PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH


__ADS_3

😎GROUP WANITA TANGGUH😎


Group yang dibuat oleh Tiana yang beranggotakan mereka berempat itu kini sedang heboh-hebohnya membahas tentang Larisa yang baru saja mengirim foto Kenan. Membuat anggota lain dalam group itu sangat terkagum melihat anak Larisa yang begitu tampan dan menggemaskan.


Larisa send a picture...


Aisyah : Wah ponakan aunty gemes banget, pengen cubit pipi gemoynya😘😘😘


Siti : Selamat ya Larisa, semoga menjadi anak yang sholeh kebanggaan Ibu dan Ayahnya. Aamiin.


Larisa : Terima kasih kakak semua, jangan lupa ya datang diacara akikahan Kenan minggu depan. Awas loh kalo gak datang, Ibunya Kenan ngambek lohhhπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Aisyah : Aunty doain dari jauh aja yah, soalnya tidak bisa datang karena Sidan ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Aunty kirim kado buat Kenan aja yah. Maaf ya Larisa.


Siti : Nanti aku usahain deh buat dateng, kebetulan ada yang harus aku urus dikota jadi bisa sekalian ketemu sama bayi gemoy.


Aisyah is typing...


Larisa : @Aisyah_Ya udah gak papa kak, doa juga sudah lebih dari cukup kok, cium sayang dari Kenan😘😘😘 @Siti_Aku tunggu yah kak. Awas jangan sampai lupa mampir dirumah Kenan loh ya.😍😍😍


Aisyah : Makanya yang buat group kok gak nonggol-nongol sih? @Tiana.


Larisa is typing...


Larisa : Iya yah, kak Tiana kok gak muncul?


Tiana : Assalamu'alaikum.


Siti is typing...


Aisyah : Waalaikumsalam. Kemana aja bu Ustadzah?


Siti : Gimana, Udah ada kabar baik belum nih? @Tiana.


Larisa : Waalaikumsalam kak, jangan lupa datang yah diacara akikahannya Kenan, jangan lupa kasi tau Abah dan Umi juga kak.


Tiana, Aisyah is typing...


Tiana yang sedang berada didalam kamarnya hanya menghembuskan nafasnya kasar, membaca chat dari para sahabatnya yang sepertinya tak pernah bosan menanyakan tentang hubungannya dengan Azam.


Tiana : Belum nih😁😁😁


Siti is typing...


Siti : Lama amat pergerakannya. Udah sebulan lebih juga. Masa gak ada kemajuan sama hubungan kalian berdua?


Larisa : Kok belum sih kak? Kenan nunggu adik nih buat ada temen mainnya nanti.


Tiana mulai merasa frustasi setelah membaca chat dari Larisa.


Tiana kembali mengingat tentang perjodohannya dulu dengan Ardian yang tak seribet sekarang saat dirinya kembali dijodohkan dengan Azam.


Aisyah, Tiana is typing...


Tiana : Kamu aja duluan @Siti.


Siti : Nanti, ini masih dalam tahap pencarian hehehe

__ADS_1


Aisyah : Sih Azam itu ngapain sih, kok gerakannya lambat banget? @Tiana


Siti yang membaca chat dari Aisyah merasa terkejut dengan nama yang tak asing baginya. Namun Siti berpikir mungkin kebetulan saja nama orang yang mereka bicarakan sama dengan orang yang Siti kenal


Tiana : No Coment


Larisa : Si duda keren itu kayaknya jual mahal deh. Hahahaha


Deg.


Siti kembali terkejut dengan chat dari Larisa, mengapa orang yang mereka bicarakan hampir sama dengan orang yang ia kenali. Nama bahkan statusnya pun juga sama. Apakah yang sedang mereka bicarakan adalah orang yang Siti kenal? Tapi itu tidak mungkin, bagaimana bisa? Gumam Siti dalam hatinya.


Sebenarnya Siti hanya mengetahui jika Tiana memang dijodohkan kembali oleh Abah, tetapi dia sama sekali tidak mengetahui orang yang akan dijodohkan dengan Tiana itu.


Mungkin karena kesibukannya dikampung sehingga ia jadi jarang mendapatkan informasi tentang perjodohan Tiana. Tapi Siti kembali berpikir jika tidak mungkin orang yang dijodohkan dengan Tiana adalah orang yang Siti kenal dulu.


Siti, Larisa, Aisyah is typing...


Aisyah : Kita tunggu kabar baiknya saja. Kita tetap doakan yang terbaik aja untuk kelanjutan hubungan kamu dan Azam


Larisa : Semoga segera menuju pelaminan. Aamiin...


Siti : Doa terbaik untukmu Tiana


Tiana : Makasih semua. Aku sayang kalian. I miss u


Siti : Miss u too, nanti usahakan kita ketemu pas acara akikahan baby Kenan..


Aisyah : Miss u so much😭😭😭


Larisa : aku tunggu kedatangan kalian.


Siti : Ok!


Tiana : InsyaAllah. Cium sayang dari aunty untuk baby Kenan😘😘😘


Larisa : 😘😘😘


*


*


*


*


*


Larisa yang bangun lebih awal untuk membuatkan sarapan untuk suaminya sebelum berangkat kekantor merasa heran melihat Mamanya yang pagi-pagi sekali sudah berada didapur.


"Mama ngapain?" Tanya Larisa yang kini berjalan menghampiri Mamanya yang sedang sibuk memasak sesuatu.


