PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 69 ORANG TUA ALEX


__ADS_3

Pencet tombol SUBSCRIBE dlu ya!!!


Sebelum membaca. Mohon dukungannya dengan memberi Like, komen, Vote, dan jangan lupa follow akun author ya. Karena semuanya GRATIS.


Dengan memberikan dukungan tersebut kalian sudah memberikan sedekah kepada author amatiran ini.


Jika belum sanggup memberi sedekah dalam bentuk materi. Baiknya kakak-kakak pembaca memberi sedekah kepada author dadakan ini dengan memberi like, komen, hadiah, dan vote sebanyak-banyaknya.


.


.


.


happy reading


Setelah menghadiri acara lamaran Tiana, Ardian akhirnya undur diri untuk segera kembali kerumah, karena Rara yang terus saja menelfon untuk menyuruh suaminya itu segera pulang.


Sesampainya dirumah Ardian disambut dengan lingeri tipis yang menerawang memperlihatkan seluruh lekuk tubuh dari Rara, namun sepertinya Ardian sama sekali tidak tertarik dengan istrinya itu, karena Ardian yang merasa sangat lelah setelah seharian bekerja kemudian dilanjutkan lagi dengan acara lamaran Tiana. Membuat dirinya sama sekali tidak bergairah lagi dengan permainan ranjangnya. Yang ada dipikiran Ardian ia hanya ingin segera merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa lelahnya.


"Jangan sekarang sayang, aku sangat lelah" Ucap Ardian sambil melepaskan kedua tangan Rara yang kini melingkar dilehernya.


Ardian kemudian melangkah meninggalkan Rara yang kini terlihat kesal karena Ardian yang tidak memperdulikan dirinya yang sudah berdandan cantik hanya untuk menyambut kedatangan dirinya. Namun yang Rara dapatkan berbanding terbalik dengan apa yang ia harapkan, Ardian dengan jelas menolak apa yang selama ini menjadi candunya.


Melihat suaminya yang terus saja melangkah meninggalkan dirinya, akhirnya Rara memutuskan untuk mengikuti suaminya yang kini masuk kedalam kamar.


Ardian kini mulai melepaskan pakaiannya kemudian bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Rara kini sibuk menyiapkan pakaian yang akan suaminya pakai setelah selesai membersihkan dirinya.


Tak berselang lama Ardian keluar dari kamar mandi. Ardian melihat jika istrinya telah menyiapkan pakaian dan kini telah tidur diatas tempat tidur dengan posisi membelakanginya.


Ardian berpikir jika mungkin Rara kesal karena ia yang menolak untuk melakukan aktivitas yang hampir setiap hari mereka lakukan.

__ADS_1


Gegas Ardian menghampiri Rara yang masih menggunakan handuk ditubuhnya, memeluk tubuh Rara yang memejamkan matanya namun belum terlelap.


Rara merasakan tubuh suaminya yang kini sedang memeluknya membuat kedua matanya kini terbuka lebar karena merasakan sentuhan dari suaminya.


Rara kemudian membalikkan tubuhnya menghadap kearah Ardian membuat posisi mereka kini saling bertatapan.


"Kau marah padaku?" Tanya Ardian pada Rara yang kini kembali melingkarkan tangannya dileher Ardian.


"Tentu saja aku marah. Aku sudah berdandan secantik mungkin tapi kau malah mengabaikanku" Ucap Rara terlihat kesal membuat Ardian gemas kemudian mendaratkan bibirnya kebibir istrinya.


"Maaf sayang, bukannya aku menolakmu. Aku lelah karena pekerjaanku hari ini, dan aku harus menghadiri acara lamaran Tiana" Ucap Ardian membuat Rara mengerutkan dahinya ketika Ardian menyebutkan nama Tiana.


"Tiana wanita bercadar itu kan?" Tanya Rara setelah beberapa saat mengingat sosok Tiana yang waktu itu mempermalukan dirinya.


"Iya sayang" Ucap Ardian kemudian mulai melancarkan aksinya, membuat Rara terkejut karena serangan dari suaminya namun segera mengimbangi permainannya.


Setelah beberapa saat melakukan aktivitas olahraga diatas tempat tidur, akhirnya Ardian tumbang juga dan tak berselang lama terlelap karena begitu lelah dengan kegiatannya hari ini, ditambah lagi istrinya yang meminta untuk dilayani olehnya. Membuatnya semakin lelah dan tertidur begitu lelapnya. Rara tersenyum memandang wajah suaminya yang begitu kelelahan, sampai-sampai terdengar suara dengkuran kecil menandakan jika suaminya itu tertidur sangat lelap.


Rara kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos suaminya, lalu mencium kening, pipi, dan juga bibir Ardian, membuatnya menggeliat karena sentuhan dari Rara. Setelah itu Rara akhirnya kembali untuk melanjutkan tidurnya karena kini ia juga merasa sangat mengantuk.


Beberapa hari kemudian....


Rumah mewah Larisa dan Alex telah ramai karena banyak orang sedang sibuk mempersiapkan acara akikahan yang akan diadakan dirumah mewah tersebut. Terlihat beberapa sanak keluarga dari Alex yang ingin memberikan selamat kepada mereka berdua atas kelahiran anak pertama mereka yaitu Arkenan Giovano Putra.


