Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
The end


__ADS_3

Suasana ceria di sebuah pesta terlihat di rumah ibu Salma. Hari ini adalah waktu spesial bagi pasangan Zayn dan Alana. Moment ini adalah pesta penyambutan kehadiran malaikat kembar di antara mereka.


Pasangan berbahagia ini berdiri berdampingan menjamu tamu yang memberi selamat dengan sorot wajah bahagia. Seharian pasangan ini akan melalui hari panjang dan melelahkan menjamu tamu.


Cahaya jingga menghias langit. Tamu undangan mulai terlihat berkurang. Pesta akan berakhir.


Zayn dan Alana berdiri menatap box bayi di mana bayi kembarnya sedang terlelap. Sungguh menggemaskan. Rasa haru kembali melikupi hatinya, Zayn tidak pernah membayangkan di berkahi anugerah seindah ini. Istri yang baik, anak yang lucu serta mendapatkan keluarga yang begitu hangat.


Zayn lalu beralih pada perempuan luar biasa yang ada di sampingnya, ia meraih tangan Alana, menggenggam tangan istrinya. Menatapnya dengan binar penuh cinta.


"Terima kasih kau telah hadir memberikan ketulusan padaku, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya. Terima kasih kamu selalu memberikan yang terbaik untuk membahagiakanku dan anak-anak kita. Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku," ucap Zayn akan perasaannya. Betapa Alana telah memberi kebahagiaan untuknya, membuat hidupnya berwarna.


Alana melengkungkan senyuman. Manis sekali suami juteknya ini.


“Terima kasih juga sayang untuk hari-hari yang penuh cinta. Terima kasih telah menerima kekuranganku,” balas Alana. Membuat perasaan Zayn berbunga.


“Vin dangdutan yuk!” suara membahana seketika merusak suasana romantis Alana dan Zayn.


Dangdutan ...


Zayn mengalihkan pandangannya pada dua sahabatnya yang telah berdiri terlihat menunggunya. Chelsea dan Nara.


Zayn pun berdecak sebal. Oh, astaga! Ini lagi romantis-romantisnya malah di ajak dangdutan oleh dua perempuan gesrek ini.


Ya dangdutan sudah layaknya hal yang wajib bagi mereka jika mengadakan kumpul keluarga.


“Ya elah kalian ngak liat nih, lagi mesra-mesraan. Kalian malah ngajak dangdutan,” dengus Zayn.


“Udah ayo naik,” ucap Chelsea dan Nara mencoba menarik tangan Zayn.


Tubuh Zayn telah tertarik, pemuda ini seketika menghentikan langkahnya.


“Hei tunggu,” tahan Zayn.


“Ada apa lagi?” tanya Chelsea tak sabaran.


Senyum seringai terbit di wajah Zayn.


“Kali ini om nggak akan nyawer sendiri,” ujar Zayn semakin tersenyum miring dia punya rencana untuk sahabat gesreknya ini.


“Emang kau mau mengajak siapa?” tanya Nara.


“Kalian lihat saja,” ucap Zayn lalu menepuk tangan tanda memanggil seseorang.


Dan benar saja dua orang pemuda datang mendekat ke arah mereka dengan senyuman terkembang.


Chelsea dan Nara kompak tercengang rahang mereka seakan ingin jatuh melihat dua orang itu.


What ...


Mereka seketika gelagapan.


“Papa El,” ucap Nara saat melihat Milan telah berdiri bersama Zayn.


“Papa Paris,” sosor Chelsea melihat sang suami juga ikut bergabung.


Zayn menarik senyum puas melihat dua perempuan ini.


“Kalian akan mendapatkan saweran yang banyak dari mereka!” tekan Zayn.


Zayn pun melangkah lebih dulu meninggalkan dua perempuan yang masih mematung melihat suaminya. Ya ampun ini gila.


“Come on, baby,” ujar Kay mencolek dagu Chelsea lalu melangkah ke panggung bersama dengan Zayn.


“Puaskan om,” ujar Milan dengan mata mengerling nakal. Meninggalkan Nara.


What ...


Apa dia bilang tadi? Om, dia seperti Zayn.


Lima anak manusia ini telah berada di panggung, tubuh Chelsea dan Nara seketika kaku bak ular dia sedang bersama dengan pawangnya.


Irama musik di awal lagu andalan mereka perawan atau janda telah menghentak. Dua perempuan ini, tertegun sambil bergoyang pelan saat melihat 3 lelaki ini menggila. Mereka sudah biasa melihat Zayn bergoyang tapi Kay dan Milan. Walau baru melihatnya ternyata tubuh mereka cukup luwes juga, menari mengikuti lantunan musik.


Kini lirik mulai di nyanyikan oleh Nara.


