
“Terima kasih telah memilihku,” gumam Alana berbicara sendiri di dalam kamar mengingat kata Zayn untuknya.
“Apa maksud kak Zayn?”
“Lalu kenapa kak Zayn menciumku lagi?” resah Alana terus bermonolog sendiri.
Perempuan yang berbaring di kasur ini masih berpikir keras sembari manik matanya menatap langit-langit kamar.
Hingga saat ini tubuh Alana masih terasa lemah, seakan rasa sisa getaran berciuman itu masih ada.
Ugh, Alana bingung. Masih tak mengerti dengan apa yang baru saja ia lalui di rumah Zayn. Dia kan hanya mengantar sup daging. Kenapa malah mendapatkan pelukan dan ciuman dari pemuda itu. Apa istimewanya datang membawa sup daging hingga sikap Zayn berubah padanya?
Alana terus memikirkan sikap Zayn hingga tak terasa terjangan rasa kantuk membuat kelopak mata Alana tertutup sayu. Ia mulai masuk ke alam mimpi.
//////
Mentari pagi telah menyambut. Alana telah bersiap. Siap memulai harinya menuju salon tempatnya bekerja. Alana harus bekerja keras untuk mengumpulkan uang. Karena kini waktunya di Jerman tinggal beberapa bulan lagi dari massa yang di berikan oleh ibunya.
Alana membuka pintu rumah, menyambut pagi dengan penuh semangat.
Alana terkejut, netra matanya mengerjap beberapa kali saat bola matanya menangkap bayangan pemuda tampan mengenakan stelan jas sedang duduk di atas motor sport berwarna merah sembari memangku helm.
Oh astaga.
Belum hilang bingung Alana tentang mengapa pemuda itu menciumnya? sekarang bertambah lagi pertanyaan dalam hati Alana. untuk apa dia datang sepagi ini? Sejak kapan dia berada di sana? Batin Alana bertanya-tanya.
Tatapan mereka bertemu. Zayn turun dari motor, mengulas senyum lembut pada Alana. Akhirnya yang Zany tunggu nampak juga. Perempuan yang membuat hatinya jungkir balik.
Ya Tuhan, dia kenapa? Semakin tak mengerti saja Alana melihat senyum itu dari wajah si jutek. Rasanya aneh.
“Kak Zayn!” sapa Alana melangkah mendekat memasang wajah heran. Sang presdir datang ke rumahnya mengendarai motor.
“Kak Zayn ada apa?” tanya Alana.
“Aku kemari untuk menjemputmu!” ucap Zayn wajahnya terlihat semakin tampan tanpa raut wajah jutek menghiasi.
“Menjemputku!” ulang Alana memastikan.
“Iya, aku akan mengantarmu ke tempatmu bekerja,” jelas Zayn.
What ....
Alana tercengang dengan mulut sedikit terbuka. Zayn akan mengantarnya ke tempatnya bekerja. Presdir ini tidak punya pekerjaan?
__ADS_1
"Mengantarkanku ke salon?” tanya lagi.
Waktu tinggal bersama Zayn tidak pernah peduli tentang pekerjaannya kenapa sekarang. Zayn ingin mengantarnya.
Ini Aneh ...
“Iya. Aku akan mengantarmu.” Zayn naik ke motor dalam posisi siap.
“Kak tidak perlu! Kak Zayn pasti sangat sibuk,” tolak Alana merasa tak enak hati.
“Sudah ayo naik! Hari ini aku akan mengantarmu,” desak Zayn menyodorkan helm untuk Alana.
Dengan tubuh kaku, bak robot Alana meraih helm lalu mengikuti perintah Zayn naik ke motor.
Alana telah berada di motor, menatap punggung Zayn. Dia dan Zayn sedekat ini. Tak ada perintah dari tuan jutek atau tak ada perdebatan dia antara mereka seperti biasanya yang menghiasi hubungan mereka. Sumpah demi apa-pun ini aneh kan?
***
Di salon Gisel berdiri mondar-mandir sembari menatap keluar, menunggu kedatangan Alana. Sejak tadi senyuman tak surut dari wajahnya. Dia sengaja datang lebih awal. Untuk bercerita dengan Alana.