Hari ini kedua orang tua Alex yang memang menetap di Singapura, juga akan hadir untuk pertama kalinya dengan menantu dan juga cucu pertama mereka.


Awalnya Ibu Alex menyarankan agar mereka mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan pernikahan mereka, namun Larisa mengatakan tidak perlu untuk melakukannya lagi. Karena Larisa ingin Akikahan Kenan dirayakan dengan begitu sangat meriah sehingga tak perlu merayakan pesta resepsi pernikahannya dengan Alex.


"Sayang Kenan mana? Ucap Alex yang berjalan masuk setelah sebelumnya ia kebandara untuk menjemput kedua orang tuanya.


"Ada dikamar sayang" Ucap Larisa yang tengah sibuk memompa ASI untuk Kenan lalu memandang kearah suaminya sambil tersenyum.


"Ayah dan Ibumu mana?" Tanya balik Larisa, karena belum melihat keberadaan kedua mertuanya itu.

__ADS_1


"Mereka mungkin masih sibuk mengurus barang-barang mereka dimobil" Ucap Alex kemudian berlalu menuju kekamar mereka untuk melihat keadaan Kenan.


"Kenapa kau tidak membantu mereka dulu?"


"Biarkan saja sayang. Lagian ada banyak pembantu yang bisa membantu mengangkat barang mereka tapi mereka memang selalu begitu. Sudahlah, biarkan saja" Balas Alex yang menghentikan langkahnya saat berada ditengah-tengah tangga menuju kelantai dimana kamarnya berada.


Mendengar apa yang suaminya itu katakan Larisa hanya menggeleng-gelengkan kepala. Namun pandangannya lalu terfokus pada Mama yang sedang duduk tepat didepan tv sambil mencat kuku-kuku panjang miliknya.


Untuk kedua kalinya Larisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Mamanya yang bertingkah seperti anak muda padahal usianya sudah tidak muda lagi.


Setelah merasa cukup dengan ASI yang akan diberikan kepada Kenan, Larisa menghentikan aktivitasnya kemudian menuju kepintu masuk untuk menyambut kedatangan kedua mertuanya yang baru ia temui hari ini.


Karena Larisa hanya melihat mereka berdua melalui panggilan video yang selama ini mereka lakukan karena terhalang jarak dan waktu.


Larisa bergegas untuk menemui kedua mertuanya, saat berada tepat dipintu masuk rumahnya. Ia bisa melihat barang-barang bawaan kedua mertuanya yang awalnya ia kira hanya beberapa koper. Tapi Larisa terkejut karena yang datang membawa barang mereka adalah truk khusus pengangkut barang.


Bisa Larisa lihat kedua mertuanya kini berdiri dihalaman depan rumahnya sambil mengarahkan pada orang-orang suruhan Alex untuk mengatur dan meletakkan barang-barang mertuanya itu dengan sangat baik.


Terdengar suara mertua perempuan Larisa yaitu Ibu Ayu, yang kini memakai gaun sederhana berwarna biru laut dan tak lupa sambil menenteng tas berwarna senada dengan warna bajunya yang diketahui sangat mahal karena dari merk ternama, yang harganya bisa taksir mencapai miliaran sedang menggantung dilengannya, Larisa melihat Ibu mertuanya sedang menyuruh suaminya Ayah Bram untuk mengangkat satu koper yang memang sengaja istrinya bawa namun tak boleh disentuh sama sekali oleh orang lain.


Larisa berjalan mendekat kearah mereka. "Assalamualaikum Ayah, Ibu" salam dari Larisa membuat kedua mertuanya berbalik dan melihat jika suara itu ternyata berasal dari menantunya.


Mereka berdua tersenyum melihat wajah cantik anak menantunya yang baru kali ini mereka lihat secara langsung.


Larisa lalu mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.


"Wah Yah, ternyata menantu kita jauh lebih cantik jika diliat langsung ya. Alex pinter banget cari istri" Ucap Bu Ayu terpana melihat kecantikan menantunya.


"Iya Bu benar, tapi gak kalah sama cantiknya Ibu kok" Balas Ayah ingin menggoda istrinya. Membuat Larisa ikut tertawa mendengar tingkah dari Ayah mertuanya, yang tetap akur walaupun usia pernikahan mereka sudah menuju kepala empat.


"Ayah bisa aja, gak usah didengar nak. Ayah memang suka gitu" Ucap Bu Ayu lagi. "Kenan cucuku mana?" Tanya Bu ayu sambil memperbaiki hijab Larisa yang sedikit berantakan.


"Ada bu didalam. Tapi kok ini barang-barang Ayah sama Ibu banyak banget ya, kayak mau pindah rumahan aja" Tanya Larisa sambil melihat barang-barang yang dibawa oleh orang suruhan suaminya yang kini hampir memenuhi teras rumahnya.

__ADS_1


"Ibu mau tinggal dirumah kalian nak, Ibu bosan disingapur terus. Sekarang kan ada kamu sama Kenan. Jadi mama gak kesepian lagi" Ucap Bu Ayu begitu senang namun berbeda dengan Larisa yang merasa khawatir karena mengingat jika mamanya juga tinggal bersama mereka. Namun dalam hatinya, Larisa berharap semoga kedua wanita ini bisa akur, mengingat mamanya yang matrealistis membuatnya menghela nafas pelan agar tidak terdengar oleh kedua mertuanya.


__ADS_2