Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
ibu tahu


__ADS_3

Setelah drama kemarahan ibu Salma berujung dengan keterkejutannya, perempuan paruh bayah itu baru tahu jika putrinya telah menikah dengan Vino pemuda yang sudah dia anggap sudah seperti putranya sendiri. Kini mereka telah berada di sebuah ruang keluarga membahas pernikahan pasangan itu.


Ibu Salma duduk di sofa kepalanya masih terasa pening bersama dengan Nara yang memijat ibunya tak jauh dari sofa kini juga telah ada Milan bertugas sebagai menantu yang mencoba menenangkan mertuanya. Walau pun dia sama seperti ibu Salma syok mendengar jika mantan rivalnya kini telah menjadi iparnya. dia dan Vino telah menjadi menantu ibu Salma.


Pasangan Alana dan Zayn duduk berdampingan di hadapan perempuan paruh bayah itu. Layaknya tersangka yang akan sedang menantikan keputusan. Tak ada yang bisa Alana katakan pada ibunya.


“Nak Vino kamu sudah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri, ibu sangat tahu kamu pemuda yang baik. Jika memang kau ingin menikah dengan Nana kenapa kamu tidak mengatakannya. Ibu pasti akan merestui kalian, kenapa harus diam-diam tak memberitahukan ibu,” keluh ibu Salma membuat yang mendengarnya menjadi terenyuh.


Ya siapa yang tidak miris, putrinya menikah diam-diam, sungguh dia pasti sangat kecewa. Walau dia tidak masalah dengan lelaki pendamping putrinya. Tetap saja dia kecewa dan terluka.


“Maaf bu, ini di luar kuasaku. Kami menikah tiba-tiba. Saat itu aku tidak tahu jika perempuan yang aku nikahi adalah Nana. Aku baru tahu setelah aku kemari menyusulnya,” jelas Zayn.


Ya andai Zayn tahu Alana sejak dulu adalah Nana dia pasti akan menyeret adik kecilnya itu untuk pulang kembali ke Indonesia.


“Bu. Vino dan Nana telah menikah semua telah terjadi, Vino pasti akan menjadi suami yang baik bagi Nana, ibu tidak perlu cemas,” jelas Nara membujuk ibunya agar berlapang dada.


“Kalian tidak mengerti perasaan ibu. Dua putri ibu menikah diam-diam,” lirih ibu Salma kini air matanya turun membasahi pipinya. Sedih sekali dia.


Kini dua pasang anak yang berada di dalam ruangan itu terbungkam, tertohok dengan ucapan perempuan paru bayah itu. Milan dan Nara juga menikah tanpa di ketahui ibunya, ibu Salma bahkan baru mengetahui setelah dua tahun berlalu. Dan kini kisah putri ke duanya Alana dan Vino pun sama bahkan telah mengandung buah cinta mereka. Uhg, mereka benar-benar mengecewakan hati perempuan paruh bayah ini.


“Ibu ini juru masak di kondangan, kenalan ibu tuh banyak dan mereka pasti menunggu ibu mengadakan pesta pernikahan. Dan harapan ibu itu tinggal Nana,” keluh ibu Salma.

__ADS_1


Dua pasang anak manusia ini hanya tertunduk, miris sekali.


“Sejak dulu ibu selalu kredit perabotan rumah tangga supaya kalau ibu menikahkan anak ibu, ibu ngak perlu minjam sama tetangga. Untuk apa semua koleksi panci-panci ibu, kalau bukan persiapan pernikahan anak ibu. Tapi, sekarang ngak akan terpakai kalian semua telah menikah. Ibu ngak akan merasakan menggelar pesta pernikahan,” lirih ibu Salma.


Ya Tuhan, denyut sakit terasa menusuk di hati mendengar ucapan ibu Salma, sejak dulu ibunya suka sekali mengoleksi panci ternyata itu tujuannya. Kini deretan koleksi panci dan perabotan rumah lainnya tak akan terpakai untuk acara pernikahan putrinya, miris sekali.


Untuk beberapa saat suasana hening semua kini terdiam tanpa kata hanya rasa bersalah yang meliputi.


“Ibu karena mereka menikah di Jerman jadi belum ada yang tahu pernikahan mereka jadi bagaimana jika ibu mengadakan acara resepsi untuk Nana dan Vino,” cetus Nara mengusulkan dari pada melihat ibunya sedih dan putus asa dengan koleksi pancinya.


“Iya bu. Itu ide bagus.” Milan ikut menimpali.


Ibu Salma terdiam menimbang ucapan Nara. Setelah beberapa saat.


“Ibu itu tidak perlu bu.” tolak Alana merasa tak nyaman berada di depan orang banyak.


“Nanti Nana lelah bu menjalani pesta panjang,” ujar Zayn khawatir akan keadaan istrinya yang telah mengandung buah cintanya.


“Ibu hanya akan bikin pesta sederhana untuk kalian di rumah,” ucap ibu Salma.


Zayn dan Alana hanya terdiam tak ada jawaban setuju dari keduanya.

__ADS_1


“Bu kalau mereka ngak mau, Milan sama Nara aja yang gantiin resepsinya bu,” celetuk Milan.


What ...


Nara membulatkan mata sempurna mendengar keinginan Milan. Ya ampun suaminya ini. Sedangkan Vino dan ibu Salma kompak menatap malas ke arah Milan.


“Iya kan sayang!” ucap Milan dengan kerlingan serta senyum menggoda.


Oh astaga Milan Kalingga, sadar ini kumpul keluarga.


“Ingat! Udah punya anak tiga, malah mau gantiin,” cibir ibu Salma menatap menantu pertamannya.


"Mereka ngak mau! Yang mau aja bu!” seloroh Milan membalasnya dengan cengiran menatap istrinya tercinta.


Hembusan napas panjang terdengar dari ke empatnya mendengar ucapan Milan.


Obrolan terus berlanjut hingga keputusan telah di ambil jika Alana dan Vino akan mengadakan resepsi pernikahan kecil di rumah.


****


Hei aku lambat up, aku ketiduran habis teraweh, ginihi kalau buka puasa makan kangkung.

__ADS_1


Idih Milan gemes deh, udah punya anak tiga tambah bikin gemes ...


Hei-hei kalian udah di ujung-ujung cerita yah. Tinggal beberapa part lagi tamat ya.


__ADS_2