
“Jadi, ini semua ada kaitannya dengan ibu tiriku!” berang Zayn dengan suara menggelegar penuh kemurkaan setelah mengetahui informasi dari Ken.
“Iya tuan, sama seperti perempuan lain, dia juga sepertinya memiliki obsesi untuk menikah dengan Anda dan menjadi bagian keluarga Walter,” jelas Ken.
Zayn berdiri menatap tajam ke arah Ken yang masih berdiri di hadapannya memasang wajah takut.
Ya, sebuah kehidupan mewah, kehormatan, di puja banyak orang yang akan di dapat jika menjadi bagian keluarga Walter.
Amarah Zayn telah berada di puncak. dia Tidak pernah menyangka, dia punya ibu tiri yang memiliki anak bawaan dari pernikahan sebelumnya dan lebih membuatnya semakin murka adalah ayahnya yang tidak memberi tahukannya dan malah ikut menyembunyikan semuanya.
“Pantas saja, semua tersusun dengan rapi, ternyata dia yang ada di belakangnya. Ya, sama seperti pamanku, dia juga bisa melakukan apa-pun!” geram Zayn tatapannya semakin tajam bak menghunus.
Sebenarnya di lubuk hati Zayn miris demi posisi yang ia duduki, Mengapa semua orang terdekatnya ingin menghancurkannya dengan banyak intrik dan cara licik. Seharusnya mereka menjadi sandarannya, namun justru orang terdekat itulah yang ingin menjatuhkannya.
“Maaf tuan kita tidak bisa menyerang kembali, kita tidak punya bukti atas tuduhan itu, jika ibu tiri Anda bersekongkol dengannya,” jelas Ken dengan tertunduk takut.
“Salah satu cara hanya mendapatkan saudara tiri Anda, lalu membuatnya membuka mulut,” tambah Ken.
“Kau benar Ken, bawa perempuan itu ke hadapanku! Aku akan membuat perhitungan dengannya!” perintah Zayn, dia akan membalas perbuatan perempuan itu, ia tidak akan berbelas kasih walau perempuan itu adalah saudara tirinya.
“Baiklah, tuan akan tetapi ini seperti sedikit membutuhkan waktu karena perempuan itu memiliki banyak identitas palsu dan dia sepertinya sudah tahu jika dia dalam pencarian,” jelas Ken.
“Aku tidak mau tahu Ken. Pokoknya kau harus membawa perempuan itu di hadapanku secepatnya.” Titah Zayn tak terbantahkan.
__ADS_1
Ken mengangguk pelan. Setelah menatap Zayn terdiam Ken memutuskan untuk pamit keluar dari ruangan memberikan waktu untuk tuannya menenangkan diri. Zayn pasti sangat syok kali ini.
Zayn menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, menyandarkan tubuhnya.
“Laki-laki bodoh! Kau berpisah dengan ibuku demi perempuan licik itu,” gumam Zayn mengepalkan tangannya.
Wajah Zayn seketika sendu mengingat bayangan wajah ibunya. Dadanya terasa sesak, jantungnya berdenyut sakit, mengingat kehidupan ibunya dulu pasti tidaklah mudah menjalani hari sebagai bagian dari keluarga Walter, karena itulah ibunya memilih pergi.
"Ibu, aku sangat merindukanmu," batin Zayn dengan manik mata berkaca-kaca.
Dia sangat merindukan ibunya mengenang bagaimana dulu ibunya pergi meninggalkan semuanya. Ikut membawanya dari tempat mengerikan ini. lalu hidup di negara bernama Indonesia dengan merubah semua identitas. Mengganti dengan yang baru sebagai Alvino Dirga.
Hidup sebagai Alvino Dirga yang sederhana, jauh dari kata mewah namun dengan ketenangan, kebahagiaan dan keceriaan tak ada kebenciaan.
Menjadi orang Indonesia.
Zayn tersentak saat pikirannya mengudara terkenang wajah seorang perempuan cantik yang selalu bermake up tebal dari negara itu, siapa lagi kalau bukan.
“Vampir China,” pekik Zayn menegakkan tubuhnya. Wajahnya seketika berubah serius.
Jantung Zayn semakin terpompa cepat. Tenggorokan seakan terasa kering.
Oh, astaga dia baru teringat, jika apa yang dikatakan oleh perempuan yang ia beri nama Vampir China itu semua benar.
__ADS_1
“Jadi selama ini dia tidak berbohong, dia tidak bersalah. Dia benar-benar menolongku,” gumam Zayn.
Zayn mengusap wajah kasar seketika bayangan perlakuannya pada perempuan yang terjebak menikah dengannya itu terbayang, bagaimana jutek dan ketusnya dia menghadapi perempuan itu, menindasnya membuatnya menjadi pelayan.
“Vampir China itu ...” Zayn menghentikan ucapannya rasanya dia tidak sanggup mengatakan jika telah berbuat salah pada perempuan gila dandan itu.
Lidah Zayn keluh, ahh begitu banyak kesalahan yang mengudara di pikirannya tentang apa yang di lakukan oleh perempuan itu.
Vampir china ...
Zayn lalu bergegas bangkit dari duduknya lalu menyambar map data laporan tentang saudara tiri pangkal semua masalah. Dia harus ke suatu tempat.
Zayn lalu meraih ponselnya, meletakkan benda pipih itu di telinga terlihat menghubungi seseorang.
“Halo. Ken siap kan motor untukku,” titah Zayn lalu melangkah cepat ke luar ruangan.
Yang nyari berkas Alana, di kantor Zayn, belum kebuka. maaf ya belum di buka keselip sama berkas lain waktu acak-acak kantor sama satu kota Jerman cari kotak makan emak Alana. Itu alasannya.
Hahahaha, sabar ya sayang itu konflik terakhir Sya bikin. Kalau itu udah ketahuan kita akan segera berpisah, asik dangdutan laagiii kita ...
Like
Coment
__ADS_1
Vote...