"Kamu gak lihat, mama lagi masak untuk menantu kesayangan mama"


"Maaf Nyonya, Ibu Nyonya terus memaksa untuk memasak, padahal saya sudah melarangnya" Ucap salah satu pelayan dirumah itu yang memang ditugaskan untuk menyiapkan makanan untuk para penghuni rumah.


"Tidak papa, biarkan saja jika Mama saya ingin memasak apa yang ia inginkan" Ucap Larisa kemudian duduk dimeja makan.

__ADS_1


Mama menghampiri Larisa yang sedang duduk sambil mengompa ASInya untuk stok persedian ASI untuk Kenan.


"Mama minta duit dong" Ucap Mama spontan membuat Larisa kaget karena baru sehari tinggal dirumahnya Mamanya itu sudah berani terang-terangan meminta uang kepadanya.


"Iya nanti Larisa kasi" Ucap Larisa kesal.


"Sekarang aja, abis ini mama mau shoping terus perawatan disalon, ayo cepetan kasi uangnya sekarang sama mama" Ucap Mama Larisa. Membuat Larisa mau tidak mau menghentikan aktivitasnya karena terus didesak oleh mamanya sendiri.


Larisa kemudian berjalan kekamar untuk mengambil apa yang mamanya inginkan.


"Nih uangnya" Ucap Larisa kemudian menaruh uang itu dimeja tepat didepan Mama.


Secepat kilat Mama Larisa menyambar uang yang berada diatas meja, namun ekspresi wajahnya berubah seketika saat melihat uang yang Larisa berikan tak sesuai dengan yang ia harapkan.


"Kok cuma segini" Ucap Mama sambil memperlihatkan lembaran uang merah yang lumayan banyak ditangannya.


"Uang itu udah cukup buat Mama pergi shoping dan perawatan, bahkan Larisa kasi lebih dari yang biasa Larisa kasih ke Mama" Ucap Larisa kini mulai emosi dengan Mamanya.


"Ada apa ini?" Ucap Alex yang kini menghampiri mereka berdua.


Kini Mama mulai berpikir untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta uang kepada menantu kesayangannya itu.


"Mama pengen shoping dan perawatan nak, tapi Larisa pelit banget kasih uang ke Mama" Ucap Mama yang berhasil membuat Larisa semakin kesal karena tingkah Mamanya yang menurut Larisa sudah keterlaluan.


Alex kemudian membuka tasnya lalu mengambil 3 gepok uang yang baunya menguar, ketika uang itu keluar dari dalam tasnya menandakan jika uang itu masih baru dari Bank.


"Segini cukup kan Ma?" Ucap Alex kemudian memberikan uang itu kepada Mama mertuanya yang disambut dengan wajah yang sumringah olehnya.


Namun berbeda dengan Larisa yang nampak begitu kesal karena Mamanya yang kini mulai benar-benar memanfaatkan suaminya.


Larisa hanya menghela nafas pelan, sehari Mamanya dirumah itu sudah bisa membuat Larisa naik darah, bagaimana jika Mama lebih lama disini? Larisa tidak bisa membayangkan apa lagi yang akan Mamanya inginkan.


"Terima kasih nak, Mama beruntung punya menantu seperti kamu, kalo gitu Mama siap-siap dulu yah. Mama mau pergi shoping dulu bye" Ucap Mama kemudian mencium Larisa. Membuat Larisa semakin jengkel saja melihat tingkah Mamanya yang tak tau malu itu.


"Sayang, kamu kenapa?" Ucap Alex kemudian duduk disamping Larisa yang terlihat murung.


"Tidak papa sayang, aku siapkan sarapan untuk kamu sekarang ya" Ucap Larisa yang dibalas anggukan kepala oleh Alex, kemudian segera menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.


"Kamu tidak ikut sarapan?" Tanya Alex sambil memegang tangan Larisa yang duduk disampingnya.


"Nanti saja" Ucap Larisa seadanya, membuat Alex heran dengan sikap istrinya itu.


"Kamu kenapa, tidak biasanya murung seperti ini?" Tanya Alex lagi yang langsung dibalas dengan gelengan kepala oleh Larisa.


"Apakah sebaiknya rencana bulan madu kita bisa segera kita realisasikan?" Tanya Alex sambil meraih wajah cantik istrinya yang kini terlihat tanpa senyum diwajahnya.


"Kenan bagaimana?" Tanya Larisa balik.


"Kita bisa menyewa babysiter untuk mengurusnya saat kita pergi berbulan madu"


"Apakah itu terlalu cepat? aku tidak ingin meninggalkan Kenan yang masih membutuhkan diriku, lebih baik kita tidak usah berbulan madu dulu"


"Ya sudah jika itu maumu" Ucap Alex kemudian mencium seluruh bagian diwajah istrinya.


"Aku pergi kerja dulu, aku akan pulang secepatnya jika pekerjaanku susah selesai.


Larisa kemudian mengantar kepergian suaminya sampai didepan pintu. Meraih tangan suaminya kemudian menciumnya dengan takzim.

__ADS_1


Alex membalas dengan mencium puncak kepala istrinya. Lalu menuju kemobil untuk segera kekantor.


Larisa terus memandang kepergian mobil suaminya hingga tak nampak lagi, kemudian memutuskan kembali kedalam untuk melihat keadaan Kenan.


__ADS_2