang tercium dari bau parfum Larisa. Alex lalu mencium tengkuk Larisa membuatnya merasakan sensasi yang berbeda. Rasa yang selama ini sangat ia rindukan namun tak bisa lagi ia salurkan, karena waktu itu keduanya saling terpisah karena Alex yang memutuskan untuk menjauh dari Larisa.
Larisa kemudian membalik tubuhnya menghadap ke Alex, kedua tangannya memegang wajah tampan suaminya, lalu mencium kening Alex karena Larisa merasa sangat mencinta suaminya itu.
"Aku mencintaimu suamiku" Ucap Larisa namun hanya samar-samar wajahnya terlihat karena mereka sedang berada didalam selimut.
"Aku lebih mencintaimu istriku" Balas Alex kemudian mencium kening Larisa.
Mereka akhirnya melanjutkan aktivitas yang sedari tadi sangat mengganggu pikiran pengantin baru itu, tak terkecuali Alex.
Dengan Lembut Alex melakukannya karena ia takut akan terjadi apa-apa pada bayi mereka. Larisa sangat nyaman dengan perlakuan Alex sangat berbeda saat ia melakukannya dengan Ardian dulu.
Karena kembali mengingat mantannya, secepat mungkin Larisa mengalihkan pikirannya dan kembali fokus pada permainan yang sedang Alex lakukan. Mereka hanyut dalam kenikmatan duniawi, merengkuh kenikmatan bersama dalam cinta. Hingga tak tau sudah berapa lama mereka melakukannya. Alex seperti tak ada lelah-lelahnya.
__ADS_1