Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
kelahiran


__ADS_3

Di sebuah kamar, terlihat seorang pemuda duduk di ranjang dengan tubuh bersandar di puncak tepat tidur. Netranya sejak tadi tak hentinya menatap selembar kertas yang berada di tangannya. Rasa haru, bahagia, tak percaya bercampur menjadi satu. Bahkan saat ini bola matanya berkaca-kaca, rasanya ia ingin meluapkan tangis bahagia.


Biarkanlah orang mengatakannya lelaki cengeng, sungguh dia terharu. Dua katung janin yang terlihat di gambar itu, membuatnya begitu bahagia. Keluarganya akan semakin ramai.


Zayn menitik kilas hidupnya sejak dulu dia selalu sendiri bak hidup orang yang sebatang kara, bertahun-tahun hatinya membeku dia merasakan kesepian. Kini dia akan menjadi ayah dan memiliki sebuah keluarga kecilnya sendiri. Sebuah anugerah terindah yang tuhan berikan padanya. Dia sudah tidak sendiri lagi.


Alana masuk ke dalam kamar tersenyum lucu saat menatap suaminya yang masih memegang kertas usg. Sudah sejak tadi Zayn menatap kertas itu.


Perempuan ini lalu bergabung bersama dengan Zayn, naik ke tempat tidur.


Zayn menyambut istrinya membawa dalam pelukannya, mengecup puncak kepala istrinya.


“Sayang terima kasih, kamu telah memberikan anugerah yang indah tiada tara, terima kasih bukan hanya menjadikanku suami tapi juga seorang ayah untuk buah hati kita,” ucap Zayn dengan perasaan membuncah.


“Dan maaf juga karena, mengandung anakku keinginan terbesarmu menjadi tertunda,” kata Zayn relung hatinya kini di penuhi rasa bersalah.


Operasi wajah, impian Alana yang membuatnya hingga ke Jerman.


Alana sangat menginginkan operasi wajah, namun kini tertunda karena sedang mengandung anak mereka.


“Tidak apa-apa, ini juga demi anak kita.”


“Setelah anak kita lahir kita akan kembali ke Jerman, lalu melakukan operasi wajah untukmu,” jelas Zayn akan rencananya.


“Setelah anak kita lahir? Kenapa harus setelah anak kita lahir. Kak Zayn ngak kembali ke Jerman?” Alis Alana mengerut suaminya inikan memiliki perusahaan yang harus ia urus.


“Kau sedang hamil, aku harus jadi suami siaga dan menjagamu. Dan aku pikir kau akan nyaman bersama dengan ibu,” jelas Zayn yang mengerti keadaan Alana, bagaimana pun anak perempuan yang mengandung anak pertama kalinya akan nyaman bersama dengan ibunya.


Alana melengkungkan senyuman, ya ampun pengertian sekali sih suaminya ini.


“Lalu perkerjaan kakak?” tanya Alana lagi.


“Untuk sementara aku menyerahkan semuanya pada Arion dan Ken, aku hanya ke sana sesekali untuk memantau. Dan untuk mengisi waktu luang, sementara hingga anak kita lahir aku akan kembali menjadi juru photo pernikahan,” tutur Zayn.


“Semua terserah pada kakak, tapi awas saja ya, kalau sampai tergoda sama biduan di pesta pernikahan,” ancam Alana dengan mata memicing. Padahal dia sangat tahu jika suaminya ini begitu jutek, tidak mudah untuk dekat dengan orang baru. Namun pesonanya pasti membuatnya menjadi pusat perhatian.


“Hahahahha.” Zayn terbahak lucu sekali.


“Itu tidak akan sayang, mau aku buktikan cintaku, hatiku dan tubuhku ini hanya untukmu.” Senyum seringai mengiasi wajah Zayn.


Bukti cinta


Alana belum mengeluarkan sepatah kata, bibir Zayn telah menempel pada bibirnya, menyecap bibir ranum itu. Jika seperti ini Alana sudah tahu apa yang akan terjadi. Bukti cinta yang akan selalu ia dapatkan dari suaminya.

__ADS_1


Pasangan insan ini pun melalui malam dengan penyatuhan penuh dengan kenikmatan sebagai sepasang suami istri.


Kagak usah di jabarkan yeh, puasa nih. Ntaar pahala Sya yang selalu scroll tasbih berkurang lagi.)


****


Hari berlalu dengan indah setiap detik yang terlewati terasa sangat begitu menyenangkan.


Di sebuah pesta, seorang perempuan dengan perut buncit duduk di kursi menatap dari jauh seorang lelaki tampan yang sedang sibuk membidik kamera mengambil gambar pasangan pengantin. Terlihat mempesona, hingga binar kagum terpancar dari sorot matanya.


Ya Alana sedang menemani suaminya bekerja sebagai juru foto pernikahan. Alana ikut bersama dengan Zayn di tempat acara pernikahan. Untuk menjaga suaminya itu dari mata genit biduan maupun gadis-gadis yang jatuh pada pesona suaminya.


Anehkan. Alana merasa begitu posesif dan manja selama kehamilannya, dia ingin selalu bersama dengan suaminya.


Entahlah mungkin ini bawaan janin yang ada di kandungannya, dia menjadi lebih manja dan posesif. Padahal Zayn telah melarangnya untuk ikut, pemuda itu begitu cemas akan keadaan Alana yang telah memasuki sembilan bulan tinggal menghitung hari lagi dari tanggal operasi yang direncanakan, anak kembar mereka akan lahir ke dunia. Seharusnya Alana menyiapkan diri.


