Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
perasaan Zayn


__ADS_3

Sementara Alana bergelung dengan patah hatinya tak jauh berbeda, di mana ada hati yang juga patah dan kecewa begitu terluka dengan penantiannya.


Mentari telah naik, Zayn baru saja meninggalkan taman itu. Dia sudah berhenti berharap Alana akan datang. Kini pemuda itu memutuskan untuk pulang dengan perasaan tergores luka.


Baru saja Zayn masuk ke dalam rumah ia telah di sambut oleh bibi Lucy dengan senyuman.


“Anda sudah pulang tuan,” sapa bibi Lucy merasa aneh tuannya pulang ke rumah dengan wajah kusut.


Zayn hanya menjawabnya dengan berdehem.


“Saya akan menyiapkan makanan untuk tuan,” ucap bibi Lucy hendak bergegas menuju dapur.


“Tidak perlu aku tidak lapar,” tolak Zayn dengan nada dingin berlalu meninggalkan bibi Lucy. Zayn sama sekali tidak memiliki selera makan.


Suasana hatinya sedang buruk, tidak akan memikirkan untuk makan. Apalagi itu bukan masakan buatan Alana.


Meninggalkan pelayan paruh bayahnya. Pemuda itu menapaki tangga.


Zayn menyeret langkah lemah masuk ke dalam kamarnya, tatapannya kosong. Dia baru saja pulang setelah semalaman menunggu cintanya datang untuk memulai hidup baru dengannya. Keadaan pemuda tampan ini terlihat kacau, tersirat wajah lelah, dengan kemeja di gulung setengah lengan. Tuxedo yang ia kenakan telah di jinjing.

__ADS_1


Zayn masuk ke dalam kamar melangkah menuju tempat tidur, sampai di sisi ranjang.


“Ahhh!” teriak Zayn melemparkan tuxedonya asal seakan meluapkan kekecewaannya.


Zayn lalu menghempaskan tubuhnya di lantai. Duduk bersandar pada ranjang miliknya. Tubuhnya melemah seakan tak teraliri darah, cintanya tak berbalas.


Hingga pagi menjelang dia terus menunggu kedatangan Alana, berharap Alana hanya sedikit terlambat dan perempuan yang di cintai itu akan datang namun nyatanya, tidak. Harapannya terhempas. Alana tidak datang.


“Ahhhh.” Teriak Zayn frustasi menguyar rambutnya.


Perasaannya terpukul kuat, Zayn telah percaya jika Alana juga memiliki perasaan yang sama sepertinya, ternyata tidak, dia salah menilai hanya ia yang mencinta. Ya cintanya hanya sepihak.


Batin Zayn menjerit terus bertanya-tanya di dalam hati. Raut wajahnya sendu. Harapannya bersama Alana kandas.


Semua rencana yang ia katakan pada Alana kini telah meluap seketika, dia kehilangan langkah tujuannya hanya bersama dengan Alana.


“Setelah yang kita lalui bersama selama ini, seolah tidak ada artinya bagimu,” rancau Zayn sungguh hatinya terluka. Membayangkan hari-harinya bersama Alana, malam panas yang selalu mereka lalui setiap malam, seakan tidak ada artinya bagi perempuan itu.


“Apa aku tidak layak bagimu? Beritahu aku, setidaknya kau memberiku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta padaku.” sesal Zayn.

__ADS_1


Zayn termenung setelah semua seakan menghilang darinya cintanya dan tak lama lagi posisinya. Padahal ia sudah berharap jika Alana akan menjadi jalan untuknya kembali ke Indonesia, kembali hidup sebagai Alvino Dirga nyatanya, rencananya buyar.


Zayn duduk meringkuk menyembunyikan wajahnya. Sungguh kali ini dia menjadi lelaki yang rapuh, cintanya tak terbalas. Hubungan pernikahan ternyata tak kuat untuk mengikat cintanya. Untuk ke dua kalinya dia merasakan patah hati.


Kenapa nasib percintaannya, mengenaskan sekali. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan satu hati, akhirnya hatinya berpaling baru saja dia membuka lembaran baru kini dia kembali terluka.


"Mudahnya bagimu, melepaskan ini semua," lirih Zayn dengan hati berdesir sakit.


****


Kasihan Zayn patah hati lagi. lagian kagetan sih. Ngak serem kali lihat Alana. Sya lebih serem kalau emak teriak nanya, siapa nih yang ambil uang 3000 di atas kulkas, kembalian merica bubuk?


Oh astaga. Nah itu bikin deg-degkan


Like


Coment


Vote ...

__ADS_1


__ADS_2