PERNIKAHAN 2 CINCIN

PERNIKAHAN 2 CINCIN
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX


__ADS_3

"Sebenarnya anda ini siapa?"


Tiana memberanikan diri bertanya langsung pada Alex.


"Aku calon suami Larisa"


Jawab Alex dengan penuh percaya diri.


Mendengar jawaban yang Alex katakan, Tiana hanya tersenyum walaupun mungkin Alex tak bisa melihatnya.


"Jadi anda pemilik rumah sakit ini?"


Tanya Tiana lagi mengalihkan pembicaraan, tak ingin mengetahui lebih lanjut mengenai masalah Larisa dan pria itu, biarlah itu menjadi urusan mereka berdua.


"Rumah sakit ini milik kedua orang tuaku, sedangkan saya sendiri hanya dipercayakan untuk mengelolahnya"


Jawab Alex dengan tersenyum kearah Tiana.


"Berarti anda yang memindahkan ruangan sahabat saya Aisyah?


Tanya balik Tiana ingin memastikan apakah benar Alex yang memindahkan ruangan Aisyah.


"Ya benar, yang memindahkannya adalah saya"


"Tapi kenapa?"


"Saya tak ingin calon istri saya merasa tidak nyaman"


Jawab Alex melempar senyuman kearah Larisa.


"Apapun alasannya saya sangat berterima kasih atas kemurahan hati anda, semoga Tuhan membalas kebaikan anda"


Alex menjawab perkataan Tiana dengan Anggukan lalu tersenyum, walaupun senyuman itu hampir tak nampak diwajahnya.


"Aku keruangan Aisyah dulu, disini ada calon suamimu yang menemanimu, aku takut jika Aisyah memerlukan sesuatu" ucap Tiana menoleh kearah Larisa yang sedari tadi hanya diam saja. "Kau beruntung mendapatkan calon suami seperti dia" bisik Tiana tepat ditelinga Larisa, membuatnya langsung melotot karena sangking tak percayanya dengan apa yang barusan Tiana katakan.


"Baiklah saya permisi dulu, saya titip Larisa karena saya harus keruangan Aisyah, saya takut jika dia membutuhkan sesuatu"


Ucap Tiana pada Alex kemudian melangkah meninggalkan Larisa yang masih bingung dengan perkataan Tiana kepadanya.


"Kenapa kau hanya diam saja?"


Tanya Alex pada Larisa yang terlihat masih tidak nyaman setelah tadi Ardian mengatakan jika dirinya juga adalah calon suaminya.


"Memangnya aku harus mengatakan apa?


Jawab Larisa singkat.

__ADS_1


"Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Ardian?"


Tanya Alex dengan memasang wajah seriusnya, menuntut sebuah penjelasan dari Larisa tentang apa yang dikatakan oleh Ardian. "Apakah selama ini kau menjauhiku karena dia?" Tanya Alex lagi kemudian mendekatkan dirinya pada Larisa.


"Ayo katakanlah yang sejujur-jujurnya tanpa ada yang kau sembunyikan lagi dariku, bahkan jika kau mengatakan bahwa anak yang ada dalam perutmu itu bukanlah anakku aku juga tetap akan menerimamu menjadi istriku" Ucap Alex dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Sedangkan Larisa yang mendengar kata yang keluar dari mulut Alex spontan menoleh kearahnya, tak percaya dengan apa yang Alex katakan.


Beberapa saat kedua mata mereka saling berpandangan, Larisa bisa melihat tatapan cinta yang tulus dari seorang Alex.


Namun secepat kilat Larisa lalu membuang pandangannya kearah lain, tak sanggup menatap wajah Alex yang begitu menginginkannya, tak peduli seberapa besar kesalahan yang telah Larisa Lakukan.


"Maafkan aku"


Baru saja Larisa mengatakan maaf, Alex kemudian memejamkan matanya.


"Kenapa kau memejamkan matamu?"


Ucap Larisa memegang wajah Alex yang duduk tepat disampingnya. "Aku kan belum selesai mengatakan yang sebenarnya kepadamu" sambung Larisa.


"Aku memejamkan mataku agar sedikit bisa mengurangi rasa sakitku dengan apa yang akan kau katakan"


"Tapi kata maaf yang keluar dari mulutmu itu sudah sangat menyakitkan hatiku, aku tak tau seberapa sakit lagi hatiku mendengar apa yang akan selanjutnya kau katakan"


"Kalo seperti itu, lebih baik aku tak mengatakannya kepadamu?"


"Aku dan Ardian sudah lama berpacaran, bahkan saat dimana kita pertama kali bertemu waktu itu"


Larisa kemudian mulai menceritakan semuanya pada Alex, tanpa ada yang dia kurangi atau dia tambahi sedikitpun.


Larisa berusaha menceritakan yang sebenar-benarnya kepada Alex.


Setelah beberapa lama Larisa menceritakan tentang kejadian sebenarnya, namun Alex tetap saja hanya diam tak merespon sedikitpun dengan apa yang Larisa katakan. Membuat Larisa sedikit khawatir jika Alex akhirnya marah setelah mengetahui yang sebenarnya.