“Abang pilih yang mana perawan atau janda, perawan memang menawan janda lebih menggoda.” Nara melantunkan nada di awal ia mengambil bagian perawan.


Tak ada goyangan hot darinya, ia hanya melihat suaminya yang asik bergoyang bersama dengan Zayn dan Kay.

__ADS_1


Kini tiba bagian Chelsea.


“Abang pilih yang mana perawan atau janda perawan memang cantik, janda lebih menarik.” Sama seperti Nara Chelsea juga hanya memperhatikan tiga lelaki itu yang sedang menggila itu.


“Asik!” teriak mereka.


“Kalau abang pilih perawan masih muda masih segelan belum di sentuh orang.” Nyanyi Nara.


“Kalau abang pilih janda sudah pasti lebih dewasa sudah bermain cinta banyak pengalamannya.” Chelsea si bagian janda.


“Abang pilih yang mana perawan atau janda perawan memang bohai janda lebih aduhai.” Chelsea dan Nara bersamaan saling tatap. Benar-benar tak menyangka suami mereka akan mengguncang panggung. Kan aneh kenapa sekarang mereka yang menggila.


Setelah menyanyikan part awal, ada jeda di lagu, untuk masuk ke nada berikutnya.


“Keluarkan saweran kalian,” ucap Zayn sembari bergoyang.


“Oke!” kata Milan lalu meraih ponselnya lalu terlihat mengetik sesuatu di layar ponselnya.


“Sudah Sayang, aku sudah transfer sebagai saweran,” ucap Milan memperlihatkan layar ponsel bukti transferannya.


What ...


Nara tercengang, rahangnya seakan ingin jatuh. Sawerannya di transfer. Untuk sepersekian detik Nara terkejut lalu tak lama mulai bersemangat. Matanya berbinar melihat saweran dengan jumlah yang besar yang di berikan oleh Milan, Bukan Nara namanya yang tidak tergiur dengan uang saweran.


“Makasih sayang, transferanya!” balas Nara genit mencolek dagu suaminya bak perempuan genit, kini meliuk-liukan tubuhnya. Dia mendapatkan saweran. Seperti biasa dia harus bergoyang sesuai nilai sawerannya.


“Sayang aku terima goyangannya, di kasur aja, yang hot,” ucap Milan dengan senyum mesumnya.


Lagi Nara tertegun menelan salivanya kelat. Nanti malam dapat di pastikan dia tidak akan tidur.


Kini beralih pada Kay.


“Tenang aku juga sudah siapkan saweran,” ujar Kay.


Pemuda itu terlihat mengeluarkan banyak kertas dari sakunya.


“Sayang mau di selipin di mana? Di dada, atau di mana saja aku siap?” tanya Kay dengan nada menggoda.


Di selipin ...


Chelsea tercengang, kini suaminya yang menawarkan saweran di dadanya.


Akhirnya selama ini dada Chelsea yang terbalut bh susu tumpah menerima saweran layaknya biduan.


Ya tuhan benar-benar gila mereka. tidak peduli lagi dengan sekitarnya. Lima anak manusia ini mengguncang panggung.


“Susunya nanti malam ya,” goda Kay menaik-naikan alisnya.


“Memang apa itu Kay?” tanya Milan menatap kertas di tangan Kay.


“Voucher minyak goreng gratis,” ujarnya singkat sembari bergoyang.


“Voucher minyak goreng untuk apa?” sinis Milan.


“Ini itu sedang hits di kalangan ibu-ibu,” jelas Kay.


Milan mendengus memutar bola mata malas.


“Memangnya kau tidak punya saweran lain,” sinis Milan menatap remeh Namun tersentak saat istrinya Nara membuka suara.


“Aku mau Kay,” sosor Nara menerobos tubuh Milan. Berdiri di hadapan Kay.


Milan membulatkan matanya.


Oh astaga sawerannya kalah dengan voucer minyak goreng.


“Ibu juga mau nak Kay!” suara di seberang sana terdengar. Ibu Salma maju naik ke panggung bergoyang di hadapan Kay.


“Mama juga mau Kay!” sahut satu perempuan paruh baya lagi yang tak lain ibu dari Milan. Mama Erika pun tak mau kalah perempuan itu ikut turut bergabung.


Milan tertegun dengan mulut terbuka lebar, menepuk jidatnya. Mertua dan mamanya juga ingin voucher yang di pegang Kay. Oh astaga norak sekali mereka. Kini Milan sadar sekaya apa-pun ia, mereka hanya ibu rumah tangga yang jiwanya meronta mendengar kata gratis.


Suasana pesta semakin semarak Alana tertawa melihat keriuhan di panggung. Sungguh Alana sangat bahagia. Jatuh bangun dalam hubungan telah menjadi pelajaran dan kekuatan untuk terus melangkah bersama dalam kebersamaan selamanya.


