Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
bertamu lagi


__ADS_3

Cahaya jingga menghiasi langit senja. Malam akan segera menyambut. Sesosok pemuda tampan melangkah penuh pesona keluar dari sebuah gedung tinggi. Hari ini semua berjalan dengan lancar.


Wajah tampannya terhias senyum samar. Bak ada sesuatu yang sejak tadi menggelitik perasaannya.


Di depan akses keluar gedung dia telah di sambut oleh seorang lelaki berjas hitam yang berdiri di samping mobil.


Lelaki itu memberi hormat saat pemuda tampan itu mendekat.


“Apa semua sudah siap?” tanyanya memastikan.


“Sudah tuan, saya sudah menyiapkan semua pesanan Anda, bahan makanan seperti daging ayam, daging sapi dan sayur serta bahan dapur lainnya, dan juga cemilan semua telah sedia. Ada di bagasi belakang mobil, Anda tinggal membawanya," ujar Ken walau sedikit heran dengan permintaan bosnya ini. Kenapa dia malah di suruh mengurus belanjaan dapur. Ken berdecak dalam hati semakin hari semakin aneh saja bosnya ini.


Kedua sudut bibir Zayn tertarik mendengar laporan asisten pribadinya ini.


Di tambah senyum di wajah itu, lagi Ken tak habis pikir.


“Baguslah,” puji Zayn kemudian tangannya terulur di hadapan Ken.


“Mana kunci mobilnya, aku akan pergi menemuinya," pinta Zayn.


Sesuai perintah Ken memberikan kunci mobil pada sang tuan. Zayn pun menerimanya lalu tanpa berlama-lama lagi pemuda itu masuk ke dalam mobil. Mengendarai kendaraan mewahnya menuju sebuah tempat.


Sejak tadi rencana ini mengudara di pikirannya. Zayn akan ke rumah Vampir China untuk mengantarkan bahan makanan. Dan malam ini dia punya alasan untuk menikmati makan malam masakan Alana dan makan bersama dengan Vampir China itu. Sebuah rencana yang telah ia susun rapi.


Yess, akhirnya Zayn punya alasan untuk menikmati masakan Alana lagi. Zayn tersenyum membayangkan dia akan melihat aksi Alana yang berkutat di depan kompor dan dia akan menunggunya di meja makan. Momen makan malam yang selalu terjadi antara dia dan Vampir China.


Setelah berpacu beberapa saat, kini Zayn telah sampai di rumah Alana.


Membawa banyak belanjaan yang telah di siapkan Ken tadi. Zayn terlihat kepayahan membawa barang yang lumayan banyak. Tangannya penuh dengan kantung belanjaan.


Zayn memencet bel rumah Alana, menunggu tak sabar. Tak lama pintu rumah terbuka menampakkan Alana yang berdiri di ambang pintu.


Alana terkesiap, memasang raut wajah masih sama seperti saat Zayn datang bertamu ke rumahnya di tengah malam. Seakan tak percaya.


Lelaki jutek ini lagi. Oh astaga, kenapa ada di sini lagi. Tentu saja Alana heran apalagi melihat Zayn membawa barang belanjaan. Ada apalagi ini?


“Kak Zayn! Kakak ke mari lagi, kakak ingin bertamu lagi.” pekik Alana meningat alasan Zayn yang bertamu tengah malam di rumahnya.


Kemari lagi, bertamu lagi sebuah kata yang membuat Zayn merotasi mata malas. Memangnya kenapa kalau dia kemari? Anehkah?


“Aku membawakanmu bahan makanan, kau bilang kau tidak punya apa-apa,” jawab Zayn mengingat semalam Alana hanya memberinya makan mie instan.


"Untukku!"


Bahan makanan untuknya. Alana tercengang perhatian sekali dia.


Dengan memasang wajah datar Zayn lalu seperti biasa menerobos tubuh Alana masuk tanpa permisi maupun izin tuan rumah terlebih dahulu.


Zayn melangkah menuju dapur untuk meletakkan bahan makanan yang ia bawah. Sementara Alana mengekori dari belakang.


“Wah banyak sekali,” decak Alana saat memeriksa yang di bawa oleh Zayn untuknya.

__ADS_1


“Terima kasih kak,” ucap Alana antusias lumayan menghemat pengeluaran. Zayn tahu dia tidak punya bahan makanan jadi mengantarkannya. Manis sekali dia.


“Emmm.” Zayn hanya membalas dengan deheman, lalu duduk di kursi makan.


“Aku ingin kau memasak sup daging untukku,” ujar Zayn.


Memasak ... Alana terkesiap menatap Zayn. Tamunya ini lagi-lagi meminta makan di rumahnya. Oh astaga ke mana semua pelayanmu tuan Zayn yang terhormat. Sudah dua kali dia datang dan selalu meminta makan padanya. Membawa bahan makanan ternyata memasak untuknya. Ya ampun tamu macam apa ini?


“Kakak ingin aku memasak untuk kakak?” tanya Alana kembali memastikan.


“Tentu saja, aku sudah membawakan bahan-bahannya, jadi kau tinggal memasaknya.”


“Kenapa aku, kenapa bukan pelayan di rumah kakak.” Alana merasa heran, dirumah sang presdir itu pasti banyak pelayan terbaik.


“Sudah jangan banyak tanya lakukan saja, masak yang enak,” ujar Zayn santai.


Alana mencebikkan bibirnya, tamu yang merepotkan. Mana ada tamu yang tanpa malu meminta makan. Decak Alana di dalam hati.


Alana telah berkutat di dalam dapur kecil miliknya memasak sup daging sesuai keinginan tamunya, terasa lucu juga sang tamu meminta menu spesial untuk di hidangkan.