"Alex, apakah kau marah kepadaku?"


"Sama sekali aku tak marah kepadamu. Aku bersyukur waktu itu kita akhirnya bertemu dan akulah yang pertama kali memilikimu" jawab Alex sambil memegang wajah Larisa dengan kedua tangannya.


"Aku memaafkanmu, dan aku juga minta maaf karena waktu itu meninggalkanmu, tutuplah rapat-rapat kenangan masa lalumu bersama dia, karena mulai sekarang kau adalah milikku"


"Aku ingin hari ini juga kita menikah, aku tak ingin jika Ardian terus saja mengganggumu"


"Jika sampai hal itu terjadi, dia akan menerima akibatnya"


Sedangkan Larisa yang mendengar jika Alex ingin menikahinya hari ini juga merasa sangat bahagia.


Kebahagiaannya itu terpancar jelas diwajah cantiknya yang tak henti-hentinya mengembangkan senyum kearah Alex.

__ADS_1


Kini Larisa menyadari jika orang yang sebenarnya ia cintai adalah Alex bukanlah Ardian. Namun ia selama ini tak menyadari cintanya itu.


Pantas saja dulu Larisa selalu merasa tak bahagia dengan pernikahannya dengan Ardian. Ternyata karena cintanya kini telah dimiliki oleh Alex, bukanlah Ardian.


Terlebih kini Larisa tengah mengandung anaknya dan Alex, yang menambah cinta diantara keduanya.


"Kenapa senyum-senyum?"


"Aku..."


Belum sempat Larisa melanjutkan kata-katanya, Alex lalu mencium bibir Larisa membuatnya kaget sekaligus terkejut dengan perlakuan Alex itu.


"Kenapa? Memangnya salah jika aku menciummu?" Ucap Alex sambil mengedipkan satu matanya. "Aku bahkan akan melakukan yang lebih dari itu setelah kita menikah nanti, jadi persiapkan dirimu" untuk kedua kalinya Alex kemudian mencium kembali bibir Larisa, membuat matanya melotot dan hal itu membuat Alex tertawa karena merasa lucu dengan tingkah Larisa.


Wajah Larisa hanya menunduk tak berani memandang Alex yang berada didepannya. Ia merasa wajahnya kini mulai terasa panas dan mulai memerah karena perlakuan Alex yang membuatnya merasa malu.


"Apakah kau yakin akan menerimaku menjadi istrimu, setelah apa yang telah kulakukan?"


"Tentu saja aku akan menerimamu, tak ada celah bagiku untuk menolak dirimu"


Jawab Alex tanpa ragu sedikitpun membuat Larisa yang mendengarnya semakin terpana dengan kebaikan hati yang telah Alex berikan kepadanya.


"Setiap manusia punya masa lalu dan titik terendah dalam hidup mereka, aku harap masa lalumu yang akan membuatmu belajar sehingga bisa membawamu menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya, karena pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup kita"


"Dan sekarang aku mulai melihat perubahan itu dalam dirimu, aku sangat bahagia melihat dirimu yang sekarang, dan alangkah lebih bahagianya lagi aku jika kau benar-benar menerimaku menjadi pendampingmu dan bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga kita hingga maut memisahkan"


Mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Alex, Larisa mulai meneteskan air mata.


Larisa merasa bersalah karena dulu ia pernah mencampakkan Alex demi Ardian yang sekarang malah menghianatinya.


"Cintaku mungkin tak semanis seperti cerita yang sering kau baca di novel, tak seromantis seperti film di televisi, dan tak seindah drama korea, tapi cintaku murni karena Allah"


"Aku mencintaimu karena Allah"


Ucap Larisa dengan nada suara yang dilembutkan.


Membuat bulu kuduk Alex merinding dan hatinya bergetar saat mendengar kata yang Larisa ucapkan.


Membuat raut wajah Alex semakin berseri-seri dikala Larisa memegang tangannya kemudian menciumnya. Seketika air mata Alex jatuh melihat apa yang Larisa lakukan kepadanya.


Hatinya merasa tersentuh sekaligus merasa bahagia karena hari ini ia akan menikahi wanita yang sangat ia cintai.


Akhirnya Alex meminta kepada Robi untuk mempersiapkan pernihannya hari ini juga.


Terlihat dari raut wajah Robi yang melempar senyuman penuh kebahagiaan kepada tuannya. Robi ikut bahagia mengetahui Tuannya akhirnya akan menikah dan hal itu juga yang membuat tuannya sekarang sangat bahagia. Mengingat wajah tuannya yang sejak beberapa bulan yang lalu selalu terlihat sangat murung.


Pernikahan Larisa dan Alex dilaksanakan diruangan Aisyah, sebab ia juga ternyata ingin menyaksikan pernikahan Larisa.

__ADS_1


Tak banyak yang tau tentang hal ini, karena Alex ingin acaranya digelar dengan sederhana saja, tanpa mengundang banyak orang, dan itu juga permintaan dari Larisa.


__ADS_2