Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
sedikit terungkap


__ADS_3

Matahari telah naik, sinar teriknya menyengat kulit. Alana berada di tempatnya bekerja.


Gadis ini merapikan beberapa alat make up setelah baru saja merias klien yang datang.


“Ahhhh!” suara teriakan membuat Alana terjengkit kaget.


Oh, astaga jantungnya. Alana memegang dadanya yang berdebar. Lalu mengarahkan netranya ke arah Gisel yang berdiri mematung di depan pintu kaca.


Gadis ini melangkah cepat mendekat ke arah sahabatnya melihat apa yang terjadi.


“Sel, ada apa?” tanya Alana terkejut setelah mendengar jeritan Gisel.


“Salonku kedatangan artis,” seru Gisel.


Artis ...


Manik mata Alana lalu mengarah ke arah pintu kaca di mana pemuda tinggi nan tampan telah berdiri sembari mengulas senyum ke arahnya.


Sama dengan Gisel, mata Alana membeliak terkejut seakan tak percaya.


“Arion,” sapa Alana.


“Jadi kau bekerja di sini,” ucap Arion melangkah mendekat sembari mengamati keadaan sekeliling.


“Iya, ini milik Gisel,” jawab Alana menganggukan kepala.


“Arion, ada apa kemari?” tanya Alana.


Untuk apa aktor sesibuk dan sehebat Arion datang ke tempat ini. Dia tidak syuting? bertanya-tanya dalam hati.


Pandangan Arion tertuju pada Alana.


“Aku sedang punya waktu luang. Jadi aku kemari untuk menagih janji traktiranmu,” kata Arion dengan senyum menawan terulas.


Yang membuat tubuh Gisel bak telah di kutuk jadi batu, terdiam menikmati wajah tampan itu, ditambah lagi Arion berada di tempatnya. Uhhh, bagaimana dia tidak meleleh.


“Janji traktiran!” Alana terdiam sejenak, terlihat berpikir. Dia memang pernah berjanji mentraktir Arion sebagai ucapan terima kasih karena telah mengembalikan ponselnya.


Ternyata Arion menagih janjinya, tak lama Alana mengangguk. “Baiklah, hari ini kita pergi makan siang, aku akan mentraktirmu.”


Arion mengembangkan senyuman mendengar Alana menyiakan.


Mengajak Arion Miroslav makan bersama, Oh astaga.


Wajah Alana berubah cemas ketika memikirkan sesuatu, bagaimana tidak dia akan meneraktir artis sekelas Arion yang sudah terbiasa dengan restoran mewah. Tabungannya bisa terkuras. Aduh bisa bangkrut dia.


“Tapi. Arion,” tahan Alana.

__ADS_1


“Ada apa?”


Alana menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


“Jangan mahal-mahal ya. Di Indonesia salah isi pulsa 20 ribu aja aku udah meriang, jangan sampai tagihannya menguras tabunganku, nanti aku bisa kena tipes lagi memikirkannya,” kata Alana polos mengingatkan, jika dia bukan orang kaya seperti Arion.


Mendengar itu gelak tawa pun keluar dari Arion mendengar ucapan Alana. Tuh kan perempuan ini, selalu berhasil membuatnya tertawa.


“Baiklah. Aku ingat, kau bilang tidak boleh minta di traktir di restoran yang di meja makannya ada kompornya kan. Kau tenang saja aku mengerti,” kata Arion yang mengingat ucapan Alana dulu.


Ya ampun, gemas sekali dia.


Alana mengembangkan senyumannya, ia sedikit lega.


“Ayo pergi,” kata Arion berbalik melangkah lebih dulu.


Alana menatap Gisel yang masih berdiri di antara mereka, mendengar semua pembicaraan.


Gisel menatap Alana dengan wajah memohon, tatapan itu memberi kode jika dia ingin ikut juga makan bersama sang aktor.


Gisel dengan cepat mendekat ke arah Alana. tangannya bergelayut di lengan Alana.


“Alana, ajak aku,” bisik Gisel menatap punggung Arion.


“Kau ingin ikut juga.” dua sahabat ini berbicara berbisik-bisik.


“Kesempatan apa?” tanya Alana tak mengerti, apa yang ingin di lakukan Gisel mengenai idolanya.


Gisel berdecak sebal. Otak Alana memang berbeda dengannya. tak bisa memanfaatkan peluang untuk dekat dengan pemuda tampan.


“Ya ampun Alana kesempatan, dekat dengan aktor sekelas Arion. Kalau perlu pepet terus,” ucap Gisel dengan menggebu.


"Siapa tahu berawal dari di pepet berakhir dengan di grepee,” oceh Gisel dengan senyum antusias.


Alana menghembuskan napas kasar. Oh astaga kata berawal itu keluar lagi dari mulut Gisel si mesum.


“Ayo Alana aku ikut,” rengek Gisel.


"Baiklah." Alana pasrah.


“Arion!” panggil Alana lagi.


Pemuda itu berbalik.


“Ada apa?”


“Apa Gisel boleh ikut juga?” tanya Alana.

__ADS_1


“Tentu saja boleh.”


Boleh ikut


Entah sudah seperti apa riangnya Gisel mendengar jika dia boleh ikut makan bersama idolanya. Ahhh, benar-benar bisa di pepet yang berakhir di grepee. Khayalan mesum Gisel.


///////


Sementara mereka bersenang-senang dengan aktor idola.


Di gedung kantor di ruangan besar dan mewah itu. Zayn sedang duduk menekuri komputernya yang ada di hadapannya.


Zayn berhenti sejenak, Perhatian Zayn teralihkan pada lelaki yang baru saja masuk ke dalam ruangan. Membawa map di tangan.


“Tuan,” sapa Ken menunduk sekilas memberi hormat.


“Ada apa Ken?”


“Kami telah mendapatkan berkas laporan yang lengkap tentang siapa perempuan yang di maksud nona Alana,” jelas Ken.


Manik mata Zayn menatap lekat pada Ken.


“Kau sudah mendapatkannya!” seru Zayn menggebu.


“Iya tuan.”


“Siapa Ken?” Zayn sudah tak sabar mendengarkan siapa perempuan itu dan apa benar dia yang memiliki rencana untuk menjebaknya.


Ken lalu melangkah mendekat memberikan map laporan.


tangan Zayn dengan cepat menyambut laporan itu lalu mulai membaca kertas yang tertulis.


sembari Zayn membaca, Ken mencoba menjelaskan.


“Dia adalah Casandra Angela, anak dari nyonya Anna,” jelas Ken.


Zayn tercengang melihat beberapa bukti di laporan itu. Anak nyonya Anna perempuan itu.


“Nyonya Anna punya anak sebelum menikah dengan mendiang ayah Anda, dan itu di rahasiakan dari semua orang, dan di yakini mendiang ayah Anda juga


menutupinya,” jelas Ken semakin panjang penjelasannya semakin gurat wajah di hadapannya itu berubah.


“Dia adalah anak bawaan dari nyonya Anna dari pernikahan dengan lelaki sebelumnya. Dalam pernikahan bersama mendiang ayah Anda, itu berarti mereka masing-masing memiliki anak bawaan, walau tidak berhubungan darah dengan anda, jadi secara tidak langsung perempuan itu adalah ...” Suara Ken tertahan menatap wajah Zayn yang telah berubah.


“Saudara tiriku ...” hardik, suaranya menggelegar dengan tangan terkepal serta wajah mengeras, memerah penuh amarah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2