Rumah sederhana Alana tanpa sekat pemisah hingga Zayn yang duduk di kursi makan terus menatap Alana. Tangan Pemuda ini bertopang di pipi mengulas senyum samar, melihat Alana memasak lagi. Sama seperti di rumahnya.


Fokus Zyan terpecah saat suara dering ponsel terdengar dari meja makan. Itu adalah ponsel milik Alana. Mungkin itu panggilan dari ibunya sama seperti dulu, ibu Vampir China suka menelpon di saat jam makan malam. Itu tebak Zayn.


Dengan cepat Alana melesat untuk menjawab panggilan itu. Alana duduk di kursi lalu mulai menaruh benda di pipinya.


“Ya Arion,” jawab Alana.


Mendengar nama itu wajah Zayn seketika berubah dingin, mengapa sepupunya ini menghubungi Alana. Zayn menegaskan pendengarannya mencoba mencuri dengar.


“Ada apa Arion.”


“Aku mengadakan acara,” ucap suara di seberang sana.


“Acara yang kakak bilang bertabur superstar Jerman itu.” Alana mengingat ucapan Arion.


“Iya, kau harus datang.”


“Kapan Arion.”


“Akhir pekan. Kau dan temanmu itu harus datang. Ingat hutangmu akan bertambah jika kau tidak datang.”


“Ya, baiklah aku pasti datang. Akhir pekan.”


Tangan Zayn terkepal erat ada rasa panas menjalar dalam dirinya. Dia tidak suka mendengar Alana dan Arion akan mengatur janji untuk bertemu.


Panggilan terhenti Alana mendekap ponselnya di dada melengkungkan senyum lebar. Senang sekali dia akan mendatangi acara hebat bersama Gisel. telah terbayang Gisel pasti akan sangat heboh di pesta itu.


“Arion mengundangku ke acara bertabur bintang,” batin Alana berdecak hore. Hingga suara Zayn membuyarkan lamunannya.


“Kau tidak boleh pergi!” sergah Zayn memasang wajah juteknya. Kali ini terang-terangan mencengah pertemuan Alana dan Arion.

__ADS_1


Alana mengalihkan pandangannya pada Zayn. Apa tidak boleh pergi ...


“Memangnya kenapa kak?” tanya Alana.


“Aku bilang kau tidak boleh pergi ke acara itu!” ulang Zayn dengan nada penekanan.


“Yah, kak itu acara penting dan bergengsi,” ucap Alana.


Tidak mungkin dia tidak pergi ini adalah kesempatan langka bertemu dengan kumpulan bintang besar Jerman. Ya ampun, orang biasa seperti dia tentu saja tidak akan menyia-nyiakan itu.


“Kau tidak tahu seperti apa pesta itu, dunia mereka glamor penuh kebebasan, alkohol, pesta itu tidak cocok untukmu!” papar Zayn.


“Aku bisa jaga diri kak! Lagi pula aku bersama dengan Gisel,” balas Alana kekeh. dia bukan anak-anak lagi. tujuannya hanya mendapatkan foto bersama.


“Aku bilang kau tidak boleh pergi!” suara Zayn mulai meninggi. Uhg, mulai kesal dia Vampir China tidak mendengarkan ucapannya.


“Kak aku harus pergi, di sana banyak bintang besar. Ini kesempatan langkah,” tekan Alana Tak mau kalah dengan pemuda yang ada di hadapannya.


Oh Tuhan, Alana hanya ingin bertemu superstar itu tidak lebih. Tolong mengerti. Lagi pula dia harus membalas budi hutang traktiran pada Arion.


“Pokoknya kau tetap tidak boleh pergi!” pungkas Zayn bangun dari duduknya.


Ujung hati Zayn serasa panas membayangkan Alana dan Arion akan bertemu di pesta. Ada perasaan tak rela.


“Kak Zayn!” suara Alana mulai meninggi. Tangannya terkepal erat, berdiri di hadapan Zayn.


“Aku sudah bukan pelayan di rumahmu lagi. Aku tidak perlu menuruti perkataanmu lagi!” tekan Alana dengan sorot mata tajam. Sudah tidak peduli. Kali ini tak mau mengalah, sudah lama ia mengikuti keinginan Zayn kali ini tidak.


Zayn tercengang mendengar ucapan Alana. ia merasa tertohok.


“Kau ...” geram Zayn namun tak bisa berkata apa-apa dia memang tidak bisa melarang Alana lagi, sama seperti dulu.


“Aku akan tetap pergi!” putus Alana dengan keyakinan mantap. tak ingin Zayn mengendalikannya.


“Vampir China.” Uhg geram sekali Zayn hingga buku-buku tangannya terlihat memutih. sejak tadi Vampir China membantah ucapannya.


“Baiklah terserah padamu!” sentak Zayn putus asa dia sudah tidak bisa merubah keputusan Alana. “Kau memilih dengan artis itu dari pada menuruti perkataan ....”


“Suamimu.” Zayn mengeram kesal tanpa sadar kata itu keluar saking kesalnya. Ia pun melangkah pergi membawa emosinya yang telah naik karena Vampir China. Sial, niatnya kan ingin makan malam dengan Alana kenapa mereka jadi bertengkar karena pesta Arion.


Deg


Alana seketika menatap nanar punggung Zayn yang meninggalkan rumah.


“Suami,” gumam Alana wajahnya seketika berubah sendu menatap kepergiaan Zayn. Mereka bertengkar lagi.


Like


coment


vote

__ADS_1


Ya bertengkar lagi .... Zayn belum makan, main pergi aja. cemburu butuh tenaga bang. jangan marah bang entar di pepet. udah rencana mau unyu jadi tamu malah bertengkar. ambyar rencananya.


__ADS_2