Momen indah ini, Semoga selalu menghiasi perjalanan rumah tangga mereka selalu bahagia penuh dengan kedamaian dan harmoni, sukacita dan tawa, romansa. Semoga cinta ini terus menjadi permata mahkota yang mengikat semuanya.


****


(Ini bonus)

__ADS_1


Malam telah menyambut, dua pemuda terlihat duduk berdampingan di lantai, tangannya sedang memegang lap dan panci seperti biasa, setelah mengadakan acara dua menantu ibu Salma akan kembali merapikan panci-panci dan perabotan yang telah di pakai dalam acara.


Memasang wajah malas mereka melap satu persatu perabotan itu. Sejak mendengar jeritan hati ibu Salma tentang pancinya, mereka mengabulkan keinginan mertuanya itu, setiap ada perayaan akan di adakan khusus juga di rumah ibu Salma. Seperti ulang tahun cucunya, serta pengajian. Jadi mereka selalu membuat acara kecil-kecilan yang membuat Zayn dan Milan berujung repot karena mengurus perabotan mertuanya.


Dengan telaten Zayn melap dari perabot satu ke lainnya.


“Syukurlah dalam beberapa bulan ke depan tidak ada acara lagi, Berlin, Riga, Savanah, semua sudah merayakan ulang tahun, pengajian rutin kehamilan setiap bulan Alana juga sudah tidak ada, jadi bisa libur sesaat dari mengurus panci ini,” keluh Zayn dengan malas. Sedikit menarik napas lega, keponakannya yang tak lain anak Milan telah berulang tahun dan istrinya telah melahirkan. keluarga ini tidak punya acara lagi.


“Sebenarnya belum akan selesai,” ujar Milan menatap Zayn.


“Belum selesai! Semua sudah, ulang tahun, pengajian,” hitung Zayn.


Wajah Milan mengukir cengiran.


“Mungkin akan masih panjang,” papar Milan.


“Panjang!” Zayn tak mengerti.


“Nara udah telat dua minggu!” papar Milan dengan cengiran menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Sejenak Zayn terdiam tak mengerti apa yang di maksud oleh Milan hingga otaknya mulai menangkap.


Anak ke empat ... berarti pengajian bulanan.


“Milan Kalingga! Kau membuat kita tidak punya jeda mengurus panci!” pekik Zayn menatap Milan.


“Ingat petuah ini. Level tertinggi dari mencintai adalah menghamili, hahahhah,” ujar Milan kemudian berlari keluar ruangan, dia pasti telah membuat tanduk Zayn berdiri. Padahal dia hanya bercanda dia ingin melihat Zayn semakin putus asa dengan panci ibu Salma.


"Milan Kalingga berhenti kau! Aku akan memukul kepalamu dengan panci!” Zayn beralih mengejar Milan dengan panci di tangan.


The end.


Zayn Arsenio Walter.


Alana Dewi


Arion Miroslav Walter


Gisella Andrean


Milan Kalingga


Anara Putri


Chelsea Kalingga


Kaisar Abraham


Penulis Syakira Sya.


***


Yessss akhirnya tamat juga, Ya tamat deh.


Ya ko tamat Sya lagi dong ...


Udah segini aja, ntar kalau di panjangin bakal kaya cicilan motor nmax lagi, panjang banget.


Oh iya untuk cerita selanjutnya Arion dan Gisel si mesum. Nenennya eh pengennya sih, habis lembaran ya. Nggak kebayang bisa kemana-mana nih pikiran, kalau sekarang. ntar mendesahkan eh meresahkan. Tuh kan, salah lagi. Belum apa-apa udah salah mulu. Sya juga belum duduk di bawah pohon ketapang mencari inspirasi. Oke ...


Jangan hapus notif cerita ini yah, soalnya rencananya kalau ada cerita nanti tentang anak mereka akan di sini. Rencana habis Arion dan Gisel. Lanjut Anak-anak mereka.


Terima kasih telah mengikuti cerita Sya, jangan kapok ya. Terima kasih juga yang udah like, coment, vote, ngasih tips. Terima kasih banyak Sya ucapkan.


Sebelum berpisah koment terakhir dong untuk cerita si Zayn dan Vampir China , kalian merasa apa? Supaya Sya tahu apa yang perlu di perbaiki. Kisah mereka ini seperti apa?


Jangan lupa yang terakhir buat Vampir China.


Like


Coment


Vote


Ya ampun Sedih deh pisah sama si jutek dan Vampir China.


Oh ya sebelum kita berpisah Sya mau ngucapin maaf lahir batin.


Salam sayang Syakira Sya.

__ADS_1


Tarakan, Kalimantan utara.


__ADS_2