Bagaimana tidak kemarin dia menghadiri pesta Arion yang bertabur orang hebat, Membuatnya begitu bahagia. Banyak kisah yang akan di ceritakan pada Alana terutama saat ia bertemu banyak pemuda tampan, sebuah keberuntungan. Ahhh, dia bak habis menang undian saking senangnya.
“Alana!” teriak Gisel dari dalam salon saat melihat Alana telah sampai di depan salon. Gisel berlari akan menyambut Alana, menyeret tubuh sahabat itu masuk ke dalam.
“Gisel,” sapa Alana yang baru saja turun dari motor.
“Alana, aku ingin berceri ...” suara Gisel tertahan, katanya tertelan saat melihat netra matanya tertuju pada Zayn.
Oh astaga.
Gisel meneliti baik-baik, tersenyum kaku.
“Tu ... Tuan,” sapa Gisel seketika cicit.
Ya ampun karena terlalu bersemangat dia tidak menyadari jika ada yang lain dari Alana kali ini, sahabatnya itu datang ke salon tidak seperti biasanya. Alana di antar oleh Zayn suami juteknya. Tumben sekali.
Gisel seketika mundur beberapa langkah memberi ruang untuk pasangan ini. Tapi masih bisa memperhatikan gerak-gerik pasangan ini.
Alana lalu melepaskan helmnya lalu memberikannya pada Zayn.
"Terima kasih kak sudah mengantarkanku,” ucap Alana.
“Aku akan menemuimu lagi,” ucap Zayn dengan senyum lembut, sembari tangan terulur merapikan rambut panjang Alana.
__ADS_1
Alana tertunduk malu, Rasa panas merambat dari wajah Alana semburat merah menghiasi, mendapatkan perhatian dari Zayn. Ah manis sekali dia. Dia bisa meleleh. tak mau berlama-lama.
“Aku masuk dulu kak,” pamit Alana.
“Tunggu!” tahan Zayn.
Alana pun mengurungkan langkahnya.
Zany lalu memajukan sedikit tubuhnya. Mendekatkan wajahnya dengan wajah Alana, hingga.
Cup ...
Satu kecupan mendarat mulus di pipi Alana.
Alana tersentak kaget, bak di setrum listrik jutaan volt. oh ya ampun, dia mendapatkan ciuman lagi. Alana mematung tangannya terulur memegangi pipi kanan bekas ciuman dari Zayn. Jantungnya seakan lompat keluar mendapatkan ciuman dadakan dari Zayn. Di muka umum pula.
“Ya Tuhan,” decak Gisel yang masih berdiri sejak tadi. Ia mematung melihat pemandangan yang ada di hapannnya.
“Berawal dari kecupan berakhir dengan celupan,” celetuk Gisel tanpa sadar berucap cepat. Melihat adegan yang ada di depannya. Di mana Zayn mengecup pipi Alana. sungguh pemandangan yang langkah.
Pandangan Alana dan Zayn kompak berpaling tertuju pada Gisel.
Uppssss ...
Gisel tersadar dengan ucapannya saat mendapatkan tatapan dari pasangan ini. Dengan cepat menutup mulutnya rapat dengan kedua telapak tangannya. Ya ampun dia terlalu syok melihat pasangan ini.
“Alana ... kau, keren sekali,” batin Gisel.
Yess, Ini kemajuan pesat untuk Alana pikirnya. Memang itu yang selalu di harapkan Gisel, Alana bisa menjadi istri Zayn seutuhnya. Karena itu merupakan keberuntungan bagi sahabatnya memiliki suami sesempurna Zayn. Semoga saja.
sementara itu. Alana
Ugh. ya Tuhan tolong ...
“Kakak Zayn!!! Kau ini kenapa sih!!!!” jerit Alana dalam hati. Tak habis pikir. Rasanya ia ingin gila dengan perubahan Zayn si jutek.
Like
Coment
Vote ..
Jangan kamu Alana, aku juga bingung sama dia.
__ADS_1