Setelah menunggu beberapa jam Zayn akhirnya selesai dengan pekerjaannya.


“Sayang cape ya?” tanya Zayn sembari mengusap perut buncit istrinya dengan raut cemas.


“Tidak.” Alana menjawabnya dengan menggeleng pelan. “Lagunya enak.”


“Sudah, Ayo kita pulang,” ajak Zayn yang mengatur perkerjaan dengan sahabatnya Chelsea pemilik Wo hanya beberapa jam saja, karena mengingat kondisi istrinya.


Sebenarnya Zayn sudah tidak ingin mengambil perkerjaan lagi dan ingin menemani Alana di rumah saja namun istrinya ini tak mau.


Satu keanehan Alana lagi dia sangat menyukai suasana pesta pernikahan, dia suka mendengar suara musik yang membahana dari acara musik di pernikahan.


Oh ya ampun bukannya mendengar musik klasik untuk bayi di dalam kandungan, Alana malah suka mendengar lagu biduan dangdut. Ahh, ya ampun Zayn hanya berharap semoga anak kembarnya kelak tidak menjadi tukang sawer dan biduan, jika itu terjadi, ya ampun Cukup dia dan dua sahabatnya saja yang ngak punya urat malu jangan anaknya.


“Ayo pulang sayang, kau pasti sudah lelah,” ajak Zayn membantu istrinya bangun bangkit dari duduknya. Alana pun berdiri sembari memegang perut buncitnya.


Alana tak melangkah malah berdiri di tempat, Alana menundukkan pandangannya. saat merasakan ada cairan hangat merembes dari pangkal pahanya.


Manik mata Zayn membulat sempurna wajahnya seketika memucat melihat kaki Alana telah basah karena cairan yang keluar.


“Sayang kamu mau melahirkan,” seru Zayn.


Oh astaga bagaimana ini, dia mulai panik.


***


Tubuh Zayn tiada henti bergetar, bulir keringat dingin membasahi dahinya. Ini adalah waktu spesial yang paling dia tunggu namun saat hari ini datang, dia malah di relungi kegelisahan.

__ADS_1


Zayn berada di dalam ruang persalinan, mendampingi istrinya yang sedang menjalani proses melahirkan secara cecar. Tubuh Zayn seakan lemah tak bertulang, debaran jantungnya terpompa cepat berharap sang istri bisa melalui semuanya dengan baik dan anak mereka lahir dengan selamat.


Oek ....oek ... suara tangisan bayi pertama terdengar.


Selang beberapa menit kemudian suara tangisan anak kedua mereka.


Akhirnya ...


Setelah menunggu dengan gelisah, tangis haru menetes dari pelupuk mata Zayn saat suara tangisan bayi laki-laki dan perempuan menggema. Zayn menatap takjub saat melihat putra dan putrinya telah lahir ke dunia. Kini dia telah menjadi ayah.


“Selamat pak putra dan putri anda lahir dengan selamat,” ucap dokter yang menangani Alana.


“Terima kasih dok,” kata Zayn sangat bahagia.


****


Alana telah berada di ruang perawatan, tubuhnya masih lemah, setelah menjalani operasi namun senyuman terus tertanam melihat pemandangan di hadapannya. sesosok bayi mungil yang menggemaskan, dalam gendongan Zayn dan ibunya.


“Terima kasih sayang, telah berjuang melahirkan anak kita,” ucap Zayn dengan tulus lalu mengecup kening istrinya sekilas menyalurkan perasaan bahagianya.


“Aku akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk keluarga kita.”


Alana mengangguk pelan, “Kita akan belajar bersama menjadi orang tua,” kata Alana.


“Cucu nenek sayang, cantik banget sih,” ucap ibu Salma gemas menimang cucu ke limanya, ya ibu Salma menggendong cucu berjenis kelamin perempuan . “Kalian akan memberi nama siapa anak kalian ini?” tanya ibu Salma.


Alana dan Zayn saling tatap kemudian mengangguk yakin.


“Jagoan kami ini akan kami berikan nama Nathan Walter. Dan princess perempuan kami ini bernama Nala Nathalia Walter,” ucap Zayn. Ya memutuskan memakai nama keluarganya di belakang nama putra dan putrinya.


“Walter?” tanya ibu Salma heran. “Bukan Dirga?”


“Itu nama belakang keluarga di Jerman bu,” jelas Zayn.


Ibu Salma hanya mengangguk, sebenarnya ibu Salma hanya tahu jika menantunya ini memiliki bisnis di Jerman tapi dia tak tahu bagaimana berpengaruhnya nama Walter itu. Yang penting putrinya bahagia dan menikah dengan lelaki yang baik tak ada masalah dengan ibu Salma.


Buah cinta Zayn dan Alana telah lahir ke dunia melengkapi kebahagiaan keluarga kecil ini.


***


Yehh, selamat buat pasangan Zaynal udah punya anak, kembar lagi.


Jangan lupa, di baju anaknya di gantungi peniti biar ngak di ganggu setan magrib. Di bedong juga biar ngak pecicilan. Hahahhaa.

__ADS_1


Ucapan selamat kalian juga dong buat Zaynal.


__ADS_2