
Sudah berulang kali Zayn menelan salivanya, menarik napas berkali-kali, mengisi rongga paru-parunya yang terasa kering. Mencoba menetralkan perasaan yang begitu merisaukan.
Desiran panas yang keluar dari tubuhnya saat seorang gadis yang duduk di balik punggung membekap erat tubuhnya. Sungguh sangat membuatnya tak nyaman. Apalagi adik kecilnya yang tegang, malah bertambah kokoh.
Setelah beberapa saat memacu Zayn bisa bernapas lega saat motor yang ia kendarai telah memasuki pelataran rumah. Mereka akhirnya sampai.
Mendengar deru mesin telah berhenti, Alana mulai membuka kelopak matanya.
“Vampir China cepat turun! Kau ingin memelukku sampai tulangku remuk!” ketus Zayn, jutek seperti biasa.
Tak ingin Alana berlama-lama memeluk tubuhnya lagi. Dia sudah cukup menahan diri.
Alana tersadar kemudian melepaskan pelukannya di pinggang pemuda jutek itu, lalu turun dari motor.
Setelah Alana sedikit menjauh. Dengan cepat Zayn melepaskan helmnya lalu turun.
Alana terdiam mengamati wajah Zayn, ada yang lain dari wajah itu, terlihat memerah.
“Kak Zayn kenapa? Kak Zayn sakit ya?” tanya Alana merasa ada yang aneh dengan Zayn.
Sakit. Bukan itu masalahnya.
“Aku tidak apa-apa!” jawabnya cepat.
Zayn membuang pandangan, tak ingin Alana terus menatap wajahnya yang sedang berjuang menahan terjangan hasrat.
“Benar kakak tidak sakit?” tanya Alana lagi lalu tangannya pun terulur mencoba memegang kening Zayn, memastikan suhu tubuhnya.
“Aku tidak sakit.”
“Tapi wajah kakak memerah.”
Memerah, bagaimana tidak dia sedang menahan panas yang ada di dalam dirinya.
__ADS_1
“Sini aku periksa,” ucap Alana lalu mengulurkan tangannya.
Melihat Alana akan menyentuhnya. Ah, gawat dengan cepat pemuda itu menghindar, gelagapan.
“Aku tidak apa-apa. Aku ... Aku ...” Zayn berpikir cepat. “Aku hanya lapar, kau harus memasak,” titah Zayn memasang mode juteknya setelahnya tertunduk.
“Aku masuk dulu,” ucap Zayn melangkah cepat meninggalkan Alana yang masih berdiri menatapnya dengan tangan masih menggantung.
Bisa gawat jika dia terus berdekatan dengan Vampir China. Dia bisa saja kehilangan kendali. Oh tidak sebelum itu terjadi lebih baik dia menghindar.
Alana mengendikan bahunya lalu hendak melangkah masuk juga, namun baru satu langkah dia terhenti saat melihat ada sebuah lipatan map yang terselip di antara speedometer motor.
“Apa ini?” gumam Alana lalu mencoba meraih map itu. “Ini milik kak Zayn,” batin Alana mengamati map dengan membolak balikannya.
Meninggalkan Alana, Di tempat lain.
Zayn berada di dalam kamar mandi, berdiri di bawah kucuran shower. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Zayn mengumpat dalam hati bisa-bisanya miliknya tegang saat Vampir China itu memeluknya.
Zayn mengusap wajahnya yang basah karena tetesan air sambil bertanya dalam hati ada apa dengannya?
****
Malam menyambut seperti biasa Alana sedang berada di dapur. Menyiapkan santap makan malam.
Tak butuh waktu lama tangan terampil Alana telah selesai memasak menu makan malam. Ia pun menyajikannya ke meja makan.
Zayn baru saja keluar dari kamar setelah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjernihkan pikirannya dari pikiran liar yang di buat oleh Vampir China. Benar-benar perempuan itu telah menyusahkannya.
"Kak ayo makan, masakannya sudah siap,” kata Alana sembari menaruh mangkuk yang berisi sayur.
Zayn lalu duduk di kursi makan, kebetulan perutnya juga sudah sangat lapar.
Alana pun mulai melayani Zayn, mengisi piringnya dengan nasi dan lauk. Setelahnya Alana pun mulai duduk, akan makan malam bersama.
__ADS_1
Zayn mulai menyuapkan makanan ke mulut, begitu pun dengan Alana mereka makan dengan tenang hingga Alana terlihat grasak-grusuk.
Pemuda ini terkesiap melihat tangan Alana memegang map.
“Kak Zayn ini punya kakak kan,” ujar Alana lalu berangsur menyodorkan map itu ke meja.
Map itu ... berkas yang akan ia berikan pada Alana, yang berisi tentang data perempuan saudara tirinya yang ingin dia perlihatkan sejak tadi namun ada rasa bimbang yang mengganjal dalam hatinya.
Ada perasaan tak rela, takut menyelimuti.
Seketika jantung Zayn berdentam keras, ia merasa gugup, semuanya akan terungkap jika Alana telah tahu isi di dalam map itu. Jika dia telah salah sangka dan semua ini salah paham.
Uhg, jika Alana tahu semua yang telah terjadi perempuan ini tidak akan terikat lagi padanya. Ia bebas ...
“Kau sudah membacanya?” tanya Zayn menatap Alana lekat.
Alana terdiam tak menjawab. memasang wajah datar, tanpa kata.
Zayn bertanya-tanya dalam hati. Ah, demi apa-pun ia tak bisa membaca wajah itu. Apa yang sedang di pikirkan oleh perempuan yang ada di hadapannya, dia tidak bisa menebaknya. Apa Vampir China itu telah membacanya. Dan tahu semuanya.
Like
Coment
Vote ...
Hay segini dulu ya, pada tahu kan tanggal 20 sama 22 tanggal cantik di tahun 2022.
Trus Sya emang kenapa?
Itu berarti banyak undangan kondangan lagi.😱😱😱😱
Aku kudu ottokke ....
__ADS_1